My Rating: 8/10 (karena di beberapa episode, khususnya di episode 8, bedak Qiao Jing Jing terlalu tebal hingga membuatnya terlihat sangat tua dan itu jujur sangat mengganggu visual drama)
Douban : 6,9
MydramaList: 8,7
IMDb : 8,2
Weibo: 8,8
“You Are My Glory” menceritakan tentang kisah cinta antara aktris papan atas China, Qiao Jing Jing (Dilraba Dilmurat) dengan orang biasa, tepatnya seorang pegawai Lembaga Penelitian Antariksa, Yu Tu (Yang Yang). Yu Tu dan Qiao Jing Jing sebenarnya adalah teman sekelas saat masih SMA yang tidak sengaja bertemu kembali setelah 10 tahun lamanya melalui permainan game online, Honor Of Kings.
Karena diadaptasi dari sebuah novel terkenal, jadi sudah tentu alur cerita dalam drama ini sangat rapi, terarah dan sangat realistis untuk kaum muda yang masih dalam proses mencari jati diri, walaupun untuk alur ceritanya, ketika mencapai episode 21 ke atas terkesan sedikit melambat, namun itu tidak mengurangi pesan moral dan inti dari cerita ini.
Secara garis besar, “You Are My Glory” ini bukan hanya bercerita tentang kisah cinta biasa seperti drama-drama pada umumnya, yang hanya menyebar keromantisan dan adegan sweet di antara pemainnya.
Sebaliknya, drama ini lebih memperlihatkan bagaimana proses mencari jati diri dan perjuangan dalam meraih sebuah mimpi. Manakah yang lebih pantas diperjuangkan antara mimpi atau realitas kehidupan?
Mampukah kita tetap bersikap idealis dan mempertahankan mimpi sedangkan di sisi lain, ada perut yang harus diberi makan, ada orang tua yang perlu dibahagiakan, ada masa depan yang masih menanti di depan sana, sedangkan impian yang ingin kita raih tidak bisa memberikan kehidupan yang layak?
Yup, drama ini menceritakan bagaimana perjuangan meraih mimpi dan segala tantangan yang harus dihadapi dalam mencapai mimpi itu, juga menunjukkan realitas kehidupan bahwa tidak semua orang beruntung karena berhasil meraih mimpinya sekaligus bisa menemukan seseorang yang tulus dan bersedia berjuang bersama kita dalam meraih Impian tersebut, seperti yang dilakukan Qiao Jing Jing pada Yu Tu.
A. Dilraba Dilmurat as Qiao Jing Jing.
Qiao Jing Jing yang seorang aktris papan atas China, cantik, terkenal, bergelimang harta dan kemewahan namun bersedia menerima seorang pemuda dengan penghasilan rendah seperti Yu Tu, yang bahkan tidak memiliki banyak waktu luang untuk bersamanya karena sibuk bekerja.
Berbeda dengan drama lain yang umumnya mengisahkan tentang gadis miskin dan pria kaya, “You Are My Glory” mengisahkan sebaliknya, di mana yang kaya dan popular adalah si wanita, sedangkan si pria justru masih belum memiliki asset atau apa pun yang bisa dibanggakan padahal usianya tak lagi muda.
Namun cinta sejati membuktikan pada kita, bahwa orang yang tepat pasti akan menerima kita apa adanya dan rela berjuang bersama. Yu Tu termasuk 1% orang yang sangat beruntung di dunia ini karena berhasil mendapatkan wanita seperti Qiao Jing Jing sekaligus mewujudkan impiannya.
Sebagai aktris terkenal pun, Jing Jing sama sekali bukan sosok yang angkuh, memandang rendah orang atau gila hormat dan status, juga tidak matrealistis, sangat berbanding terbalik dengan mantan pacar Yu Tu yaitu Xia Qing, yang mengatakan mencintainya namun meninggalkannya hanya karena Yu Tu memilih mengejar impiannya yang bergaji rendah dan menolak perusahaan yang bersedia memberinya gaji tinggi.
Jing Jing pun tak pernah menuntut Yu Tu membelikannya barang-barang mewah karena dia bisa membelinya sendiri. Sosok mandiri dan tidak bergantung pada pria (seperti menuntut harus selalu ditemani setiap hari) seperti Qiao Jing Jing inilah yang memang paling tepat mendampingi Yu Tu.
Di samping itu, Jing Jing pun tidak keberatan walau harus tinggal di apartement Yu Tu yang mungil dan meninggalkan apartement mewahnya di Lujiazui, menunjukkan bahwa Qiao Jing Jing adalah wanita yang rendah hati walaupun tumbuh bergelimang harta.
Berbeda dengan Xia Qing yang tak pernah merasakan hidup mewah, tentu saat dewasa, dia ingin merasakan hidup mewah dengan menikahi seorang pria kaya. Sayangnya, Yu Tu bukanlah pria kaya yang bisa memberikannya kehidupan mewah yang selama ini Xia Qing impikan.
Sejak masa sekolah, Yu Tu adalah idola sekolah yang terkenal karena tampan, pintar, baik, percaya diri dan menjadi panutan bagi anak-anak lainnya. Sejak kecil, Yu Tu memiliki impian untuk pergi ke luar angkasa.
Dan dia sangat konsisten dengan impiannya, bahkan saat dia dewasa, Yu Tu adalah seorang pria yang sangat berambisi untuk mewujudkan mimpinya mengelilingi angkasa dan akhirnya karena perbedaan pandangan inilah yang membuat hubungan Yu Tu dan mantan pacarnya, Xia Qing akhirnya kandas di tengah jalan, karena Xia Qing menginginkan Yu Tu melepaskan impiannya demi bekerja di sebuah perusahaan keuangan yang menawarinya gaji yang sangat tinggi.
Melihat sikap Xia Qing yang seperti itu (yang meninggalkannya karena uang), membuat Yu Tu semakin insecure pada dirinya sendiri dan membuatnya berpikir bahwa dia tidak akan bisa membahagiakan Jing Jing.
Yu Tu yang dulu percaya diri pun, lama kelamaan menjadi insecure. Tanpa sadar, Yu Tu pun mulai membandingkan Jing Jing dengan Xia Qing, dan menganggap bahwa Jing Jing sama seperti Xia Qing, yang menilai segala sesuatu dari sisi ekonomi (uang) semata.
Sedangkan yang dibutuhkan Yu Tu adalah seorang gadis yang bersedia berjuang bersamanya dan untunglah dia menemukan kriteria tersebut pada diri Qiao Jing Jing.
Apalagi mengingat pekerjaan Yu Tu menuntutnya untuk stand by setiap waktu, dan karena pekerjaan termasuk dalam kategori TOP SECRET alias sangat rahasia, jadi dia kadang tidak bisa memberitahu Jing Jing di mana dia berada dan apa yang dia lakukan saat itu.
Pekerjaan Yu Tu juga menuntutnya untuk sering pergi ke wilayah gurun pasir dan tempat terpencil dalam waktu lama, dalam rangka penelitian, yang mana akan sulit untuknya berhubungan dengan dunia luar. Karena adanya keterbatasan koneksi internet dan sinyal jaringan.
Ini artinya, Yu Tu tidak akan tahu tentang keadaan Jing Jing dan tidak bisa menemani Jing Jing saat Jing Jing membutuhkannya. Inilah alasan kenapa Yu Tu menolak Jing Jing untuk kedua kalinya. Selain karena masalah ekonomi, juga karena keterbatasan waktu untuk mereka bersama.
Tapi pada akhirnya Yu Tu menemukan keberanian untuk mendekati Jing Jing. Apalagi karena dia tahu bahwa Jing Jing menerimanya apa adanya walaupun dia miskin dan berpenghasilan rendah dan tak pernah menuntutnya apa-apa, membuat perasaan Yu Tu semakin kuat.
Sekedar informasi, perbedaan ekonomi Yu Tu dan Jing Jing dalam drama diceritakan sangat timpang! Bayangkan saja! Yu Tu tinggal di pinggiran kota, dengan harga tanah berkisar 40.000 yuan per meter persegi, rumah Yu Tu berkisar 2 juta yuan.
Sementara Jing Jing tinggal di pusat kota, tepatnya di Kawasan elit Lujiazui, Shanghai dengan harga tanah berkisar 260.000 yuan per meter persegi, dan harga penthouse Qiao Jing Jing bernilai sekitar 70 juta yuan.
Butuh waktu 1,5 jam bagi Yu Tu untuk sampai ke penthouse Jing Jing di Kawasan elit Lujiazui, dengan 3 kali ganti MRT dan 1 kali naik bis. Inilah yang awalnya membuat Yu Tu ragu untuk membalas perasaan Jing Jing.
Dia merasa dirinya yang misqueen tidak pantas untuk Qiao Jing Jing yang kaya raya. Tapi, cara Jing Jing menerima Yu tu membuat Yu Tu yakin bahwa semua hal yang dia khawatirkan itu sama sekali tidak penting. Akhirnya Yu Tu pun memutuskan untuk menerima kekurangannya sendiri dan berjuang untuk membahagiakan Jing Jing dengan caranya sendiri.
Xia Qing (Gina Jin) adalah mantan pacar Yu Tu. Dia adalah wanita yang angkuh, egois, matrealistis dan berharap sang suami kelak bisa menghidupinya dengan kemewahan jadi dia tidak perlu bersusah payah bekerja di kemudian hari. Yang mana semua itu tidak cocok dengan type wanita yang disukai Yu Tu.
Yah, walaupun sebenarnya karakter Xia Qing ini bisa dibilang cukup realistis karena bagaimana pun juga pada kenyataannya, uang adalah faktor penting dalam kehidupan ini.
Bisa jadi, Xia Qing sendiri tidak memiliki keuangan yang mapan, walaupun dia diceritakan sebagai seorang pimpinan cabang namun jika dia memilih bersama Yu Tu yang secara ekonomi pas-pasan, maka sudah pasti, dialah yang akan lebih banyak mengeluarkan uang untuk menanggung biaya hidup keluarga mereka kelak.
Seperti uang sekolah anak, biaya sewa rumah, transportasi ke sekolah dan tempat kerja, lalu biaya hidup sehari-hari dan segala macam tagihan.
Berbeda dengan Qiao Jing Jing yang sejak lahir menganggap uang bukanlah masalah besar untuknya, karena dia terlahir sebagai Nona Kaya dan kini dia bekerja sebagai aktris papan atas dengan penghasilan ratusan juta yuan setiap tahunnya.
Tentu bagi Jing Jing, keuangan Yu Tu yang pas-pasan bukanlah masalah baginya, karena dia masih sanggup menanggung sebagian besar biaya hidup mereka kelak.
Xia Qing memang sangat realistis, akupun pasti akan bersikap seperti Xia Qing bila bertemu kasus seperti ini, tapi sayangnya, respekku pada Xia Qing langsung hilang ketika dia masih mengejar-ngejar Yu Tu karena dia merasa iri dan tidak rela jika Yu Tu dan Qiao Jing Jing bersama.
Xia Qing yang menganggap Qiao Jing Jing sebagai saingannya sejak SMA, merasa tidak terima saat harus menerima kekalahan dari Jing Jing dalam mendapatkan Yu Tu, membuktikan kalau dia tak lebih dari wanita angkuh dan ambisius yang tak bisa menerima kekalahan.
Yang membuatku hilang respek adalah karena sikapnya yang tampak seperti wanita murahan yang mengejar-ngejar seorang pria, mantan pacar yang dulu dia campakkan karena misqueen dan tidak punya uang, apalagi setelah sekian tahun lamanya putus. Dia yang mutusin, dia juga yang ngejar-ngejar pengen balikan.
Udah gitu niatnya bukan tulus mencintai tapi karena IRI dan takut kalah saingan sama Qiao Jing Jing, padahal Jing Jing tak pernah menganggap Xia Qing sebagai saingannya.
Jadi di mata Xia Qing, Yu Tu bukanlah manusia yang punya perasaan, melainkan sebuah "Piala Kemenangan" yang bisa dia banggakan ke semua orang. Hanya sebuah prestasi dan pencapaian tertinggi.
Di mata Xia Qing, adalah sebuah kemenangan yang bergengsi bila bisa mendapatkan Yu Tu yang notabene-nya adalah pria tampan, cerdas, populer dan diidolakan semua orang saat masih SMA.
Untung saja, kemunculan Xia Qing hanya 2 episode saja, kalau nggak, uda emosi liat nih cewek satu. Udah gak cantik, sombong pula, padahal dia bukan siapa-siapa. Yang aktris terkenal aja tetap rendah hati, lah Xia Qing just Nobody aja sombongnya gak ketulungan.
2. Alur Cerita.
Walaupun di episode pertengahan, alur cerita sedikit melambat. Namun proses Yu Tu menerima keadaan inilah yang sesungguhnya menjadi highlight dalam drama ini. Bagaimana pergulatan batin Yu Tu dalam menghadapi kenyataan bahwa mimpinya ternyata tidak bisa membahagiakan orang-orang di sekitarnya. Bagaimana mimpinya tidak bisa membuatnya hidup nyaman bergelimang harta seperti teman-temannya yang lain.
Tapi, takdir yang kembali mempertemukannya dengan Qiao Jing Jing ternyata bisa mengubah penilaiannya terhadap semua yang dia jalani selama ini.
1. Tidak apa-apa memiliki sebuah mimpi.
2. Tidak apa-apa tertinggal dari semua teman yang lain.
3. Tidak apa-apa walaupun kita tidak sempurna dalam segala hal.
Karena semua hal itu memiliki waktunya sendiri. Ingatlah kalau “Tuhan pasti akan menjadikan segala Sesuatu itu indah pada waktu-Nya.” – Pengkhotbah 3:11
Sama seperti Qiao Jing Jing yang hadir di saat yang tepat dalam hidup Yu Tu, saat Yu Tu sedang terpuruk, Jing Jing datang bagaikan cahaya terang dan bintang penunjuk arah untuknya.
Atau seperti Yu Tu, yang hadir dalam hidup Jing Jing sekali lagi dan membuat cinta pertamanya akhirnya terbalas walaupun dia harus menunggu selama 10 tahun lamanya.
Itu adalah bukti bahwa “Tuhan akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktu-Nya“. Dan yang bisa kita lakukan selain berdoa dan berusaha, adalah menerima keadaan kita. Jika kita memang ditakdirkan untuk meraih mimpi itu, maka kita pasti akan meraihnya, entah kapan itu, hanya Tuhan yang tahu.
Namun yang pasti, kita tidak perlu MENGUKUR WAKTU KITA dan membandingkannya DENGAN ORANG LAIN, karena TIMING setiap orang tidaklah sama!
Drama ini memperlihatkan bagaimana Yu Tu berusaha meraih cinta dan mimpinya, serta pergulatan hidup dan tekanan batin yang harus dia hadapi sebelum menuju ke sana.
Setelah eps 21, penonton tidak hanya disuguhi oleh hal-hal yang manis dan romantis antara Yu Tu dan Jing Jing, namun juga diajarkan bagaimana cara mempertahankan hubungan agar tetap langgeng walau berada dalam fase LDR. Kepercayaan dan menjaga hati, itu kunci yang paling penting di sini.
Lalu saat mendekati akhir, kita akan melihat juga bagaimana komunikasi yang terjalin antara dua orang yang ingin mengikat janji sehidup semati.
Qiao Jing Jing dan Yu Tu yang awalnya tidak sepaham dengan konsep pernikahan mereka akhirnya bisa menyelesaikan masalah ini dengan damai, dengan berpikir dewasa, menimbang segala hal dari segala sisi yang berbeda dan mencapai kesepakatan tanpa perlu melibatkan pertengkaran antara sepasang kekasih.
Penonton dibuat kagum dengan cara berpikir Qiao Jing Jing yang sederhana dan rendah hati, yang mengusulkan ide Pernikahan Massal padahal dia adalah aktris terkenal yang punya banyak uang. Walaupun Yu Tu awalnya tidak menyetujui, karena dia ingin memberikan Pesta Pernikahan yang layak untuk wanita yang dicintainya, tidak peduli walau dia harus menguras seluruh tabungannya.
Jika itu adalah Xia Qing, aku yakin dia pasti akan menggelar Pesta Pernikahan Mewah yang mengundang 2000 orang tamu hanya untuk menyombongkan dirinya. Ingat, Xia Qing selalu menganggap Yu Tu sebagai Piala Kemenangan, sesuatu yang bergengsi yang harus dia banggakan dan pamerkan kepada semua orang.
Boro-boro Pernikahan Massal, yang ada malah mungkin untuk gaun pengantin saja, Xia Qing akan memakai yang paling mahal. Untung saja bukan Xia Qing wanita yang akan dinikahi oleh Yu Tu.
Yang membuatku kagum adalah Jing Jing mengajarkan pada kita untuk selalu rendah hati, tidak peduli setinggi apa pun posisi kita dan sebanyak apa pun kekayaan yang kita miliki. Terbukti, tindakan Jing Jing dan Yu Tu mengikuti pernikahan massal mendatangkan simpati tinggi dari publik, meski awalnya mereka dianggap melakukan itu karena Yu Tu tidak memiliki uang, namun akhirnya publik justru balik memuji Jing Jing sebagai public figure yang rendah hati.
Sekali lagi, menurutku drama ini tidak hanya fokus pada cerita cintanya saja, tapi juga memperlihatkan proses tumbuh bersama sebagai manusia.
Kita akan diperlihatkan bagaimana seorang pria seperti Yu Tu, yang sedikit angkuh dan punya harga diri tinggi (karena merasa selalu berada di atas mengingat dia selalu menjadi Ranking 1 saat di sekolah maupun kuliah) bahkan bisa merasa rendah diri saat melihat teman-teman seusianya sudah sukses dan mapan, sementara dia masih belum mapan dan bahkan masih galau memilih antara mengejar mimpinya atau mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih besar.
Bagaimana Yu Tu berusaha keras menekan egonya dan mulai menerima keadaannya dan juga menerima realitas kehidupan, lalu perlahan menstabilkan perasaannya, hingga kemudian membuatnya mampu melihat dunia dari sisi yang berbeda.
Juga bagaimana Yu Tu mengakui kesalahannya kalau dia tidak bisa dan tidak boleh hanya menilai seseorang dari penampilannya saja tanpa mengenal seseorang itu terlebih dahulu (seperti dulu dia menilai Jing Jing sebagai gadis kaya yang pemalas yang nyatanya tidak begitu).
Begitu pun dengan Jing Jing. Menurutku, Jing Jing adalah seorang yang punya pikiran dewasa sejak SMA. Dia tak hanya modal wajah cantik semata, tapi juga baik hati, rendah hati, berani dan pantang menyerah.
Walau dalam hal percintaan dia tidak beruntung, tapi dia tidak lantas hidup untuk meratapinya. Sebaliknya, Jing Jing terus bergerak maju menjadi sosok yang lebih baik, dan apa yang dia alami sebelumnya, dia jadikan sebagai acuan untuk menjadi sosok yang sukses seperti sekarang.
Untuk kalian yang menginginkan tontonan romantis namun sarat arti, drama ini layak dijadikan rekomendasi.
Sepanjang menikmati romantisme cinta antara Jing Jing dan Yu Tu, kita juga bisa belajar tentang makna kehidupan seperti perjuangan meraih mimpi, realitas kehidupan di dunia nyata ini, proses penerimaan diri sendiri, berani mengakui kekurangan diri, kesetiakawanan, kemanusiaan, kekeluargaan, bahkan patriotisme.
Rasanya ikut bangga dan terharu saat melihat Yu Tu berhasil meluncurkan roket “Search For God” di akhir episode. Rasanya ikut senang karena Impian Yu Tu menjadi kenyataan, karena tidak semua orang beruntung bisa mewujudkan impiannya.
Harus diakui, chemistry antara Yang Yang dan Dilraba Dilmurat memang cukup sempurna. Terbukti hampir semua orang yang menonton drama ini berharap mereka menjadi pasangan sebenarnya di dunia nyata. Bahkan mungkin saja, kalian adalah salah satunya.
4. Stylist dan Make Up Artist.
Yang agak sedikit mengganggu bagiku adalah bedak Qiao Jing Jing yang di beberapa episode terlihat terlalu tebal hingga membuatnya justru terlihat sangat tua.
Seperti contoh adegan di atas, kalau tidak salah ingat adegan itu ada di episode 8 (atau episode 9), adegan sebelum Yu Tu dan Jing Jing makan malam di luar dan bertemu dengan Profesor (gurunya Yu Tu) dan kemudian mereka bertengkar.
Itu bedaknya tebal banget saat Jing Jing berada di penthouse-nya dan berusaha naik level game sebagai syarat agar mereka bisa makan di luar.
I mean, come on! Kulit Dilraba Dilmurat sudah putih, lalu kenapa masih memberinya make up begitu tebal dan seperti memakai topeng? Make up minimalis dan natural lebih cocok untuknya daripada make up tebal yang membuatnya justru terlihat tua.
Wajah Dilraba memang cantik, tapi karena struktur wajahnya terlalu lonjong (bukan dagu runcing tapi wajahnya yang lonjong) jadi membuatnya terlihat lebih dewasa dari usia sebenarnya, istilah kasarnya “ber-MuTu alias BerMuka TUa”. Jadi kalau sampai dia salah mengoleskan make up, jadinya malah terlihat ketuaan.
Berbeda dengan seseorang yang memiliki struktur wajah bulat, yang umumnya memberikan kesan lebih muda dan terlihat imut, seseorang dengan wajah lonjong memang cenderung terlihat “Ber-MuTu”, contoh lainnya adalah Yoona SNSD yang memiliki struktur wajah yang sama dengan Dilraba.
Tapi selain make up Dilraba yang kurang cocok di beberapa episode, untuk alur cerita, pesan moral yang ingin disampaikan (kecuali adegan making love di luar nikah, gak ada pesan moralnya itu. Tidak untuk ditiru!), akting para aktor dan CGI saat bermain game yang terlihat sangat halus dan natural, semuanya layak diacungi jempol.
Itu bedaknya tebal banget saat Jing Jing berada di penthouse-nya dan berusaha naik level game sebagai syarat agar mereka bisa makan di luar.
I mean, come on! Kulit Dilraba Dilmurat sudah putih, lalu kenapa masih memberinya make up begitu tebal dan seperti memakai topeng? Make up minimalis dan natural lebih cocok untuknya daripada make up tebal yang membuatnya justru terlihat tua.
Berbeda dengan seseorang yang memiliki struktur wajah bulat, yang umumnya memberikan kesan lebih muda dan terlihat imut, seseorang dengan wajah lonjong memang cenderung terlihat “Ber-MuTu”, contoh lainnya adalah Yoona SNSD yang memiliki struktur wajah yang sama dengan Dilraba.
Tapi selain make up Dilraba yang kurang cocok di beberapa episode, untuk alur cerita, pesan moral yang ingin disampaikan (kecuali adegan making love di luar nikah, gak ada pesan moralnya itu. Tidak untuk ditiru!), akting para aktor dan CGI saat bermain game yang terlihat sangat halus dan natural, semuanya layak diacungi jempol.
Entah ada berapa total lagu tema yang ada dalam drama ini, tapi hanya tiga saja yang kusukai, yaitu: Opening Song "Firework Stars", lalu Ending Song "Time Monolog" dan insert song "Fall In Love". Lagu tema "Fall In Love" muncul saat Yu Tu dan Jing Jing kencan naik kapal boat lalu ciuman di tengah danau, tepat sehari setelah mereka pacaran. Itu adegan yang paling kuingat.
Kalau "Time Monolog" itu adalah lagu yang dinyanyikan Qiao Jing Jing saat reuni sekolah. Tapi waktu itu Dilraba lipsync karena lagunya sama persis dengan yang di ending drama. Jadi uda keliatan kalau lipsync karena itu bukan suara Dilraba melainkan original soundtracknya. Adegannya di bawah ini. Inget, kan?
Sebenarnya, di blogku "Asian Stars" yang dihapus oleh Google dengan tidak adil, aku sudah mengartikan semua lagunya, tapi mau gimana lagi kalau semuanya musnah dalam sekejap karena kesalahan sistem T__T *nangis guling-guling* Nanti kalau draftnya ketemu, aku bakal posting ulang.
~~~
Sekian review dariku, jika kalian tidak setuju, harap diingat bahwa semua orang memiliki pendapat masing-masing dan pendapat semua orang tidaklah sama. Darah boleh sama merah, tapi isi kepala setiap orang tidak mungkin sama.
Apa yang menurutku bagus, belum tentu bagi kalian juga bagus, begitu juga sebaliknya. Semuanya tetap kembali ke selera masing-masing orang.
Credit Pict: As Tagged.
Warning:
Tolong jangan dicopy paste seenak jidat tanpa ijin ya! Sakit rasanya waktu tahu ada banyak akun di Youtube yang bikin lagu terjemahan Mandarin dan Korea yang nyomot dari hasil terjemahanku tanpa menyertakan kredit atau namaku sebagai penterjemahnya (mereka nyomot jauh sebelum blog lamaku dihapus). Uda gitu aku gak bisa klaim hak cipta karena blogku "Asian Stars" baru aja dihapus youtube. Itu sangat menyakitkan! Ibarat melihat perampok datang ke rumahku, tapi aku gak bisa apa-apa selain membiarkan rumahku dirampok di depan mataku! Hargailah usaha orang lain! Tolong jangan jadi orang yang gak punya hati nurani! Ingatlah bagi yang islam, "Siapa yang mempersulit orang lain, di neraka mereka akan dipersulit!"
~~~
Sekian review dariku, jika kalian tidak setuju, harap diingat bahwa semua orang memiliki pendapat masing-masing dan pendapat semua orang tidaklah sama. Darah boleh sama merah, tapi isi kepala setiap orang tidak mungkin sama.
Apa yang menurutku bagus, belum tentu bagi kalian juga bagus, begitu juga sebaliknya. Semuanya tetap kembali ke selera masing-masing orang.
Credit Pict: As Tagged.
Warning:
Tolong jangan dicopy paste seenak jidat tanpa ijin ya! Sakit rasanya waktu tahu ada banyak akun di Youtube yang bikin lagu terjemahan Mandarin dan Korea yang nyomot dari hasil terjemahanku tanpa menyertakan kredit atau namaku sebagai penterjemahnya (mereka nyomot jauh sebelum blog lamaku dihapus). Uda gitu aku gak bisa klaim hak cipta karena blogku "Asian Stars" baru aja dihapus youtube. Itu sangat menyakitkan! Ibarat melihat perampok datang ke rumahku, tapi aku gak bisa apa-apa selain membiarkan rumahku dirampok di depan mataku! Hargailah usaha orang lain! Tolong jangan jadi orang yang gak punya hati nurani! Ingatlah bagi yang islam, "Siapa yang mempersulit orang lain, di neraka mereka akan dipersulit!"
.jpg)
.jpg)





.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)



.jpg)


.jpg)

.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)




.jpg)


.jpg)


.jpg)

.jpg)

.jpg)

.jpg)
.jpg)
.jpg)