Rabu, 26 Agustus 2026

Sinopsis Lengkap : Chinese Paladin 4 (Ep 24-29)

Sebelumnya => Ep 14-23

Sinopsis Ep 24 – 29:

Petualangan untuk mencari benda pusaka pun dimulai. Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah kediaman keluarga Han yaitu rumah Ling Sha. Karena menurut Ling Sha, ada sebuah buku milik keluarganya yang menuliskan di mana Lukisan Danau Guang Ji tersebut berada.


Di sana mereka bertemu dengan kakak sepupu Ling Sha, yaitu Han Ling Xiang yang sedang sakit karena menderita hawa dingin. Setelah memberikan Pil Buah Fuyao yang didapatkan Ling Sha dari Xuan Ying, Ling Xiang pun sembuh. Tapi sayang, dia tidak mengijinkan Ling Sha untuk pergi lagi. Dia bahkan berencana untuk membakar buku catatan itu.

Hal ini karena Keluarga Han ternyata telah dikutuk. Karena leluhur Keluarga Han telah sangat lancang memasuki Wilayah Makam Terlarang dan mencuri benda pusaka di sana, Dewa pun menghukum seluruh keturunan Keluarga Han dengan umur pendek.

Seluruh Keluarga Han hanya sanggup bertahan hidup hingga 30 tahun. Itu sebabnya, Han Ling Xiang menginginkan Ling Sha tetap menemaninya di rumah saja hingga ajal menjemput mereka.

Namun Ling Sha menolak. Dan akhirnya karena melihat keteguhan hati Ling Sha dan Tian He, kakak sepupu Ling Sha pun terpaksa mengijinkan dengan berat hati.

Tak lama kemudian, mereka sampai di lokasi di mana konon kabarnya Lukisan Danau Guang Ji tersebut berada. Di sana mereka bertemu dengan Dewa Gunung yang menyamar menjadi manusia dan sedang mencari putri angkatnya.

Ternyata putri angkat Dewa Gunung itu masuk ke dalam lukisan karena diculik oleh peri Rubah yang adalah roh penghuni Lukisan tersebut. Peri rubah itu menculik anak itu karena ingin anak kecil itu menggantikannya menjadi roh penghuni lukisan agar dia bisa bebas berkeliaran di luar.

Dewa Gunung berjanji, jika Tian He dkk bisa membawa pulang sang putri angkat, maka dia pasti akan memberikan Lukisan Dewa Guang Ji pada mereka dengan senang hati.

Dewa Gunung juga memberikan Tian He sebuah busur Ilahi bernama Busur "Kai Yuan Zhui Yue", yang memiliki nama lain yaitu “Mengejar Bulan”.

*Kai Yuan = tidak menyesali niat awal.
* Zhui Yue = tidak takut maju.

Asalkan Tian He dkk bisa menyelamatkan putri angkat sang Dewa Gunung, dia akan memberikan Lukisan Dingin Guangji itu pada mereka. Dan tentu saja, Tian He dkk berhasil dalam misi mereka.

Setelah berhasil mendapatkan lukisan dingin itu dan memberikannya pada Xuan Xiao. Xuan Xiao bertanya sekali lagi apakah Tian He benar-benar yakin bersedia mengalami kesulitan dan bahaya demi mendapatkan Sisik Kun?


Tapi Tian He menjawab dengan tegas, “Menyelamatkan Anda adalah keinginan orang tuaku, aku harus menyelesaikannya. Terlebih lagi, di dalam hatiku, Anda juga keluargaku.”

Jawaban Tian He, lagi-lagi membuat Xuan Xiao tersentuh.

Xuan Xiao berkata, “Selama hidupku, semua orang meninggalkanku dan mengkhianatiku tapi hanya kau yang tidak pernah meninggalkanku, tidak akan berubah.”

Dan karena merasa tersentuh dengan ketulusan dan kebaikan hati Tian He, Xuan Xiao meminta Tian He menjadi saudara angkatnya.

Xuan Xiao berkata, “Yuan Tian He, mulai hari ini, kita adalah saudara yang tidak mempedulikan hidup atau mati. Panggil aku kakak. Sepanjang hidupku, aku hanya memiliki satu saudara baik yaitu Yun Tian Qing. Namun dia malah meninggalkan aku. Membuatku seumur hidup ini tidak percaya ada hubungan persaudaraan yang sebenarnya. Tapi kemunculanmu, membuatku percaya lagi bahwa di dunia ini benar-benar ada teman baik yang tidak mempedulikan hidup atau mati.”

Mendengar perkataan Xuan Xiao, Tian He pun menjawab, “Baik. Kalau begitu aku mewakili ayahku, menjadi teman baikmu yang tidak mempedulikan hidup dan mati.”

