Tampilkan postingan dengan label Drama China : You Are My Glory (2021). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama China : You Are My Glory (2021). Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Agustus 2026

Review Drama : “You Are My Glory (2021)”, Antara mimpi dan realitas kehidupan

My Rating: 8/10 (karena di beberapa episode, khususnya di episode 8, bedak Qiao Jing Jing terlalu tebal hingga membuatnya terlihat sangat tua dan itu jujur sangat mengganggu visual drama)

Douban : 6,9
MydramaList: 8,7
IMDb : 8,2
Weibo: 8,8


Review:
You Are My Glory” menceritakan tentang kisah cinta antara aktris papan atas China, Qiao Jing Jing (Dilraba Dilmurat) dengan orang biasa, tepatnya seorang pegawai Lembaga Penelitian Antariksa, Yu Tu (Yang Yang). Yu Tu dan Qiao Jing Jing sebenarnya adalah teman sekelas saat masih SMA yang tidak sengaja bertemu kembali setelah 10 tahun lamanya melalui permainan game online, Honor Of Kings.

Karena diadaptasi dari sebuah novel terkenal, jadi sudah tentu alur cerita dalam drama ini sangat rapi, terarah dan sangat realistis untuk kaum muda yang masih dalam proses mencari jati diri, walaupun untuk alur ceritanya, ketika mencapai episode 21 ke atas terkesan sedikit melambat, namun itu tidak mengurangi pesan moral dan inti dari cerita ini.


Secara garis besar, “You Are My Glory” ini bukan hanya bercerita tentang kisah cinta biasa seperti drama-drama pada umumnya, yang hanya menyebar keromantisan dan adegan sweet di antara pemainnya.

Sebaliknya, drama ini lebih memperlihatkan bagaimana proses mencari jati diri dan perjuangan dalam meraih sebuah mimpi. Manakah yang lebih pantas diperjuangkan antara mimpi atau realitas kehidupan?

Mampukah kita tetap bersikap idealis dan mempertahankan mimpi sedangkan di sisi lain, ada perut yang harus diberi makan, ada orang tua yang perlu dibahagiakan, ada masa depan yang masih menanti di depan sana, sedangkan impian yang ingin kita raih tidak bisa memberikan kehidupan yang layak?

Yup, drama ini menceritakan bagaimana perjuangan meraih mimpi dan segala tantangan yang harus dihadapi dalam mencapai mimpi itu, juga menunjukkan realitas kehidupan bahwa tidak semua orang beruntung karena berhasil meraih mimpinya sekaligus bisa menemukan seseorang yang tulus dan bersedia berjuang bersama kita dalam meraih Impian tersebut, seperti yang dilakukan Qiao Jing Jing pada Yu Tu.


1. Karakter.
A. Dilraba Dilmurat as Qiao Jing Jing.
Qiao Jing Jing yang seorang aktris papan atas China, cantik, terkenal, bergelimang harta dan kemewahan namun bersedia menerima seorang pemuda dengan penghasilan rendah seperti Yu Tu, yang bahkan tidak memiliki banyak waktu luang untuk bersamanya karena sibuk bekerja.


Berbeda dengan drama lain yang umumnya mengisahkan tentang gadis miskin dan pria kaya, “You Are My Glory” mengisahkan sebaliknya, di mana yang kaya dan popular adalah si wanita, sedangkan si pria justru masih belum memiliki asset atau apa pun yang bisa dibanggakan padahal usianya tak lagi muda.

Namun cinta sejati membuktikan pada kita, bahwa orang yang tepat pasti akan menerima kita apa adanya dan rela berjuang bersama. Yu Tu termasuk 1% orang yang sangat beruntung di dunia ini karena berhasil mendapatkan wanita seperti Qiao Jing Jing sekaligus mewujudkan impiannya.


Sebagai aktris terkenal pun, Jing Jing sama sekali bukan sosok yang angkuh, memandang rendah orang atau gila hormat dan status, juga tidak matrealistis, sangat berbanding terbalik dengan mantan pacar Yu Tu yaitu Xia Qing, yang mengatakan mencintainya namun meninggalkannya hanya karena Yu Tu memilih mengejar impiannya yang bergaji rendah dan menolak perusahaan yang bersedia memberinya gaji tinggi.

Jing Jing pun tak pernah menuntut Yu Tu membelikannya barang-barang mewah karena dia bisa membelinya sendiri. Sosok mandiri dan tidak bergantung pada pria (seperti menuntut harus selalu ditemani setiap hari) seperti Qiao Jing Jing inilah yang memang paling tepat mendampingi Yu Tu.


Di samping itu, Jing Jing pun tidak keberatan walau harus tinggal di apartement Yu Tu yang mungil dan meninggalkan apartement mewahnya di Lujiazui, menunjukkan bahwa Qiao Jing Jing adalah wanita yang rendah hati walaupun tumbuh bergelimang harta.

Berbeda dengan Xia Qing yang tak pernah merasakan hidup mewah, tentu saat dewasa, dia ingin merasakan hidup mewah dengan menikahi seorang pria kaya. Sayangnya, Yu Tu bukanlah pria kaya yang bisa memberikannya kehidupan mewah yang selama ini Xia Qing impikan.


2. Yang Yang as Yu Tu.
Sejak masa sekolah, Yu Tu adalah idola sekolah yang terkenal karena tampan, pintar, baik, percaya diri dan menjadi panutan bagi anak-anak lainnya. Sejak kecil, Yu Tu memiliki impian untuk pergi ke luar angkasa.


Dan dia sangat konsisten dengan impiannya, bahkan saat dia dewasa, Yu Tu adalah seorang pria yang sangat berambisi untuk mewujudkan mimpinya mengelilingi angkasa dan akhirnya karena perbedaan pandangan inilah yang membuat hubungan Yu Tu dan mantan pacarnya, Xia Qing akhirnya kandas di tengah jalan, karena Xia Qing menginginkan Yu Tu melepaskan impiannya demi bekerja di sebuah perusahaan keuangan yang menawarinya gaji yang sangat tinggi.

Melihat sikap Xia Qing yang seperti itu (yang meninggalkannya karena uang), membuat Yu Tu semakin insecure pada dirinya sendiri dan membuatnya berpikir bahwa dia tidak akan bisa membahagiakan Jing Jing.


Yu Tu yang dulu percaya diri pun, lama kelamaan menjadi insecure. Tanpa sadar, Yu Tu pun mulai membandingkan Jing Jing dengan Xia Qing, dan menganggap bahwa Jing Jing sama seperti Xia Qing, yang menilai segala sesuatu dari sisi ekonomi (uang) semata.

Sedangkan yang dibutuhkan Yu Tu adalah seorang gadis yang bersedia berjuang bersamanya dan untunglah dia menemukan kriteria tersebut pada diri Qiao Jing Jing.

Apalagi mengingat pekerjaan Yu Tu menuntutnya untuk stand by setiap waktu, dan karena pekerjaan termasuk dalam kategori TOP SECRET alias sangat rahasia, jadi dia kadang tidak bisa memberitahu Jing Jing di mana dia berada dan apa yang dia lakukan saat itu.

Pekerjaan Yu Tu juga menuntutnya untuk sering pergi ke wilayah gurun pasir dan tempat terpencil dalam waktu lama, dalam rangka penelitian, yang mana akan sulit untuknya berhubungan dengan dunia luar. Karena adanya keterbatasan koneksi internet dan sinyal jaringan.


Ini artinya, Yu Tu tidak akan tahu tentang keadaan Jing Jing dan tidak bisa menemani Jing Jing saat Jing Jing membutuhkannya. Inilah alasan kenapa Yu Tu menolak Jing Jing untuk kedua kalinya. Selain karena masalah ekonomi, juga karena keterbatasan waktu untuk mereka bersama.

Tapi pada akhirnya Yu Tu menemukan keberanian untuk mendekati Jing Jing. Apalagi karena dia tahu bahwa Jing Jing menerimanya apa adanya walaupun dia miskin dan berpenghasilan rendah dan tak pernah menuntutnya apa-apa, membuat perasaan Yu Tu semakin kuat.


Sekedar informasi, perbedaan ekonomi Yu Tu dan Jing Jing dalam drama diceritakan sangat timpang! Bayangkan saja! Yu Tu tinggal di pinggiran kota, dengan harga tanah berkisar 40.000 yuan per meter persegi, rumah Yu Tu berkisar 2 juta yuan.

Sementara Jing Jing tinggal di pusat kota, tepatnya di Kawasan elit Lujiazui, Shanghai dengan harga tanah berkisar 260.000 yuan per meter persegi, dan harga penthouse Qiao Jing Jing bernilai sekitar 70 juta yuan.


Butuh waktu 1,5 jam bagi Yu Tu untuk sampai ke penthouse Jing Jing di Kawasan elit Lujiazui, dengan 3 kali ganti MRT dan 1 kali naik bis. Inilah yang awalnya membuat Yu Tu ragu untuk membalas perasaan Jing Jing.

Dia merasa dirinya yang misqueen tidak pantas untuk Qiao Jing Jing yang kaya raya. Tapi, cara Jing Jing menerima Yu tu membuat Yu Tu yakin bahwa semua hal yang dia khawatirkan itu sama sekali tidak penting. Akhirnya Yu Tu pun memutuskan untuk menerima kekurangannya sendiri dan berjuang untuk membahagiakan Jing Jing dengan caranya sendiri.


3. Gina Jin as Xia Qing.
Xia Qing (Gina Jin) adalah mantan pacar Yu Tu. Dia adalah wanita yang angkuh, egois, matrealistis dan berharap sang suami kelak bisa menghidupinya dengan kemewahan jadi dia tidak perlu bersusah payah bekerja di kemudian hari. Yang mana semua itu tidak cocok dengan type wanita yang disukai Yu Tu.


Yah, walaupun sebenarnya karakter Xia Qing ini bisa dibilang cukup realistis karena bagaimana pun juga pada kenyataannya, uang adalah faktor penting dalam kehidupan ini.

Bisa jadi, Xia Qing sendiri tidak memiliki keuangan yang mapan, walaupun dia diceritakan sebagai seorang pimpinan cabang namun jika dia memilih bersama Yu Tu yang secara ekonomi pas-pasan, maka sudah pasti, dialah yang akan lebih banyak mengeluarkan uang untuk menanggung biaya hidup keluarga mereka kelak.

Seperti uang sekolah anak, biaya sewa rumah, transportasi ke sekolah dan tempat kerja, lalu biaya hidup sehari-hari dan segala macam tagihan.

Berbeda dengan Qiao Jing Jing yang sejak lahir menganggap uang bukanlah masalah besar untuknya, karena dia terlahir sebagai Nona Kaya dan kini dia bekerja sebagai aktris papan atas dengan penghasilan ratusan juta yuan setiap tahunnya.

Tentu bagi Jing Jing, keuangan Yu Tu yang pas-pasan bukanlah masalah baginya, karena dia masih sanggup menanggung sebagian besar biaya hidup mereka kelak.


Xia Qing memang sangat realistis, akupun pasti akan bersikap seperti Xia Qing bila bertemu kasus seperti ini, tapi sayangnya, respekku pada Xia Qing langsung hilang ketika dia masih mengejar-ngejar Yu Tu karena dia merasa iri dan tidak rela jika Yu Tu dan Qiao Jing Jing bersama.

Xia Qing yang menganggap Qiao Jing Jing sebagai saingannya sejak SMA, merasa tidak terima saat harus menerima kekalahan dari Jing Jing dalam mendapatkan Yu Tu, membuktikan kalau dia tak lebih dari wanita angkuh dan ambisius yang tak bisa menerima kekalahan.

Yang membuatku hilang respek adalah karena sikapnya yang tampak seperti wanita murahan yang mengejar-ngejar seorang pria, mantan pacar yang dulu dia campakkan karena misqueen dan tidak punya uang, apalagi setelah sekian tahun lamanya putus. Dia yang mutusin, dia juga yang ngejar-ngejar pengen balikan.


Udah gitu niatnya bukan tulus mencintai tapi karena IRI dan takut kalah saingan sama Qiao Jing Jing, padahal Jing Jing tak pernah menganggap Xia Qing sebagai saingannya.

Jadi di mata Xia Qing, Yu Tu bukanlah manusia yang punya perasaan, melainkan sebuah "Piala Kemenangan" yang bisa dia banggakan ke semua orang. Hanya sebuah prestasi dan pencapaian tertinggi.

Di mata Xia Qing, adalah sebuah kemenangan yang bergengsi bila bisa mendapatkan Yu Tu yang notabene-nya adalah pria tampan, cerdas, populer dan diidolakan semua orang saat masih SMA.

Untung saja, kemunculan Xia Qing hanya 2 episode saja, kalau nggak, uda emosi liat nih cewek satu. Udah gak cantik, sombong pula, padahal dia bukan siapa-siapa. Yang aktris terkenal aja tetap rendah hati, lah Xia Qing just Nobody aja sombongnya gak ketulungan.


2. Alur Cerita.
Walaupun di episode pertengahan, alur cerita sedikit melambat. Namun proses Yu Tu menerima keadaan inilah yang sesungguhnya menjadi highlight dalam drama ini. Bagaimana pergulatan batin Yu Tu dalam menghadapi kenyataan bahwa mimpinya ternyata tidak bisa membahagiakan orang-orang di sekitarnya. Bagaimana mimpinya tidak bisa membuatnya hidup nyaman bergelimang harta seperti teman-temannya yang lain.

Tapi, takdir yang kembali mempertemukannya dengan Qiao Jing Jing ternyata bisa mengubah penilaiannya terhadap semua yang dia jalani selama ini.


Pesan moral dari drama ini adalah :
1. Tidak apa-apa memiliki sebuah mimpi.
2. Tidak apa-apa tertinggal dari semua teman yang lain.
3. Tidak apa-apa walaupun kita tidak sempurna dalam segala hal.

Karena semua hal itu memiliki waktunya sendiri. Ingatlah kalau “Tuhan pasti akan menjadikan segala Sesuatu itu indah pada waktu-Nya.” – Pengkhotbah 3:11 

Sama seperti Qiao Jing Jing yang hadir di saat yang tepat dalam hidup Yu Tu, saat Yu Tu sedang terpuruk, Jing Jing datang bagaikan cahaya terang dan bintang penunjuk arah untuknya.

Atau seperti Yu Tu, yang hadir dalam hidup Jing Jing sekali lagi dan membuat cinta pertamanya akhirnya terbalas walaupun dia harus menunggu selama 10 tahun lamanya.

Itu adalah bukti bahwa “Tuhan akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Nya“. Dan yang bisa kita lakukan selain berdoa dan berusaha, adalah menerima keadaan kita. Jika kita memang ditakdirkan untuk meraih mimpi itu, maka kita pasti akan meraihnya, entah kapan itu, hanya Tuhan yang tahu.

Namun yang pasti, kita tidak perlu MENGUKUR WAKTU KITA dan membandingkannya DENGAN ORANG LAIN, karena TIMING setiap orang tidaklah sama!


Drama ini memperlihatkan bagaimana Yu Tu berusaha meraih cinta dan mimpinya, serta pergulatan hidup dan tekanan batin yang harus dia hadapi sebelum menuju ke sana.

Setelah eps 21, penonton tidak hanya disuguhi oleh hal-hal yang manis dan romantis antara Yu Tu dan Jing Jing, namun juga diajarkan bagaimana cara mempertahankan hubungan agar tetap langgeng walau berada dalam fase LDR. Kepercayaan dan menjaga hati, itu kunci yang paling penting di sini.

Lalu saat mendekati akhir, kita akan melihat juga bagaimana komunikasi yang terjalin antara dua orang yang ingin mengikat janji sehidup semati.

Qiao Jing Jing dan Yu Tu yang awalnya tidak sepaham dengan konsep pernikahan mereka akhirnya bisa menyelesaikan masalah ini dengan damai, dengan berpikir dewasa, menimbang segala hal dari segala sisi yang berbeda dan mencapai kesepakatan tanpa perlu melibatkan pertengkaran antara sepasang kekasih.


Penonton dibuat kagum dengan cara berpikir Qiao Jing Jing yang sederhana dan rendah hati, yang mengusulkan ide Pernikahan Massal padahal dia adalah aktris terkenal yang punya banyak uang. Walaupun Yu Tu awalnya tidak menyetujui, karena dia ingin memberikan Pesta Pernikahan yang layak untuk wanita yang dicintainya, tidak peduli walau dia harus menguras seluruh tabungannya.

Jika itu adalah Xia Qing, aku yakin dia pasti akan menggelar Pesta Pernikahan Mewah yang mengundang 2000 orang tamu hanya untuk menyombongkan dirinya. Ingat, Xia Qing selalu menganggap Yu Tu sebagai Piala Kemenangan, sesuatu yang bergengsi yang harus dia banggakan dan pamerkan kepada semua orang.


Boro-boro Pernikahan Massal, yang ada malah mungkin untuk gaun pengantin saja, Xia Qing akan memakai yang paling mahal. Untung saja bukan Xia Qing wanita yang akan dinikahi oleh Yu Tu.

Yang membuatku kagum adalah Jing Jing mengajarkan pada kita untuk selalu rendah hati, tidak peduli setinggi apa pun posisi kita dan sebanyak apa pun kekayaan yang kita miliki. Terbukti, tindakan Jing Jing dan Yu Tu mengikuti pernikahan massal mendatangkan simpati tinggi dari publik, meski awalnya mereka dianggap melakukan itu karena Yu Tu tidak memiliki uang, namun akhirnya publik justru balik memuji Jing Jing sebagai public figure yang rendah hati.


Sekali lagi, menurutku drama ini tidak hanya fokus pada cerita cintanya saja, tapi juga memperlihatkan proses tumbuh bersama sebagai manusia.

Kita akan diperlihatkan bagaimana seorang pria seperti Yu Tu, yang sedikit angkuh dan punya harga diri tinggi (karena merasa selalu berada di atas mengingat dia selalu menjadi Ranking 1 saat di sekolah maupun kuliah) bahkan bisa merasa rendah diri saat melihat teman-teman seusianya sudah sukses dan mapan, sementara dia masih belum mapan dan bahkan masih galau memilih antara mengejar mimpinya atau mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar.

Bagaimana Yu Tu berusaha keras menekan egonya dan mulai menerima keadaannya dan juga menerima realitas kehidupan, lalu perlahan menstabilkan perasaannya, hingga kemudian membuatnya mampu melihat dunia dari sisi yang berbeda.

Juga bagaimana Yu Tu mengakui kesalahannya kalau dia tidak bisa dan tidak boleh hanya menilai seseorang dari penampilannya saja tanpa mengenal seseorang itu terlebih dahulu (seperti dulu dia menilai Jing Jing sebagai gadis kaya yang pemalas yang nyatanya tidak begitu).


Begitu pun dengan Jing Jing. Menurutku, Jing Jing adalah seorang yang punya pikiran dewasa sejak SMA. Dia tak hanya modal wajah cantik semata, tapi juga baik hati, rendah hati, berani dan pantang menyerah.

Walau dalam hal percintaan dia tidak beruntung, tapi dia tidak lantas hidup untuk meratapinya. Sebaliknya, Jing Jing terus bergerak maju menjadi sosok yang lebih baik, dan apa yang dia alami sebelumnya, dia jadikan sebagai acuan untuk menjadi sosok yang sukses seperti sekarang.

Untuk kalian yang menginginkan tontonan romantis namun sarat arti, drama ini layak dijadikan rekomendasi.


Sepanjang menikmati romantisme cinta antara Jing Jing dan Yu Tu, kita juga bisa belajar tentang makna kehidupan seperti perjuangan meraih mimpi, realitas kehidupan di dunia nyata ini, proses penerimaan diri sendiri, berani mengakui kekurangan diri, kesetiakawanan, kemanusiaan, kekeluargaan, bahkan patriotisme.

Rasanya ikut bangga dan terharu saat melihat Yu Tu berhasil meluncurkan roket “Search For God” di akhir episode. Rasanya ikut senang karena Impian Yu Tu menjadi kenyataan, karena tidak semua orang beruntung bisa mewujudkan impiannya.


3. Chemistry.
Harus diakui, chemistry antara Yang Yang dan Dilraba Dilmurat memang cukup sempurna. Terbukti hampir semua orang yang menonton drama ini berharap mereka menjadi pasangan sebenarnya di dunia nyata. Bahkan mungkin saja, kalian adalah salah satunya.


Tak hanya warga China, bahkan seluruh dunia pun mengakui kalau Dilraba Dilmurat adalah salah satu wanita tercantik di dunia.

4. Stylist dan Make Up Artist.
Yang agak sedikit mengganggu bagiku adalah bedak Qiao Jing Jing yang di beberapa episode terlihat terlalu tebal hingga membuatnya justru terlihat sangat tua.


Seperti contoh adegan di atas, kalau tidak salah ingat adegan itu ada di episode 8 (atau episode 9), adegan sebelum Yu Tu dan Jing Jing makan malam di luar dan bertemu dengan Profesor (gurunya Yu Tu) dan kemudian mereka bertengkar.

Itu bedaknya tebal banget saat Jing Jing berada di penthouse-nya dan berusaha naik level game sebagai syarat agar mereka bisa makan di luar.

I mean, come on! Kulit Dilraba Dilmurat sudah putih, lalu kenapa masih memberinya make up begitu tebal dan seperti memakai topeng? Make up minimalis dan natural lebih cocok untuknya daripada make up tebal yang membuatnya justru terlihat tua.


Wajah Dilraba memang cantik, tapi karena struktur wajahnya terlalu lonjong (bukan dagu runcing tapi wajahnya yang lonjong) jadi membuatnya terlihat lebih dewasa dari usia sebenarnya, istilah kasarnya “ber-MuTu alias BerMuka TUa”. Jadi kalau sampai dia salah mengoleskan make up, jadinya malah terlihat ketuaan.

Berbeda dengan seseorang yang memiliki struktur wajah bulat, yang umumnya memberikan kesan lebih muda dan terlihat imut, seseorang dengan wajah lonjong memang cenderung terlihat “Ber-MuTu”, contoh lainnya adalah Yoona SNSD yang memiliki struktur wajah yang sama dengan Dilraba.

Tapi selain make up Dilraba yang kurang cocok di beberapa episode, untuk alur cerita, pesan moral yang ingin disampaikan (kecuali adegan making love di luar nikah, gak ada pesan moralnya itu. Tidak untuk ditiru!), akting para aktor dan CGI saat bermain game yang terlihat sangat halus dan natural, semuanya layak diacungi jempol.


5. Original Soundtrack.
Entah ada berapa total lagu tema yang ada dalam drama ini, tapi hanya tiga saja yang kusukai, yaitu: Opening Song "Firework Stars", lalu Ending Song "Time Monolog" dan insert song "Fall In Love". Lagu tema "Fall In Love" muncul saat Yu Tu dan Jing Jing kencan naik kapal boat lalu ciuman di tengah danau, tepat sehari setelah mereka pacaran. Itu adegan yang paling kuingat.

Kalau "Time Monolog" itu adalah lagu yang dinyanyikan Qiao Jing Jing saat reuni sekolah. Tapi waktu itu Dilraba lipsync karena lagunya sama persis dengan yang di ending drama. Jadi uda keliatan kalau lipsync karena itu bukan suara Dilraba melainkan original soundtracknya. Adegannya di bawah ini. Inget, kan?


Sebenarnya, di blogku "Asian Stars" yang dihapus oleh Google dengan tidak adil, aku sudah mengartikan semua lagunya, tapi mau gimana lagi kalau semuanya musnah dalam sekejap karena kesalahan sistem T__T *nangis guling-guling* Nanti kalau draftnya ketemu, aku bakal posting ulang.

~~~

Sekian review dariku, jika kalian tidak setuju, harap diingat bahwa semua orang memiliki pendapat masing-masing dan pendapat semua orang tidaklah sama. Darah boleh sama merah, tapi isi kepala setiap orang tidak mungkin sama.

Apa yang menurutku bagus, belum tentu bagi kalian juga bagus, begitu juga sebaliknya. Semuanya tetap kembali ke selera masing-masing orang.

Credit Pict: As Tagged.
Warning:
Tolong jangan dicopy paste seenak jidat tanpa ijin ya! Sakit rasanya waktu tahu ada banyak akun di Youtube yang bikin lagu terjemahan Mandarin dan Korea yang nyomot dari hasil terjemahanku tanpa menyertakan kredit atau namaku sebagai penterjemahnya (mereka nyomot jauh sebelum blog lamaku dihapus). Uda gitu aku gak bisa klaim hak cipta karena blogku "Asian Stars" baru aja dihapus youtube. Itu sangat menyakitkan! Ibarat melihat perampok datang ke rumahku, tapi aku gak bisa apa-apa selain membiarkan rumahku dirampok di depan mataku! Hargailah usaha orang lain! Tolong jangan jadi orang yang gak punya hati nurani! Ingatlah bagi yang islam, "Siapa yang mempersulit orang lain, di neraka mereka akan dipersulit!"

Minggu, 09 Agustus 2026

Sinopsis Lengkap “You Are My Glory (2021)”, Drama yang menyatukan dua Superstar asal China

You Are My Glory”, sebuah drama berjumlah 32 episode dan berlatar belakang dunia E-sport (game online) yang dibintangi oleh Yang Yang dan Dilraba Dilmurat ini diangkat dari novel terkenal karya Gu Man berjudul sama.

Disclaimer:
Berhubung blog lamaku "Asian Stars" dihapus Google karena kesalahan sistem, aku terpaksa membangun semuanya dari awal lagi. Blog ini pindahan dari "Asian Stars" ya. Aku usahakan semua sinopsis dan review serta terjemahan lagu mandarin/korea yang ada di blog lama dan sekarang terhapus, semuanya akan diposting ulang. Namun tentu saja tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, karena setelah 14 tahun berdiri, sudah ada 3.500 artikel yang dalam blog lamaku yang turut hilang dalam sekejap. Jadi yang draftnya ketemu duluan, akan diposting lebih dulu. Okay, let's make a new start and let's start with "You Are My Glory".

~~~~~

Rating: 8/10


Judul : You Are My Glory (你是我的荣耀)
Genre : Drama romantis
Diadaptasi dari : Novel “You Are My Glory” karya Gu Man
Penulis Skenario : Gu Man
Sutradara : Wang Zhi
Opening song : “Fireworks of Stars” (烟火星辰) by Liu Yu Ning
Ending song : “Time Monologue” (光阴独白) by Lala Hsu
Negara asal : China
Bahasa : Mandarin
Jumlah Episode : 32
Produser : Fang Fang, Zhang Wei Lin, Zhang Meng and Liu Jia
Rumah Produksi : Tencent Penguin Pictures
Jaringan Penyiaran : Tencent Video, WeTV
Rilis : 26 July – 16 August 2021


Starring :
Yang Yang as Yu Tu.
Dilraba Dilmurat as Qiao Jing Jing.
Hu Ke as Kak Ling, Manajer Qiao Jing Jing.
Sun Ya Li as Xiao Zhu, asisten Qiao Jing Jing.
Gina Jin as Xia Qing, mantan pacar Yu Tu.
Wang Yan Lin as Zhai Liang, sahabat Yu Tu.
Pan Yue Ming as Guan Zhai, senior Yu Tu.
Zheng He Hui Zi as Pei Pei, sahabat Qiao Jing Jing sejak SMU.
Ji Xiao Bing as Su Zhi, mantan pacar Qiao Jing Jing.
Tu Song Yan as A Guo, suami kak Ling & guru game pertama Qiao Jing Jing.
Cao Yi as ayah Yu Tu.
Cui Yi as Ibu Yu Tu.
Wang Rui as Xiao Liu, adik sepupu laki-laki Yu Tu.
Wang Quan You as Ayah Qiao Jing Jing.
Yan Qingyu as Ibu Qiao Jing Jing.
Zheng Xiao Mao as Kakek Qiao Jing Jing.
Zhu Huai Xu as Nenek Qiao Jing Jing.
Li Ya Ze as adik sepupu laki-laki Qiao Jing Jing.
Zhou Yun Ru as adik sepupu perempuan Qiao Jing Jing.
Luo Lei as sopir Qiao Jing Jing.
Janice Wu as Chen Xue, sahabat Qiao Jing Jing.
Zhao Ying Zhi as Zhou Zi Qhi, rival Qiao Jing Jing.
Yuan Cheng Jie as Duan Wu, lawan main Qiao Jing Jing.
Wang Dong as Movie King Zhou.
Lu Yong as Sutradara Li.


Sinopsis Lengkap:
Secara garis besar, “You Are My Glory” bercerita tentang kisah cinta antara aktris papan atas China, Qiao Jing Jing (Dilraba Dilmurat) dengan orang biasa, tepatnya seorang pegawai Lembaga Penelitian Antariksa, Yu Tu (Yang Yang). Yu Tu dan Qiao Jing Jing sebenarnya adalah teman sekelas saat SMA yang tidak sengaja bertemu kembali setelah 10 tahun melalui permainan game online, Honor Of Kings.

Kisah dimulai dengan seorang aktris papan atas bernama Qiao Jing Jing (Dilraba Dilmurat) yang didapuk menjadi bintang iklan dari sebuah Perusahaan game “Honor Of Kings” yang sayangnya tidak bisa bermain game.


Sialnya, seseorang yang iri padanya, memposting ulang dan membongkar aibnya yang tidak bisa bermain game tersebut hingga menyebabkan kredibilitas Qiao Jing Jing sebagai bintang iklan game tersebut dipertanyakan dan reputasinya terancam hancur.

Untuk membuktikan kemampuannya dan mengembalikan reputasinya yang terancam hancur, Qiao Jing Jing menerima tawaran untuk bertanding melawan para pemain profesional E-sport yang akan diadakan satu bulan ke depan.

Demi agar Jing Jing bisa fokus berlatih, agensi tempat dia bernaung memutuskan untuk membebaskan Jing Jing dari semua jadwal di dunia keartisan agar gadis itu bisa berlatih dengan maksimal. Tak hanya itu, Jing Jing pun berusaha mencari seseorang yang bisa mengajarinya bermain game dengan baik.

Awalnya, dia dilatih oleh suami dari manajernya sendiri, namun karena sang guru tidak pintar, akhirnya Jing Jing tidak mengalami perkembangan sama sekali.

Untunglah saat itu, Jing Jing diam-diam bermain sendiri menggunakan akun palsu (akunnya saat SMA dulu yang masih terhubung dengan akun teman SMA-nya) dan kebetulan mantan teman sekelasnya saat SMA, yaitu Yu Tu (Yang Yang) mengundangnya untuk ikut dalam permainan Lima vs Lima.

10 tahun yang lalu, Yu Tu dan Qiao Jing Jing adalah teman sekelas saat SMA. Bagi Qiao Jing Jing, Yu Tu adalah cinta pertamanya. Yu Tu tak hanya tampan, namun juga sangat pintar dan selalu menjadi ranking 1 di sekolahnya.

Singkat kata, Yu Tu adalah idola semua murid saat di bangku SMA, termasuk Qiao Jing Jing yang dengan nekat pernah menyatakan perasaannya pada Yu Tu namun berakhir penolakan.


Saat ini, Yu Tu sama sekali tidak tahu bahwa akun yang dia undang untuk bermain “Lima vs Lima” itu adalah mantan teman sekelasnya sendiri, sekaligus gadis muda yang dulu pernah menyatakan cinta padanya.

Semua anggota tim Yu Tu melihat bagaimana payahnya permainan Qiao Jing Jing. Jika saja Yu Tu tidak selalu membantunya, mungkin tim mereka akan berakhir dengan kekalahan, untung saja Yu Tu tidak ambil pusing dengan itu semua.

Yu Tu yang saat itu sedang gundah karena masalah pekerjaan memang sedang dalam masa cuti hingga untuk menghibur diri agar tidak suntuk, dia memutuskan untuk bermain game “Honor of Kings”.

Yu Tu sebenarnya bekerja sebagai Insinyur Antariksa di Lembaga Penelitian Antariksa Tiongkok. Dia pun memiliki posisi yang sebenarnya cukup tinggi yaitu sebagai kepala designer umum.

Namun meski profesinya terlihat sangat bergengsi dan membanggakan, kenyataannya penghasilannya sebagai abdi negara tidaklah terlalu banyak (apalagi jika dibandingkan dengan honor seorang artis papan atas yang mencapai jutaan bahkan ratusan juta yuan). Dalam cerita, penghasilan Yu Tu sebagai Insinyur Antariksa hanya berkisar 200.000 – 300.000 yuan per tahun.

Karena penghasilannya yang bisa dibilang minim inilah, membuat Yu Tu menjadi galau antara meneruskan impiannya atau mencari pekerjaan lain dengan gaji yang lebih tinggi. Apalagi setelah melihat ibunya yang sempat datang berobat ke Shanghai hanya bisa mendapatkan perawatan seadanya dan menginap di losmen mungil yang kumuh. Hal itu membuat hati Yu Tu semakin merasa bersalah.

Tahu akan kegundahan hatinya, atasannya akhirnya memberikan waktu bagi Yu Tu selama sebulan untuk memikirkannya kembali matang-matang sebelum mengambil keputusan. Dan di sinilah Yu Tu sekarang, menghabiskan waktu cutinya dengan bermain game untuk melepaskan kegundahan hatinya.

Qiao Jing Jing yang tak sengaja mendengar kabar bahwa Yu Tu kemungkinan akan melepas impiannya menjadi Insinyur Antariksa untuk beralih profesi ke bidang keuangan sedikit merasa sedih, karena dia tahu bahwa menjadi Insinyur Antariksa adalah Impian terbesar Yu Tu sejak dulu.

Penasaran dan disertai fakta bahwa Yu Tu sangat jago bermain game, membuat Qiao Jing Jing “menipu” Yu Tu agar bersedia datang menemuinya dan mengajarinya bermain game. Qiao Jing Jing mengatakan kalau pembersih udara yang dia beli (yang kebetulan rancangan Yu Tu) sekarang sedang rusak dan dia berharap agar Yu Tu bersedia memperbaikinya.

Setelah datang, Yu Tu sedikit kaget saat mengetahui bahwa gadis payah yang tidak bisa bermain game itu ternyata adalah mantan teman sekelasnya sendiri. Namun walaupun telah “ditipu”, Yu Tu tidak marah sama sekali.

Sebagai permintaan maaf, Jing Jing memposting fotonya dan alat pembersih udara itu di Weibo dan hebatnya dalam waktu dekat, produk tersebut sangat laris di pasaran.

Yu Tu tersenyum bangga melihat produk rancangannya sangat laris di pasaran dan bahkan sampai terjual habis dalam waktu singkat. Dan akhirnya sebagai ucapan terima kasihnya, Yu Tu bersedia mengajari Qiao Jing Jing bermain game selama sebulan.


Dari sinilah, benih-benih cinta mulai tumbuh di hati keduanya. Atau mungkin lebih tepatnya, benih cinta mulai tumbuh di hati Yu Tu, karena untuk Qiao Jing Jing, cintanya pada Yu Tu ternyata tidak pernah pudar, walaupun dia pernah berpacaran dengan pria lain, namun Yu Tu tetap berada di dalam hatinya.

Kebaikan hati, kerendahan hati, kerja keras serta semangat Qiao Jing Jing yang tidak kenal menyerah untuk membuktikan diri bahwa dia juga mampu bermain game, membuat hati Yu Tu tersentuh. Yu Tu harus mengakui bahwa dia telah salah menilai Qiao Jing Jing selama ini.

Dulu saat SMA, Yu Tu menilai Qiao Jing Jing sebagai gadis cantik dan kaya, yang pemalas dan tidak pintar, yang hanya mengandalkan wajah cantiknya saja. Seseorang seperti Qiao Jing Jing, tidak mungkin sanggup menemani Yu Tu meraih impiannya.

Itu sebabnya Yu Tu menolaknya saat SMA, karena penampilan Jing Jing seperti Nona Muda kaya yang tidak mau bekerja keras dan pemalas. Namun setelah melihatnya selama sebulan ini, Yu Tu akhirnya sadar bahwa dia tidak bisa menilai seseorang dari sampulnya saja tanpa mengenalnya lebih dulu.

Qiao Jing Jing ternyata adalah gadis yang sangat bekerja keras, tidak pantang menyerah dan punya semangat untuk menang, dia juga seorang gadis yang ramah dan rendah hati, walaupun dia kini menjadi aktris papan atas namun dia tidak sombong sama sekali dengan status dan kekayaan yang dia miliki saat ini.

Perlahan namun pasti, tanpa Yu Tu sadari, Qiao Jing Jing telah masuk ke dalam hatinya dan menempati ruang yang sangat penting. Dia jatuh cinta. Namun Yu Tu sadar bahwa status sosial mereka adalah penghalang terbesar mereka saat ini.


Setelah pertandingan selesai, yang tentu saja diakhiri dengan kemenangan dari tim Qiao Jing Jing, saat mengantar Yu Tu pulang, Jing Jing sekali lagi memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaannya pada Yu Tu. Dan sialnya, Jing Jing mendapatkan penolakan lagi untuk yang kedua kalinya.

Namun kali ini, bukan karena Yu Tu tidak menyukainya, melainkan karena Yu Tu tidak percaya diri bisa memberikan kebahagiaan pada gadis itu, mengingat dia tidak memiliki apa pun yang bisa dia berikan untuknya.

Qiao Jing Jing bagaikan Bintang yang bersinar terang di langit malam, sementara Yu Tu bagaikan butiran debu di tanah. Jalan mereka tidak seharusnya bersinggungan. Qiao Jing Jing memiliki kekayaan dan popularitas sedangkan Yu Tu adalah pria biasa dengan penghasilan rendah dan tidak memiliki sesuatu yang bisa dia tawarkan di masa depan.


Tak hanya uang yang menjadi masalah utamanya, namun juga waktu yang akan dia berikan pada pasangannya kelak. Yu Tu takut dia tidak akan memiliki banyak waktu untuk menemani Jing Jing jika seandainya mereka bersama, mengingat profesinya sebagai Insinyur Antariksa menuntutnya untuk melaksanakan misi berbulan-bulan lamanya.

Sejak malam itu, keduanya tidak pernah bertemu lagi. Yu Tu yang merindukan Jing Jing pun hanya mampu melihat penampilan gadis itu di ponselnya. Saat Yu Tu mendengar dari mulut Jing Jing bahwa dia belum mendapatkan hadiah dari siapapun, hati Yu Tu seakan teriris, karena faktanya dia sudah memberikan hadiah itu padanya sebelum perpisahan mereka, tapi Jing Jing seolah tidak melihatnya.

Dilema dalam diri Yu Tu semakin dalam ketika dia mulai menyesali keputusannya menolak Jing Jing beberapa waktu yang lalu. Apalagi saat Yu Tu pulang ke rumahnya dan membuka kembali komputer lamanya dan menemukan banyak sekali chat-chat dari Qiao Jing Jing untuknya.

Yu Tu akhirnya menyadari perjuangan Jing Jing yang berusaha mencari tahu apa yang Yu Tu sukai dan bahkan bersedia belajar walaupun gadis itu tidak tahu apa-apa mengenai Antariksa. Sialnya saat itu, Yu Tu yang tidak tahu bahwa itu adalah Jing Jing (karena Jing Jing memakai akun palsu untuk menstalking Yu Tu), memilih untuk mengabaikannya.

Dari mana Yu Tu tahu kalau akun palsu yang sering mengirimkannya chat itu adalah Qiao Jing Jing? Tentu saja karena akun itu adalah akun yang sama yang Jing Jing gunakan untuk bermain game bersamanya dan ditambah lagi kata-kata yang pernah diucapkan Jing Jing sama dengan yang ditulis dalam chat tersebut. Membuat penyesalan dalam hati Yu Tu terasa semakin dalam dari waktu ke waktu.


Saat sedang berjalan-jalan dengan sang Ibu, Ibu Yu Tu mengatakan bahwa dia tidak menuntut Yu Tu untuk mencari istri yang cantik, asalkan bisa menjaganya, itu sudah cukup. Dan jawaban Yu Tu adalah sebaliknya.

Ibu, tapi aku menyukai yang sebaliknya.”

Dengan kata lain, gadis yang Yu Tu sukai adalah gadis yang sangat cantik namun tidak bisa menjaga orang. Yu Tu sekaligus menegaskan, “Tidak apa! Aku yang akan menjaganya.

Saat dia bertugas di padang pasir, Yu Tu merasakan kesepian dan kerinduan yang mendalam. Dia bahkan sengaja memutar ulang rekaman suara Jing Jing yang memintanya untuk membawakan sarapan untuk gadis itu.

Saat rekannya memergoki dan bertanya pada Yu Tu, “Apakah dia pacarmu?”, Yu Tu hanya terdiam dan tidak menyangkal, seolah membenarkan anggapan itu.

Yu Tu yang tampak murung dan selalu mengasingkan diri mendapatkan telpon dari seniornya (Guan Zhai) yang saat itu dirawat di Rumah Sakit, Guan Zhai yang khawatir pun akhirnya bertanya apakah Yu Tu murung dan tampak sedih karena gadis itu?

Yu Tu yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya pun menjawab, “Apa yang bisa aku berikan untuknya? Jangankan uang, waktu saja aku tidak punya.

Yu Tu akhirnya tersadar akan kebodohannya saat seniornya (Guan Zhai) berkata bahwa, “Dalam cinta, tidak ada yang benar dan yang salah, jika kau memang mencintainya maka kau harus mengejarnya dan berjuang untuknya. Dan jika dia memang mencintaimu, maka dia pasti akan menerimamu apa adanya dan bersedia berjuang bersamamu."

Tersadar setelah mendengar kalimat itu, Yu Tu yang tidak bisa menahan perasaannya lagi, setelah kembali dari misinya di padang gurun, dia akhirnya memutuskan untuk mengejar cintanya pada Qiao Jing Jing dan bertekad bulat untuk mendapatkan hati gadis itu kembali.

Yu Tu nekad menemui Qiao Jing Jing di malam sebelum Tahun Baru Imlek dengan menjemputnya di salah satu stasiun TV dan menawarkan diri untuk mengantarkannya kembali ke kampung halaman mereka.

Setelah diabaikan cukup lama di dalam mobil, saat mereka berhenti untuk mengisi bensin, Yu Tu memanfaatkan kesempatan itu untuk menyudutkan Qiao Jing Jing dan meminta gadis itu untuk mendengarkan penjelasannya.

Yu Tu mengatakan kalau sebenarnya dia juga memiliki perasaan yang sama pada Jing Jing, namun dia tidak percaya diri untuk mengakui perasaannya dan memulai hubungan dengan Jing Jing karena status mereka yang cukup jauh, dan dia tidak memiliki sesuatu yang bisa dia tawarkan untuknya. Tak hanya uang, waktupun dia tidak punya.

Jing Jing berkata, “Aku tak butuh uangmu. Dan soal waktu, akupun tidak punya banyak waktu luang bersamamu.

Yu Tu meminta maaf dan memeluk Jing Jing, meminta kesempatan kedua. Namun Jing Jing mengatakan bahwa dia butuh waktu untuk berpikir. Dan untuk sementara, hubungan mereka tampak membeku.

Namun Yu Tu tampak tak menyerah dan selalu berusaha mendekati Jing Jing, dia selalu mengirim Chat untuk menanyakan kabarnya bahkan mengajaknya kencan ke sebuah danau yang cukup terkenal, walaupun harus berujung diabaikan.

Tak tahan dengan pengabaian itu, Yu Tu memutuskan untuk menelpon Jing Jing, namun sialnya Jing Jing sedang berada di rumah neneknya di gunung. Teringat bahwa lokasi gunung itu dekat dengan danau, Yu Tu memutuskan untuk mengejarnya, namun sayangnya mereka berselisih jalan.

Dua hari diabaikan, membuat Yu Tu semakin rindu dan gundah. Untung saja, Li Ming, mantan teman sekelasnya menelponnya dan mengajaknya untuk reuni kelas. Yu Tu baru saja ingin menolak, tapi begitu Li Ming berkata kalau Qiao Jing Jing akan datang, membuat Yu Tu seketika berubah pikiran dan melesat secepat kilat ke tempat pertemuan.

Saat Yu Tu tiba, Qiao Jing Jing sedang menyanyikan sebuah lagu yang sedih di sana. Tatapan mata Yu Tu seketika hanya tertuju padaQiao Jing Jing seorang. Setelah lagunya berakhir, Yu Tu tanpa membuang banyak waktu lagi segera berlutut di hadapan Qiao Jing Jing dan mengajaknya pergi.

Qiao Jing Jing mendadak salah tingkah melihat Yu Tu berlutut di hadapannya di depan semua mantan teman sekelas mereka. Dia menolak dengan alasan Yu Tu harus duduk dulu sebentar.


Merasa tak punya cara lain tersisa, Yu Tu pun dengan nekad mencium Jing Jing di hadapan semua orang, kemudian dengan seenaknya menarik Jing Jing yang saat itu masih shock keluar dari ruangan karaoke dan membawanya ke tangga darurat untuk bicara empat mata.


Akhirnya setelah berbicara empat mata, kesalahpahaman pun terselesaikan. Yu Tu membawa Jing Jing ke sekolah mereka dan setelah saling berbagi kenangan, Yu Tu mencium Jing Jing sekali lagi tepat di depan ruang kelas mereka.

Hubungan Jing Jing dan Yu Tu berjalan lancar dan romantis, walaupun harus selalu disibukkan oleh jadwal kerja yang kerapkali memisahkan mereka. Kedua keluarga pun sudah saling mengenal kekasih anak-anak mereka.

Ibu Yu Tu sudah bertemu dengan Jing Jing saat Jing Jing mengunjungi Yu Tu di apartment orang tuanya, sedangkan Yu Tu bertemu dengan orang tua Jing Jing ketika mengantar Jing Jing untuk kembali ke Shanghai.

Hubungan mereka pun juga sudah diketahui oleh Manajer dan asisten Jing Jing, namun walau begitu, Yu Tu dan Jing Jing tetap ingin merahasiakan hubungan mereka di depan publik. Bahkan saat mereka menikah, Jing Jing lebih memilih pernikahan massal yang diadakan secara tertutup.


Alasannya selain karena PRIVASI, juga lebih menghemat biaya pernikahan (karena mereka cukup fokus pada gaun pengantin dan make up semata), Jing Jing juga beralasan karena mereka tidak perlu repot-repot memikirkan para tamu dan semua komentar mereka.


Misal, jika pernikahan diadakan secara sederhana dan hanya mengundang orang-orang terdekat saja, maka pasti akan ada komentar negatif yang mengatakan Qiao Jing Jing kaya tapi pelit, atau suami Jing Jing tak punya uang makanya menggelar pesta pernikahan sederhana seperti ini.

Namun jika pernikahan diadakan secara besar-besaran dan mengundang banyak tamu dan juga media, maka tetap saja akan timbul komentar negatif seperti kenapa Jing Jing mau menikah dengan pria miskin seperti Yu Tu, dan sebagainya.


Itu sebabnya, Jing Jing menginginkan pernikahan massal yang diadakan oleh institusi tempat Yu Tu bekerja. Karena selain menghemat biaya pernikahan, institusi tempat Yu Tu bekerja juga bisa dijamin kerahasiaannya.


Dan semua prediksi Jing Jing terbukti benar. Ketika berita pernikahan Yu Tu dan Qiao Jing Jing telah tersebar, respon masyarakat terlihat sangat antusias dan positif. Semua orang memuji sikap Qiao Jing Jing yang tetap low profile dan bahkan bersedia mengikuti Pernikahan Massal walaupun statusnya adalah aktris papan atas.


Kemudian adegan beralih ke lima tahun kemudian, di mana Jing Jing masih tetap menjalani aktivitas syutingnya, namun dia mulai membatasi kegiatan Variety Show mengingat usianya tak lagi muda dan tidak cocok lagi mengikuti program tersebut. Pernikahannya dengan Yu Tu pun berjalan harmonis walau mereka belum dikaruniani seorang anak.

Dan Yu Tu pun kini diangkat menjadi kepala tim menggantikan Seniornya, Guan Zhai yang sudah mengundurkan diri karena sakit, dan kini Yu Tu dan timnya serta semua orang di Lembaga Penelitian Antariksa tersebut sedang memulai misi meluncurkan sebuah roket ke luar angkasa yang diberi nama “Search For God”.

Note : Arti sebenarnya dari “Search For God” adalah “Mencari Tuhan” tapi entah kenapa di subtitle Indonesia diganti dengan nama “Dewa Pencarian”. Padahal jauh banget loh artinya “Dewa Pencarian” dan “Mencari Tuhan” itu.

Yu Tu akhirnya mendapatkan giliran untuk membawa satu orang anggota keluarga untuk melihat proses peluncuran roket tersebut secara langsung dan tentu saja orang yang diundangnya adalah sang istri tercinta, Qiao Jing Jing. Dan secara otomatis mengakhiri hubungan jarak jauh sepasang suami istri ini.

Namun walau begitu, Yu Tu tetap tak ada waktu menemani sang istri dan mereka hanya bertemu saat malam hari. Untung saja, Jing Jing adalah seorang istri yang pengertian dan tidak pernah menuntut Yu Tu untuk memberikan semua waktu Yu Tu untuknya.

Sebaliknya, Jing Jing memilih bersenang-senang dan berkeliling wilayah itu bersama para istri dan kerabat dari para staff Antariksa yang juga diundang ke sana.

Dan akhirnya hari peluncuran roket pun tiba, semua orang tampak sangat antusias namun juga berdebar saat menyaksikan detik-detik roket tersebut diluncurkan ke luar angkasa. Dan semua orang bersorak gembira saat akhirnya roket tersebut berhasil meluncur dengan sukses ke luar angkasa tanpa kendala.


Adegan terakhir ditutup dengan Qiao Jing Jing yang berdiri menunggu Yu Tu bersama para istri dan kerabat staff Lembaga Penelitian Antariksa yang lain di luar pintu gedung Lembaga Penelitian Antariksa. Yu Tu adalah orang yang terakhir keluar dari dalam Gedung itu dan dia tampak tak melihat Jing Jing di tempat itu.

Yu Tu kemudian mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, Jing Jing mengira Yu Tu akan menelponnya, namun ternyata orang pertama yang Yu Tu telepon adalah Seniornya, Guan Zhai yang dulu dirawat di Rumah Sakit.

Jing Jing tersenyum mengerti, karena bagaimanapun juga dia tahu bahwa “Search For God” ini adalah misi yang merupakan ide dari senior tersebut, jadi sudah tentu orang yang pertama kali Yu Tu hubungi untuk menyampaikan kesuksesan ini tentulah orang yang sudah mencetuskan ide tersebut.

Setelah pembicaraannya di telepon dengan sang senior berakhir, barulah Yu Tu menelpon sang istri. Dengan mata berkaca-kaca penuh haru, Yu Tu mengungkapkan kebahagiaannya bahwa impiannya telah berhasil. Saat itulah Yu Tu tahu kalau Jing Jing ternyata berdiri di belakangnya.

Jing Jing kemudian menghampirinya dan mengucapkan selamat dengan tulus karena Yu Tu akhirnya berhasil meraih Impian yang selama ini dia impikan sejak masih duduk di bangku sekolah. Mereka berpelukan dengan penuh haru kemudian berjalan pergi dari sana dengan bergandengan tangan.

————- TAMAT ———