“You Are My Glory”, sebuah drama berjumlah 32 episode dan berlatar belakang dunia E-sport (game online) yang dibintangi oleh Yang Yang dan Dilraba Dilmurat ini diangkat dari novel terkenal karya Gu Man berjudul sama.
Berhubung blog lamaku "Asian Stars" dihapus Google karena kesalahan sistem, aku terpaksa membangun semuanya dari awal lagi. Blog ini pindahan dari "Asian Stars" ya. Aku usahakan semua sinopsis dan review serta terjemahan lagu mandarin/korea yang ada di blog lama dan sekarang terhapus, semuanya akan diposting ulang. Namun tentu saja tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, karena setelah 14 tahun berdiri, sudah ada 3.500 artikel yang dalam blog lamaku yang turut hilang dalam sekejap. Jadi yang draftnya ketemu duluan, akan diposting lebih dulu. Okay, let's make a new start and let's start with "You Are My Glory".
~~~~~
Rating: 8/10
Genre : Drama romantis
Diadaptasi dari : Novel “You Are My Glory” karya Gu Man
Penulis Skenario : Gu Man
Sutradara : Wang Zhi
Opening song : “Fireworks of Stars” (烟火星辰) by Liu Yu Ning
Ending song : “Time Monologue” (光阴独白) by Lala Hsu
Negara asal : China
Bahasa : Mandarin
Jumlah Episode : 32
Produser : Fang Fang, Zhang Wei Lin, Zhang Meng and Liu Jia
Rumah Produksi : Tencent Penguin Pictures
Jaringan Penyiaran : Tencent Video, WeTV
Rilis : 26 July – 16 August 2021
Yang Yang as Yu Tu.
Dilraba Dilmurat as Qiao Jing Jing.
Hu Ke as Kak Ling, Manajer Qiao Jing Jing.
Sun Ya Li as Xiao Zhu, asisten Qiao Jing Jing.
Gina Jin as Xia Qing, mantan pacar Yu Tu.
Wang Yan Lin as Zhai Liang, sahabat Yu Tu.
Pan Yue Ming as Guan Zhai, senior Yu Tu.
Zheng He Hui Zi as Pei Pei, sahabat Qiao Jing Jing sejak SMU.
Ji Xiao Bing as Su Zhi, mantan pacar Qiao Jing Jing.
Tu Song Yan as A Guo, suami kak Ling & guru game pertama Qiao Jing Jing.
Cao Yi as ayah Yu Tu.
Cui Yi as Ibu Yu Tu.
Wang Rui as Xiao Liu, adik sepupu laki-laki Yu Tu.
Wang Quan You as Ayah Qiao Jing Jing.
Yan Qingyu as Ibu Qiao Jing Jing.
Zheng Xiao Mao as Kakek Qiao Jing Jing.
Zhu Huai Xu as Nenek Qiao Jing Jing.
Li Ya Ze as adik sepupu laki-laki Qiao Jing Jing.
Zhou Yun Ru as adik sepupu perempuan Qiao Jing Jing.
Luo Lei as sopir Qiao Jing Jing.
Janice Wu as Chen Xue, sahabat Qiao Jing Jing.
Zhao Ying Zhi as Zhou Zi Qhi, rival Qiao Jing Jing.
Yuan Cheng Jie as Duan Wu, lawan main Qiao Jing Jing.
Wang Dong as Movie King Zhou.
Lu Yong as Sutradara Li.
Secara garis besar, “You Are My Glory” bercerita tentang kisah cinta antara aktris papan atas China, Qiao Jing Jing (Dilraba Dilmurat) dengan orang biasa, tepatnya seorang pegawai Lembaga Penelitian Antariksa, Yu Tu (Yang Yang). Yu Tu dan Qiao Jing Jing sebenarnya adalah teman sekelas saat SMA yang tidak sengaja bertemu kembali setelah 10 tahun melalui permainan game online, Honor Of Kings.
Kisah dimulai dengan seorang aktris papan atas bernama Qiao Jing Jing (Dilraba Dilmurat) yang didapuk menjadi bintang iklan dari sebuah Perusahaan game “Honor Of Kings” yang sayangnya tidak bisa bermain game.
Untuk membuktikan kemampuannya dan mengembalikan reputasinya yang terancam hancur, Qiao Jing Jing menerima tawaran untuk bertanding melawan para pemain profesional E-sport yang akan diadakan satu bulan ke depan.
Demi agar Jing Jing bisa fokus berlatih, agensi tempat dia bernaung memutuskan untuk membebaskan Jing Jing dari semua jadwal di dunia keartisan agar gadis itu bisa berlatih dengan maksimal. Tak hanya itu, Jing Jing pun berusaha mencari seseorang yang bisa mengajarinya bermain game dengan baik.
Awalnya, dia dilatih oleh suami dari manajernya sendiri, namun karena sang guru tidak pintar, akhirnya Jing Jing tidak mengalami perkembangan sama sekali.
Untunglah saat itu, Jing Jing diam-diam bermain sendiri menggunakan akun palsu (akunnya saat SMA dulu yang masih terhubung dengan akun teman SMA-nya) dan kebetulan mantan teman sekelasnya saat SMA, yaitu Yu Tu (Yang Yang) mengundangnya untuk ikut dalam permainan Lima vs Lima.
10 tahun yang lalu, Yu Tu dan Qiao Jing Jing adalah teman sekelas saat SMA. Bagi Qiao Jing Jing, Yu Tu adalah cinta pertamanya. Yu Tu tak hanya tampan, namun juga sangat pintar dan selalu menjadi ranking 1 di sekolahnya.
Singkat kata, Yu Tu adalah idola semua murid saat di bangku SMA, termasuk Qiao Jing Jing yang dengan nekat pernah menyatakan perasaannya pada Yu Tu namun berakhir penolakan.
Semua anggota tim Yu Tu melihat bagaimana payahnya permainan Qiao Jing Jing. Jika saja Yu Tu tidak selalu membantunya, mungkin tim mereka akan berakhir dengan kekalahan, untung saja Yu Tu tidak ambil pusing dengan itu semua.
Yu Tu yang saat itu sedang gundah karena masalah pekerjaan memang sedang dalam masa cuti hingga untuk menghibur diri agar tidak suntuk, dia memutuskan untuk bermain game “Honor of Kings”.
Yu Tu sebenarnya bekerja sebagai Insinyur Antariksa di Lembaga Penelitian Antariksa Tiongkok. Dia pun memiliki posisi yang sebenarnya cukup tinggi yaitu sebagai kepala designer umum.
Namun meski profesinya terlihat sangat bergengsi dan membanggakan, kenyataannya penghasilannya sebagai abdi negara tidaklah terlalu banyak (apalagi jika dibandingkan dengan honor seorang artis papan atas yang mencapai jutaan bahkan ratusan juta yuan). Dalam cerita, penghasilan Yu Tu sebagai Insinyur Antariksa hanya berkisar 200.000 – 300.000 yuan per tahun.
Karena penghasilannya yang bisa dibilang minim inilah, membuat Yu Tu menjadi galau antara meneruskan impiannya atau mencari pekerjaan lain dengan gaji yang lebih tinggi. Apalagi setelah melihat ibunya yang sempat datang berobat ke Shanghai hanya bisa mendapatkan perawatan seadanya dan menginap di losmen mungil yang kumuh. Hal itu membuat hati Yu Tu semakin merasa bersalah.
Tahu akan kegundahan hatinya, atasannya akhirnya memberikan waktu bagi Yu Tu selama sebulan untuk memikirkannya kembali matang-matang sebelum mengambil keputusan. Dan di sinilah Yu Tu sekarang, menghabiskan waktu cutinya dengan bermain game untuk melepaskan kegundahan hatinya.
Qiao Jing Jing yang tak sengaja mendengar kabar bahwa Yu Tu kemungkinan akan melepas impiannya menjadi Insinyur Antariksa untuk beralih profesi ke bidang keuangan sedikit merasa sedih, karena dia tahu bahwa menjadi Insinyur Antariksa adalah Impian terbesar Yu Tu sejak dulu.
Penasaran dan disertai fakta bahwa Yu Tu sangat jago bermain game, membuat Qiao Jing Jing “menipu” Yu Tu agar bersedia datang menemuinya dan mengajarinya bermain game. Qiao Jing Jing mengatakan kalau pembersih udara yang dia beli (yang kebetulan rancangan Yu Tu) sekarang sedang rusak dan dia berharap agar Yu Tu bersedia memperbaikinya.
Setelah datang, Yu Tu sedikit kaget saat mengetahui bahwa gadis payah yang tidak bisa bermain game itu ternyata adalah mantan teman sekelasnya sendiri. Namun walaupun telah “ditipu”, Yu Tu tidak marah sama sekali.
Sebagai permintaan maaf, Jing Jing memposting fotonya dan alat pembersih udara itu di Weibo dan hebatnya dalam waktu dekat, produk tersebut sangat laris di pasaran.
Yu Tu tersenyum bangga melihat produk rancangannya sangat laris di pasaran dan bahkan sampai terjual habis dalam waktu singkat. Dan akhirnya sebagai ucapan terima kasihnya, Yu Tu bersedia mengajari Qiao Jing Jing bermain game selama sebulan.
Kebaikan hati, kerendahan hati, kerja keras serta semangat Qiao Jing Jing yang tidak kenal menyerah untuk membuktikan diri bahwa dia juga mampu bermain game, membuat hati Yu Tu tersentuh. Yu Tu harus mengakui bahwa dia telah salah menilai Qiao Jing Jing selama ini.
Dulu saat SMA, Yu Tu menilai Qiao Jing Jing sebagai gadis cantik dan kaya, yang pemalas dan tidak pintar, yang hanya mengandalkan wajah cantiknya saja. Seseorang seperti Qiao Jing Jing, tidak mungkin sanggup menemani Yu Tu meraih impiannya.
Itu sebabnya Yu Tu menolaknya saat SMA, karena penampilan Jing Jing seperti Nona Muda kaya yang tidak mau bekerja keras dan pemalas. Namun setelah melihatnya selama sebulan ini, Yu Tu akhirnya sadar bahwa dia tidak bisa menilai seseorang dari sampulnya saja tanpa mengenalnya lebih dulu.
Qiao Jing Jing ternyata adalah gadis yang sangat bekerja keras, tidak pantang menyerah dan punya semangat untuk menang, dia juga seorang gadis yang ramah dan rendah hati, walaupun dia kini menjadi aktris papan atas namun dia tidak sombong sama sekali dengan status dan kekayaan yang dia miliki saat ini.
Perlahan namun pasti, tanpa Yu Tu sadari, Qiao Jing Jing telah masuk ke dalam hatinya dan menempati ruang yang sangat penting. Dia jatuh cinta. Namun Yu Tu sadar bahwa status sosial mereka adalah penghalang terbesar mereka saat ini.
Namun kali ini, bukan karena Yu Tu tidak menyukainya, melainkan karena Yu Tu tidak percaya diri bisa memberikan kebahagiaan pada gadis itu, mengingat dia tidak memiliki apa pun yang bisa dia berikan untuknya.
Qiao Jing Jing bagaikan Bintang yang bersinar terang di langit malam, sementara Yu Tu bagaikan butiran debu di tanah. Jalan mereka tidak seharusnya bersinggungan. Qiao Jing Jing memiliki kekayaan dan popularitas sedangkan Yu Tu adalah pria biasa dengan penghasilan rendah dan tidak memiliki sesuatu yang bisa dia tawarkan di masa depan.
