Sinopsis Ep 14 – 23:
Begitu Yun Tian He dan rombongannya tiba di Qiong Hoa, tanggapan semua orang di Qiong Hoa sangat tidak bersahabat. Semua orang di Qiong Hoa, menuduh Yun Tian Qing sebagai pengkhianat perguruan.
Orang yang paling sangat menentang kehadiran Yun Tian He sebagai murid Qiong Hoa adalah Tetua Zhong Guang dan Tetua Xu Zhao. Namun karena Ketua Sekte, Su Yao dengan segala alasan membiarkan mereka tinggal, akhirnya baik Tetua Chong Guang dan Tetua Xu Zhao tidak memiliki alasan untuk menolak.
Su Yao tidak akan membiarkan Yun Tian He pergi karena jika Yun Tian He pergi, maka Pedang Wang Shu juga pasti akan dibawa pergi oleh Tian He.
Apalagi Yun Tian He mengatakan dengan tegas, “Pedang Wang Shu adalah peninggalan ayahku. Dan tidak ada orang lain yang bisa memegangnya selain aku. Jika aku pergi maka pedang Wang Shu juga akan ikut bersamaku.”
Ketiga orang itu meminta Ketua Sekte Su Yao agar mengijinkan mereka menjadi murid Murong Zhi Ying. Ketua Sekte menerima permintaan mereka asalkan Pedang Wang Shu dikembalikan ke Qiong Hoa.
Yun Tian He yang tidak pernah berprasangka buruk pun dengan tanpa kecurigaan mengembalikan Pedang Wang Shu ke sekte Qiong Hoa. Tian He berpikir bila pedang Wang Shu memang adalah milik sekte Qiong Hoa yang dibawa pergi oleh sang ibu saat kedua orang tuanya melarikan diri saat itu.
Saat di sekte Qiong Hoa, Yun Tian He harus menelan pil pahit ketika semua orang memusuhinya dan menghina ayah yang selalu dibanggakannya. Puncaknya saat papan nama nisan sang ayah harus hancur saat dia dikeroyok massa. Sebenarnya yang menghancurkan papan nama itu adalah Xuan Ye dengan kekuatan spiritualnya.
Dan Yun Tian Qing bukanlah orang yang membunuh sang ayah, melainkan sang ayah terbunuh oleh siluman dalam pertempuran 19 tahun yang lalu. Merasa malu dengan identitasnya yang merupakan putri hasil perzinahan, Xuan Ye memilih bunuh diri.
Namun walau begitu, karena tidak ada yang tahu mengenai kebenaran itu (karena sengaja ditutupi demi melindungi nama baik Xuan Ye), Yun Tian He tetap dimusuhi oleh saudara-saudara seperguruannya.
Semua orang menganggap Yun Tian Qing pengkhianat, hanya satu orang yang tidak memusuhinya dan bahkan menunjukkan sikap hangat pada mendiang kedua orangtuanya. Orang itu adalah Xuan Xiao.
Namun cinta Xuan Xiao bertepuk sebelah tangan karena Su Yu mencintai Yun Tian Qing dan memilih melarikan diri dari sekte Qiong Hoa dan meninggalkannya terluka seorang diri. Xuan Xiao yang sejak kecil mengalami sakitnya ditinggalkan oleh orang-orang yang dia sayang, akhirnya menjadi tidak percaya pada siapapun lagi.
Dimulai saat berusia delapan tahun, dia diramal oleh seorang peramal yang mengatakan kalau dia adalah reinkarnasi dari Monster Kekeringan. Keluarganya serta merta percaya dan mulai menjauhinya, puncaknya saat terjadi kebakaran hebat di desanya dan menewaskan banyak penduduk desa.
Ayahnya yang percaya dengan ramalan itu berniat membunuh Xuan Xiao kecil untuk menghapus kesialan. Demi membela diri, Xuan Xiao akhirnya tak sengaja membunuh kedua orang tuanya, kemudian melarikan diri ke sekte Qiong Hoa.
Di sekte Qiong Hoa, dia juga dijauhi oleh teman-temannya karena mereka mengetahui bahwa Xuan Xiao sudah berlumur darah orangtuanya.
Seiring waktu, baik Xuan Xiao dan Yun Tian Qing sama-sama jatuh hati pada Su Yu. Tapi Su Yu lebih menyukai Yun Tian Qing yang ceria dan bebas namun baik hati, dibandingkan dengan Xuan Xiao yang cerdas dan pendiam namun sangat ambisius.
Apalagi ketika mendengar kabar bahwa Ketua Sekte mereka yaitu Tai Qing ingin menjadi Dewa dengan menggunakan cara cepat yaitu dengan menempa dua Pedang ganda Yin dan Yang kemudian mengarahkan kekuatannya ke arah Kristal Kecubung di dunia Siluman agar bisa menyerap kekuatan Kristal itu dan menjadi Dewa. Tai Qing tidak peduli meski tindakannya itu menyebabkan kehancuran dunia Siluman yang bernama Dunia Huan Ming.
Su Yu memberitahu hal itu kepada kedua sahabatnya, yaitu Yun Tian Qing dan Xuan Xiao. Yun Tian Qing memilih untuk percaya dan ingin menghentikan musibah ini, namun Xuan Xiao memilih untuk tidak percaya pada Su Yu karena berambisi menjadi Dewa untuk membuktikan pada semua orang yang pernah menindasnya bahwa Xuan Xiao tidak bisa diremehkan.
Tak punya pilihan, Su Yu akhirnya memutuskan untuk menarik Pedang kemudian melarikan diri di tengah pertempuran.
Akhirnya untuk menghentikan Xuan Xiao yang semakin menggila, ketiga Tetua yaitu Tetua Qing Yang, Tetua Zhong Lian, Tetua Zhong Guang dan dibantu oleh Su Yao, menyegel Xuan Xiao di dalam lapisan es selama 19 tahun lamanya.
Selama 19 tahun hati Xuan Xiao menjadi dingin. Hingga kedatangan Yun Tian He yang perlahan-lahan mencairkan hatinya yang beku. Yun Tian He adalah orang pertama yang tidak menganggapnya musuh yang harus dihancurkan, melainkan menganggapnya sebagai seorang keluarga.
Yun Tian He bahkan rela terluka parah saat Tetua Zhong Guang memaksa ingin merebut giok Zhao milik ibunya yang merupakan kunci pembuka wilayah terlarang tempat di mana Xuan Xiao terpenjara dalam lapisan es selama 19 tahun.
Tetua Zhong Guang ingin menghabisi Xuan Xiao dan giok Zhao milik ibu Tian He adalah kunci pembuka wilayah itu. Tapi Yun Tian He menolak memberikannya meski dia harus terluka berdarah-darah demi melindungi Xuan Xiao. Xuan Xiao yang mendengar semua itu menjadi sangat tersentuh.
Saat kedua kalinya Tetua Zhong Guang mencuri giok Zhao milik Tian He dan menerobos masuk, Tian He segera memanggil Ketua Sekte Su Yao untuk menghentikan Tetua Zhong Guang. Walau dalam pertempuran itu, Yun Tian He terluka parah namun dia tetap berusaha sekuat tenaga melindungi Xuan Xiao.
Dalam pertempuran melawan Tetua Zhong Guang, Tian He secara ajaib dapat menarik kedua pedang ganda, Pedang Wang Shu dan pedang Xi He untuk mengalahkan Tetua Zhong Guang.
Walau sudah memegang kedua Pedang Ganda, Tian He tetap tidak bisa mengalahkan Tetua Zhong Guang yang sudah menembus Alam. Dan karena Tian He sudah menghalangi langkahnya, Tetua Zhong Guang berniat membunuh Tian He.
Melihat Tian He sudah terluka, Xuan Xiao pun mengerahkan semua kekuatannya yang sudah dia kumpulkan selama 19 tahun untuk memecahkan es, untuk menyelamatkan nyawa Tian He.
Tentu saja Xuan Xiao berhasil, dia membuat kekuatan kultivasi Tetua Zhong Guang menghilang serta mengubahnya menjadi seorang kakek tua yang lemah.
Tian He selamat namun Xuan Xiao yang sebelumnya sudah berhasil memecahkan setengah lapisan es harus kembali terkurung sepenuhnya dan hanya tersisa kepalanya saja, karena kekuatannya sudah habis tak tersisa.
Ketiga benda itu adalah :
1. Buah Sou Lou, Ketua Sekte Su Yao mendapatkannya dari Tetua Qing Yang dan dan langsung diberikan pada Xuan Xiao.
2. Lukisan Dingin Guang Ji, yang peta lokasinya pernah dicatat dalam buku peninggalan keluarga Han.
3. Sisik Kun, yang ternyata disembunyikan di dalam Gua tempat orang tua Tian He dimakamkan di puncak Gunung Qing Luan.
Yun Tian He berjanji akan pergi mencari dua senjata dingin lainnya agar bisa memecahkan es yang memerangkap Xuan Xiao. Dan karena keteguhan dan ketulusan hati Tian He inilah yang membuat hati Xuan Xiao tersentuh.
Tian He dengan lantang berkata, “Aku tidak takut. Anda sudah menjadi keluarga Tian He, bagaimana mungkin aku tidak peduli pada Anda? Jika kedua orangtuaku masih hidup, mereka pasti akan membantu Anda.”
Ketua Su Yao juga menyarankan agar Tian He mencobanya, “Adik seperguruan, biarkan Tian He mencobanya. Yang membedakan Tian He dengan Tetua Zhong Lian adalah bakatnya dan kekuatan spiritualnya yang membuatnya tidak akan terluka karena hawa dingin.”
Mendengar itu, akhirnya dengan berat hati, Xuan Xiao mengijinkan Tian He pergi mencari kedua benda pusaka itu sembari berpesan, “Yun Tian He, jika bertemu bahaya, kamu harus ingat untuk melindungi nyawamu sendiri.”
Dengan tersenyum lega, Tian He berjanji akan menjaga dirinya baik-baik, “Jangan khawatir, Tetua Xuan Xiao. Aku pasti akan melindungi diriku sendiri dan membawa dua buah senjata dingin Kembali pada Anda.”
Xuan Xiao memberikan kekuatannya pada Tian He untuk melindungi diri dan juga menarik Pedang Wang Shu dari dalam es untuk dikembalikan pada Tian He, “Pedang Wang Shu ini, kau bawa saja, pedang itu bisa membantumu.”
Tian He tersenyum tulus dan berjanji akan segera kembali, “Jangan khawatir, Tetua Xuan Xiao, tunggulah aku kembali.”
Xuan Xiao mengangguk dan berpesan singkat, “Berhati-hatilah,” sebelum Tian He melangkah keluar dari dalam sana. Xuan Xiao mengiringi kepergian Tian He dengan tersenyum sayang. Sepertinya hati Xuan Xiao sudah menghangat karena Tian He.
Tapi Su Yao yang menyadari ini terlihat tidak senang, “Adik seperguruan, tatapan lembutmu ini dulu hanya kau berikan untuk Su Yu. Sekarang kau memberikannya pada anaknya. Kapan kau bisa memberikannya padaku?”
Su Yao sepertinya masih menyimpan cinta mendalam dalam hatinya untuk Xuan Xiao jadi tidak peduli sejahat apa pun Xuan Xiao padanya, walau tak pernah sedikitpun memberikan kelembutan dan tak pernah membalas cintanya, Su Yao tetap mencintai Xuan Xiao dan ingin selalu berada di sisinya. Ya, cinta memang gila.
Bersambung...
Credit Pictures : As tagged (all pictures belongs to owners)
Sebelumnya => Ep 1 -13
Selanjutnya =>
Ep 24 – 29
Ep 30 – 32
EP 33
Ep 34
Ep 36


.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar