Tampilkan postingan dengan label Drama China : Chinese Paladin 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Drama China : Chinese Paladin 4. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Agustus 2026

Sinopsis Lengkap : Chinese Paladin 4 (Ep 33)

Su Yao yang melihat kemungkinan bahwa Han Ling Sha tidak akan kembali melihat Tian He dan Zhi Ying juga tidak akan kembali, semakin bertekad menggunakan Jiwa Merah Qian Kun untuk merebut kekuatan spiritual Han Ling Sha sebagai penguasa asli Wang Shu dan menjadikan dirinya sebagai penguasa Wang Shu menggantikannya.


Xuan Xiao yang melihatnya, segera berusaha menghentikan Su Yao dan ingin membunuh siluman yang ditugaskan untuk membuat mantera Jiwa Merah itu serta memerintahkannya untuk menghilangkan ilmu mantera Jiwa Merah di tubuhnya.

Xuan Xiao tahu bahwa jika Han Ling Sha terluka dan mati, Tian He pasti akan terluka juga dan dia pasti akan membalas dendam. Tak hanya itu, Xuan Xiao-lah yang akan dituduh sebagai dalang yang membuat Ling Sha celaka.

Xuan Xiao tahu bahwa Su Yao melakukan ini semua selain ingin menjadi Penguasa Pedang Wang Shu yang sesungguhnya, juga untuk membuat Tian He membenci Xuan Xiao, dan Xuan Xiao tidak mau Tian He membencinya apalagi bermusuhan dengannya.

Xuan Xiao dengan jelas menebak isi pikiran Su Yao, “Jika Han Ling Sha mati, Tian He pasti akan terluka. Dia akan membalas dendam pada sekte Qiong Hoa. Pada saat itu, kamu bisa menggunakan kesempatan itu untuk membuatku bermusuhan dengannya, benarkan? Su Yao, kau benar-benar sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.”

Su Yao menjawab dengan tegas dan mantap, “Aku ingin membuatmu tahu, tujuan dan ambisimu sama denganku. Aku sama denganmu, juga bisa melawan langit dan mengubah takdir.”

Namun Xuan Xiao juga tak kalah tegas berkata, “Su Yao, jika kau berani melukai Yun Tian He, aku akan membunuhmu!”

Note: Xuan Xiao masih tulus sayang sama Tian He hingga detik ini dan ingin melindunginya.

Tian He Kembali mencari Xuan Xiao setelah melihat Ling Sha sakit, “Kakak, aku datang mencarimu karena Ling Sha. Bisakah kau membantunya? Hidup Ling Sha tak lama lagi.”

Semula Xuan Xiao berpikir jika Tian He sudah mengetahui tentang siapa penguasa Pedang Wang Shu yang sesungguhnya, namun setelah Tian He berkata, “Aku juga baru mengetahui kalau hidup Ling Sha tak lama lagi, itu bukan karena penyakit hawa dingin namun karena kutukan leluhurnya. Leluhur keluarga Han pernah tidak sengaja memasuki wilayah makam terlarang, itu sebabnya keturunan Keluarga Han dikutuk memiliki hawa dingin dan berumur pendek, semua keturunan keluarga Han tidak bisa hidup melewati usia 30 tahun. Apa kakak ada cara untuk membantunya?”

Xuan Xiao yang mendengar penjelasan ini, akhirnya menggunakan kesempatan ini untuk membujuk Tian He secara halus, “Maksudmu hukuman dari Dewa? Jika Han Ling Sha tidak segera diselamatkan, dia akan mati muda. Apa yang akan kamu lakukan? Tian He, jika ingin menawar racun dari dunia Surgawi, terlahir sebagai manusia, pasti tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi jika bisa menjadi Dewa, baru bisa bertarung dengan takdir. Kembalilah ke sekte Qiong Hoa, ikut aku menjadi Dewa.”

Walau tampak ragu sesaat, namun Tian He menyadari jika tetap ingin menjadi Dewa maka harus menyerap kekuatan Kristal Kecubung dan membiarkan banyak nyawa hilang sekali lagi.

Tian He akhirnya menjawab, “Jangankan aku, Ling Sha juga pasti lebih memilih mati.”

Xuan Xiao berkata kalau begitu Ling Sha hanya bisa menerima takdirnya dan menunggu mati. Namun Tian He mengelak, berkata bahwa Ling Sha memberitahunya, sekte Qiong Hoa memiliki banyak cara untuk menghapus hukuman Dewa, itu sebabnya Tian He datang menemui Xuan Xiao.

Saat itulah Xuan Xiao sadar jika Ling Sha membohongi Tian He agar Tian He pergi ke suatu tempat dan meninggalkannya sendiri, sementara dia akan melakukan sesuatu yang rahasia.

Xuan Xiao menyuruh Tian He pergi, “Han Ling Sha sedang membohongimu. Lebih baik kau segera pergi melihatnya. Bisa membohongimu dengan kebohongan yang begitu buruk, pasti ada alasannya.”

Sebelum pergi, Yun Tian He sempat berkata, “Kakak, jika aku bisa membujuk Klan Siluman untuk memberikan Kristal Kecubung padamu, bisakah kau berjanji untuk tidak membunuh orang yang tidak bersalah?”

Xuan Xiao menjawab, “Baik.” Namun setelah Tian He pergi, Xuan Xiao berkata, “Tian He, jika perang benar-benar terjadi, aku hanya bisa berjanji pada diriku sendiri untuk melindungimu.”

Setelah Tian He kembali ke taman Ji Xian, dia baru mengetahui bahwa Ling Sha dan Zhi Ying pergi menuju ke Makam Feng Shen untuk mengambil Busur "Hou Yi (Memanah Matahari)".

Siapa sangka, niat Yun Tian He untuk menghentikan Ling Sha dan Zhi Ying mencuri busur juga malah membuatnya mendapatkan busur itu dengan mudah. Jenderal Dewa berkata bahwa Tian He adalah manusia paling bersih selama 3 kehidupan.


Seseorang yang tidak pernah melakukan kejahatan apa pun selama 3 kehidupan, seseorang yang memiliki hati lebih bersih dari cermin dan seseorang yang memiliki tubuh PALING YIN dan PALING YANG. Itu sebabnya dialah orang yang paling pantas memiliki sepasang Busur IIahi.

Jenderal Dewa berkata akan mencoba memberikan Busur Hou Yi tersebut dan melihat apakah busur tersebut mengakui Tian He sebagai Tuannya atau tidak. Namun tentu saja saat menyentuh Busur Ilahi tersebut, umur orang yang pertama menyentuhnya akan berkurang. Ling Sha yang tidak ingin melihat Tian He terluka karena Naga Dewa akhirnya nekat mengambil Busur Ilahi tersebut.

Tian He yang tidak ingin melihat nyawa Ling Sha semakin berkurang, berniat mengembalikan busur Ilahi tersebut mencoba mengembalikannya, namun secara ajaib busur itu justru menyatu dengan dirinya. Dengan kata lain, sepasang busur Ilahi itu telah menerimanya sebagai Tuan mereka.

Jenderal Dewa berkata bahwa busur yang telah menemukan Tuannya tidak bisa ditarik lagi. Setelah Tian He meninggal, barulah busur itu akan kembali ke makam Feng Shen.

Di sekte Qiong Hoa, Su Yao memberitahu Xuan Xiao bahwa Yun Tian He berhasil mendapatkan Busur "Hou Yi (Memanah Matahari)" dan menggabungkannya dengan busur "Kai Yuan Zhui Yue (mengejar bulan)" maka itu akan memberikannya kekuatan Ilahi yang bisa membalikkan langit dan bulan.

Note: Nama lain dari Busur Kai Yuan Zhui Yue adalah mengejar bulan, sementara busur Hou Yi adalah memanah matahari.

Mendengar ucapan kekhawatiran Su Yao, Xuan Xiao segera menatap wanita itu dengan tajam, “Apa jangan-jangan kau ingin membunuh Yun Tian He lagi?”

Su Yao berkelit dan mencoba memprovokasi Xuan Xiao agar memusuhi Tian He, “Jika Yun Tian He berhasil menguasai penggabungan busur ganda, maka dia adalah musuh kuat yang akan menghalangi kita menjadi Dewa.”

Xuan Xiao juga berkelit, “Aku sudah berjanji pada Tian He. Jika dia berhasil membujuk Klan Siluman pengisap mimpi untuk tidak berperang dan memberikan pada kita Kristal Kecubung agar bisa menjadi Dewa, aku tidak akan mulai berperang.”

Namun Su Yao bersikeras harus berperang dan merekalah yang harus terlebih dulu menyerang. Su Yao seolah bertekad untuk membunuh Tian He agar tidak menghalangi rencana mereka.

Namun Xuan Xiao sekali lagi dengan tegas berkata, “Meskipun harus berperang, aku pasti akan melindungi nyawa Yun Tian He. Ini adalah yang kujanjikan pada diriku sendiri.”

Dengan kata lain, Xuan Xiao memberikan peringatan pada Su Yao agar tidak melukai, apalagi membunuh Yun Tian He. Xuan Xiao masih menyayangi Tian He dari lubuk hatinya. Xuan Xiao juga tidak menginginkan hubungan persaudaraannya dengan Tian He hancur begitu saja.

Walau seorang murid, Ming Guang memergoki pembicaraan mereka, Xuan Xiao menyuruh Su Yao cukup memenjarakannya dan tidak membunuhnya. Dia tidak ingin Tian He menganggapnya kejam seperti waktu itu. Xuan Xiao benar-benar sangat memikirkan perasaan Tian He.

Namun sayangnya Su Yao tidak mempedulikan ucapan Xuan Xiao saat ini dan memilih untuk membunuh Ming Guang. Sialnya hal tersebut disaksikan oleh Huai Shou dan Huai Shou melaporkannya pada Tian He dkk.

Dan seperti telah diduga, Tian He akhirnya salah paham pada Xuan Xiao.

“Xuan Xiao jelas-jelas berjanji padaku, tidak akan membunuh orang yang tidak bersalah! Tapi dia malah membiarkan Su Yao membunuh murid!” ucap Tian He marah.

Su Yao sepertinya benar-benar ingin merusak hubungan antara Tian He dan Xuan Xiao.

Bersambung...

Sebelumnya =>
Ep 1 -13
Ep 14 – 23
Ep 24 – 29
Ep 30 – 32

Selanjutnya =>
Ep 34
Ep 35
Ep 36

Sinopsis Lengkap : Chinese Paladin 4 (Ep 30-32)

Di tengah pertempuran itu, mereka melihat ada pergerakan aneh dari wilayah terlarang, sepertinya Xuan Xiao sudah berhasil memecahkan lapisan es dan akan segera keluar dari sana.

Zhi Ying yang teringat pesan terakhir gurunya akhirnya memilih melindungi Meng Li agar bisa pergi dari sana. Dia bahkan bertarung dengan Su Yao demi melindungi Meng Li.


Sebelum pergi, Meng Li sempat memeluk Tian He dan menarik lepas liontin gigi binatang yang dikenakan Tian He. Meng Li pun sempat berpamitan dengan Zhi Ying dan Ling Sha. Tapi sialnya sebelum Meng Li sempat pergi, Xuan Xiao tiba di sana.

Tian He memohon pada Xuan Xiao agar membiarkan Meng Li pergi. Tapi Xuan Xiao tetap menyerang Meng Li dan melukainya dengan Pedang Xi He kemudian melemparkannya ke gerbang sihir dan membuat Meng Li menghilang.

Tian He marah dan ingin memukul Xuan Xiao tapi Xuan Xiao mengatakan bahwa dia harus melakukan ini karena Meng Li adalah Ketua Siluman. Tahu bahwa Tian He sedang diliputi kemarahan, Xuan Xiao melepaskannya dan tidak memperpanjang masalah. Xuan Xiao masih menyimpan rasa sayang pada Tian He dalam hatinya.


Xuan Xiao yang masih berharap tetap berhubungan baik dengan Tian He segera memenuhi janjinya untuk membersihkan nama Yun Tian Qing dan Su Yu. Dia berharap hal itu dapat membuat kemarahan Tian He padanya mereda.

Di hadapan semua orang, Xuan Xiao berkata, “19 tahun yang lalu, Yun Tian Qing dan Su Yu tidak pernah bersekutu dengan Klan Siluman. Mereka pergi meninggalkan sekte Qiong Hoa juga bukan karena berkhianat. Semua yang dituliskan dalam buku sejarah adalah salah. Mulai hari ini, nama Su Yu dan Yun Tian Qing akan masuk dalam Makam Ribuan orang Qiong Hoa. Kalian semua harus menunjukkan rasa hormat. Yun Tian He juga bukan putra pengkhianat. Kalian juga harus memperlakukannya dengan hormat.”

Xuan Xiao masih berharap Yun Tian He untuk tinggal, namun setelah melihat bagaimana Xuan Xiao mengambil nyawa seorang murid dengan begitu mudahnya (karena murid tersebut telah berani menghina Yun Tian Qing dan meragukan perkataan Xuan Xiao), Tian He yang merasa bahwa nyawa manusia sangatlah berharga dan tidak seharusnya dibunuh begitu saja, akhirnya memutuskan untuk pergi.

“Kakak, kau membersihkan nama kedua orang tuaku, Tian He sangat berterima kasih padamu. Tapi kau tidak seharusnya memperlakukan muridmu seperti itu.”

Mendengar Tian He memprotesnya, Xuan Xiao hanya tertawa miris dan berkata dengan nada sedih, “Yun Tian He, hanya kau satu-satunya yang berani bicara seperti itu padaku. Tapi kau harus ingat, mulai hari ini, di sekte Qiong Hoa hanya ada suara Xuan Xiao seorang.”

Kemudian setelah Tetua Qing Yang mengatakan sudah cukup, Xuan Xiao menjawab, “Aku bisa saja tidak menghukum murid itu, tapi bukan demi dirimu, melainkan demi adikku yang baik ini, Tian He.”

Xuan Xiao sepertinya masih mengharapkan Tian He tetap ada di sisinya, bahkan demi Tian He, Xuan Xiao bersedia untuk mengubah sekte Qiong Hoa seperti yang Tian He inginkan. Bahkan termasuk menyelamatkan nyawa Ming Guang, karena Ming Guang muncul lagi di episode berikutnya.

Dalam keputusasaannya agar Tian He tidak meninggalkannya, Xuan Xiao bahkan bersedia memohon, “Tian He, kamu pernah bilang padaku kalau kau tidak menyukai sekte Qiong Hoa, sekarang Kakak bisa mengubah sekte Qiong Hoa menjadi seperti yang kamu sukai. Tinggallah, untuk membantu Kakak.”

Namun sayangnya Tian He yang sudah terlanjur kecewa karena Xuan Xiao telah melukai Meng Li dan melukai Ming Guang, tetap memutuskan untuk pergi.

Tian He berkata, “Sebelum ini, aku tidak ingin tinggal di Sekte Qiong Hoa demi melindungi Meng Li. Sekarang aku lebih tidak ingin tinggal karena dirimu. Aku tidak suka dirimu yang sekarang.”

Xuan Xiao yang tampak terpukul berusaha mengingatkan Tian He pada janjinya, “Kamu lupa kamu pernah berjanji padaku bahwa jika aku membutuhkanmu, kau pasti akan membantuku?”

Tian He menjawab, “Aku tidak lupa. Jika kakak ada kesulitan, Tian He pasti akan membantu. Tapi kamu juga pernah memberitahuku, harus melindungi orang yang dipikirkan dalam hati dan hal yang ingin dilakukan. Jadi sekarang, Tian He punya hal yang lebih penting untuk dilakukan.”

Saat Xuan Xiao bertanya hal apa itu, Tian He dengan tegas menjawab, “Kakak tidak perlu repot-repot mengkhawatirkan urusanku.”

Merasa tidak ada lagi yang bisa dia katakan untuk menahan Tian He, walaupun tak rela, Xuan Xiao tetap membiarkan Tian He pergi.

Tetua Qing Yang mengerti bahwa Xuan Xiao sangat menyayangi Tian He, dia berharap Tian He bisa mengubah Xuan Xiao menjadi pribadi yang lebih baik dan berniat mendamaikan mereka saat kemarahan keduanya sudah mereda, akhirnya membuat akal-akalan untuk menghalangi kepergian Tian He dan meminta pada Xuan Xiao untuk mengijinkan Tian He dan Ling Sha tingga di Lembah Qing Feng bersamanya. Xuan Xiao yang sedang sedih hanya menjawab “terserah” seraya menundukkan kepalanya putus asa.


Di Lembah Qing Feng, Tian He mengutarakan isi hatinya dan kekecewaannya terhadap Xuan Xiao, “Sebelumnya Xuan Xiao di mataku, sama seperti ayahku. Baik hati, jujur, adil, dan selalu mementingkan orang lain. Tapi tadi, dia menyerang Meng Li dengan begitu kejam dan begitu angkuh terhadap para murid. Aku benar-benar tidak tahu sebenarnya Xuan Xiao yang mana, barulah dia yang sebenarnya.”

Tetua Qing Yang berkata bahwa Xuan Xiao yang awalnya baik berubah karena ambisinya yang ingin diakui semua orang. Dia ingin menjadi Ketua Sekte Qiong Hoa, ingin membasmi semua siluman dan ingin menjadi naik Tingkat menjadi Dewa, ambisinya itu akhirnya menimbulkan hasrat, kebencian dan obsesi dalam hatinya.

Tapi Xuan Xiao yang dingin dan kejam itu berubah menjadi memiliki sedikit kehangatan karena Tian He. Tetua Qing Yang berharap Tian He bisa membantu Xuan Xiao melepaskan obsesinya menjadi Dewa.

Namun Tian He tampaknya sudah menyerah dan merasa tak bisa membuat Xuan Xiao melepaskan obsesinya, dan sebaliknya ingin pergi ke Dunia Siluman (Dunia Huanming) untuk mencari Meng Li dengan harapan dapat menghentikan peperangan.

Tetua Zhong Guang akhirnya keluar dari dalam kamarnya dan mengatakan bahwa untuk bisa masuk ke Dunia Huanming, tempat para Siluman berada, Tian He harus mendapatkan Ranting Pengait Roh terlebih dahulu. Karena Ranting Pengait Roh tersebut dapat digunakan sebagai pintu masuk Dunia Huanming.

Tetapi masalahnya, Ranting Pengait Roh tersebut bisa ditemukan di Istana Wuyang di Ibukota Ming. Namun untuk sampai ke Ibukota Ming, mereka harus mendapatkan ijin dari Naga Dewa Xianzhu yang berada di puncak gunung Bu Zhou.

Tetua Qing Yang memberitahu rencana Tian He pada Zhi Ying yang kemudian memutuskan untuk menemani Tian He dan Ling Sha menuju ke sana.

Sebagai ganti pedang Wang Shu yang sudah diambil Su Yao, Zhi Ying menempa pedang milik gurunya dan memperbaiki pedang itu untuk kemudian diberikan pada Tian He. Tian He menerima pedang itu dengan gembira dan memberinya nama Pedang Tian He. Bertiga : Tian He, Ling Sha dan Zhi Ying akhirnya pergi menuju tempat itu untuk mencari Ranting Pengait Roh.

Di sana, mereka bertiga bertemu dengan Naga Dewa Xianzhu di gunung Bu Zhou yang menguji Tian He, jika Tian He bisa menahan serang dari Naga Dewa maka Naga Dewa akan membuka jalan ke Ibukota Ming. Tian He terpaksa mengeluarkan senjata terbarunya yaitu Busur "Kai Yuan Zhi Yue".

Naga Dewa itu kemudian memberitahu Tian He bahwa Busur Ilahi ternyata ada sepasang. Pasangan lainnya yaitu Busur Hou Yi Memanah Matahari yang terletak di Makam Feng Shen. Dan bila Tian He bisa mendapatkannya, baru dia bisa mengalahkan Naga Dewa dan bisa menyembuhkan luka akibat serangan dari Naga Dewa.


Namun karena Tian He telah berhasil menahan serangan dari Naga Dewa Xianzhu, Naga Dewa tetap membukakan jalan untuk Tian He dkk menuju ke Ibukota Ming, tempat di mana para jiwa yang telah meninggal berkumpul sebelum menjalani reinkarnasi.

Di sana, Tian He dkk bertemu dengan hantu wanita Wummian yang dulu pernah membantu mereka di Makam Raja Yunnan. Hantu wanita Wummian itu kemudian mengajak Tian He untuk bertemu jiwa ayahnya yaitu Yun Tian Qing, sementara itu, Ling Sha juga bertemu dengan jiwa kakak sepupunya, Han Ling Xiang yang ternyata sudah meninggal.

Yun Tian Qing kemudian memberitahu kepada Tian He apa yang sebenarnya terjadi 19 tahun yang lalu. Tentang persahabatannya dengan Xuan Xiao, Xuan Xiao yang awalnya adalah pemuda yang baik namun terobsesi menjadi kuat agar tidak ada lagi orang yang bisa menindasnya, lalu pertemuan mereka dengan Su Yu yang merupakan adik seperguruan mereka (Tian Qing dan Xuan Xiao) lalu saat Su Yu terpilih sebagai penguasa Pedang Wang Shu.

Note: Jadi intinya di sini ada cinta segiempat antara Tian Qing, Su Yu, Xuan Xiao dan Su Yao. Su Yao mencintai Xuan Xiao dan berharap bisa menjadi pasangan Pedang ganda bersamanya, tapi ternyata Xuan Xiao mencintai Su Yu yang cantik dan lemah lembut yang kebetulan adalah pasangan pedang ganda Xuan Xiao.

Namun di sisi lain, Su Yu dan Tian Qing saling mencintai hingga menikah dan memiliki anak laki-laki bernama Yun Tian He. Hingga kini pun, Su Yao masih mencintai dan mengharapkan cinta Xuan Xiao namun Xuan Xiao tak pernah sekalipun melirik Su Yao, hatinya telah beku sejak Su Yu pergi dan membawa semua cinta dalam hati Xuan Xiao.

Yun Tian Qing juga menceritakan obsesi dan ambisi Ketua Sekte Qiong Hoa terdahulu yaitu Pendeta Tai Qing untuk menjadi Dewa, dengan menempa kedua Pedang Pusaka : Pedang Xi He dan Pedang Wang Shu.

Namun sebenarnya kedua Pedang tersebut belum sepenuhnya sempurna karena harus mendapatkan kekuatan spiritual dari dua batu ajaib bernama "Yin Yang Zhi Que", namun karena Ketua Tai Qing tidak bisa menemukan "Yin Yang Zhi Que" jadi dia memutuskan untuk membuat pedang dan mencari dua orang yang memiliki tubuh PALING YIN dan PALING YANG, kemudian menggunakan kekuatan spiritual dari Kristal Kecubung yang berada di Dunia Huanming untuk menggantikan kekuatan dari "Yin Yang Zhi Que".

Namun demi ambisinya menjadi Dewa, Pendeta Tai Qing tidak peduli dengan itu semua. Dia tetap memerintahkan murid-murid sekte Qiong Hoa untuk menyerang Dunia Huanming terlebih dahulu dan membunuh semua siluman sementara di bawah sana.

Xuan Xiao dan Su Yu diperintahkan untuk membuat pilar dari kedua Pedang pusaka yang diarahkan ke langit menuju Kristal Kecubung. Tujuannya tentu saja untuk menyerap kekuatan Kristal Kecubung agar masuk ke dalam kedua pedang itu.

Jika kedua pedang itu berhasil menyerap kekuatan Kristal Kecubung maka kekuatan Pedang itu bisa mengangkat semua orang di sekte Qiong Hoa yang memiliki kekuatan kultivasi tinggi menjadi Dewa, namun murid-murid dengan kekuatan rendah akan berakhir menemui ajal karena tidak sanggup menahan kekuatan pedang.

Su Yu (Ibu Tian He) yang tak sengaja mendengar rencana busuk ini memutuskan untuk menarik pedang, karena dia tidak ingin melihat lebih banyak lagi kehancuran. Yun Tian Qing pun kembali dari Dunia Huanming dengan membawa bayi Meng Li dan mengajak Su Yu pergi dari sana dengan membawa pedang Wang Shu bersama dengan mereka.

Setidaknya tanpa bantuan dari pedang Wang Shu, sekte Qiong Hoa tidak akan bisa menyerang Dunia Huanming dan menyerap kekuatan Kristal Kecubung. Untuk sementara perang bisa dihindari. Kemudian Yun Tian Qing menyerahkan bayi Meng Li kepada suami istri Liu di kota Shou Yang, untuk menjadi pengganti dari putri mereka yang meninggal karena dibunuh oleh siluman.

Mendengar penjelasan dari sang ayah, Tian He menyadari bahwa sebenarnya sekte Qiong Hoa-lah yang bersalah dalam hal ini, karena merekalah yang terlebih dahulu memulai penyerangan. Klan Siluman saat itu hanya berusaha mempertahankan diri dan mempertahankan Kristal Kecubung milik mereka.

Pendeta Tai Qing dan keserakahannya lah yang telah menghancurkan Qiong Hoa dan membuat 3000 nyawa murid Qiong Hoa mati sia-sia.

Yun Tian Qing kemudian membawa Su Yu pergi menyendiri ke puncak Qing Luan dan membuat perisai penghalang untuk melindungi wilayah itu.

Kemudian Tetua Zhong Lian datang menemui mereka untuk menyampaikan berita tentang Xuan Xiao yang disegel dalam lapisan es dan juga memberikan sebuah buku catatan mengenai tata cara menempa pedang, rahasia dua batu Yin Yang Zhi Que dan di mana menemukannya, serta cara menghancurkan Pedang Wang Shu dan Pedang Xi He.

Yun Tian Qing kemudian pergi mencari dua batu ajaib bernama "Yin Yang Zhi Que" itu, namun setelah menemukannya dan kembali, dia bertemu dengan dua orang misterius (kita asumsikan dua orang misterius itu adalah Malaikat Hitam dan Putih alias Malaikat Pencabut Nyawa aja, ya).

Dengan sangat terpaksa, atas permintaan sang istri, Yun Tian Qing akhirnya memasukkan kekuatan spiritual "Yin Yang Zhi Que" ke dalam tubuh bayi Yun Tian He. Bagaimanapun juga sebagai seorang Ibu, tentu Su Yu tidak tega melihat putranya meninggal sementara dirinya tetap hidup. Lebih baik dirinya yang mati daripada putranya yang tidak bersalah, apalagi Yun Tian He adalah seorang penerus.

Inilah yang membuat Yun Tian He menjadi sangat kuat sejak di episode pertama, bahkan sebelum dia masuk ke sekte Qiong Hoa dan belajar ilmu pedang dan kultivasi. Juga inilah alasan yang membuat Yun Tian He mampu mengangkat kedua pedang pusaka : Pedang Xi He dan Pedang Wang Shu secara bersamaan, walaupun dia bukan penguasa kedua pedang tersebut.

Setelah kematian Su Yu, Yun Tian Qing meletakkan Sisik Kun di Gua Shi Chen Xi agar jasadnya tidak membusuk. Namun karena sekarang, Yun Tian He telah mengambil Sisik itu dari sana, maka jasad Yun Tian Qing dan Su Yu juga tentu akan kembali menjadi tanah.

Yun Tian Qing juga meminta maaf pada Tian He, karena sebagai Ayah, dia selalu memperlakukan putranya dengan keras dan memarahinya. Itu karena dulu Tian Qing berpikir bahwa Tian He adalah penyebab kematian sang Ibu.

Namun kini Tian Qing menyadari bahwa sebagai seorang anak, Tian He lebih membutuhkan kasih sayang ibunya melebihi dia sendiri yang selalu merindukan sang istri. Tian He yang paling menderita di sini karena diabaikan oleh ayahnya dan ditinggal mati oleh ibunya. Tian He yang baik hati tentu saja memaafkan sang ayah.

Namun sayang saat Tian Qing akan mengatakan siapa penguasa Wang Shu yang baru sebenarnya dan rahasia besar di balik "Yin Yang Zhi Que", dirinya sudah ketahuan hingga membuat jiwanya langsung menghilang sebelum sempat mengatakannya.

Setelah mendengar kebenarannya, Zhi Ying tentu saja tidak percaya. Dia ingin bertanya langsung pada Ketua Sekte Su Yao mengenai hal tersebut. Tian He yang takut Zhi Ying akan mengalami kesulitan, segera menyusulnya. Tian He sempat tidak diijinkan masuk namun Huai Shuo berkata bahwa Xuan Xiao memberi pesan bila Yun Tian He ingin kembali, siapa pun tidak berhak melarang.

Tian He berkata bahwa selain mengkhawatirkan Zhi Ying, dia juga ingin bertemu dengan Xuan Xiao. Su Yao berkata bila Tian He ingin menemui Xuan Xiao, dia diijinkan menemuinya. Sebelum pergi mencari Xuan Xiao, Tian He meminta Su Yao agar tidak mempersulit Zhi Ying nantinya.

Sementara Zhi Ying meminta penjelasan, Tian He pergi menemui Xuan Xiao dan berusaha membujuknya agar menghentikan perang agar tragedi 19 tahun yang lalu tidak terulang dan tidak ada lagi korban yang berjatuhan.

Xuan Xiao lalu berkata kenapa Tian He tidak bertanya padanya kenapa Xuan Xiao ingin menjadi Dewa? Kemudian Xuan Xiao menceritakan tentang masa kecilnya yang suram.

Saat usia delapan tahun, desa tempatnya dan orangtuanya tinggal dilanda kekeringan panjang, kemudian seorang peramal datang dan mengatakan bahwa Xuan Xiao adalah reinkarnasi dari Monster Kekeringan dan harus membunuhnya bila ingin kekeringan itu berhenti dan menyelamatkan banyak orang.

Tidak disangka malam itu, setelah kedatangan peramal itu, terjadi kebakaran besar akibat dari kekeringan panjang yang hampir melahap habis seluruh desa dan mengubahnya menjadi reruntuhan.

Namun seluruh penduduk desa menuduh Xuan Xiao kecil sebagai orang yang telah menyalakan api dan membakar desa mereka lalu menuntut orangtua Xuan Xiao untuk menguburnya hidup-hidup.

Xuan Xiao yang selama ini menganggap mereka keluarga sangat kecewa karena tidak ada seorangpun yang melindunginya. Pada akhirnya, Ayah Xuan Xiao sendiri yang memasukkan Xuan Xiao kecil ke dalam peti mati kayu, berniat menguburnya hidup-hidup. Hingga kini, Xuan Xiao bahkan masih bisa mendengar suara sang ayah yang memaku peti matinya.

Note : Xuan Xiao tidak mengatakan bagaimana dia bisa selamat namun melihat dari rekan-rekan seperguruannya yang menuduh tangan Xuan Xiao telah berlumur darah orangtuanya, sepertinya Xuan Xiao berhasil melarikan diri sebelum peti matinya tertutup sepenuhnya, kemudian dia tak sengaja membunuh orangtuanya demi mempertahankan dirinya.

Itu sebabnya Xuan Xiao tidak pernah percaya pada orang lain. Pernah sekali dia percaya pada Yun Tian Qing dan Su Yu, namun mereka pun meninggalkan Xuan Xiao sendiri demi Klan Siluman. Sejak saat itu Xuan Xiao bersumpah “lebih baik aku yang mengecewakan orang daripada aku yang dikecewakan orang”.


Walau Tian He sudah mendengar kisah masa kecil Xuan Xiao yang menyedihkan, dia tetap berharap Xuan Xiao bisa menghentikan perang. Namun sayangnya, Xuan Xiao sudah bertekad bulat pada rencana awalnya.

Dengan sedih, Xuan Xiao berkata, “Yun Tian He, kau adalah orang kedua setelah Yun Tian Qing yang kuperlakukan dengan tulus, sifat kita sama, hanya saja kebutuhan kita berbeda. Kita berpisah di sini saja. Aku berharap, aku tidak bertemu denganmu lagi di tengah peperangan.”

Walau begitu, Xuan Xiao tetap menganggap Tian He adiknya, dia tidak marah ataupun berniat menyakiti Tian He, hanya berharap agar Tian He tidak menghalangi mencapai tujuan akhirnya.

Terbukti demi Tian He, Xuan Xiao berusaha menyelamatkan Zhi Ying yang saat itu akan dihukum oleh Su Yao

Xuan Xiao berdalih, “Mengingat jasa Murong Zhi Ying mencari senjata dingin untukku, dia diusir dari Sekte. Bukankah kamu selalu ingin melindungi makhluk hidup? Pergilah ke taman Ji Xian menjadi tukang sapu.”

Walaupun kalimat Xuan Xiao terdengar dingin dan merendahkan, namun sebenarnya dibalik kalimat itu, Xuan Xiao memutuskan untuk melepaskan Murong Zhi Ying dan mengampuninya, demi Yun Tian He. Dengan begitu, Zhi Ying tidak akan dihukum mati atau dihilangkan ilmunya oleh Su Yao.

Melepaskan Tian He dan Zhi Ying adalah wujud kasih sayangnya kepada Tian He.

Bersambung...

Sebelumnya =>
Ep 1 -13
Ep 14 – 23
Ep 24 – 29

Selanjutnya =>
Ep 33
Ep 34
Ep 35
Ep 36

Sinopsis Lengkap : Chinese Paladin 4 (Ep 24-29)

Sebelumnya => Ep 14-23

Sinopsis Ep 24 – 29:

Petualangan untuk mencari benda pusaka pun dimulai. Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah kediaman keluarga Han yaitu rumah Ling Sha. Karena menurut Ling Sha, ada sebuah buku milik keluarganya yang menuliskan di mana Lukisan Danau Guang Ji tersebut berada.


Di sana mereka bertemu dengan kakak sepupu Ling Sha, yaitu Han Ling Xiang yang sedang sakit karena menderita hawa dingin. Setelah memberikan Pil Buah Fuyao yang didapatkan Ling Sha dari Xuan Ying, Ling Xiang pun sembuh. Tapi sayang, dia tidak mengijinkan Ling Sha untuk pergi lagi. Dia bahkan berencana untuk membakar buku catatan itu.

Hal ini karena Keluarga Han ternyata telah dikutuk. Karena leluhur Keluarga Han telah sangat lancang memasuki Wilayah Makam Terlarang dan mencuri benda pusaka di sana, Dewa pun menghukum seluruh keturunan Keluarga Han dengan umur pendek.

Seluruh Keluarga Han hanya sanggup bertahan hidup hingga 30 tahun. Itu sebabnya, Han Ling Xiang menginginkan Ling Sha tetap menemaninya di rumah saja hingga ajal menjemput mereka.

Namun Ling Sha menolak. Dan akhirnya karena melihat keteguhan hati Ling Sha dan Tian He, kakak sepupu Ling Sha pun terpaksa mengijinkan dengan berat hati.

Tak lama kemudian, mereka sampai di lokasi di mana konon kabarnya Lukisan Danau Guang Ji tersebut berada. Di sana mereka bertemu dengan Dewa Gunung yang menyamar menjadi manusia dan sedang mencari putri angkatnya.

Ternyata putri angkat Dewa Gunung itu masuk ke dalam lukisan karena diculik oleh peri Rubah yang adalah roh penghuni Lukisan tersebut. Peri rubah itu menculik anak itu karena ingin anak kecil itu menggantikannya menjadi roh penghuni lukisan agar dia bisa bebas berkeliaran di luar.

Dewa Gunung berjanji, jika Tian He dkk bisa membawa pulang sang putri angkat, maka dia pasti akan memberikan Lukisan Dewa Guang Ji pada mereka dengan senang hati.

Dewa Gunung juga memberikan Tian He sebuah busur Ilahi bernama Busur "Kai Yuan Zhui Yue", yang memiliki nama lain yaitu “Mengejar Bulan”.

*Kai Yuan = tidak menyesali niat awal.
* Zhui Yue = tidak takut maju.

Asalkan Tian He dkk bisa menyelamatkan putri angkat sang Dewa Gunung, dia akan memberikan Lukisan Dingin Guangji itu pada mereka. Dan tentu saja, Tian He dkk berhasil dalam misi mereka.

Setelah berhasil mendapatkan lukisan dingin itu dan memberikannya pada Xuan Xiao. Xuan Xiao bertanya sekali lagi apakah Tian He benar-benar yakin bersedia mengalami kesulitan dan bahaya demi mendapatkan Sisik Kun?


Tapi Tian He menjawab dengan tegas, “Menyelamatkan Anda adalah keinginan orang tuaku, aku harus menyelesaikannya. Terlebih lagi, di dalam hatiku, Anda juga keluargaku.”

Jawaban Tian He, lagi-lagi membuat Xuan Xiao tersentuh.

Xuan Xiao berkata, “Selama hidupku, semua orang meninggalkanku dan mengkhianatiku tapi hanya kau yang tidak pernah meninggalkanku, tidak akan berubah.”

Dan karena merasa tersentuh dengan ketulusan dan kebaikan hati Tian He, Xuan Xiao meminta Tian He menjadi saudara angkatnya.

Xuan Xiao berkata, “Yuan Tian He, mulai hari ini, kita adalah saudara yang tidak mempedulikan hidup atau mati. Panggil aku kakak. Sepanjang hidupku, aku hanya memiliki satu saudara baik yaitu Yun Tian Qing. Namun dia malah meninggalkan aku. Membuatku seumur hidup ini tidak percaya ada hubungan persaudaraan yang sebenarnya. Tapi kemunculanmu, membuatku percaya lagi bahwa di dunia ini benar-benar ada teman baik yang tidak mempedulikan hidup atau mati.”

Mendengar perkataan Xuan Xiao, Tian He pun menjawab, “Baik. Kalau begitu aku mewakili ayahku, menjadi teman baikmu yang tidak mempedulikan hidup dan mati.”

Xuan Xiao merasa bahagia dan meminta Tian He memanggilnya “kakak (Da Ge)” dan bersumpah menjadi saudara angkat sehidup semati.

“Panggil aku kakak. Dalam hidup ini, kita adalah saudara yang tidak akan pernah berkhianat, meskipun langit runtuh dan bumi terbelah.”

Xuan Xiao akhirnya bisa tertawa bahagia saat mendengar Tian He memanggilnya “Kakak.”

Xuan Xiao pun bersumpah pada dirinya sendiri bahwa dia akan melindungi Tian He apa pun yang terjadi nantinya. Dia tidak akan membiarkan siapa pun melukai apalagi sampai membunuh Tian He, termasuk Su Yao sendiri.

Note:
Xuan Xiao ini sebenarnya adalah karakter yang kesepian. Dia hanya menginginkan cinta dan kasih sayang, andaikan dia bisa mendapatkan itu semua, mungkin dia tidak akan berubah menjadi jahat. Namun sayangnya terjadi kesalahpahaman lagi di akhir episode hingga membuat Xuan Xiao terpaksa memutus persaudaraannya dengan Tian He dan berbalik menjadi musuh.


Di lain sisi, Gui Xie dari Klan Siluman akhirnya menemukan fakta bahwa Liu Meng Li adalah Ketua Muda Klan Siluman yang selama ini mereka cari. Walaupun Meng Li sudah merasa curiga dengan jati dirinya yang sebenarnya, namun dia masih berusaha menyangkal semua ini.

Gui Xie selalu mencoba membawa Meng Li kembali ke Dunia Siluman, bahkan nekat menerobos Sekte Qiong Hoa, namun sayangnya Gui Xie gagal di percobaan pertama.

Keesokan harinya, Tian He dkk melanjutkan perjalanan ke Puncak Qing Luan untuk mencari Sisik Kun. Karena menurut Tetua Shu Shen (guru Zhi Ying dan Meng Li), Yun Tian Qing pernah memberitahunya bahwa keberadaan Sisik Kun ada hubungannya dengan takdirnya sendiri, yang akan tercermin pada Yun Tian He.

Saat mencari Sisik Kun bersama Yun Tian He di Goa Shi Chen Xi itulah, Liu Meng Li tak sengaja berubah ke wujud siluman. Untunglah saat itu hanya ada Yun Tian He bersamanya dan Yun Tian He mampu menjaga rahasia agar nyawa Liu Meng Li tidak terancam.

Di kota Praja Boxian, Gui Xie Kembali mengejar Meng Li. Han Ling Sha terpaksa melapor ke Qiong Hoa agar menyelamatkan Tian He dan Meng Li. Su Yao mengirim Zhi Ying, Tetua Su Xi dan Tetua Xu Yi untuk melindungi Tian He dan Meng Li serta membawa kembali Sisik Kun dengan selamat.

Zhi Ying, Su Xi dan Xu Yi menggunakan Formasi Pembasmi Siluman untuk menghadapi Gui Xie dan temannya. Namun Tian He yang tidak ingin Meng Li terluka berusaha menghalanginya. Tindakannya tersebut membuat Tetua Xu Yi menjadi marah dan menuduhnya pengkhianat karena telah melindungi Siluman. Tian He dengan tegas berkata kalau begitu dia memilih lebih baik tidak usah menjadi murid sekte Qiong Hoa lagi mulai sekarang.

Demi Meng Li, Tian He bahkan rela memutuskan hubungan guru dan murid dengan Zhi Ying. Walau sudah mengatakan bahwa dia ingin meninggalkan sekte Qiong Hoa, namun Tian He tetap Kembali ke Qiong Hoa untuk memberikan Sisik Kun pada Xuan Xiao. Su Yao memutuskan Yun Tian He dan yang lainnya boleh pergi, namun Pedang Wang Shu harus tetap tinggal di sekte Qiong Hoa.


Di wilayah terlarang, Tian He mengatakan pada Xuan Xiao bahwa dia dan Murong Zhi Ying sedang terlibat kesalahpahaman. Xuan Xiao memberikan nasehat agar Tian He mengikuti kata hatinya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, seperti apa yang dia rasakan saat ini terhadap orang tua Tian He, yang bahkan tidak bisa bertemu untuk yang terakhir kali.

Setelah mendengar jawaban Xuan Xiao, Tian He mengerti dan berjanji akan mengikuti kata hatinya, kemudian Tian He memberikan Sisik Kun pada Xuan Xiao dan Xuan Xiao menyuruh Tian He pergi karena takut kekuatannya akan salah melukai Tian He saat dia memecahkan lapisan es nanti.

Tian He pun mengutarakan bahwa sebenarnya dia sudah membuat keputusan untuk meninggalkan Sekte Qiong Hoa.

Dengan berat hati, Tian He mengutarakan niatnya, “Kakak, sebenarnya aku sudah memutuskan untuk tidak tinggal di sekte Qiong Hoa lagi. Hari ini aku datang untuk menemuimu untuk yang terakhir kalinya. Aku tidak terlalu suka sekte Qiong Hoa. Meng Li juga ingin pergi. Aku dan Ling Sha sudah sepakat ke mana pun, kami tidak akan berpisah.”

Xuan Xiao tampak tak rela dan tetap mencoba untuk menahan Tian He tinggal, “Tian He, jika Kakak berharap kamu tinggal, apakah kamu tetap tidak bersedia?”

Tian He dengan menyesal menjawab, “Mungkin, di sini memang bukan tempatku. Aku kembalikan Sisik Kun padamu, untuk mewujudkan keinginan orang tuaku dan keinginanku sendiri. Kakak, jika berperang dengan dunia Siluman, kau harus berjanji pada Tian He harus melindungi dirimu sendiri.”

Mendengar jawaban Tian He, Xuan Xiao tahu tekad Tian He untuk pergi sudah bulat. Xuan Xiao mengerti bahwa setiap orang memiliki ambisinya sendiri dan dia tidak berhak memaksa. Setelah berpamitan, Tian He akan melangkah pergi, namun sebelum Tian He pergi, Xuan Xiao sempat mengucapkan “Terima kasih” dengan air mata menetes di pipinya.

Di kota Praja Boxian, Meng Li memanggil Gui Xie dan Xi Zhong untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi 19 tahun yang lalu dan meminta waktu untuk berpikir seraya menunggu Tian He dan Ling Sha kembali.

Gui Xie berkata kalau sekte Qiong Hoa tidak mungkin melepaskan Yun Tian He karena dia adalah penguasa Pedang Wang Shu, daripada melepaskannya, mereka lebih baik membunuhnya. Khawatir dengan keadaan Tian He, Meng Li pun memutuskan kembali ke sekte Qiong Hoa.

Di sekte Qiong Hoa, Tian He dan Ling Sha yang akan pergi dihadang oleh Murong Zhi Ying yang meminta pedang Wang Shu dikembalikan ke sekte Qiong Hoa. Tian He yang merasa Pedang Wang Shu memang milik sekte Qiong Hoa pun, memberikannya dengan sukarela.

Tapi saat Tian He dan Ling Sha ingin pergi, Tetua Xu Yi menghadang mereka. Tetua Xu Liang dan Zhi Ying menyuruh untuk membiarkan Tian He dan Ling Sha pergi tapi Tetua Xu Yi menolak. Tepat pada saat Tetua Xu Yi ingin menyerang Tian He, Meng Li datang menghentikannya.

Dan ketika Tetua Xu Yi ingin menyerang Meng Li juga, pengawal Meng Li yang bersembunyi di dalam kalungnya tiba-tiba muncul dan menghadangnya.

Dan tiba-tiba saja Meng Li berubah wujud di hadapan mereka semua. Kali ini Meng Li tak mampu lagi menutupi jati dirinya yang sesungguhnya yang adalah Ketua Muda dari Klan Siluman. Zhi Ying sangat shock saat mengetahui kebenarannya.


Dan akhirnya dia mengerti bahwa Siluman yang ingin Tian He lindungi adalah Meng Li. Tian He pun menyuruh Ling Sha dan Meng Li pergi lebih dulu karena tahu bahwa sekte Qiong Hoa takkan melepaskan Meng Li. Tapi Meng Li bersikeras menolak dan ingin mereka pergi bersama.

Tepat saat itu, Gui Xie dan Xi Zhong datang untuk menyelamatkan Ketua Muda mereka. Pertarungan pun tak terhindarkan. Namun Xi Zhong sempat membuka gerbang sihir agar Klan Siluman bisa pergi dari sana.

Sialnya, Ketua Sekte Su Yao dan Tetua Su Xi tiba di sana dan menghancurkan gerbang sihir itu. Pertempuran kembali terjadi antara klan Siluman melawan Tetua Su Xi, Tetua Xu Yi serta murid-murid Tetua Xu Yi. Sementara murid dari Tetua Xu Liang hanya melihat dan tidak tahu ingin memihak siapa.

Di tengah pertempuran itu, mereka melihat ada pergerakan aneh dari wilayah terlarang, sepertinya Xuan Xiao sudah berhasil memecahkan lapisan es dan akan segera keluar dari sana.

Bersambung...

Sebelumnya =>

Selanjutnya =>
Ep 34
Ep 35
Ep 36

Selasa, 18 Agustus 2026

Sinopsis Lengkap : Chinese Paladin 4 (Ep 14-23)

Sinopsis Ep 14 – 23:
Begitu Yun Tian He dan rombongannya tiba di Qiong Hoa, tanggapan semua orang di sekte Qiong Hoa sangat tidak bersahabat. Semua orang di sekte Qiong Hoa, menuduh Yun Tian Qing sebagai pengkhianat perguruan.

Orang yang paling sangat menentang kehadiran Yun Tian He sebagai murid Qiong Hoa adalah Tetua Zhong Guang dan Tetua Xu Zhao. Namun karena Ketua Sekte, Su Yao dengan segala alasan membiarkan mereka tinggal, akhirnya baik Tetua Chong Guang dan Tetua Xu Zhao tidak memiliki alasan untuk menolak.

Su Yao tidak akan membiarkan Yun Tian He pergi karena jika Yun Tian He pergi, maka Pedang Wang Shu juga pasti akan dibawa pergi oleh Tian He.

Apalagi Yun Tian He mengatakan dengan tegas, “Pedang Wang Shu adalah peninggalan ayahku. Dan tidak ada orang lain yang bisa memegangnya selain aku. Jika aku pergi maka pedang Wang Shu juga akan ikut bersamaku.”


Jadi satu-satunya cara untuk mendapatkan Pedang Wang Shu adalah dengan menahan pemiliknya saat ini, yaitu Yun Tian He. Akhirnya demi agar Pedang Wang Shu kembali ke Qiong Hoa, Yun Tian He dan teman-temannya (Ling Sha dan Meng Li) diterima sebagai murid.

Ketiga orang itu meminta Ketua Sekte Su Yao agar mengijinkan mereka menjadi murid Murong Zhi Ying. Ketua Sekte menerima permintaan mereka asalkan Pedang Wang Shu dikembalikan ke Qiong Hoa.

Yun Tian He yang tidak pernah berprasangka buruk pun dengan tanpa kecurigaan mengembalikan Pedang Wang Shu ke sekte Qiong Hoa. Tian He berpikir bila pedang Wang Shu memang adalah milik sekte Qiong Hoa yang dibawa pergi oleh sang ibu saat kedua orang tuanya melarikan diri saat itu.

Saat di sekte Qiong Hoa, Yun Tian He harus menelan pil pahit ketika semua orang memusuhinya dan menghina ayah yang selalu dibanggakannya. Puncaknya saat papan nama nisan sang ayah harus hancur saat dia dikeroyok massa. Sebenarnya yang menghancurkan papan nama itu adalah Xuan Ye dengan kekuatan spiritualnya.

Xuan Ye adalah seniornya yang di luar terlihat baik namun menyimpan kebencian dalam hatinya karena mengira Yun Tian Qing adalah orang yang telah membunuh sang ayah, Xuan Zhen. Namun akhirnya terungkap bahwa Xuan Ye adalah seorang anak perempuan yang lahir dari hasil perzinahan antara guru (Xuan Zhen) dan muridnya, Jing Chi.

Dan Yun Tian Qing bukanlah orang yang membunuh sang ayah, melainkan sang ayah terbunuh oleh siluman dalam pertempuran 19 tahun yang lalu. Merasa malu dengan identitasnya yang merupakan putri hasil perzinahan, Xuan Ye memilih bunuh diri.

Namun walau begitu, karena tidak ada yang tahu mengenai kebenaran itu (karena sengaja ditutupi demi melindungi nama baik Xuan Ye), Yun Tian He tetap dimusuhi oleh saudara-saudara seperguruannya.

Semua orang menganggap Yun Tian Qing pengkhianat, hanya satu orang yang tidak memusuhinya dan bahkan menunjukkan sikap hangat pada mendiang kedua orangtuanya. Orang itu adalah Xuan Xiao.


Xuan Xiao adalah orang pertama yang menunjukkan kesan hangat setiap kali berbicara tentang kedua orang tuanya, khususnya saat berbicara mengenai sang Ibu, Su Yu. Ternyata Xuan Xiao adalah sahabat dari kedua orang tua Tian He. Dan dia jatuh cinta pada Su Yu (Ibu Tian He) yang merupakan pasangan Pedang Ganda miliknya, yaitu penguasa Pedang Wang Shu.

Namun cinta Xuan Xiao bertepuk sebelah tangan karena Su Yu mencintai Yun Tian Qing dan memilih melarikan diri dari sekte Qiong Hoa dan meninggalkannya terluka seorang diri. Xuan Xiao yang sejak kecil mengalami sakitnya ditinggalkan oleh orang-orang yang dia sayang, akhirnya menjadi tidak percaya pada siapapun lagi.

Dimulai saat berusia delapan tahun, dia diramal oleh seorang peramal yang mengatakan kalau dia adalah reinkarnasi dari Monster Kekeringan. Keluarganya serta merta percaya dan mulai menjauhinya, puncaknya saat terjadi kebakaran hebat di desanya dan menewaskan banyak penduduk desa.

Ayahnya yang percaya dengan ramalan itu berniat membunuh Xuan Xiao kecil untuk menghapus kesialan. Demi membela diri, Xuan Xiao akhirnya tak sengaja membunuh kedua orang tuanya, kemudian melarikan diri ke sekte Qiong Hoa.

Di sekte Qiong Hoa, dia juga dijauhi oleh teman-temannya karena mereka mengetahui bahwa Xuan Xiao sudah berlumur darah orangtuanya.


Hanya Yun Tian Qing yang saat itu membelanya dan bahkan rela berkelahi dengan teman seperguruan yang menghina Xuan Xiao. Mereka bersahabat baik hingga Su Yu datang menjadi adik seperguruan mereka. Mereka bertiga pun menjadi sahabat.

Seiring waktu, baik Xuan Xiao dan Yun Tian Qing sama-sama jatuh hati pada Su Yu. Tapi Su Yu lebih menyukai Yun Tian Qing yang ceria dan bebas namun baik hati, dibandingkan dengan Xuan Xiao yang cerdas dan pendiam namun sangat ambisius.

Apalagi ketika mendengar kabar bahwa Ketua Sekte mereka yaitu Tai Qing ingin menjadi Dewa dengan menggunakan cara cepat yaitu dengan menempa dua Pedang ganda Yin dan Yang kemudian mengarahkan kekuatannya ke arah Kristal Kecubung di dunia Siluman agar bisa menyerap kekuatan Kristal itu dan menjadi Dewa. Tai Qing tidak peduli meski tindakannya itu menyebabkan kehancuran dunia Siluman yang bernama Dunia Huan Ming.

Su Yu memberitahu hal itu kepada kedua sahabatnya, yaitu Yun Tian Qing dan Xuan Xiao. Yun Tian Qing memilih untuk percaya dan ingin menghentikan musibah ini, namun Xuan Xiao memilih untuk tidak percaya pada Su Yu karena berambisi menjadi Dewa untuk membuktikan pada semua orang yang pernah menindasnya bahwa Xuan Xiao tidak bisa diremehkan.

Tak punya pilihan, Su Yu akhirnya memutuskan untuk menarik Pedang kemudian melarikan diri di tengah pertempuran.


Xuan Xiao yang terluka batin dan fisiknya, akhirnya menjadi menggila. Gadis yang dia cintai memilih meninggalkannya dan pergi dengan sahabatnya begitu saja, tidak peduli walau dia terluka parah.

Akhirnya untuk menghentikan Xuan Xiao yang semakin menggila, ketiga Tetua yaitu Tetua Qing Yang, Tetua Zhong Lian, Tetua Zhong Guang dan dibantu oleh Su Yao, menyegel Xuan Xiao di dalam lapisan es selama 19 tahun lamanya.

Selama 19 tahun hati Xuan Xiao menjadi dingin. Hingga kedatangan Yun Tian He yang perlahan-lahan mencairkan hatinya yang beku. Yun Tian He adalah orang pertama yang tidak menganggapnya musuh yang harus dihancurkan, melainkan menganggapnya sebagai seorang keluarga.

Yun Tian He bahkan rela terluka parah saat Tetua Zhong Guang memaksa ingin merebut giok Zhao milik ibunya yang merupakan kunci pembuka wilayah terlarang tempat di mana Xuan Xiao terpenjara dalam lapisan es selama 19 tahun.

Tetua Zhong Guang ingin menghabisi Xuan Xiao dan giok Zhao milik ibu Tian He adalah kunci pembuka wilayah itu. Tapi Yun Tian He menolak memberikannya meski dia harus terluka berdarah-darah demi melindungi Xuan Xiao. Xuan Xiao yang mendengar semua itu menjadi sangat tersentuh.

Saat kedua kalinya Tetua Zhong Guang mencuri giok Zhao milik Tian He dan menerobos masuk, Tian He segera memanggil Ketua Sekte Su Yao untuk menghentikan Tetua Zhong Guang. Walau dalam pertempuran itu, Yun Tian He terluka parah namun dia tetap berusaha sekuat tenaga melindungi Xuan Xiao.


Tian He bahkan rela mati demi menyelamatkan seseorang yang sudah dia anggap sebagai keluarganya. Tian He berkata bahwa apa pun yang terjadi, Tian He tidak akan meninggalkan Xuan Xiao sendiri. Melihat ketulusan Tian He padanya membuat Xuan Xiao tersentuh.

Dalam pertempuran melawan Tetua Zhong Guang, Tian He secara ajaib dapat menarik kedua pedang ganda, Pedang Wang Shu dan pedang Xi He untuk mengalahkan Tetua Zhong Guang.

Walau sudah memegang kedua Pedang Ganda, Tian He tetap tidak bisa mengalahkan Tetua Zhong Guang yang sudah menembus Alam. Dan karena Tian He sudah menghalangi langkahnya, Tetua Zhong Guang berniat membunuh Tian He.

Melihat Tian He sudah terluka, Xuan Xiao pun mengerahkan semua kekuatannya yang sudah dia kumpulkan selama 19 tahun untuk memecahkan es, untuk menyelamatkan nyawa Tian He.

Tentu saja Xuan Xiao berhasil, dia membuat kekuatan kultivasi Tetua Zhong Guang menghilang serta mengubahnya menjadi seorang kakek tua yang lemah.

Tian He selamat namun Xuan Xiao yang sebelumnya sudah berhasil memecahkan setengah lapisan es harus kembali terkurung sepenuhnya dan hanya tersisa kepalanya saja, karena kekuatannya sudah habis tak tersisa.


Merasa bersalah karena membuat kakak angkatnya terluka, Tian He berjanji akan mencari dan menemukan tiga senjata dingin (semacam benda pusaka) yang bisa mereka gunakan untuk memecahkan lapisan es yang memerangkap Xuan Xiao.

Ketiga benda itu adalah :
1. Buah Sou Lou, Ketua Sekte Su Yao mendapatkannya dari Tetua Qing Yang dan dan langsung diberikan pada Xuan Xiao.
2. Lukisan Dingin Guang Ji, yang peta lokasinya pernah dicatat dalam buku peninggalan keluarga Han.
3. Sisik Kun, yang ternyata disembunyikan di dalam Gua tempat orang tua Tian He dimakamkan di puncak Gunung Qing Luan.

Yun Tian He berjanji akan pergi mencari dua senjata dingin lainnya agar bisa memecahkan es yang memerangkap Xuan Xiao. Dan karena keteguhan dan ketulusan hati Tian He inilah yang membuat hati Xuan Xiao tersentuh.

Tian He dengan lantang berkata, “Aku tidak takut. Anda sudah menjadi keluarga Tian He, bagaimana mungkin aku tidak peduli pada Anda? Jika kedua orangtuaku masih hidup, mereka pasti akan membantu Anda.”

Ketua Su Yao juga menyarankan agar Tian He mencobanya, “Adik seperguruan, biarkan Tian He mencobanya. Yang membedakan Tian He dengan Tetua Zhong Lian adalah bakatnya dan kekuatan spiritualnya yang membuatnya tidak akan terluka karena hawa dingin.”

Mendengar itu, akhirnya dengan berat hati, Xuan Xiao mengijinkan Tian He pergi mencari kedua benda pusaka itu sembari berpesan, “Yun Tian He, jika bertemu bahaya, kamu harus ingat untuk melindungi nyawamu sendiri.”

Dengan tersenyum lega, Tian He berjanji akan menjaga dirinya baik-baik, “Jangan khawatir, Tetua Xuan Xiao. Aku pasti akan melindungi diriku sendiri dan membawa dua buah senjata dingin Kembali pada Anda.”

Xuan Xiao memberikan kekuatannya pada Tian He untuk melindungi diri dan juga menarik Pedang Wang Shu dari dalam es untuk dikembalikan pada Tian He, “Pedang Wang Shu ini, kau bawa saja, pedang itu bisa membantumu.”


Tian He tersenyum tulus dan berjanji akan segera kembali, “Jangan khawatir, Tetua Xuan Xiao, tunggulah aku kembali.”

Xuan Xiao mengangguk dan berpesan singkat, “Berhati-hatilah,” sebelum Tian He melangkah keluar dari dalam sana. Xuan Xiao mengiringi kepergian Tian He dengan tersenyum sayang. Sepertinya hati Xuan Xiao sudah menghangat karena Tian He.

Tapi Su Yao yang menyadari ini terlihat tidak senang, “Adik seperguruan, tatapan lembutmu ini dulu hanya kau berikan untuk Su Yu. Sekarang kau memberikannya pada anaknya. Kapan kau bisa memberikannya padaku?”

Su Yao sepertinya masih menyimpan cinta mendalam dalam hatinya untuk Xuan Xiao jadi tidak peduli sejahat apa pun Xuan Xiao padanya, walau tak pernah sedikitpun memberikan kelembutan dan tak pernah membalas cintanya, Su Yao tetap mencintai Xuan Xiao dan ingin selalu berada di sisinya. Ya, cinta memang gila.

Bersambung...

Credit Pictures : As tagged (all pictures belongs to owners)

Sebelumnya => 
Ep 1 -13
Selanjutnya =>
Ep 24 – 29
Ep 30 – 32
EP 33
Ep 34
Ep 35
Ep 36


Sinopsis Lengkap : Chinese Paladin 4 (Ep 1-13)

Cerita dimulai dengan kejadian 19 tahun yang lalu, saat terjadi pertempuran antara ras Manusia yang dipimpin oleh Sekte Qiong Hoa melawan Ras Siluman. Sekte Qiong Hua sebagai pemimpin dari 8 Sekte Kunxu, dengan menggunakan semua sumber daya, menempa dua pedang pusaka yaitu pedang Wang Shu dan pedang Xi He (dikenal sebagai sepasang pedang ganda “Yin dan Yang”).

Ketua sekte Qiong Hua saat itu yaitu Pendeta Tai Qing, bekerja sama dengan pasangan pedang ganda melawan pasukan dari dunia Siluman dengan menggunakan kekuatan dari kedua Pedang ganda agar dapat menembus Kristal Kecubung yang berada di dalam Dunia Huanming di wilayah Klan Siluman.

Kelak diketahui jika Pendeta Tai Qing sebenarnya berambisi ingin menjadi Dewa, bahkan tak segan-segan menggunakan nyawa murid-muridnya sendiri sebagai tumbal demi melaksanakan ambisinya.


Mengetahui rahasia gelap tersebut, Su Yu (Ibu Yun Tian He) sebagai penguasa Pedang Wang Shu, memutuskan untuk menarik pedang dan meninggalkan area pertempuran bersama kekasihnya, Yun Tian Qing. Sejak saat itu, pedang Wang Shu menghilang dari dunia.

Tanpa adanya Pedang
Wang Shu, pilar pertahanan runtuh dalam sekejap. Tak hanya itu, Xuan Xiao sebagai penguasa Pedang Xi He yang tak sanggup bertahan sendiri menahan kekuatan pedang, terluka karena serangan balik aura pedang.

Tanpa bantuan kekuatan pedang ganda, pendeta Tai Qing berhasil dibunuh oleh Ketua Siluman dan meninggal dalam pertempuran, dan sekte Qiong Hua mengalami kerusakan parah hingga menyebabkan 3000 murid Sekte Qiong Hoa tewas mengenaskan dalam pertempuran tersebut. Sementara Xuan Xiao kerasukan Iblis dan menyebabkannya harus disegel di dalam bongkahan es agar tidak kembali mengacau.

19 tahun kemudian...
Yun Tian Qing dan Su Yu, yang telah pergi meninggalkan Sekte Qiong Hoa memilih hidup terisolasi di atas sebuah gunung bernama Puncak Gunung Qing Luan. Mereka menikah dan memiliki seorang putra bernama Yun Tian He. Namun setelah melahirkan sang putra, Su Yu pun meninggal dunia.


Yun Tian He (diperankan oleh Chen Zhe Yuan) sama sekali tidak tahu mengenai masa lalu kedua orang tuanya dan hidup dengan riang gembira di atas puncak gunung Qing Luan.

Hingga suatu hari, Yun Tian Qing meninggal dunia dan meninggalkan Tian He remaja untuk tumbuh seorang diri di puncak gunung Qing Luan dengan hanya ditemani oleh dua ekor siluman babi. Sebelum meninggal, Yun Tian Qing mewariskan padanya sebuah pedang.

Sepeninggal sang ayah, karena tak pernah bertemu siapa pun sepanjang hidupnya, kecuali sang ayah dan dua ekor siluman babi, Yun Tian He tumbuh menjadi pemuda yang lugu, polos, tulus, baik hati, setia kawan, berani dan tak pernah sekalipun memiliki pikiran buruk kepada orang lain.


Suatu hari, datang seorang gadis muda yang cantik bernama Han Ling Sha (diperankan oleh Ju Jing Yi) yang berprofesi sebagai perampok makam. Han Ling Sha diperintahkan oleh seorang pria misterius bernama Xuan Ying, untuk mencari dan merebut sebuah pedang pusaka dan kemudian mengantarkannya ke Sekte Qiong Hoa, dengan imbalan sebuah pil obat yang dapat menyembuhkan penyakit hawa dingin kakak sepupunya, Han Ling Xiang.

Pil obat itu bernama Pil Buah Fuyao dan pedang yang harus dia dapatkan itu adalah Pedang Wang Shu, yang merupakan pedang peninggalan ayah Tian He.

Dengan mengandalkan kompas spiritual akhirnya mengarahkannya sampai ke puncak gunung Qing Luan dan bertemu dengan Yun Tian He yang awalnya berpikir jika Han Ling Sha adalah siluman babi yang sedang menyamar.

Demi obat untuk menyembuhkan kakak sepupunya, Han Ling Sha nekat merusak pintu makam dan menerobos masuk makam yang berisi jenasah orang tua Tian He tersebut.



Pertemuan keduanya menyebabkan beberapa kejadian aneh, salah satunya adalah membangkitkan kekuatan spiritual Pedang Wang Shu yang telah lama tertidur, saat Han Ling Sha tak sengaja menyentuh pedang tersebut.

Kelak diketahui kalau Han Ling Sha adalah penguasa Pedang Wang Shu yang baru, namun sepertinya itu tidak memberikan efek apa-apa dalam cerita, karena dari awal hingga akhir, Ling Sha tidak pernah mampu memegangnya apalagi menggunakan pedang itu.

Ling Sha selalu merasa pusing bila bersentuhan dengan Pedang Wang Shu, dia hanya pernah menyentuh, berbarengan dengan Yun Tian He namun tak pernah benar-benar memegangnya seorang diri.

Hanya Yun Tian He satu-satunya orang yang sejak awal hingga akhir memiliki kemampuan memegang dan memakai pedang Wang Shu ataupun Pedang Xi He.


Itu karena Yun Tian He terlahir dengan kekuatan spiritual Yin Yang Zhi Que yaitu memiliki tubuh yang PALING YANG dan PALING YIN. Jadi walaupun dia bukan penguasa Pedang Wang Shu maupun Pedang Xi He, dia tetap mampu memegang kedua pedang tersebut dengan mudah tanpa kesulitan apa pun.

Dan sepertinya, Han Ling Sha diceritakan sebagai penguasa pedang Wang Shu pun hanya sekedar untuk menunjukkan bahwa penguasa Pedang Wang Shu HARUS WANITA dan penguasa Pedang Xi He HARUS PRIA, agar terlihat seperti Pedang Ganda Sepasang, Yin dan Yang.

Jadi kalau dibuat Yun Tian He sebagai penguasa Pedang Wang Shu, maka jadinya akan Yang dan Yang, gak cocok dengan konsep SEPASANG, karena kata “sepasang” itu umumnya untuk pria dan wanita.


Tapi sesungguhnya, peran Han Ling Sha dalam drama sama sekali tidak berguna, selain sebagai :
1. Pacar Tian He.
2. Untuk membawa Yun Tian He turun dari puncak gunung Qing Luan karena dia diperintahkan untuk membawa Pedang sekaligus orang yang mampu membawa pedang tersebut ke Sekte Qiong Hoa serta,
3. Memprovokasi Yun Tian He dengan ucapan manis “mencari masa lalu sang ayah dan rahasia kenapa Pedang Wang Shu diperebutkan banyak orang” supaya Tian He bersedia turun gunung dan pergi bersamanya.

Benar. Yun Tian He turun gunung karena bujukan manis dari Han Ling Sha dengan iming-iming mencari masa lalu Yun Tian Qing (ayah Tian He).

Ling Sha berpikir bila dia tidak bisa memegang pedang tersebut, maka satu-satunya cara agar misinya berhasil adalah dengan dengan membawa Yun Tian He ikut serta bersamanya menuju ke Sekte Qiong Hoa dan mengantarkan sendiri pedang tersebut. Han Ling Sha memiliki seribu akal licik untuk membohongi Yun Tian He yang polos dan lugu.

Dalam perjalanan menuju Perguruan Qiong Hoa, Yun Tian He dan Han Ling Sha bertemu banyak sekali siluman yang sangat ingin merebut Pedang Wang Shu dari tangan Tian He.

Han Ling Sha berkali-kali hampir terbunuh (emang dasar cewek beban) dan Yun Tian He berkali-kali menyelamatkan dan berkorban demi dirinya.


Peran Han Ling Sha di sini hanya untuk dijadikan sandera dan ditangkap agar Yun Tian He menyerahkan Pedangnya dan akhirnya ikut ditangkap juga. Pernah suatu kali, demi membunuh Bei Ke yang sudah memerangkap jiwa Ling Sha dan jiwa 3000 warga kota Chen Zhou, Yun Tian He rela hampir kehilangan nyawanya saat Bei Ke menusuk Yun Tian He dengan Pedang Wang Shu.

Namun Yun Tian He yang tidak kehilangan akal, ikut menusukkan tubuhnya ke tubuh Bei Ke agar mereka mati bersama. Untunglah Murong Zhi Ying berhasil menyembuhkan lukanya dan untunglah kekuatan Yin Yang Zhi Que dalam tubuh Tian He memberikannya kekuatan hebat hingga membuat Tian He berkali-kali selamat dari maut.

Dalam perjalanan ke Perguruan Qiong Hoa, selain bertemu dengan Murong Zhi Ying yang menyelamatkan mereka saat para siluman berusaha merebut Pedang Wang Shu dan membunuh Tian He, mereka juga bertemu dengan Liu Meng Li.


Liu Meng Li adalah putri angkat dari pemimpin kota Shou Yang. 19 tahun yang lalu, Yun Tian Qing menitipkan bayi Meng Li kepada sepasang suami istri keluarga Li setelah berhasil memberantas siluman jahat yang mengganggu kota Shou Yang. Itu sebabnya keluarga Liu dan Meng Li menganggap Yun Tian Qing sebagai penyelamat mereka.

Selain cantik dan lemah lembut, Meng Li juga ahli pengobatan, jago main harpa dan juga memiliki kekuatan spiritual yang lebih tinggi dari Han Ling Sha.

Kalau dilihat dari kekuatan spiritual keempat tokoh utama, Han Ling Sha adalah yang paling lemah dan tidak berguna. Terbukti berkali-kali dijadikan sandera. Kalau bukan dijadikan sandera, selalu berakhir pingsan. Sebaliknya, Yun Tian He adalah yang paling kuat.

Bersama, mereka menyelesaikan masalah demi masalah hingga akhirnya mereka bertiga tiba di perguruan Qiong Hoa. Namun sebelum tiba di Perguruan Qiong Hoa, ketiga orang itu tiba di kota Praja Boxian lebih dulu.

Kota Praja Boxian adalah kota di mana manusia dan siluman bisa hidup berdampingan dengan damai. Di sana, ada sebuah tempat bernama Paviliun Qing Feng yang dipimpin oleh Feng Er.

Namun ternyata Paviliun Qing Feng itu adalah tempat yang didirikan oleh Yun Tiang Qing (ayah Tian He). Setelah menyelesaikan kesalahpahaman di sana, Yun Tian He pun diangkat sebagai Ketua Muda Pavilliun Qing Feng.

Bersambung...

Credit Pict: As Tagged (All pictures belongs to owner)

Selanjutnya => Eps 14-23