Sejak malam itu, keduanya tidak pernah bertemu lagi. Yu Tu yang merindukan Jing Jing pun hanya mampu melihat penampilan gadis itu di ponselnya. Saat Yu Tu mendengar dari mulut Jing Jing bahwa dia belum mendapatkan hadiah dari siapapun, hati Yu Tu seakan teriris, karena faktanya dia sudah memberikan hadiah itu padanya sebelum perpisahan mereka, tapi Jing Jing seolah tidak melihatnya.
Dilema dalam diri Yu Tu semakin dalam ketika dia mulai menyesali keputusannya menolak Jing Jing beberapa waktu yang lalu. Apalagi saat Yu Tu pulang ke rumahnya dan membuka kembali komputer lamanya dan menemukan banyak sekali chat-chat dari Qiao Jing Jing untuknya.
Yu Tu akhirnya menyadari perjuangan Jing Jing yang berusaha mencari tahu apa yang Yu Tu sukai dan bahkan bersedia belajar walaupun gadis itu tidak tahu apa-apa mengenai Antariksa. Sialnya saat itu, Yu Tu yang tidak tahu bahwa itu adalah Jing Jing (karena Jing Jing memakai akun palsu untuk menstalking Yu Tu), memilih untuk mengabaikannya.
Dari mana Yu Tu tahu kalau akun palsu yang sering mengirimkannya chat itu adalah Qiao Jing Jing? Tentu saja karena akun itu adalah akun yang sama yang Jing Jing gunakan untuk bermain game bersamanya dan ditambah lagi kata-kata yang pernah diucapkan Jing Jing sama dengan yang ditulis dalam chat tersebut. Membuat penyesalan dalam hati Yu Tu terasa semakin dalam dari waktu ke waktu.
“Ibu, tapi aku menyukai yang sebaliknya.”
Dengan kata lain, gadis yang Yu Tu sukai adalah gadis yang sangat cantik namun tidak bisa menjaga orang. Yu Tu sekaligus menegaskan, “Tidak apa! Aku yang akan menjaganya.”
Saat dia bertugas di padang pasir, Yu Tu merasakan kesepian dan kerinduan yang mendalam. Dia bahkan sengaja memutar ulang rekaman suara Jing Jing yang memintanya untuk membawakan sarapan untuk gadis itu.
Saat rekannya memergoki dan bertanya pada Yu Tu, “Apakah dia pacarmu?”, Yu Tu hanya terdiam dan tidak menyangkal, seolah membenarkan anggapan itu.
Yu Tu yang tampak murung dan selalu mengasingkan diri mendapatkan telpon dari seniornya (Guan Zhai) yang saat itu dirawat di Rumah Sakit, Guan Zhai yang khawatir pun akhirnya bertanya apakah Yu Tu murung dan tampak sedih karena gadis itu?
Yu Tu yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya pun menjawab, “Apa yang bisa aku berikan untuknya? Jangankan uang, waktu saja aku tidak punya.”
Yu Tu akhirnya tersadar akan kebodohannya saat seniornya (Guan Zhai) berkata bahwa, “Dalam cinta, tidak ada yang benar dan yang salah, jika kau memang mencintainya maka kau harus mengejarnya dan berjuang untuknya. Dan jika dia memang mencintaimu, maka dia pasti akan menerimamu apa adanya dan bersedia berjuang bersamamu."
Tersadar setelah mendengar kalimat itu, Yu Tu yang tidak bisa menahan perasaannya lagi, setelah kembali dari misinya di padang gurun, dia akhirnya memutuskan untuk mengejar cintanya pada Qiao Jing Jing dan bertekad bulat untuk mendapatkan hati gadis itu kembali.
Yu Tu nekad menemui Qiao Jing Jing di malam sebelum Tahun Baru Imlek dengan menjemputnya di salah satu stasiun TV dan menawarkan diri untuk mengantarkannya kembali ke kampung halaman mereka.
Setelah diabaikan cukup lama di dalam mobil, saat mereka berhenti untuk mengisi bensin, Yu Tu memanfaatkan kesempatan itu untuk menyudutkan Qiao Jing Jing dan meminta gadis itu untuk mendengarkan penjelasannya.
Yu Tu mengatakan kalau sebenarnya dia juga memiliki perasaan yang sama pada Jing Jing, namun dia tidak percaya diri untuk mengakui perasaannya dan memulai hubungan dengan Jing Jing karena status mereka yang cukup jauh, dan dia tidak memiliki sesuatu yang bisa dia tawarkan untuknya. Tak hanya uang, waktupun dia tidak punya.
Jing Jing berkata, “Aku tak butuh uangmu. Dan soal waktu, akupun tidak punya banyak waktu luang bersamamu.”
Yu Tu meminta maaf dan memeluk Jing Jing, meminta kesempatan kedua. Namun Jing Jing mengatakan bahwa dia butuh waktu untuk berpikir. Dan untuk sementara, hubungan mereka tampak membeku.
Namun Yu Tu tampak tak menyerah dan selalu berusaha mendekati Jing Jing, dia selalu mengirim Chat untuk menanyakan kabarnya bahkan mengajaknya kencan ke sebuah danau yang cukup terkenal, walaupun harus berujung diabaikan.
Tak tahan dengan pengabaian itu, Yu Tu memutuskan untuk menelpon Jing Jing, namun sialnya Jing Jing sedang berada di rumah neneknya di gunung. Teringat bahwa lokasi gunung itu dekat dengan danau, Yu Tu memutuskan untuk mengejarnya, namun sayangnya mereka berselisih jalan.
Dua hari diabaikan, membuat Yu Tu semakin rindu dan gundah. Untung saja, Li Ming, mantan teman sekelasnya menelponnya dan mengajaknya untuk reuni kelas. Yu Tu baru saja ingin menolak, tapi begitu Li Ming berkata kalau Qiao Jing Jing akan datang, membuat Yu Tu seketika berubah pikiran dan melesat secepat kilat ke tempat pertemuan.
Saat Yu Tu tiba, Qiao Jing Jing sedang menyanyikan sebuah lagu yang sedih di sana. Tatapan mata Yu Tu seketika hanya tertuju padaQiao Jing Jing seorang. Setelah lagunya berakhir, Yu Tu tanpa membuang banyak waktu lagi segera berlutut di hadapan Qiao Jing Jing dan mengajaknya pergi.
Qiao Jing Jing mendadak salah tingkah melihat Yu Tu berlutut di hadapannya di depan semua mantan teman sekelas mereka. Dia menolak dengan alasan Yu Tu harus duduk dulu sebentar.
Hubungan Jing Jing dan Yu Tu berjalan lancar dan romantis, walaupun harus selalu disibukkan oleh jadwal kerja yang kerapkali memisahkan mereka. Kedua keluarga pun sudah saling mengenal kekasih anak-anak mereka.
Ibu Yu Tu sudah bertemu dengan Jing Jing saat Jing Jing mengunjungi Yu Tu di apartment orang tuanya, sedangkan Yu Tu bertemu dengan orang tua Jing Jing ketika mengantar Jing Jing untuk kembali ke Shanghai.
Hubungan mereka pun juga sudah diketahui oleh Manajer dan asisten Jing Jing, namun walau begitu, Yu Tu dan Jing Jing tetap ingin merahasiakan hubungan mereka di depan publik. Bahkan saat mereka menikah, Jing Jing lebih memilih pernikahan massal yang diadakan secara tertutup.
Misal, jika pernikahan diadakan secara sederhana dan hanya mengundang orang-orang terdekat saja, maka pasti akan ada komentar negatif yang mengatakan Qiao Jing Jing kaya tapi pelit, atau suami Jing Jing tak punya uang makanya menggelar pesta pernikahan sederhana seperti ini.
Namun jika pernikahan diadakan secara besar-besaran dan mengundang banyak tamu dan juga media, maka tetap saja akan timbul komentar negatif seperti kenapa Jing Jing mau menikah dengan pria miskin seperti Yu Tu, dan sebagainya.
Dan semua prediksi Jing Jing terbukti benar. Ketika berita pernikahan Yu Tu dan Qiao Jing Jing telah tersebar, respon masyarakat terlihat sangat antusias dan positif. Semua orang memuji sikap Qiao Jing Jing yang tetap low profile dan bahkan bersedia mengikuti Pernikahan Massal walaupun statusnya adalah aktris papan atas.
Kemudian adegan beralih ke lima tahun kemudian, di mana Jing Jing masih tetap menjalani aktivitas syutingnya, namun dia mulai membatasi kegiatan Variety Show mengingat usianya tak lagi muda dan tidak cocok lagi mengikuti program tersebut. Pernikahannya dengan Yu Tu pun berjalan harmonis walau mereka belum dikaruniani seorang anak.
Dan Yu Tu pun kini diangkat menjadi kepala tim menggantikan Seniornya, Guan Zhai yang sudah mengundurkan diri karena sakit, dan kini Yu Tu dan timnya serta semua orang di Lembaga Penelitian Antariksa tersebut sedang memulai misi meluncurkan sebuah roket ke luar angkasa yang diberi nama “Search For God”.
Note : Arti sebenarnya dari “Search For God” adalah “Mencari Tuhan” tapi entah kenapa di subtitle Indonesia diganti dengan nama “Dewa Pencarian”. Padahal jauh banget loh artinya “Dewa Pencarian” dan “Mencari Tuhan” itu.
Yu Tu akhirnya mendapatkan giliran untuk membawa satu orang anggota keluarga untuk melihat proses peluncuran roket tersebut secara langsung dan tentu saja orang yang diundangnya adalah sang istri tercinta, Qiao Jing Jing. Dan secara otomatis mengakhiri hubungan jarak jauh sepasang suami istri ini.
Namun walau begitu, Yu Tu tetap tak ada waktu menemani sang istri dan mereka hanya bertemu saat malam hari. Untung saja, Jing Jing adalah seorang istri yang pengertian dan tidak pernah menuntut Yu Tu untuk memberikan semua waktu Yu Tu untuknya.
Sebaliknya, Jing Jing memilih bersenang-senang dan berkeliling wilayah itu bersama para istri dan kerabat dari para staff Antariksa yang juga diundang ke sana.
Dan akhirnya hari peluncuran roket pun tiba, semua orang tampak sangat antusias namun juga berdebar saat menyaksikan detik-detik roket tersebut diluncurkan ke luar angkasa. Dan semua orang bersorak gembira saat akhirnya roket tersebut berhasil meluncur dengan sukses ke luar angkasa tanpa kendala.
Yu Tu kemudian mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, Jing Jing mengira Yu Tu akan menelponnya, namun ternyata orang pertama yang Yu Tu telepon adalah Seniornya, Guan Zhai yang dulu dirawat di Rumah Sakit.
Jing Jing tersenyum mengerti, karena bagaimanapun juga dia tahu bahwa “Search For God” ini adalah misi yang merupakan ide dari senior tersebut, jadi sudah tentu orang yang pertama kali Yu Tu hubungi untuk menyampaikan kesuksesan ini tentulah orang yang sudah mencetuskan ide tersebut.
Setelah pembicaraannya di telepon dengan sang senior berakhir, barulah Yu Tu menelpon sang istri. Dengan mata berkaca-kaca penuh haru, Yu Tu mengungkapkan kebahagiaannya bahwa impiannya telah berhasil. Saat itulah Yu Tu tahu kalau Jing Jing ternyata berdiri di belakangnya.
Jing Jing kemudian menghampirinya dan mengucapkan selamat dengan tulus karena Yu Tu akhirnya berhasil meraih Impian yang selama ini dia impikan sejak masih duduk di bangku sekolah. Mereka berpelukan dengan penuh haru kemudian berjalan pergi dari sana dengan bergandengan tangan.
————- TAMAT ———



.jpg)


.jpg)


.jpg)

.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar