Tampilkan postingan dengan label Drama China. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama China. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2026

Sinopsis Lengkap : Chinese Paladin 4 (Ep 14-23)

Sinopsis Ep 14 – 23:
Begitu Yun Tian He dan rombongannya tiba di Qiong Hoa, tanggapan semua orang di Qiong Hoa sangat tidak bersahabat. Semua orang di Qiong Hoa, menuduh Yun Tian Qing sebagai pengkhianat perguruan.

Orang yang paling sangat menentang kehadiran Yun Tian He sebagai murid Qiong Hoa adalah Tetua Zhong Guang dan Tetua Xu Zhao. Namun karena Ketua Sekte, Su Yao dengan segala alasan membiarkan mereka tinggal, akhirnya baik Tetua Chong Guang dan Tetua Xu Zhao tidak memiliki alasan untuk menolak.

Su Yao tidak akan membiarkan Yun Tian He pergi karena jika Yun Tian He pergi, maka Pedang Wang Shu juga pasti akan dibawa pergi oleh Tian He.

Apalagi Yun Tian He mengatakan dengan tegas, “Pedang Wang Shu adalah peninggalan ayahku. Dan tidak ada orang lain yang bisa memegangnya selain aku. Jika aku pergi maka pedang Wang Shu juga akan ikut bersamaku.”


Jadi satu-satunya cara untuk mendapatkan Pedang Wang Shu adalah dengan menahan pemiliknya saat ini, yaitu Yun Tian He. Akhirnya demi agar Pedang Wang Shu kembali ke Qiong Hoa, Yun Tian He dan teman-temannya (Ling Sha dan Meng Li) diterima sebagai murid.

Ketiga orang itu meminta Ketua Sekte Su Yao agar mengijinkan mereka menjadi murid Murong Zhi Ying. Ketua Sekte menerima permintaan mereka asalkan Pedang Wang Shu dikembalikan ke Qiong Hoa.

Yun Tian He yang tidak pernah berprasangka buruk pun dengan tanpa kecurigaan mengembalikan Pedang Wang Shu ke sekte Qiong Hoa. Tian He berpikir bila pedang Wang Shu memang adalah milik sekte Qiong Hoa yang dibawa pergi oleh sang ibu saat kedua orang tuanya melarikan diri saat itu.

Saat di sekte Qiong Hoa, Yun Tian He harus menelan pil pahit ketika semua orang memusuhinya dan menghina ayah yang selalu dibanggakannya. Puncaknya saat papan nama nisan sang ayah harus hancur saat dia dikeroyok massa. Sebenarnya yang menghancurkan papan nama itu adalah Xuan Ye dengan kekuatan spiritualnya.

Xuan Ye adalah seniornya yang di luar terlihat baik namun menyimpan kebencian dalam hatinya karena mengira Yun Tian Qing adalah orang yang telah membunuh sang ayah, Xuan Zhen. Namun akhirnya terungkap bahwa Xuan Ye adalah seorang anak perempuan yang lahir dari hasil perzinahan antara guru (Xuan Zhen) dan muridnya, Jing Chi.

Dan Yun Tian Qing bukanlah orang yang membunuh sang ayah, melainkan sang ayah terbunuh oleh siluman dalam pertempuran 19 tahun yang lalu. Merasa malu dengan identitasnya yang merupakan putri hasil perzinahan, Xuan Ye memilih bunuh diri.

Namun walau begitu, karena tidak ada yang tahu mengenai kebenaran itu (karena sengaja ditutupi demi melindungi nama baik Xuan Ye), Yun Tian He tetap dimusuhi oleh saudara-saudara seperguruannya.

Semua orang menganggap Yun Tian Qing pengkhianat, hanya satu orang yang tidak memusuhinya dan bahkan menunjukkan sikap hangat pada mendiang kedua orangtuanya. Orang itu adalah Xuan Xiao.


Xuan Xiao adalah orang pertama yang menunjukkan kesan hangat setiap kali berbicara tentang kedua orang tuanya, khususnya saat berbicara mengenai sang Ibu, Su Yu. Ternyata Xuan Xiao adalah sahabat dari kedua orang tua Tian He. Dan dia jatuh cinta pada Su Yu (Ibu Tian He) yang merupakan pasangan Pedang Ganda miliknya, yaitu penguasa Pedang Wang Shu.

Namun cinta Xuan Xiao bertepuk sebelah tangan karena Su Yu mencintai Yun Tian Qing dan memilih melarikan diri dari sekte Qiong Hoa dan meninggalkannya terluka seorang diri. Xuan Xiao yang sejak kecil mengalami sakitnya ditinggalkan oleh orang-orang yang dia sayang, akhirnya menjadi tidak percaya pada siapapun lagi.

Dimulai saat berusia delapan tahun, dia diramal oleh seorang peramal yang mengatakan kalau dia adalah reinkarnasi dari Monster Kekeringan. Keluarganya serta merta percaya dan mulai menjauhinya, puncaknya saat terjadi kebakaran hebat di desanya dan menewaskan banyak penduduk desa.

Ayahnya yang percaya dengan ramalan itu berniat membunuh Xuan Xiao kecil untuk menghapus kesialan. Demi membela diri, Xuan Xiao akhirnya tak sengaja membunuh kedua orang tuanya, kemudian melarikan diri ke sekte Qiong Hoa.

Di sekte Qiong Hoa, dia juga dijauhi oleh teman-temannya karena mereka mengetahui bahwa Xuan Xiao sudah berlumur darah orangtuanya.


Hanya Yun Tian Qing yang saat itu membelanya dan bahkan rela berkelahi dengan teman seperguruan yang menghina Xuan Xiao. Mereka bersahabat baik hingga Su Yu datang menjadi adik seperguruan mereka. Mereka bertiga pun menjadi sahabat.

Seiring waktu, baik Xuan Xiao dan Yun Tian Qing sama-sama jatuh hati pada Su Yu. Tapi Su Yu lebih menyukai Yun Tian Qing yang ceria dan bebas namun baik hati, dibandingkan dengan Xuan Xiao yang cerdas dan pendiam namun sangat ambisius.

Apalagi ketika mendengar kabar bahwa Ketua Sekte mereka yaitu Tai Qing ingin menjadi Dewa dengan menggunakan cara cepat yaitu dengan menempa dua Pedang ganda Yin dan Yang kemudian mengarahkan kekuatannya ke arah Kristal Kecubung di dunia Siluman agar bisa menyerap kekuatan Kristal itu dan menjadi Dewa. Tai Qing tidak peduli meski tindakannya itu menyebabkan kehancuran dunia Siluman yang bernama Dunia Huan Ming.

Su Yu memberitahu hal itu kepada kedua sahabatnya, yaitu Yun Tian Qing dan Xuan Xiao. Yun Tian Qing memilih untuk percaya dan ingin menghentikan musibah ini, namun Xuan Xiao memilih untuk tidak percaya pada Su Yu karena berambisi menjadi Dewa untuk membuktikan pada semua orang yang pernah menindasnya bahwa Xuan Xiao tidak bisa diremehkan.

Tak punya pilihan, Su Yu akhirnya memutuskan untuk menarik Pedang kemudian melarikan diri di tengah pertempuran.


Xuan Xiao yang terluka batin dan fisiknya, akhirnya menjadi menggila. Gadis yang dia cintai memilih meninggalkannya dan pergi dengan sahabatnya begitu saja, tidak peduli walau dia terluka parah.

Akhirnya untuk menghentikan Xuan Xiao yang semakin menggila, ketiga Tetua yaitu Tetua Qing Yang, Tetua Zhong Lian, Tetua Zhong Guang dan dibantu oleh Su Yao, menyegel Xuan Xiao di dalam lapisan es selama 19 tahun lamanya.

Selama 19 tahun hati Xuan Xiao menjadi dingin. Hingga kedatangan Yun Tian He yang perlahan-lahan mencairkan hatinya yang beku. Yun Tian He adalah orang pertama yang tidak menganggapnya musuh yang harus dihancurkan, melainkan menganggapnya sebagai seorang keluarga.

Yun Tian He bahkan rela terluka parah saat Tetua Zhong Guang memaksa ingin merebut giok Zhao milik ibunya yang merupakan kunci pembuka wilayah terlarang tempat di mana Xuan Xiao terpenjara dalam lapisan es selama 19 tahun.

Tetua Zhong Guang ingin menghabisi Xuan Xiao dan giok Zhao milik ibu Tian He adalah kunci pembuka wilayah itu. Tapi Yun Tian He menolak memberikannya meski dia harus terluka berdarah-darah demi melindungi Xuan Xiao. Xuan Xiao yang mendengar semua itu menjadi sangat tersentuh.

Saat kedua kalinya Tetua Zhong Guang mencuri giok Zhao milik Tian He dan menerobos masuk, Tian He segera memanggil Ketua Sekte Su Yao untuk menghentikan Tetua Zhong Guang. Walau dalam pertempuran itu, Yun Tian He terluka parah namun dia tetap berusaha sekuat tenaga melindungi Xuan Xiao.


Tian He bahkan rela mati demi menyelamatkan seseorang yang sudah dia anggap sebagai keluarganya. Tian He berkata bahwa apa pun yang terjadi, Tian He tidak akan meninggalkan Xuan Xiao sendiri. Melihat ketulusan Tian He padanya membuat Xuan Xiao tersentuh.

Dalam pertempuran melawan Tetua Zhong Guang, Tian He secara ajaib dapat menarik kedua pedang ganda, Pedang Wang Shu dan pedang Xi He untuk mengalahkan Tetua Zhong Guang.

Walau sudah memegang kedua Pedang Ganda, Tian He tetap tidak bisa mengalahkan Tetua Zhong Guang yang sudah menembus Alam. Dan karena Tian He sudah menghalangi langkahnya, Tetua Zhong Guang berniat membunuh Tian He.

Melihat Tian He sudah terluka, Xuan Xiao pun mengerahkan semua kekuatannya yang sudah dia kumpulkan selama 19 tahun untuk memecahkan es, untuk menyelamatkan nyawa Tian He.

Tentu saja Xuan Xiao berhasil, dia membuat kekuatan kultivasi Tetua Zhong Guang menghilang serta mengubahnya menjadi seorang kakek tua yang lemah.

Tian He selamat namun Xuan Xiao yang sebelumnya sudah berhasil memecahkan setengah lapisan es harus kembali terkurung sepenuhnya dan hanya tersisa kepalanya saja, karena kekuatannya sudah habis tak tersisa.


Merasa bersalah karena membuat kakak angkatnya terluka, Tian He berjanji akan mencari dan menemukan tiga senjata dingin (semacam benda pusaka) yang bisa mereka gunakan untuk memecahkan lapisan es yang memerangkap Xuan Xiao.

Ketiga benda itu adalah :
1. Buah Sou Lou, Ketua Sekte Su Yao mendapatkannya dari Tetua Qing Yang dan dan langsung diberikan pada Xuan Xiao.
2. Lukisan Dingin Guang Ji, yang peta lokasinya pernah dicatat dalam buku peninggalan keluarga Han.
3. Sisik Kun, yang ternyata disembunyikan di dalam Gua tempat orang tua Tian He dimakamkan di puncak Gunung Qing Luan.

Yun Tian He berjanji akan pergi mencari dua senjata dingin lainnya agar bisa memecahkan es yang memerangkap Xuan Xiao. Dan karena keteguhan dan ketulusan hati Tian He inilah yang membuat hati Xuan Xiao tersentuh.

Tian He dengan lantang berkata, “Aku tidak takut. Anda sudah menjadi keluarga Tian He, bagaimana mungkin aku tidak peduli pada Anda? Jika kedua orangtuaku masih hidup, mereka pasti akan membantu Anda.”

Ketua Su Yao juga menyarankan agar Tian He mencobanya, “Adik seperguruan, biarkan Tian He mencobanya. Yang membedakan Tian He dengan Tetua Zhong Lian adalah bakatnya dan kekuatan spiritualnya yang membuatnya tidak akan terluka karena hawa dingin.

Mendengar itu, akhirnya dengan berat hati, Xuan Xiao mengijinkan Tian He pergi mencari kedua benda pusaka itu sembari berpesan, “Yun Tian He, jika bertemu bahaya, kamu harus ingat untuk melindungi nyawamu sendiri.”

Dengan tersenyum lega, Tian He berjanji akan menjaga dirinya baik-baik, “Jangan khawatir, Tetua Xuan Xiao. Aku pasti akan melindungi diriku sendiri dan membawa dua buah senjata dingin Kembali pada Anda.”

Xuan Xiao memberikan kekuatannya pada Tian He untuk melindungi diri dan juga menarik Pedang Wang Shu dari dalam es untuk dikembalikan pada Tian He, “Pedang Wang Shu ini, kau bawa saja, pedang itu bisa membantumu.”


Tian He tersenyum tulus dan berjanji akan segera kembali, “Jangan khawatir, Tetua Xuan Xiao, tunggulah aku kembali.”

Xuan Xiao mengangguk dan berpesan singkat, “Berhati-hatilah,” sebelum Tian He melangkah keluar dari dalam sana. Xuan Xiao mengiringi kepergian Tian He dengan tersenyum sayang. Sepertinya hati Xuan Xiao sudah menghangat karena Tian He.

Tapi Su Yao yang menyadari ini terlihat tidak senang, “Adik seperguruan, tatapan lembutmu ini dulu hanya kau berikan untuk Su Yu. Sekarang kau memberikannya pada anaknya. Kapan kau bisa memberikannya padaku?”

Su Yao sepertinya masih menyimpan cinta mendalam dalam hatinya untuk Xuan Xiao jadi tidak peduli sejahat apa pun Xuan Xiao padanya, walau tak pernah sedikitpun memberikan kelembutan dan tak pernah membalas cintanya, Su Yao tetap mencintai Xuan Xiao dan ingin selalu berada di sisinya. Ya, cinta memang gila.

Bersambung...

Credit Pictures : As tagged (all pictures belongs to owners)

Sebelumnya => 
Ep 1 -13
Selanjutnya =>
Ep 24 – 29
Ep 30 – 32
EP 33
Ep 34
Ep 35
Ep 36


Sinopsis Lengkap : Chinese Paladin 4 (Ep 1-13)

Cerita dimulai dengan kejadian 19 tahun yang lalu, saat terjadi pertempuran antara ras Manusia yang dipimpin oleh Sekte Qiong Hoa melawan Ras Siluman. Sekte Qiong Hua sebagai pemimpin dari 8 Sekte Kunxu, dengan menggunakan semua sumber daya, menempa dua pedang pusaka yaitu pedang Wang Shu dan pedang Xi He (dikenal sebagai sepasang pedang ganda “Yin dan Yang”).

Ketua sekte Qiong Hua saat itu yaitu Pendeta Tai Qing, bekerja sama dengan pasangan pedang ganda melawan pasukan dari dunia Siluman dengan menggunakan kekuatan dari kedua Pedang ganda agar dapat menembus Kristal Kecubung yang berada di dalam Dunia Huanming di wilayah Klan Siluman.

Kelak diketahui jika Pendeta Tai Qing sebenarnya berambisi ingin menjadi Dewa, bahkan tak segan-segan menggunakan nyawa murid-muridnya sendiri sebagai tumbal demi melaksanakan ambisinya.


Mengetahui rahasia gelap tersebut, Su Yu (Ibu Yun Tian He) sebagai penguasa Pedang Wang Shu, memutuskan untuk menarik pedang dan meninggalkan area pertempuran bersama kekasihnya, Yun Tian Qing. Sejak saat itu, pedang Wang Shu menghilang dari dunia.

Tanpa adanya Pedang
Wang Shu, pilar pertahanan runtuh dalam sekejap. Tak hanya itu, Xuan Xiao sebagai penguasa Pedang Xi He yang tak sanggup bertahan sendiri menahan kekuatan pedang, terluka karena serangan balik aura pedang.

Tanpa bantuan kekuatan pedang ganda, pendeta Tai Qing berhasil dibunuh oleh Ketua Siluman dan meninggal dalam pertempuran, dan sekte Qiong Hua mengalami kerusakan parah hingga menyebabkan 3000 murid Sekte Qiong Hoa tewas mengenaskan dalam pertempuran tersebut. Sementara Xuan Xiao kerasukan Iblis dan menyebabkannya harus disegel di dalam bongkahan es agar tidak kembali mengacau.

19 tahun kemudian...
Yun Tian Qing dan Su Yu, yang telah pergi meninggalkan Sekte Qiong Hoa memilih hidup terisolasi di atas sebuah gunung bernama Puncak Gunung Qing Luan. Mereka menikah dan memiliki seorang putra bernama Yun Tian He. Namun setelah melahirkan sang putra, Su Yu pun meninggal dunia.


Yun Tian He (diperankan oleh Chen Zhe Yuan) sama sekali tidak tahu mengenai masa lalu kedua orang tuanya dan hidup dengan riang gembira di atas puncak gunung Qing Luan.

Hingga suatu hari, Yun Tian Qing meninggal dunia dan meninggalkan Tian He remaja untuk tumbuh seorang diri di puncak gunung Qing Luan dengan hanya ditemani oleh dua ekor siluman babi. Sebelum meninggal, Yun Tian Qing mewariskan padanya sebuah pedang.

Sepeninggal sang ayah, karena tak pernah bertemu siapa pun sepanjang hidupnya, kecuali sang ayah dan dua ekor siluman babi, Yun Tian He tumbuh menjadi pemuda yang lugu, polos, tulus, baik hati, setia kawan, berani dan tak pernah sekalipun memiliki pikiran buruk kepada orang lain.


Suatu hari, datang seorang gadis muda yang cantik bernama Han Ling Sha (diperankan oleh Ju Jing Yi) yang berprofesi sebagai perampok makam. Han Ling Sha diperintahkan oleh seorang pria misterius bernama Xuan Ying, untuk mencari dan merebut sebuah pedang pusaka dan kemudian mengantarkannya ke Sekte Qiong Hoa, dengan imbalan sebuah pil obat yang dapat menyembuhkan penyakit hawa dingin kakak sepupunya, Han Ling Xiang.

Pil obat itu bernama Pil Buah Fuyao dan pedang yang harus dia dapatkan itu adalah Pedang Wang Shu, yang merupakan pedang peninggalan ayah Tian He.

Dengan mengandalkan kompas spiritual akhirnya mengarahkannya sampai ke puncak gunung Qing Luan dan bertemu dengan Yun Tian He yang awalnya berpikir jika Han Ling Sha adalah siluman babi yang sedang menyamar.

Demi obat untuk menyembuhkan kakak sepupunya, Han Ling Sha nekat merusak pintu makam dan menerobos masuk makam yang berisi jenasah orang tua Tian He tersebut.



Pertemuan keduanya menyebabkan beberapa kejadian aneh, salah satunya adalah membangkitkan kekuatan spiritual Pedang Wang Shu yang telah lama tertidur, saat Han Ling Sha tak sengaja menyentuh pedang tersebut.

Kelak diketahui kalau Han Ling Sha adalah penguasa Pedang Wang Shu yang baru, namun sepertinya itu tidak memberikan efek apa-apa dalam cerita, karena dari awal hingga akhir, Ling Sha tidak pernah mampu memegangnya apalagi menggunakan pedang itu.

Ling Sha selalu merasa pusing bila bersentuhan dengan Pedang Wang Shu, dia hanya pernah menyentuh, berbarengan dengan Yun Tian He namun tak pernah benar-benar memegangnya seorang diri.

Hanya Yun Tian He satu-satunya orang yang sejak awal hingga akhir memiliki kemampuan memegang dan memakai pedang Wang Shu ataupun Pedang Xi He.


Itu karena Yun Tian He terlahir dengan kekuatan spiritual Yin Yang Zhi Que yaitu memiliki tubuh yang PALING YANG dan PALING YIN. Jadi walaupun dia bukan penguasa Pedang Wang Shu maupun Pedang Xi He, dia tetap mampu memegang kedua pedang tersebut dengan mudah tanpa kesulitan apa pun.

Dan sepertinya, Han Ling Sha diceritakan sebagai penguasa pedang Wang Shu pun hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa penguasa Pedang Wang Shu HARUS WANITA dan penguasa Pedang Xi He HARUS PRIA, agar terlihat seperti Pedang Ganda Sepasang, Yin dan Yang.

Jadi kalau dibuat Yun Tian He sebagai penguasa Pedang Wang Shu, maka jadinya akan Yang dan Yang, gak cocok dengan konsep SEPASANG, karena kata “sepasang” itu umumnya untuk pria dan wanita.


Tapi sesungguhnya, peran Han Ling Sha dalam drama sama sekali tidak berguna, selain sebagai :
1. Pacar Tian He.
2. Untuk membawa Yun Tian He turun dari puncak gunung Qing Luan karena dia diperintahkan untuk membawa Pedang sekaligus orang yang mampu membawa pedang tersebut ke Sekte Qiong Hoa serta,
3. Memprovokasi Yun Tian He dengan ucapan manis “mencari masa lalu sang ayah dan rahasia kenapa Pedang Wang Shu diperebutkan banyak orang” supaya Tian He bersedia turun gunung dan pergi bersamanya.

Benar. Yun Tian He turun gunung karena bujukan manis dari Han Ling Sha dengan iming-iming mencari masa lalu Yun Tian Qing (ayah Tian He).

Ling Sha berpikir bila dia tidak bisa memegang pedang tersebut, maka satu-satunya cara agar misinya berhasil adalah dengan dengan membawa Yun Tian He ikut serta bersamanya menuju ke Sekte Qiong Hoa dan mengantarkan sendiri pedang tersebut. Han Ling Sha memiliki seribu akal licik untuk membohongi Yun Tian He yang polos dan lugu.

Dalam perjalanan menuju Perguruan Qiong Hoa, Yun Tian He dan Han Ling Sha bertemu banyak sekali siluman yang sangat ingin merebut Pedang Wang Shu dari tangan Tian He.

Han Ling Sha berkali-kali hampir terbunuh (emang dasar cewek beban) dan Yun Tian He berkali-kali menyelamatkan dan berkorban demi dirinya.


Peran Han Ling Sha di sini hanya untuk dijadikan sandera dan ditangkap agar Yun Tian He menyerahkan Pedangnya dan akhirnya ikut ditangkap juga. Pernah suatu kali, demi membunuh Bei Ke yang sudah memerangkap jiwa Ling Sha dan jiwa 3000 warga kota Chen Zhou, Yun Tian He rela hampir kehilangan nyawanya saat Bei Ke menusuk Yun Tian He dengan Pedang Wang Shu.

Namun Yun Tian He yang tidak kehilangan akal, ikut menusukkan tubuhnya ke tubuh Bei Ke agar mereka mati bersama. Untunglah Murong Zhi Ying berhasil menyembuhkan lukanya dan untunglah kekuatan Yin Yang Zhi Que dalam tubuh Tian He memberikannya kekuatan hebat hingga membuat Tian He berkali-kali selamat dari maut.

Dalam perjalanan ke Perguruan Qiong Hoa, selain bertemu dengan Murong Zhi Ying yang menyelamatkan mereka saat para siluman berusaha merebut Pedang Wang Shu dan membunuh Tian He, mereka juga bertemu dengan Liu Meng Li.


Liu Meng Li adalah putri angkat dari pemimpin kota Shou Yang. 19 tahun yang lalu, Yun Tian Qing menitipkan bayi Meng Li kepada sepasang suami istri keluarga Li setelah berhasil memberantas siluman jahat yang mengganggu kota Shou Yang. Itu sebabnya keluarga Liu dan Meng Li menganggap Yun Tian Qing sebagai penyelamat mereka.

Selain cantik dan lemah lembut, Meng Li juga ahli pengobatan, jago main harpa dan juga memiliki kekuatan spiritual yang lebih tinggi dari Han Ling Sha.

Kalau dilihat dari kekuatan spiritual keempat tokoh utama, Han Ling Sha adalah yang paling lemah dan tidak berguna. Terbukti berkali-kali dijadikan sandera. Kalau bukan dijadikan sandera, selalu berakhir pingsan. Sebaliknya, Yun Tian He adalah yang paling kuat.

Bersama, mereka menyelesaikan masalah demi masalah hingga akhirnya mereka bertiga tiba di perguruan Qiong Hoa. Namun sebelum tiba di Perguruan Qiong Hoa, ketiga orang itu tiba di kota Praja Boxian lebih dulu.

Kota Praja Boxian adalah kota di mana manusia dan siluman bisa hidup berdampingan dengan damai. Di sana, ada sebuah tempat bernama Paviliun Qing Feng yang dipimpin oleh Feng Er.

Namun ternyata Paviliun Qing Feng itu adalah tempat yang didirikan oleh Yun Tiang Qing (ayah Tian He). Setelah menyelesaikan kesalahpahaman di sana, Yun Tian He pun diangkat sebagai Ketua Muda Pavilliun Qing Feng.

Bersambung...

Credit Pict: As Tagged (All pictures belongs to owner)

Selanjutnya => Eps 14-23

Chinese Paladin 4 Sinopsis, Prolog, Trivia dan sekilas tentang Chinese Paladin Universe!

"Chinese Paladin 4" atau yang memiliki judul lain “The Sword and Fairy 4” adalah serial drama China bergenre Xian Xia alias Wuxia fantasi yang mulai tayang perdana pada tanggal 17 Januari 2024 di platform iQiyi. Serial drama ini memiliki jumlah episode sebanyak 36 episode.

Wuxia sendiri adalah sebutan untuk serial kungfu/silat atau bahasa lainnya drama kostum/drama kolosal.


"The Sword and Fairy 4 (仙剑四)" diadaptasi dari game RPG berjudul sama. Serial drama ini lebih dikenal dengan nama “Chinese Paladin 4”. Perilisannya berdekatan dengan serial drama "The Sword and Fairy 6" yang merupakan adaptasi dari game “Chinese Paladin 6” dengan dibintangi oleh Xu Kai dan Esther Yu.

Berdasarkan timeline dalam cerita, "Chinese Paladin 4" adalah yang paling awal atau yang paling pertama dalam rangkaian series "Chinese Paladin" lainnya, tetapi berhubung masing-masing cerita dalam series Chinese Paladin ini berjalan sendiri alias tidak saling berhubungan, sehingga tidak ada masalah jika kalian tidak ingin menonton yang lainnya atau bahkan menontonnya secara acak.


Dan karena penulis lebih familiar dengan nama "Chinese Paladin", maka untuk selanjutnya, penulis akan menggunakan istilah “Chinese Paladin” dan bukan “The Sword and Fairy”.

Chinese Paladin 4” ini dibintangi oleh Chen Zhe Yuan (sebagai Yun Tian He) dan Jiu Jing Yi (sebagai Han Ling Sha), yang berperan sebagai sepasang kekasih. Direktur proyek “Chinese Paladin 4” adalah Yang Xuan dan Huang Ye, penulis naskah oleh Lei Jun, dan produser drama adalah Li Li Ying dan Yin Xiang Jin.


Sinopsis :
Chinese Paladin 4” berkisah tentang seorang pemuda bernama Yun Tian He (diperankan oleh Chen Zhe Yuan), yang selama ini tinggal di daerah terpencil dan menyendiri di puncak gunung Qing Luan, temannya hanyalah dua ekor siluman babi.

Saat Yun Tian He kecil, ayahnya (yang bernama Yun Tian Qing), melarang dia untuk keluar dari puncak gunung Qing Luan tanpa memberitahukan alasannya. Ibu Yun Tian He meninggal saat melahirkannya dan sang ayah pun akhirnya meninggal dunia saat dia mulai tumbuh dewasa. Sejak itulah Yun Tian He tinggal seorang diri. Sebelum meninggal, sang ayah mewariskan Yun Tian He sebuah pedang.

Suatu hari, datang seorang wanita cantik dan manja, yang merupakan perampok makam bernama Han Ling Sha (diperankan oleh Jiu Jing Yi) yang merupakan anggota kelompok perampok makam, yang sedang dalam misi mencari sebuah pedang pusaka. Dengan mengandalkan kompas spiritual akhirnya mengarahkannya sampai ke puncak Qing Luan dan bertemu dengan Yun Tian He.


Pertemuan keduanya menyebabkan beberapa kejadian aneh dan akhirnya mereka berusaha mencari tahu rahasia dan sejarah masa lalu ayah Yun Tian He yang tidak pernah dibicarakan.

Saat Yun Tian He menginjakkan kaki pertama kali ke gua tempat ayahnya dimakamkan, tempat di mana sang ayah melarang dia untuk masuk setelah kematiannya, disitu mulai muncul banyak pertanyaan di pikiran Yun Tian He.

Kenapa ayahnya melarang dirinya keluar dari puncak gunung Qing Luan? Kenapa pedang yang diwariskan kepadanya tertutup mantra untuk menyamarkan aura? Dan kenapa banyak kejadian mistis dan aneh saat dia bertemu dengan Han Ling Sha?

Karena ingin menemukan jawabannya, keduanya pun memulai petualangan di dunia persilatan, yang pada akhirnya membawa mereka pada rahasia masa lalu yang berhubungan dengan perang besar antara ras manusia dan ras iblis.


Prologue Alur Cerita :
Pada suatu hari, Ras Iblis menyerang ras manusia di istana Qiong Hua. Sekte Qiong Hua sebagai pemimpin dari 8 Sekte Kunxu, dengan menggunakan semua sumber daya, menempa dua pedang pusaka yaitu pedang Wang Shu dan pedang Xi He (dikenal sebagai sepasang pedang ganda “Yin dan Yang”).

19 tahun yang lalu, ketua sekte Qiong Hua generasi ke-24 yaitu Pendeta Tai Qing, bekerjasama dengan pasangan pedang ganda melawan pasukan dari dunia iblis. Saat itu perang berlangsung lama.

Su Yu, pemilik pedang Wang Shu, diperdaya lawan sehingga pedang Wang Shu yang digunakan sebagai pilar pertahanan runtuh dalam sekejap. Pedang Xi He tidak bisa bertahan sendiri menahan pilar, sehingga pemilik pedang Xi He, Xuan Xiao, terluka karena serangan balik dari aura api pedang.

Tanpa bantuan pedang ganda, pendeta Tai Qing meninggal dalam pertempuran, dan sekte Qiong Hua mengalami kerusakan parah. Seorang murid sekte bernama Yun Tian Qing (ayah Yun Tian He) kabur membawa Su Yu bersamanya. Sejak saat itu pedang Wang Shu menghilang dari dunia.

Kemungkinan besar, pedang Wang Shu itu adalah pedang yang diwariskan oleh Yun Tian Qing kepada Yun Tian He sebelum Yun Tian Qing meninggal dunia.

Lalu bagaimanakah kisah selanjutnya? Kisah lengkap dan review-nya akan dibahas di lain kesempatan.


Trivia:
Bagi para penonton awam, khususnya para penonton baru yang masih berusia muda (Gen Z sih yang sering kuliat), yang tak pernah menonton series "Chinese Paladin" sebelumnya, tentunya merasa kebingungan dengan banyaknya serial yang berjudul sama dan yang membedakannya hanya nomor semata.

Mereka selalu menanyakan pertanyaan yang sama berulang-ulang, yang jujur saja kadang membuat penulis merasa kesal dan gemas sendiri membacanya.

Apakah mereka-mereka yang bertanya itu tidak mempunyai smartphone dan kuota untuk mencari tahu sendiri di internet? Ataukah mereka terlalu malas untuk mencari tahu sendiri dan lebih suka “disuapi”? *sigh*

Pertanyaan-pertanyaan itu sudah dirangkum semua dalam artikel ini, semoga para penonton baru ada yang mungkin “tersesat” di blog ini dan akhirnya menemukan jawaban atas pertanyaan yang mereka cari.


Apakah serial Chinese Paladin semuanya saling berhubungan?
Jawabannya adalah YA. Mereka masih satu universe, tetapi jalan cerita dari semua series “Chinese Paladin” itu berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling berhubungan sama sekali.

Jadi kalian tidak perlu menonton secara urut semua series tersebut pun tidak masalah. Mau nonton acak dan pilih-pilih sesuai selera pun tidak apa-apa, karena memang alur ceritanya tidak saling berkaitan.

Kecuali mungkin “Chinese Paladin 1 dan 3” yang sedikit berkaitan tapi itupun bukan alur ceritanya, melainkan hanya tokoh utama "Chinese Paladin 1", yaitu Li Xiao Yao (diperankan oleh Hu Ge) yang diceritakan muncul sekilas (mungkin sekitar 10 detik) di episode awal "Chinese Paladin 3".


Tapi selebihnya, alur cerita "Chinese Paladin 3" tidak berkaitan sama sekali dengan "Chinese Paladin 1" karena menurut timeline cerita, "Chinese Paladin 3" itu adalah prekuel dari "Chinese Paladin 1", yang terjadi 50 tahun sebelum alur kejadian di "Chinese Paladin 1".

Pemeran utama wanita "Chinese Paladin 1" yaitu Zhao Ling Er (diperankan oleh Liu Yi Fei) adalah cucu dari Zhi Xuan (diperankan oleh Tang Yan) dan Lin Ye Phing (diperankan oleh Wallace Huo) di "Chinese Paladin 3". Ibu Zhao Ling Er yaitu Lin Yi Ru adalah anak dari Zhi Xuan dan Lin Ye Phing.

Walaupun alur cerita series “Chinese Paladin” ini berbeda-beda namun intinya tetap sama, yaitu menggambarkan perselisihan antara ras manusia dan ras iblis.

2. Kenapa nomor urut pembuatannya lompat-lompat dan harus diberi angka?
Jawabannya adalah untuk memudahkan penonton mengingat dan karena serial ini diadaptasi dari game RPG, jadi bukan merupakan urutan sekuel dan tidak ada kewajiban harus menonton semuanya secara urut. Walaupun masih satu universe, namun ceritanya berjalan sendiri.


Chinese Paladin 1 (2005)

Series "Chinese Paladin" yang sudah dirilis lebih dulu adalah “Chinese Paladin 1 (2005), Chinese Paladin 3 (2009) dan Chinese Paladin 5 (2015)”. Ada juga beberapa spin-off, tapi gak penting untuk disebut.

Kemudian pada tahun 2024, dirilis secara bersamaan “Chinese Paladin 4" dan "Chinese Paladin 6”, keduanya menggunakan judul “The Sword and Fairy” karena memang diadaptasi dari game RPG yang sama. 

Chinese Paladin 4″ memiliki judul resmi “The Sword and Fairy 4″, sementara “Chinese Paladin 6″ memiliki judul resmi “The Sword and Fairy” (tanpa ada embel-embel angka 6 walaupun secara timeline, merekalah yang terakhir).

Kabarnya, ada yang sedang memproduksi "Chinese Paladin Legend" (Chinese Paladin 1 yang diremake), kemudian berhembus rumor yang mengatakan bahwa "Chinese Paladin 2" dan "Chinese Paladin 5 prequel" sudah didaftarkan ke badan penyiaran China. Walaupun masih belum diketahui siapa artis yang memerankannya, jadi kemungkinan besar sih hanya rumor semata.

Yang sama sekali belum terdengar adanya rencana ataupun rumor pembuatan adalah “Chinese Paladin 7” dan “Chinese Paladin 3 Plus”.

Jadi memang seharusnya berdasarkan timeline cerita (alias alur kejadian) secara urutan itu yang benar adalah : Chinese Paladin 4 => Chinese Paladin 3 => Chinese Paladin 1 => Chinese Paladin 2 (tidak dibuat) => Chinese Paladin 7 (tidak dibuat) => Chinese Paladin 5 => Chinese Paladin 6.


Adaptasi Drama Chinese Paladin Universe :
Yang sudah diadaptasi ke Serial Drama atau Film:
* Chinese Paladin 1 (2005) : dibintangi oleh Hu Ge (sebagai Li Xiao Yao) dan Liu Yi Fei (sebagai Zhao Ling Er)
* Chinese Paladin 3 (2009) : dibintangi oleh Hu Ge (sebagai Jing Tian/Fei Peng/Long Yang/Li Xiao Yao) dan Yang Mi (sebagai Tang Xue Jian/Xi Yao).
* Chinese Paladin 4 / The Sword & Fairy 4 (2024) : dibintangi oleh Chen Zhe Yuan (sebagai Yun Tian He) dan Jiu Jing Yi sebagai (Han Ling Sha).
* Chinese Paladin 5 (2016) : dibintangi oleh Elvis Han (Jiang Yun Fan) dan Gulinazha (sebagai Tang Yun Rou).
* Chinese Paladin 6 / The Sword & Fairy (2024) : dibintangi oleh Xu Kai (sebagai Yue Jin Zhao) dan Esther Yu (sebagai Yue Qi).

Spin-off Chinese Paladin :
* Pal Inn (2015).
* Xin Xian Jian Qi Xia Chuan Zhi Hui Jian Wen Qing (2022)
* Xin Xian Jian Qi Xia Chuan Zhi Hui Jian Wen Qing Extra Episodes (2022)

Animasi / Donghua (semua masih belum rilis):
* Chinese Paladin : Fantasy Mirror
* 仙剑奇侠传四‎ (TBA) = Chinese Paladin 4 animated series
* 仙剑奇侠传3 (2024) = Chinese Paladin 3 donghua version by Tencent Video Animation
* 仙剑奇侠传 (2025) =  Chinese Paladin 1 Donghua Version  by Tencent Video Animation
* 仙剑奇侠传动画电影 versi film

Yang sedang/masih tahap produksi :
* Paladin Legend (remake dari Chinese Paladin 1)

Masih rumor:
* Chinese Paladin 2.
* Chinese Paladin 5 Prequel.
* Chinese Paladin 3 remake.
* Legend of Sword and Fairy (2028) – Chinese Paladin 1 versi movie

Yang belum ada rencana atau rumor untuk diadaptasi:
* Chinese Paladin 3 Plus Gaiden.
* Chinese Paladin 7.

Itulah sedikit mengenai “Chinese Paladin 4” dan juga semua “Chinese Paladin Universe” yang pernah dibuat, akan atau sedang dirumorkan akan dibuat. Selanjutnya, penulis akan memberikan Sinopsis Lengkap dan Review tersendiri untuk “Chinese Paladin 4”.

Ditulis oleh: Liana Hwie.

Senin, 17 Agustus 2026

Review "Hidden Love (2023)", Cinta rahasia gadis SMA


Disclaimer:
Review kedua yang kutulis ulang setelah blog lamaku "Asian Stars" termasuk dalam salah satu blog yang dihapus massal oleh Google. Sedih rasanya harus mengulang semuanya dari awal. Lebih sedih lagi karena aku baru tahu ternyata terjemahan lagu mandarin/korea yang susah payah aku artikan ternyata dijiplak oleh para konten kreator youtube tanpa menyertakan nama dan blogku sebagai penerjemah dan sumber aslinya dan aku gak bisa mengklaim hak cipta karena blog "Asian Stars" sudah dihapus Google karena kesalahan sistem.

Ibarat ada perampok yang merampok seluruh harta bendaku tapi aku gak bisa lapor polisi karena semua barang bukti sudah dimusnahkan oleh polisinya sendiri. Sakitnya tuh di sini T__T Kalian beruntung karena blog sumber aslinya dihapus Google sehingga aku gak bisa melaporkan pencurian hak cipta yang kalian lakukan. Tapi ingat, Tuhan itu ada! Hanya bisa berharap pada keadilan Tuhan! Semoga yang mencomot arti lagu terjemahanku TANPA MENGAKUIKU sebagai penerjemah aslinya akan disiksa di neraka karena ini termasuk pencurian hak cipta.

"Barangsiapa mempersulit hidup orang lain maka dia akan dipersulit di neraka!"

~~~~~~


"Hidden Love", drama romantis asal negeri Tirai Bambu China ini seketika melambungkan nama Chen Zhe Yuan karena berhasil dengan sempurna menghidupkan karakter Duan Jia Xu. Publik bahkan menjulukinya “The Greenest Flag Man of The Year”.

Review:
1. Karakter.
A. Chen Zhe Yuan as Duan Jia Xu.
Chen Zhe Yuan, sebuah nama yang awalnya kurang dikenal publik International ini mendadak menjadi tenar dalam sekejap berkat perannya di sebuah serial drama China popular, berjudul “Hidden Love”. Drama yang diangkat dari novel dan manhwa berjudul “Secretly, Secretly : But Unable To Hide It!


Berperan sebagai Duan Jia Xu, seorang pria muda yang tak hanya berparas tampan, namun juga sangat pintar dan memiliki kepribadian yang menyenangkan, dia sosok “kakak” yang baik untuk Sang Zhi, sang karakter wanita dalam drama. Jia Xu Ge (Kakak Jia Xu), begitulah Sang Zhi memanggilnya, dia adalah sahabat dekat dari kakak Sang Zhi yang bernama Sang Yan.


Dia bukan tipe tsundere, dan dia memainkan karakternya dengan sangat baik sehingga aku benar-benar jatuh cinta pada karakternya, Duan Jia Xu. Kurasa Duan Jia Xu adalah karakter yang tidak akan ditemukan di kehidupan nyata. Tidak ada pria di kehidupan nyata yang seperti Duan Jia Xu. He’s too good to be true.


Berbicara tentang karakternya, Duan Jia Xu adalah menjadi karakter yang memiliki masalah dengan keluarganya. Hambatan terbesar dalam hidupnya adalah keluarganya, khususnya sang ayah. Ayah Duan Jia Xu tidak sengaja menabrak seorang pria hingga meninggal dunia, namun dia menolak bertanggungjawab dengan masuk penjara dan lebih memilih bunuh diri dengan melompat dari balkon apartmentnya, membuat sang istri dan putra tunggalnya, Duan Jia Xu harus memikul tanggung jawab atas perbuatan sang ayah.


Duan Jia Xu yang cerdas dan berkepribadian baik harus bekerja keras sejak usia muda demi membayar uang kompensasi kepada keluarga korban. Tak hanya uang kompensasi, namun dia juga selalu diganggu oleh putri sang korban, yang selalu datang menemui Jia Xu dan melakukan pemerasan moral dengan tujuan agar Duan Jia Xu menikahinya dengan dalih harus bertanggungjawab terhadap hidupnya karena ayah Duan Jia Xu telah membunuh ayahnya.


Karena alasan keluarga inilah, orangtua Sang Zhi sempat tidak merestui hubungan Duan Jia Xu dan Sang Zhi. Namun untunglah Duan Jia Xu bisa membuktikan bahwa dirinya bisa diandalkan dan bisa bertanggungjawab atas hidup dan kebahagiaan Sang Zhi dan berjanji tidak akan membuatnya menderita.

Chen Zhe Yuan played his roled so well. And I think this is the best role from Chen Zhe Yuan so far!


B. Zhao Lu Si sebagai Sang Zhi.
Untuk pemeran utama wanita, setahuku Zhao Lusi juga sangat terkenal dan bermain di banyak drama, tetapi ini adalah drama pertamanya yang aku tonton. Tentu saja, ia melakukan pekerjaan yang sangat bagus di sini, melihat bagaimana ia memerankan karakternya dari seorang gadis SMA remaja hingga sosok dewasanya di perguruan tinggi. Kita dapat melihat transisinya dari gadis polos menjadi gadis cantik, elegan, dan dapat diandalkan.


Ia sangat cocok menjadi Sang Zhi karena ia tahu bagaimana menjadi seorang putri kecil yang selalu dimanjakan dalam keluarga tetapi pada saat yang sama dapat diandalkan dan mampu melindungi orang-orang yang dicintainya.


Aku suka bagaimana karakternya mungkin terlihat lemah karena dimanjakan tetapi sebenarnya ia lebih kuat dari yang diharapkan siapa pun. Ia tidak pernah membiarkan orang-orang yang dicintainya tertindas. Ia sangat berani dan selalu berusaha untuk terlihat dewasa. Tidak mudah baginya untuk membuat seseorang mengubah perspektif tentang dirinya dari seorang gadis kecil menjadi seorang wanita yang dapat diandalkan.


Aku juga menyukai adegan menangisnya. Rasanya sangat alami dan aku bisa ikut merasa sedih saat melihatnya. Apalagi adegan menangis di bandara, saat Sang Zhi salah paham dan mengira bahwa Duan Jia Xu sudah memiliki pacar.


Aku juga membaca di suatu tempat bahwa Zhao Lusi memiliki peran yang sangat besar agar serial ini berjalan lancar. Dia melakukan banyak hal untuk memastikan "Hidden Love" bisa tayang di layar kaca. Satu hal yang aku tahu adalah Lusi bahkan menggunakan pakaian pribadinya untuk karakternya di sini karena tim produksi tidak dapat memanfaatkannya dengan baik, dia juga turut menyumbangkan dua lagu soundtrack untuk serial ini. Thank you, Zhao Lusi.


2. Alur Cerita.
Kisahnya yang manis, romantis, ringan dan tidak adanya karakter wanita kedua (note: pelakor) memang layak dijadikan tontonan favorit para penonton drama, yang bosan dengan drama-drama bertema berat dan menguras emosi, seperti perselingkuhan, rebutan harta, mertua jahat, orang ketiga, dll.



Drama ini bisa membuat penonton bernostalgia dan terkenang dengan kisah cinta pertama mereka saat SMA, saat-saat yang menurut mayoritas orang adalah masa-masa yang paling indah

Saat mayoritas orang menemukan cinta pertama mereka dan sebagian dari mereka, mungkin memilih bersikap seperti Sang Zhi yaitu “menyembunyikan rasa cintanya diam-diam”. Kalau untuk Sang Zhi, itu karena pria yang ditaksirnya adalah sahabat baik sang kakak laki-laki dan dia terlalu malu untuk mengakui perasaannya.

Perasaan malu-malu kucing saat bertemu dengan cinta pertama, dengan sangat sempurna bisa digambarkan oleh gadis berparas cantik ini, membuat sejumlah penonton termasuk aku sendiri, ikut menjadi gemas sendiri. Jadi inget masa-masa SMA dulu jadinya.


Untuk penonton sepertiku yang sudah lelah dengan berbagai masalah hidup (apalagi setelah blog lamaku "Asian Star" dihapus oleh Google karena kesalahan sistem dan menjadi salah satu korban salah hapus massal), menonton drama bergenre berat justru malah membuat pikiran makin stress, jadi alur cerita yang ringan namun menghibur dan romantis seperti ini, lebih cocok untuk dinikmati.

Ibaratnya, hidup sudah berat jadi aku gak mau lagi menonton yang berat-berat. Pengen nonton yang ringan-ringan aja sebagai hiburan.


3 Rating Hidden Love.
Skor douban untuk “Hidden Love” pun cukup lumayan yaitu 6,7% dan masih jauh lebih baik bila dibandingkan dengan rival-rivalnya saat itu.

Sebut saja “Firework Of My Heart” yang dibintangi oleh Yang Yang dan Wang Chu Ran yang hanya mencetak skor douban 2,1% dengan diiringi banyaknya kontroversi dan kritikan pedas dari pemerintah China.

Lalu “The Legend Of Anle” yang dibintangi oleh Dilraba Dilmurat dan Gong Jun yang hanya mendapat skor douban 5,9% dan “Prosecutor Elite” yang juga dibintangi oleh Dilraba Dilmurat yang hanya selisih lebih rendah 0,1% yaitu 6,6% di douban.

Sepertinya hanya “The Princess and The Werewolf” yang dibintangi oleh Chen Zhe Yuan dan Betty Wu Xuan Yi yang mencetak skor douban lebih tinggi dari "Hidden Love" yaitu sebanyak 7,6%.

(Note: Penulis hanya membandingkan dengan serial drama dari artis yang terkenal dan cukup banyak diperbincangkan, yang juga sama-sama ditayangkan tahun 2023 dengan jarak yang cukup berdekatan. Drama lain yang artisnya kurang terkenal, atau artis terkenal namun tidak banyak diperbincangkan, penulis tidak memperhatikannya)


4. Original Soundtrack.
Orginal Soundtrack "Hidden Love" juga termasuk salah satu yang easy listening alias ramah di telinga penonton. Aku sih suka semua ya. Soundtracknya ngena di telinga dan tiap kali dengerin langsung keinget adegan mana yang diwakili oleh lagu tersebut. Tapi favoritku adalah "I Have Someone I Like" yang dinyanyikan oleh Zhao Lusi.


Oh ya, untuk soundtrack-soundtracknya yang sudah kuterjemahkan dengan susah payah dan sudah kuposting di blog "Asian Star" namun dihapus massal oleh Google karena kesalahan sistem, akan aku posting ulang di blog baru ini satu per satu setiap aku punya waktu luang.

~~~~


Sekian review dariku. Setelah menonton semua episodenya, aku hanya bisa mengatakan bahwa serial ini sangat bagus. Ini adalah salah satu drama Tiongkok terbaik yang pernah aku tonton. Ceritanya menarik dan pemilihan aktornya dilakukan dengan sangat baik. Yang bisa aku katakan adalah aku menyukai jenis cerita seperti ini. Sangat sesuai dengan seleraku. Menonton serial ini membuat tipe pria idealku menjadi semakin tinggi dan sulit dicari. Well, Duan Jia Xu set my standard too high (^_^)

Dialog yang cukup berkesan dari drama ini adalah dialog yang dikatakan oleh Ning Wei pada Sang Zhi: “Sang Zhi, kau sangat beruntung karena tidak semua cinta rahasia itu mendapatkan balasan.”

Yeah, benar. Tidak semua orang beruntung bisa seperti Sang Zhi di mana “cinta diam-diamnya” akhirnya terbalas.

Ditulis oleh: Liana Hwie.