Su Yao yang melihat kemungkinan bahwa Han Ling Sha tidak akan kembali melihat Tian He dan Zhi Ying juga tidak akan kembali, semakin bertekad menggunakan Jiwa Merah Qian Kun untuk merebut kekuatan spiritual Han Ling Sha sebagai penguasa asli Wang Shu dan menjadikan dirinya sebagai penguasa Wang Shu menggantikannya.
Xuan Xiao yang melihatnya, segera berusaha menghentikan Su Yao dan ingin membunuh siluman yang ditugaskan untuk membuat mantera Jiwa Merah itu serta memerintahkannya untuk menghilangkan ilmu mantera Jiwa Merah di tubuhnya.
Xuan Xiao tahu bahwa jika Han Ling Sha terluka dan mati, Tian He pasti akan terluka juga dan dia pasti akan membalas dendam. Tak hanya itu, Xuan Xiao-lah yang akan dituduh sebagai dalang yang membuat Ling Sha celaka.
Xuan Xiao tahu bahwa Su Yao melakukan ini semua selain ingin menjadi Penguasa Pedang Wang Shu yang sesungguhnya, juga untuk membuat Tian He membenci Xuan Xiao, dan Xuan Xiao tidak mau Tian He membencinya apalagi bermusuhan dengannya.
Xuan Xiao dengan jelas menebak isi pikiran Su Yao, “Jika Han Ling Sha mati, Tian He pasti akan terluka. Dia akan membalas dendam pada sekte Qiong Hoa. Pada saat itu, kamu bisa menggunakan kesempatan itu untuk membuatku bermusuhan dengannya, benarkan? Su Yao, kau benar-benar sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.”
Su Yao menjawab dengan tegas dan mantap, “Aku ingin membuatmu tahu, tujuan dan ambisimu sama denganku. Aku sama denganmu, juga bisa melawan langit dan mengubah takdir.”
Namun Xuan Xiao juga tak kalah tegas berkata, “Su Yao, jika kau berani melukai Yun Tian He, aku akan membunuhmu!”
Note: Xuan Xiao masih tulus sayang sama Tian He hingga detik ini dan ingin melindunginya.
Tian He Kembali mencari Xuan Xiao setelah melihat Ling Sha sakit, “Kakak, aku datang mencarimu karena Ling Sha. Bisakah kau membantunya? Hidup Ling Sha tak lama lagi.”
Semula Xuan Xiao berpikir jika Tian He sudah mengetahui tentang siapa penguasa Pedang Wang Shu yang sesungguhnya, namun setelah Tian He berkata, “Aku juga baru mengetahui kalau hidup Ling Sha tak lama lagi, itu bukan karena penyakit hawa dingin namun karena kutukan leluhurnya. Leluhur keluarga Han pernah tidak sengaja memasuki wilayah makam terlarang, itu sebabnya keturunan Keluarga Han dikutuk memiliki hawa dingin dan berumur pendek, semua keturunan keluarga Han tidak bisa hidup melewati usia 30 tahun. Apa kakak ada cara untuk membantunya?”
Xuan Xiao yang mendengar penjelasan ini, akhirnya menggunakan kesempatan ini untuk membujuk Tian He secara halus, “Maksudmu hukuman dari Dewa? Jika Han Ling Sha tidak segera diselamatkan, dia akan mati muda. Apa yang akan kamu lakukan? Tian He, jika ingin menawar racun dari dunia Surgawi, terlahir sebagai manusia, pasti tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi jika bisa menjadi Dewa, baru bisa bertarung dengan takdir. Kembalilah ke sekte Qiong Hoa, ikut aku menjadi Dewa.”
Walau tampak ragu sesaat, namun Tian He menyadari jika tetap ingin menjadi Dewa maka harus menyerap kekuatan Kristal Kecubung dan membiarkan banyak nyawa hilang sekali lagi.
Tian He akhirnya menjawab, “Jangankan aku, Ling Sha juga pasti lebih memilih mati.”
Xuan Xiao berkata kalau begitu Ling Sha hanya bisa menerima takdirnya dan menunggu mati. Namun Tian He mengelak, berkata bahwa Ling Sha memberitahunya, sekte Qiong Hoa memiliki banyak cara untuk menghapus hukuman Dewa, itu sebabnya Tian He datang menemui Xuan Xiao.
Saat itulah Xuan Xiao sadar jika Ling Sha membohongi Tian He agar Tian He pergi ke suatu tempat dan meninggalkannya sendiri, sementara dia akan melakukan sesuatu yang rahasia.
Xuan Xiao menyuruh Tian He pergi, “Han Ling Sha sedang membohongimu. Lebih baik kau segera pergi melihatnya. Bisa membohongimu dengan kebohongan yang begitu buruk, pasti ada alasannya.”
Sebelum pergi, Yun Tian He sempat berkata, “Kakak, jika aku bisa membujuk Klan Siluman untuk memberikan Kristal Kecubung padamu, bisakah kau berjanji untuk tidak membunuh orang yang tidak bersalah?”
Xuan Xiao menjawab, “Baik.” Namun setelah Tian He pergi, Xuan Xiao berkata, “Tian He, jika perang benar-benar terjadi, aku hanya bisa berjanji pada diriku sendiri untuk melindungimu.”
Setelah Tian He kembali ke taman Ji Xian, dia baru mengetahui bahwa Ling Sha dan Zhi Ying pergi menuju ke Makam Feng Shen untuk mengambil Busur "Hou Yi (Memanah Matahari)".
Siapa sangka, niat Yun Tian He untuk menghentikan Ling Sha dan Zhi Ying mencuri busur juga malah membuatnya mendapatkan busur itu dengan mudah. Jenderal Dewa berkata bahwa Tian He adalah manusia paling bersih selama 3 kehidupan.
Seseorang yang tidak pernah melakukan kejahatan apa pun selama 3 kehidupan, seseorang yang memiliki hati lebih bersih dari cermin dan seseorang yang memiliki tubuh PALING YIN dan PALING YANG. Itu sebabnya dialah orang yang paling pantas memiliki sepasang Busur IIahi.
Jenderal Dewa berkata akan mencoba memberikan Busur Hou Yi tersebut dan melihat apakah busur tersebut mengakui Tian He sebagai Tuannya atau tidak. Namun tentu saja saat menyentuh Busur Ilahi tersebut, umur orang yang pertama menyentuhnya akan berkurang. Ling Sha yang tidak ingin melihat Tian He terluka karena Naga Dewa akhirnya nekat mengambil Busur Ilahi tersebut.
Tian He yang tidak ingin melihat nyawa Ling Sha semakin berkurang, berniat mengembalikan busur Ilahi tersebut mencoba mengembalikannya, namun secara ajaib busur itu justru menyatu dengan dirinya. Dengan kata lain, sepasang busur Ilahi itu telah menerimanya sebagai Tuan mereka.
Jenderal Dewa berkata bahwa busur yang telah menemukan Tuannya tidak bisa ditarik lagi. Setelah Tian He meninggal, barulah busur itu akan kembali ke makam Feng Shen.
Di sekte Qiong Hoa, Su Yao memberitahu Xuan Xiao bahwa Yun Tian He berhasil mendapatkan Busur "Hou Yi (Memanah Matahari)" dan menggabungkannya dengan busur "Kai Yuan Zhui Yue (mengejar bulan)" maka itu akan memberikannya kekuatan Ilahi yang bisa membalikkan langit dan bulan.
Note: Nama lain dari Busur Kai Yuan Zhui Yue adalah mengejar bulan, sementara busur Hou Yi adalah memanah matahari.
Mendengar ucapan kekhawatiran Su Yao, Xuan Xiao segera menatap wanita itu dengan tajam, “Apa jangan-jangan kau ingin membunuh Yun Tian He lagi?”
Su Yao berkelit dan mencoba memprovokasi Xuan Xiao agar memusuhi Tian He, “Jika Yun Tian He berhasil menguasai penggabungan busur ganda, maka dia adalah musuh kuat yang akan menghalangi kita menjadi Dewa.”
Xuan Xiao juga berkelit, “Aku sudah berjanji pada Tian He. Jika dia berhasil membujuk Klan Siluman pengisap mimpi untuk tidak berperang dan memberikan pada kita Kristal Kecubung agar bisa menjadi Dewa, aku tidak akan mulai berperang.”
Namun Su Yao bersikeras harus berperang dan merekalah yang harus terlebih dulu menyerang. Su Yao seolah bertekad untuk membunuh Tian He agar tidak menghalangi rencana mereka.
Namun Xuan Xiao sekali lagi dengan tegas berkata, “Meskipun harus berperang, aku pasti akan melindungi nyawa Yun Tian He. Ini adalah yang kujanjikan pada diriku sendiri.”
Dengan kata lain, Xuan Xiao memberikan peringatan pada Su Yao agar tidak melukai, apalagi membunuh Yun Tian He. Xuan Xiao masih menyayangi Tian He dari lubuk hatinya. Xuan Xiao juga tidak menginginkan hubungan persaudaraannya dengan Tian He hancur begitu saja.
Walau seorang murid, Ming Guang memergoki pembicaraan mereka, Xuan Xiao menyuruh Su Yao cukup memenjarakannya dan tidak membunuhnya. Dia tidak ingin Tian He menganggapnya kejam seperti waktu itu. Xuan Xiao benar-benar sangat memikirkan perasaan Tian He.
Namun sayangnya Su Yao tidak mempedulikan ucapan Xuan Xiao saat ini dan memilih untuk membunuh Ming Guang. Sialnya hal tersebut disaksikan oleh Huai Shou dan Huai Shou melaporkannya pada Tian He dkk.
Dan seperti telah diduga, Tian He akhirnya salah paham pada Xuan Xiao.
“Xuan Xiao jelas-jelas berjanji padaku, tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah! Tapi dia malah membiarkan Su Yao membunuh murid!” ucap Tian He marah.
Su Yao sepertinya benar-benar ingin merusak hubungan antara Tian He dan Xuan Xiao.
Bersambung...
Sebelumnya =>
Ep 1 -13
Ep 14 – 23
Ep 24 – 29
Ep 30 – 32
Selanjutnya =>
Ep 34
Ep 35
Ep 36


Tidak ada komentar:
Posting Komentar