Minggu, 13 September 2026

(Profil) Bao Chun Lai, Sang "Juara Tanpa Mahkota"

Siapa yang tidak mengenal Bao Chun Lai? Bagi mereka penggemar bulutangkis, apalagi yang mengikuti olahraga ini sejak tahun 2000-an awal, pasti mengenal betul nama Bao Chun Lai yang dijuluki media sebagai "Momok Taufik Hidayat" dan "Bayang-bayang Lin Dan".

Bao Chun Lai adalah pebulutangkis bertangan kidal, berwajah tampan, bertubuh tinggi semampai, kelahiran 1983 yang berasal negeri Tirai Bambu Tiongkok, dia merupakan rekan senegara Lin Dan dan muncul di era yang sama dengannya.



Jika bicara soal Bao Chun Lai, julukan "Sang Juara Tanpa Mahkota" sepertinya sangat cocok disematkan padanya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, istilah "Juara Tanpa Mahkota" ini adalah ungkapan klasik yang menunjukkan bahwa kualitas diri seseorang sebenarnya setara dengan seorang juara, hanya saja keberuntungan atau situasi belum berpihak padanya.

Bukankah ini sangat cocok dengan rekam jejak prestasi Bao Chun Lai yang selalu "Tinggal Selangkah Lagi" dari podium juara, namun terhenti dengan menyesakkan karena keberuntungan tidak berpihak padanya hingga membuatnya harus menelan pil pahit dan berakhir menjadi "Sang Runner Up".

Jika diibaratkan sebuah drama, kisah hidup Bao Chun Lai yang selalu menjadi "Yang Kedua" ini sama seperti kisah hidup Shin Hye Sung dalam drama Korea "Dream High 2". Seorang gadis yang bermimpi menjadi seorang penyanyi namun tidak memiliki bakat untuk itu. Ada dialog yang diucapkan oleh Shin Hye Sung dalam "Dream High 2" yang sangat cocok dengan pengalaman dan kisah hidup Bao Chun Lai.


Saat itu, Shin Hye Sung dalam "Dream High 2" berkata:
“Aku ingin bertanya kepada semua orang.
Apakah mimpi itu hanya boleh dimiliki oleh mereka yang memiliki bakat?
Jika kau tidak memiliki bakat, apa kau tidak diijinkan untuk bermimpi?
Jika kau bermimpi, kau harus memejamkan matamu.
Jika matamu tertutup, bagaimana orang lain akan melihatmu itu tidaklah penting.
Hanya ketika kau menutup mata, itu adalah saat di mana kau benar-benar berhenti memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangmu.
Kau harus berhenti memikirkan apa tanggapan orang terhadap dirimu,
itulah di mana saatnya kita bisa menghadapi diri kita yang sebenarnya.
Setelah kau menutup mata,
maka katakan seperti ini ‘Aku tidak boleh menyerah terhadap mimpiku sendiri’.
Mengapa tidak?
Karena mimpi bukan hanya milik mereka yang memiliki bakat,
tapi mimpi itu dimiliki oleh semua orang yang ingin bermimpi.
Hanya menggunakan sebuah payung lusuh yang kecil, untuk melindungi diri dari angin dan hujan.
Kita harus memakai bakat kecil yang kita miliki, untuk meraih impian yang lebih besar.
Aku ingin mendedikasikan lagu ini kepada mereka yang terluka karena mimpi mereka.
Mereka yang dipaksa untuk menyerah terhadap impian mereka sendiri.
Untuk mereka yang selalu berada di urutan kedua.
Untuk mereka yang berada di kelas buangan.
Untuk mereka yang selalu merasa hidup di bawah mereka yang pertama."

Dialognya sama dengan kisah hidup Bao Chun Lai, kan?
"Untuk mereka yang selalu berada di urutan kedua! Untuk mereka yang selalu merasa hidup di bawah mereka yang pertama!"

Bahkan hingga saat dia pensiun, Bao Chun Lai hanya mampu meraih Peringkat 2 Dunia dan tak pernah mampu menjadi yang pertama.


Bao Chun Lai sama dengan Shin Hye Sung. Bedanya, Shin Hye Sung dalam drama memilih untuk melepas impiannya untuk menjadi seorang penyanyi dan akhirnya sukses beralih profesi menjadi komposer kelas dunia yang memang merupakan bakatnya. Sementara Bao Chun Lai, tidak peduli beralih profesi apa pun, keberuntungan sepertinya tidak pernah berpihak padanya.

Bahkan tersiar kabar di tahun 2025, Bao Chun Lai mengaku di status Weibo miliknya bahwa dia kini menjadi seorang tunarungu (tuli) karena kehilangan pendengarannya akibat sebuah penyakit. Bao Chun Lai yang sekarang mengandalkan membaca gerak bibir untuk berkomunikasi dengan orang lain, dikabarkan belum menikah dan belum memiliki pasangan hidup.


Profil:
Nama: Bao Chun Lai (鲍春来)
Tempat lahir: Changsa, Hunan, China
Tanggal lair: 17 February 1983.
Tinggi: 191 cm (6 ft 3 in)
Berat badan: 78 kg (170 lb; 12.3 st)
Negara: China
Pemain dengan tangan: Kiri (kidal)
Profesi: Tunggal Putra Bulutangkis China.
Ranking tertinggi: 2 (March 15, 2007)

Turnamen:
World Championships
2003 :  Birmingham - Medali Perunggu - Tunggal Putra.
2006 : Madrid - Medali Perak - Tunggal Putra.
2007 : Kuala Lumpur - Medali Perunggu - Tunggal Putra.
Asian Games
2002 : Busan - Medali Perunggu - Tim Putra.
2006 : Doha - Medali Emas - Tim Putra.
2010: Guangzhou - Medali Emas - Tim Putra.
Thomas Cup
2004 : Jakarta - Medali Emas - Tim Putra.
2006 : Tokyo - Medali Emas - Tim Putra.
2008 : Jakarta - Medali Emas - Tim Putra.
2010 : Kuala Lumpur - Medali Emas - Tim Putra.
Sudirman Cup
2003 : Eindhoven - Medali Perak - Tim Gabungan.
2005 : Beijing - Medali Emas - Tim Gabungan.
2007 : Glasgow - Medali Emas - Tim Gabungan.
2009 : Guangzhou - Medali Emas - Tim Gabungan.
2011 : Qingdao - Medali Emas - Tim Gabungan.
Asian Championships
2009 : Suwon, Korea Selatan - Medali Emas - Tunggal Putra.
2011 : Chengdu, China - Medali Perak - Tunggal Putra.
World Junior Championships
2000 : Guangzhou, China - Medali Emas - Tunggal Putra.
2000 : Guangzhou, China - Medali Emas - Tim Ganda Campuran.
Asian Junior Championships
2000 : Kyoto, Jepang - Medali Emas - Tim Putra.



BWF Superseries (3 titles, 5 runners-up)
Tunggal Putra:
2007 : Malaysia Open - Runner Up
2007 : Indonesia Open - Runner Up
2007 : Denmark Open - Runner Up
2007 : French Open - Runner Up
2007 : China Open - Winner
2009 : Singapore Open - Winner
2009 : Japan Open - Winner
2010 : China Open - Runner Up


BWF Grand Prix (5 titles, 10 runners-up)
Tunggal Putra:
2001 : Dutch Open - Runner Up
2001 : Denmark Open - Winner
2004 : Swiss Open - Runner Up
2004 : Japan Open - Runner Up
2004 : China Open - Runner Up
2005 : China Masters - Runner Up
2005 : Hong Kong Open - Runner Up
2005 : China Open - Runner Up
2006 : Indonesia Open - Runner Up
2006 : Korea Open - Winner
2006 : China Open - Runner Up
2009 : German Open - Winner
2010 : German Open - Winner
2010 : Korea Grand Prix - Winner
2011 : Malaysia Grand Prix Gold - Runner Up

Filmography:
2012 : Soul Transfer Station.
2015 : Full Strike.
2016 : The Match.
2019: Confidant.

Selain aktif berkecimpung di dunia hiburan, Bao Chun Lai juga aktif dalam kegiatan sosial, serta laga ekshibisi legenda bulu tangkis.


Aktivitas Terbaru Bao Chun Lai.
Karier Hiburan & Akting:
Baru-baru ini ia sempat tampil sebagai kameo atau pemeran pendukung dalam Bao Chunlai Baidu Wiki sebagai "Gold Medal Mentor" dalam sebuah micro-drama olahraga di Tiongkok.

Kegiatan Sosial:
Aktif dalam berbagai kampanye kesehatan dan amal, termasuk bekerja sama dengan rumah sakit besar di Tiongkok untuk program kesehatan anak.

Laga Ekshibisi Legenda:
Ia sempat reuni dan berpasangan dengan Lin Dan menghadapi pasangan Cai Yun/Fu Haifeng dalam ajang ekshibisi King Cup International Badminton Open.


Bao Chun Lai, pebulutangkis bertangan kidal itu merupakan salah satu tunggal putra andalan China yang pensiun pada tahun 2011. Sebagai salah satu tunggal putra andalan China, Bao Chun Lai pernah meraih sejumlah prestasi yang membanggakan yaitu Piala Sudirman (2005, 2007, 2009, 2011) dan Piala Thomas (2004, 2006, 2008, 2010) bersama tim bulu tangkis China.

Di level individu, Bao Chun Lai juga pernah menjadi juara di Kejuaraan Asia 2009, Kejuaraan Dunia Junior 2000, dan pernah memenangkan sejumlah gelar BWF Superseries serta Grand Prix. Prestasinya terhitung lumayan walaupun harus selalu berada di bawah bayang-bayang Lin Dan.


Bao Chun Lai dan Lin Dan

Sayangnya, Bao Chun Lai mengumumkan pensiun dini pada September 2011 karena cedera yang tak kunjung sembuh. Ketika itu, usianya baru menyentuh 28 tahun. Ia kemudian banting setir menjadi artis bermodal wajah tampan dan tubuhnya yang atletis.

Namun, di tahun 2025 tersiar kabar bahwa Bao Chun Lai mengaku telah kehilangan indera pendengarannya karena sebuah penyakit.

Lewat media sosial Weibo, Bao Chun Lai mengaku sudah menjadi seorang tunarungu selama 10 tahun. Semua berawal dari tinnitus, kondisi di mana telinga terus berdengung, yang dialami beberapa tahun sebelumnya.

Jika dihitung mundur, sepertinya saat dia beralih profesi menjadi seorang artis, dia sudah diam-diam menderita penurunan pendengaran namun Bao Chun Lai memilih untuk menyembunyikannya dan baru mengungkap fakta ini 10 tahun kemudian.


Sampai saat ini, Bao Chun Lai dikabarkan belum menikah. Meskipun dia dirumorkan pernah menjalin hubungan dengan seorang atlet renang China bernama Luo Xue Juan, namun kini sudah berakhir. Atlet renang tersebut kini sudah menikah dengan pria lain dan telah memiliki dua orang anak, sementara Bao Chun Lai dikabarkan masih betah sendiri. 

Bao Chun Lai, ada apa denganmu? Mengapa kesialan demi kesialan sepertinya terus menghantui hidupmu? Udah seumur hidup menjadi "Yang Kedua", pensiun beralih profesi pun tidak berjalan lancar, sekarang malah jadi tuli dan hidup tanpa pasangan. Harusnya kamu mandi kembang tujuh rupa untuk membuang sial!

Atau panggil Pendeta Taois, siapa tahu aja keberuntunganmu dicuri oleh seseorang, itu sebabnya kamu mengalami kesialan terus menerus hingga saat ini, ya seperti yang di drachin-drachin itu loh hehehe ^_^

Tapi seperti apa pun hidupmu saat ini, aku tetap salut dengan ketangguhan dan ketabahanmu dalam menjalani kerasnya hidup ini. Terima kasih karena tidak memilih mengakhiri hidupmu dan tetap kuat hingga detik ini. Terima kasih telah menemani masa-masa remajaku di layar kaca, walaupun sebagai penggemar, kadang aku merasakan kekecewaan ketika melihatmu gagal berdiri di puncak.


Jika aku sebagai penonton saja ikut merasa sedih dan kecewa, aku yakin kamu yang mengalaminya juga pasti merasakan kekecewaan berlipat ganda, jadi aku salut dengan semangatmu yang masih memilih berdiri tegak hingga sekarang. Tetap kuat, tetap hidup, tetap semangat walaupun harus selalu menjadi "Yang Kedua", walau harus menderita penyakit yang membuatmu kehilangan pendengaran, walau harus menghadapi kerasnya kehidupan sendirian.

Seperti kata Shin Hye Sung, "Untuk mereka yang selalu berada di urutan kedua. Untuk mereka yang selalu merasa hidup di bawah mereka yang pertama", tetaplah kuat seperti Bao Chun Lai karena aku yakin masih banyak orang di luar sana yang sangat menyayangi kalian.

Writen by: Liana Hwie.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar