Rabu, 16 September 2026

(Profil) Fu Hai Feng, Sang "Pemenang Kehidupan"

Siapa yang tidak mengenal Fu Hai Feng? Fu Hai Feng adalah legenda bulu tangkis ganda putra asal Tiongkok bertangan kidal yang lahir pada 23 Agustus 1983.


Pria bertubuh kekar dan berwajah tampan ini merupakan salah satu ganda putra terkuat dunia selain Lee Yong Dae/Jung Jae Sung, walaupun rekor pertemuan antara Fu Hai Feng/Cai Yun vs Lee Yong Dae/Jung Jae Sung lebih didominasi oleh pasangan ganda putra asal Korea Selatan tersebut. Fu Hai Feng dan Lee Yong Dae, bersama pasangan mereka masing-masing bisa dianggap sebagai lawan tangguh dalam sektor ganda Putra bulutangkis.

Fu Hai Feng/Cai Yun kerapkali kesulitan dalam menembus pertahanan Lee Yong Dae/Jung Jae Sung. Menurut data head to head, selama 11 kali pertemuan (10 BWF Super Series dan 1 BWF Grand Prix), Fu Hai Feng/Cai Yun hanya mengalami 4 kali kemenangan melawan Lee Yong Dae dan pasangannya (4 vs 7).

Singkatnya :
Head To Head : Fu Hai Feng vs Lee Yong Dae : 4 VS 7.



Tiga kali kemenangan adalah saat Lee Yong Dae berpasangan dengan Jung Jae Sung dan satu kali kemenangan saat Lee Yong Dae berpasangan dengan Yoo Yeon Seong, sisanya Fu Hai Feng mengalami kekalahan yang cukup menyakitkan saat melawan Lee Yong Dae dan pasangannya.

Bisa dibilang, asalkan tidak bertemu Lee Yong Dae dan pasangannya, Fu Hai Feng pasti kemungkinan akan menang. Karena setiap kali bertemu Lee Yong Dae dan pasangannya, Fu Hai Feng kerapkali menderita kekalahan.


Salah satu kekalahan menyesakkan Fu Hai Feng/Cai Yun melawan Lee Yong Dae/Jung Jae Sung adalah pada saat All England 2012 di mana Lee Yong Dae/Jung Jae Sung keluar sebagai pemenang. Di babak final turnamen yang diadakan di Birmingham, Inggris tersebut, mereka mengalahkan pasangan unggulan asal Tiongkok, Cai Yun dan Fu Hai Feng, dengan skor 21–23, 21–9, 21–14.

Fu Hai Feng mulai mengenal bulu tangkis di usia 6 tahun. Kemudian ia masuk ke tim daerah Guangzhou pada usia 15 tahun. Setelah itu karena bakatnya, tidak butuh waktu lama bagi Fu Hai Feng untuk menjadi bagian dari tim nasional Cina. Ia langsung dipasangkan dengan Cai Yun.

Bersama rekannya, Cai Yun, Fu Hai Feng kerapkali mencetak prestasi yang membanggakan. Pasangan Fu Hai Feng dan Cai Yun telah berhasil menorehkan banyak prestasi di dunia bulu tangkis. Total kemenangan yang pernah diraih Fu Hai Feng adalah 24 gelar juara, yang berasal dari 16 gelar BWF Superseries dan 8 gelar BWF Grandprix. Di antaranya adalah juara All England (2005, 2009), juara dunia (2006, 2009, 2010, 2011), juara Olimpiade (2012, 2016) dan juara di berbagai turnamen Super Series (16 gelar juara). 




Salah satu prestasi tertingginya adalah memenangkan Medali Emas Olimpiade London 2012. Semuanya diraih bersama pasangannya di Ganda putra, yaitu Cai Yun. Maka tak heran, jika pasangan Fu Hai Feng/Cai Yun dikenal sebagai salah satu pemain ganda putra terhebat sepanjang masa, selain Lee Yong Dae/Jung Jae Sung.

Bahkan karena kehebatan mereka, Pasangan ini dijuluki "Feng Yun Zu He" yang berarti "Perpaduan Awan dan Angin".

Karena nama mereka pun memiliki arti yang serupa. Karakter “YUN” dari nama "Cai YUN” berarti “AWAN” dan karakter “FENG” dari nama "Fu Hai FENG” berarti “ANGIN”, pantaslah jika pasangan ini mendapat julukan “AWAN DAN ANGIN”. Sama seperti judul serial wuxia klasik yaitu "Pendekar Awan dan Angin".


Cai Yun/Fu Hai Feng dalam Olimpiade London 2012


Fu Hai Feng/Zhang Nan dalam Olimpiade Rio de Janeiro 2016

Namun selain bersama Cai Yun, Fu Hai Feng juga pernah berpasangan dengan Zhang Nan. Walaupun Fu Hai Feng/Zhang Nan juga sukses meraih Medali Emas Olimpiade Rio De Janeiro 2016 dalam sektor ganda putra, namun secara keseluruhan, sepak terjang dan prestasi yang diraih pasangan Fu/Zhang tidak sebanyak pasangan "awan dan angin" alias Cai Yun/Fu Hai Feng.

Fu Hai Feng tak hanya sukses mencetak banyak prestasi di lapangan bulu tangkis, dia juga dikabarkan memiliki kehidupan pribadi yang bahagia. 

Mantan pebulu tangkis legenda asal Tiongkok, Fu Hai Feng, menikah pada tahun 2007 setelah berpacaran selama dua tahun. Fu Hai Feng berkenalan dengan istrinya—yang merupakan lulusan Renmin University (Universitas Rakyat Tiongkok)—pada tahun 2005. Pernikahan mereka dilangsungkan secara tertutup dan sederhana tanpa liputan media yang besar. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai anak pertama bernama Fu Zhi Yu (lahir awal tahun 2008) yang memiliki nama panggilan "Xiao Yu'er" alias "Ikan kecil".


Fu Hai Feng dan putranya, Fu Zhi Yu (yang kini sudah berusia 18 tahun)

Dengan karir yang begitu cemerlang dan kehidupan rumah tangga yang begitu damai dan bahagia, maka tak salah jika Fu Hai Feng pantas disebut sebagai "Sang Pemenang Kehidupan".

Prestasi Utama:
* Medali Emas Olimpiade London 2012 : bersama Cai Yun.
* Medali Emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 : bersama Zhang Nan.

Karakteristik Permainan:
Memiliki julukan pemain dengan smes paling keras dan ikonik. Spesialis ganda putra yang mengandalkan kecepatan dan kekuatan serangan dari belakang lapangan.


Profil
Nama: Fu Hai Feng (傅海峰)
Tanggal lahir: 23 August 1983.
Tempat lahir: Jieyang, Guangdong, China
Tinggi: 183 cm (6 ft 0 in)
Berat: 70 kg (150 lb; 11 st)
Negara asal: China
Pemegang raket: Tangan kiri (kidal)
Profesi: Atlet (Ganda Putra Bulutangkis)
Ranking tertinggi: 1 (June 23, 2011)


Jumlah Perolehan Medali:
* Olimpiade:
2008 : Beijing, China - Medali Perak - Ganda Putra.
2012 : London, Inggris - Medali Emas - Ganda Putra.
2016 : Rio de Janeiro, Brazil - Medali Perak - Ganda Putra.

* Asian Games:
2006 : Doha - Medali Emas - Tim
2010 : Guangzhou, China - Medali Emas - Tim.
2014 : Incheon, Korea Selatan - Medali Perak - Tim.

* World Championships
2003 : Birmingham - Medali Perunggu - Ganda Putra. 
2006 : Madrid - Medali Emas - Ganda Putra.
2009 : Hyderabad - Medali Emas - Ganda Putra. 
2010 : Paris, Perancis - Medali Emas - Ganda Putra. 
2011 : London, Inggris - Medali Emas - Ganda Putra.
2013 : Guangzhou, China - Medali Perunggu - Ganda Putra.

* Sudirman Cup
2003 : Eindhoven - Medali Perak - Tim.
2005 : Beijing, China - Medali Emas - Tim.
2007 : Glasgow - Medali Emas - Tim.
2009 : Guangzhou, China - Medali Emas - Tim.
2011 : Qingdao, China - Medali Emas - Tim.
2013 : Kualalumpur, Malaysia - Medali Emas - Tim.
2015 : Dongguan, China - Medali Emas - Tim.
2017 : Gold Coast, Australia - Medali Perak - Tim.

* Thomas Cup
2004 : Jakarta, Indonesia - Medali Emas - Tim.
2006 : Tokyo, Jepang - Medali Emas - Tim.
2008 : Jakarta, Indonesia - Medali Emas - Tim.
2010 : Kuala Lumpur, Malaysia - Medali Emas - Tim.
2012 : Wuhan, China - Medali Emas - Tim.
2014 : New Delhi, India - Medali Perunggu - Tim.

* World Cup
2005 : Yiyang, China - Medali Emas - Ganda Putra.
2006 : Yiyang, China - Medali Perunggu - Ganda Putra.

* Asian Championship
2011 : Chengdu, China - Medali Emas - Ganda Putra.
2016 : Wuhan, China - Medali Perunggu - Ganda Putra.


BWF Superseries (16 titles, 14 runners-up)
* 2007 : All England Open - Runner Up.
* 2007 : Singapore Open - Winner.
* 2007 : Indonesia Open - Winner.
* 2007 : China Masters - Winner.
* 2007 : French Open - Winner.
* 2008 : Korea Open - Winner.
* 2008 : Denmark Open - Runner Up.
* 2009 : All England Open - Winner.
* 2009 : Indonesia Open - Runner Up (lawan: Jung Jae Sung/ Lee Yong Dae dengan skor : 15–21, 18–21)
* 2009 : China Masters : Runner Up.
* 2010 : Korea Open - Runner Up (lawan: Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor : 11–21, 21–14, 18–21)
* 2010 : China Masters - Winner.
* 2010 : Japan Open - Winner.
* 2011 : Singapore Open - Winner.
* 2011 : Indonesia Open - Winner.
* 2011 : China Masters - Runner Up (lawan: Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor : 17–21, 10–21)
* 2011 : Japan Open - Winner.
* 2011 : Denmark Open - Runner Up (lawan: Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor : 16–21, 17–21)
* 2011 : French Open - Runner Up (lawan : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor : 21–14, 15–21, 11–21)
* 2011 : Hong Kong Open - Winner (lawan : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor : 14–21, 24–22, 21–19)
* 2012 : Korea Open - Winner (lawan : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor : 18–21, 21–17, 21–19)
* 2012 : All England Open - Runner Up (lawan : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor : 23–21, 9–21, 14–21)
* 2012 : Hong Kong Open - Winner.
* 2014 : Denmark Open - Winner (lawan : Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dengan skor : 21–13, 25–23)
* 2015 : All England Open - Runner Up.
* 2015 : Indonesia Open - Runner Up.
* 2015 : Singapore Open - Runner Up.
* 2015 : Japan Open - Runner Up (lawan : Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong dengan skor : 19–21, 27–29)
* 2016 : Singapore Open - Winner.
* 2017 : Malaysia Open - Runner Up.

Rekor Head To Head dalam BWF Superseries :
Fu Hai Feng/Cai Yun vs Lee Yong Dae/Jung Jae Sung:  2 vs 6.
Fu Hai Feng/Zhang Nan vs Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong: 1 vs 1
Total pertemuan : 10 kali pertemuan (menang 3 kali dan kalah 7 kali)


BWF Grand Prix (8 titles, 8 runners-up)
* 2003 : Malaysia Open - Runner Up. 
* 2003 : German Open - Runner Up.
* 2004 : Swiss Open - Winner.
* 2004 : Japan Open - Runner Up.
* 2004 : Indonesia Open - Runner Up.
* 2005 : German Open - Winner.
* 2005 : All England Open - Winner.
* 2005 : Malaysia Open - Runner Up.
* 2005 : Hong Kong Open - Winner.
* 2006 : China Masters - Runner Up.
* 2006 : Chinese Taipei Open - Winner (lawan : Jung Jae Sung/Lee Yong Dae dengan skor : 21–14, 21–18)
* 2006 : Macau Open - Winner.
* 2006 : China Open - Runner Up.
* 2008 : Thailand Open - Winner.
* 2014 : Swiss Open - Runner Up.
* 2015 : Chinese Taipei Open - Winner.

Rekor Kemenangan Head To Head dalam BWF Grand Prix :
Fu Hai Feng/Cai Yun vs Lee Yong Dae/Jung Jae Sung:  1 vs 0.
Total pertemuan : 1 kali (dengan kemenangan diraih Fu Hai Feng/Cai Yun).


Fu Hai Feng resmi pensiun dari tim nasional bulu tangkis China pada Mei 2017. Pertandingan terakhirnya terjadi saat membela China di ajang Piala Sudirman 2017 di Gold Coast, Australia.  Walaupun pasangan Fu Hai Feng/Zhang Nan sukses menyumbangkan poin kemenangan, namun secara keseluruhan, tim China gagal mempertahankan Piala Sudirman yang telah berada bersama mereka sejak tahun 2005-2015 dan harus rela memberikannya kepada Korea Selatan yang akhirnya sukses membawa pulang Piala Sudirman setelah terakhir tahun 2003 Korea Selatan berhasil memenangkannya. Korea Selatan sukses menjadi juara Piala Sudirman 2017 dengan skor 3-2 melawan China di babak Final.

Sebelum keputusan final tersebut, legenda ganda putra peraih dua medali emas Olimpiade ini sempat berencana pensiun pada akhir 2016, namun kembali sejenak memperkuat timnas China pada awal 2017.

Saat ini (2026), legenda bulu tangkis asal Tiongkok Fu Hai Feng aktif bekerja sebagai konsultan teknis dan staf pelatih bagi tim nasional bulu tangkis Tiongkok. 


Kegiatan Saat Ini:
Pelatih Ganda:
Membantu melatih sektor ganda putra, termasuk mendampingi dan membimbing pasangan ganda Tiongkok seperti Liang Wei Keng dan Wang Chang. 

Konsultan Prestasi:
Memberikan arahan teknis dan pengalaman sebagai peraih dua medali emas Olimpiade untuk mempersiapkan atlet-atlet pelatnas Tiongkok menghadapi kejuaraan internasional besar. 

Hall of Fame BWF:
Namanya diabadikan dalam BWF Hall of Fame bersama partner legendarisnya, Cai Yun, setelah resmi pensiun sebagai pemain profesional. 

Oh ya, Hingga saat ini rekor smash tercepat bulutangkis masih dipegang oleh pemain ganda putra China yaitu Fu Hai Feng. Rekor itu dibuat ketika ia berpasangan dengan rekannya Cai Yun berlaga di Piala Sudirman pada tahun 2005. Mau tau berapa kecepatannya? Kecepatan smashnya yaitu 332 km/jam.

Oleh: Liana Hwie.
Credit Picts: As Tagged (all pictures belongs to owner)
Source: Berbagai sumber.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar