Setelah sukses memerankan karakter Mu Nian Chi (Bok Liam Chu) dalam serial legendaris "The Legend Of The Condor Heroes 2017", aktris cantik asal China, Meng Zhi Yi (孟子义) kembali diundang untuk membintangi versi adaptasi terbaru serial "Pendekar Pemanah Rajawali" tersebut, namun kali ini dia berperan sebagai Mei Chao Feng.
Selain versi terbaru "The Legend Of The Condor Heroes" atau yang lebih dikenal publik sebagai "The Legend Of Heroes 2024" yang tetap fokus pada kisah Guo Jing dan Huang Rong, pihak rumah produksi juga telah membuat prekuel untuk serial wuxia legendaris tersebut yang menceritakan tentang masa lalu Mei Chao Feng sebelum menjadi murid si Sesat Timur, Huang Yao Shi (Oey Yok Shu).
Sinopsis dan Review:
Pemeran:
Meng Zhi Yi sebagai Mei Chao Feng.
He Yu sebagai Chen Xuan Feng.
Zhou Yi Wei sebagai Huang Yao Shi.
Chen Du Ling sebagai Feng Heng.
Li Dong Heng sebagai Qiu Yun Hai.
Dai Xiang Yu sebagai Qu Ling Feng.
Ye Zu Xin sebagai Lu Cheng Feng.
Xie Hong Xin sebagai Wu Mian Feng.
Ji Chen sebagai Xue Qing Yi.
Sinopsis Lengkap:
Dikisahkan, Keluarga Mei adalah keluarga pedagang kaya yang sedang berjaya. Putri mereka, Mei Ruo Hua, tumbuh dengan penuh kemewahan dan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Pada suatu hari, di hari ulang tahun Mei Ruo Hua, ayahnya membawa pulang seorang manajer bisnis baru keluarga, bernama Qiu Yun Hai, yang selama ini telah memperluas bisnis Keluarga Mei secara signifikan.
Namun tidak seorangpun yang menyangka jika ternyata Qiu Yun Hai memiliki niat jahat terhadap keluarga Mei. Dia ingin memiliki seluruh kekayaan keluarga Mei untuk dirinya sendiri. Di malam festival, dia membantai seluruh Keluarga Mei, menyisakan hanya seorang Mei Ruo Hua kecil yang dijual ke rumah bordil. Sejak saat itu, selama sepuluh tahun, Mei Ruo Hua menjalani hidup sebagai wanita penghibur.
Suatu hari, nyonya pemilik rumah bordil membawanya ke ruangan pribadi untuk melayani seorang tamu istimewa. Siapa sangka tamu istimewa tersebut adalah Qiu Yun Hai, pria keji yang telah menghancurkan keluarganya?
Sepeninggal Chen Xuan Feng, Mei Chao Feng harus menelan pil pahit hidup dalam kesendirian sepanjang sisa hidupnya dan hidup dalam penyesalan serta dendam atas kematian suaminya, melanjutkan kisahnya sebagai "Iblis Kembar Angin Hitam" yang kejam dan ditakuti oleh semua orang di dunia persilatan di serial utama "The Legend of Heroes 2024".
Review:
1. Karakter.
A. Meng Zhi Yi sebagai Mei Chao Feng.
Secara visual, tidak diragukan lagi kalau Meng Zhi Yi adalah Mei Chao Feng tercantik sepanjang masa. Selama ini faktanya, semua pemeran Mei Chao Feng pasti digambarkan "mengerikan" dengan model rambut awut-awutan kayak Mak Lampir, kebanyakan gak disisir, dan diperankan oleh wanita setengah baya.
Soal karakter, Mei Chao Feng versi muda digambarkan sangat menyedihkan dan tragis, hingga membuatku secara sadar atau tidak sadar berpihak padanya. Meng Zhi Yi membawakan karakter Mei Chao Feng dengan sangat baik. Dia berbeda dengan Mei Chao Feng lain yang hanya menunjukkan sisi antagonisnya, Mei Chao Feng versi Meng Zhi Yi juga menunjukkan kerapuhan, keputusasaan dan ketidakberdayaan seorang gadis muda. Bisa dimaklumi karena ini memang kisah masa mudanya Mei Chao Feng sih.
Secara visual, maaf nih, He Yu kurang ganteng. Banyak aktor China yang lebih ganteng dari dia. Aku membayangkan Chen Xuan Feng ganteng banget dan gagah, ya minimal mirip William Yang gitulah. Tapi ini standar aja. Karakter Chen Xuan Feng pun kurang menonjol ya, entahlah, seperti ada sesuatu yang kurang.
Dia seperti terbayangi oleh Mei Chao Feng dan terkesan seperti dayang-dayang aja, bukan pasangan atau kekasih Mei Chao Feng. Harusnya sebagai pasangan "Iblis Kembar Angin Hitam", He Yu bisa menampilkan Chen Xuan Feng yang gagah dan sedikit garang serta berwibawa, biar cocok sama julukannya. Tapi ini B aja.
3. Zhou Yi Wei sebagai Huang Yao Shi.
Secara visual, kebanting banget sama Michael Miu yang berperan sebagai Huang Yao Shi 2017. Downgrade banget nonton Huang Yao Shi. Uda gitu karakternya keliatan letoy banget. Sesat Timur itu harusnya garang dan sangar loh, lah ini kok kayak letoy gitu yang main? Gak keliatan pinter mukaknya.
Huang Yao Shi itu pinter loh, tapi kok aku gak melihat aura pintar dari wajah pemainnya? Aku juga tidak melihat kesangaran khas Sesat Timur. Untuk Huang Yao Shi, versi 1983 dan versi 2017 tetap yang terbaik. Sangar dan garangnya dapet, sesuai dengan julukannya si "Sesat Timur".
Untuk versi 2024 ini baik karakter dan visual, semuanya berasa tidak pada tempatnya. Singkat kata, gak cocok. Membuatku ingin berkata, "Tolong bawa Michael Miu kembali!"
4. Chen Du Ling sebagai Feng Heng.
Secara visual, sangat cantik. Cocok banget jadi ibunya Huang Rong. Apalagi Huang Rong-nya Bao Shang En yang juga sangat cantik. Ini baru cocok dengan ceritanya. Sepasang ibu dan anak yang sangat cantik. Pemeran ceweknya bertabur berlian semua tapi kok pemeran cowoknya mengecewakan semua ya? Sayang banget. Ngeliat pasangan Huang Yao Shi dan Feng Heng, berasa kayak liat "The Beauty and The Beast".
Karakternya juga cocok. Feng Heng sabar, kalem, pintar dan bijaksana. Pas dengan penggambaran novel tentang ibunda Huang Rong. Sayang banget wanita secantik Feng Heng harus diceritakan meninggal karena melahirkan.
2. Alur Cerita.
A. Balas Dendam membawa bencana.
Karakter Mei Chao Feng dalam drama ini bisa dibilang seperti "Orang baik yang berubah jadi jahat karena disakiti". Walaupun harus diakui kalau kisah Mei Chao Feng di sini sangat tragis, tapi aku tetap bingung harus berkomentar apa. Seharusnya salah tapi juga benar, seharusnya benar tapi juga salah. Bingung sendiri jadinya.
Jika dilihat dari sudut pandang Mei Chao Feng, melihat ayah ibu serta seluruh keluarganya dibantai dengan keji tepat di depan matanya, memang sangat wajar jika dia merasa marah dan ingin membalas dendam. Sangat wajar jika dia ingin membunuh orang yang telah membunuh keluarganya. Sebagai manusia, itu sangat wajar. Siapa coba yang gak sakit hati dan dendam, ya kan?
Tapi kalau membalas kejahatan dengan kejahatan, bukankah siklusnya akan terus berulang? Dendam gak akan ada habisnya. Itu seperti lingkaran setan. Lihat apa yang terjadi setelah Mei Chao Feng membalas dendam!
Demi membalaskan dendamnya, Mei Chao Feng harus rela kehilangan "rumah barunya" (Pulau Bunga Persik), kehilangan "keluarga barunya" (guru, ibu guru dan saudara-saudara seperguruannya yang menyayanginya), dan juga kehilangan suami yang dicintainya.
Andaikan Mei Chao Feng tidak membalaskan dendamnya dan memilih melepaskan dendamnya (seperti saran Feng Heng dan Huang Yao Shi), dia tidak perlu mencuri kitab Sembilan Bulan demi menjadi yang terhebat, kemudian akibatnya diusir, dibenci orang karena belajar ilmu sesat lalu kehilangan keluarga barunya, rumah barunya dan bahkan kehilangan suaminya.
Jika semua itu tidak terjadi, mungkin Mei Chao Feng bahkan bisa menikah lalu hidup bahagia dan damai bersama Chen Xuan Feng di Pulau Bunga Persik sampai tua, gak perlu jadi penjahat kejam dan keji akibat belajar ilmu sesat, juga gak akan kesepian dan sendirian sepanjang hidupnya setelah Chen Xuan Feng meninggal.
Pesan moral dari serial ini mungkin untuk mengingatkan kita bahwa harga dari sebuah dendam itu sangatlah mahal. Dan begitu harga itu ditetapkan, tidak ada jalan untuk kembali dan kita harus bersiap untuk kehilangan lebih banyak. Pada akhirnya, walau dendamnya terbalas, Mei Chao Feng tetap tidak mendapatkan apa-apa.
B. Karakter Pembawa Sial.
Oh ya, sebenarnya aku juga kurang suka dengan karakter Ke Zhen Er, bahkan sejak dalam "The Legend Of The Condor Heroes" aku gak suka karakternya. Si kakek buta ini bener-bener bukan hanya buta mata tapi juga buta hati.
Dalam LOCH, dia sejak awal gak suka Huang Rong dan dengan seenaknya ngatain Huang Rong "Iblis Kecil (Xiao Yao Nu)" padahal Huang Rong selalu baik dan hormat sama guru-gurunya Guo Jing, selalu ngebantuin kalau mereka dalam bahaya, eh tapi si tua kolot ini selalu menutup mata dan hatinya. Huang Rong juga selalu membantu Guo Jing keluar dari segala macam masalah dengan akal liciknya, kalau bukan karena Huang Rong, Guo Jing uda mati berkali-kali dalam novelnya.
Lebih benci lagi waktu kelima Pendekar Jiang Nan dibunuh oleh Yang Kang dan Ou Yang Feng di Pulau Bunga Persik, tanpa menyelidiki lebih dulu kebenarannya, Ke Zhen Er seenak udel memfitnah Huang Yao Shi dan maksa Guo Jing putus dari Huang Rong. Bikin kesel aja gitu! Dia yang paling tua, tapi malah paling gak bijaksana, paling suka memaksakan pendapatnya, dan paling merasa benar sendiri.
Udah gitu saat di gunung Mongolia, keenam Pendekar Jiang Nan mengusulkan agar mereka pergi diam-diam aja, gak ganggu Mei Chao Feng, toh mereka juga gak digangguin kan sebelumnya, bahkan keenam orang lainnya aja sebelumnya gak tahu soal Mei Chao Feng. Eh, si kakek buta ini malah ngedrama dan bersikap sok pahlawan dan bilang yang intinya, "Kakakku tewas dibunuh Mei Chao Feng, jadi aku harus balas dendam. Gpp kok kalian pergi aja, biarin aku mati sendirian demi membalaskan dendam kakakku."
Karena ucapan Ke Zhen Er inilah, keenam Pendekar Jiang Nan yang setia kawan akhirnya pun memutuskan untuk tinggal dan mati bersama. Begitu giliran ada yang mati beneran, eh si kakek buta dendam lagi dan akhirnya mengakibatkan siklus dendam yang tak ada habisnya seperti lingkaran setan! Ini gara-gara elo, tahu! Coba elo gak sok-sok'an bilang gitu, gak mungkin kan Pendekar Jiang Nan ada yang mati satu! Gak mungkin juga Chen Xuan Feng mati!
Apalagi Mei Chao Feng dan Chen Xuan Feng dalam versi ini cuma mau pergi berkencan romantis di atas gunung, eh malah dirusak sama Ke Zhen Er hingga berujung pada tragedi. Ini salahmu, Kakek Tua! Sebel banget sama nih kakek egois satu!
3. Kisah Mei Chao Feng: Canon Atau Fanfic?
Aku mendengar bisik-bisik tetangga di Weibo, ada yang bilang kalau alur cerita tentang masa muda Mei Chao Feng ini adalah murni karangan penggemar alias Fanfiction. Seingetku sih bener sih ya, karena sebagai penggemar "The Legend Of The Condor Heroes" yang bahkan aku punya novelnya dan uda baca berulang-ulang, aku memang gak pernah baca ada bagian dari novel yang menceritakan kisah hidup Mei Chao Feng muda.
Setelah itu barulah diceritakan kalau mereka berdua adalah murid dari Sesat Timur, Huang Yao Shi dari Pulau Bunga Persik yang diusir dari perguruan karena berkhianat dan mencuri kitab milik gurunya. Kemudian dia jadi gurunya Yang Kang dan berkali-kali terlibat bentrok dengan Guo Jing namun berkali-kali juga dihalangi oleh Huang Rong. Udah, gitu doang. Gak ada penjelasan lebih lanjut.
Jadi kayaknya emang bener kalau cerita Mei Chao Feng muda di sini murni fiksi belaka dan hanya merupakan karangan penggemar (Fanfiction). Namun setidaknya ini jauh lebih masuk akal dan lebih menyedihkan daripada kisah Fanfiksi lainnya, yang menceritakan tentang Huang Yao Shi yang jatuh cinta dengan muridnya sendiri, Mei Chao Feng hingga akhirnya memicu kisah cinta segiempat yang berujung tragedi.
Apaan sih? Chen Xuan Feng dan Feng Heng mau dikemanain? Gak masuk akal amat! Mending yang ini aja deh, lebih masuk akal. Walaupun kisah tentang pembantaian keluarga memang sangat tragis, tapi ini lebih masuk akal daripada Fanfiksi yang satu lagi yang cenderung menjijikkan karena aku gak suka kisah cinta guru dan murid (Itu sebabnya aku juga gak suka kisahnya Yoko dan Xiao Long Ni).
Oke, sekian review dariku. Yang namanya review sudah tentu tergantung sudut pandang penulisnya, tak masalah jika ada yang tidak setuju karena setiap orang punya selera.
Ditulis oleh : Liana Hwie.
WARNING : DILARANG COPY PASTE TANPA IJIN DARI PENULIS. REPOST WITH FULL CREDITS!!!
.jpg)
.jpg)

.jpg)




.jpg)
.jpg)

.jpg)

.jpg)




.jpg)





.jpg)

.jpg)