Xuan Xiao merasa bahagia dan meminta Tian He memanggilnya “kakak (Da Ge)” dan bersumpah menjadi saudara angkat sehidup semati.

“Panggil aku kakak. Dalam hidup ini, kita adalah saudara yang tidak akan pernah berkhianat, meskipun langit runtuh dan bumi terbelah.”

Xuan Xiao akhirnya bisa tertawa bahagia saat mendengar Tian He memanggilnya “Kakak.”

Xuan Xiao pun bersumpah pada dirinya sendiri bahwa dia akan melindungi Tian He apa pun yang terjadi nantinya. Dia tidak akan membiarkan siapa pun melukai apalagi sampai membunuh Tian He, termasuk Su Yao sendiri.

Note:
Xuan Xiao ini sebenarnya adalah karakter yang kesepian. Dia hanya menginginkan cinta dan kasih sayang, andaikan dia bisa mendapatkan itu semua, mungkin dia tidak akan berubah menjadi jahat. Namun sayangnya terjadi kesalahpahaman lagi di akhir episode hingga membuat Xuan Xiao terpaksa memutus persaudaraannya dengan Tian He dan berbalik menjadi musuh.


Di lain sisi, Gui Xie dari Klan Siluman akhirnya menemukan fakta bahwa Liu Meng Li adalah Ketua Muda Klan Siluman yang selama ini mereka cari. Walaupun Meng Li sudah merasa curiga dengan jati dirinya yang sebenarnya, namun dia masih berusaha menyangkal semua ini.

Gui Xie selalu mencoba membawa Meng Li kembali ke Dunia Siluman, bahkan nekat menerobos Sekte Qiong Hoa, namun sayangnya Gui Xie gagal di percobaan pertama.

Keesokan harinya, Tian He dkk melanjutkan perjalanan ke Puncak Qing Luan untuk mencari Sisik Kun. Karena menurut Tetua Shu Shen (guru Zhi Ying dan Meng Li), Yun Tian Qing pernah memberitahunya bahwa keberadaan Sisik Kun ada hubungannya dengan takdirnya sendiri, yang akan tercermin pada Yun Tian He.

Saat mencari Sisik Kun bersama Yun Tian He di Goa Shi Chen Xi itulah, Liu Meng Li tak sengaja berubah ke wujud siluman. Untunglah saat itu hanya ada Yun Tian He bersamanya dan Yun Tian He mampu menjaga rahasia agar nyawa Liu Meng Li tidak terancam.

Di kota Praja Boxian, Gui Xie Kembali mengejar Meng Li. Han Ling Sha terpaksa melapor ke Qiong Hoa agar menyelamatkan Tian He dan Meng Li. Su Yao mengirim Zhi Ying, Tetua Su Xi dan Tetua Xu Yi untuk melindungi Tian He dan Meng Li serta membawa kembali Sisik Kun dengan selamat.

Zhi Ying, Su Xi dan Xu Yi menggunakan Formasi Pembasmi Siluman untuk menghadapi Gui Xie dan temannya. Namun Tian He yang tidak ingin Meng Li terluka berusaha menghalanginya. Tindakannya tersebut membuat Tetua Xu Yi menjadi marah dan menuduhnya pengkhianat karena telah melindungi Siluman. Tian He dengan tegas berkata kalau begitu dia memilih lebih baik tidak usah menjadi murid sekte Qiong Hoa lagi mulai sekarang.

Demi Meng Li, Tian He bahkan rela memutuskan hubungan guru dan murid dengan Zhi Ying. Walau sudah mengatakan bahwa dia ingin meninggalkan sekte Qiong Hoa, namun Tian He tetap Kembali ke Qiong Hoa untuk memberikan Sisik Kun pada Xuan Xiao. Su Yao memutuskan Yun Tian He dan yang lainnya boleh pergi, namun Pedang Wang Shu harus tetap tinggal di sekte Qiong Hoa.


Di wilayah terlarang, Tian He mengatakan pada Xuan Xiao bahwa dia dan Murong Zhi Ying sedang terlibat kesalahpahaman. Xuan Xiao memberikan nasehat agar Tian He mengikuti kata hatinya agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, seperti apa yang dia rasakan saat ini terhadap orang tua Tian He, yang bahkan tidak bisa bertemu untuk yang terakhir kali.

Setelah mendengar jawaban Xuan Xiao, Tian He mengerti dan berjanji akan mengikuti kata hatinya, kemudian Tian He memberikan Sisik Kun pada Xuan Xiao dan Xuan Xiao menyuruh Tian He pergi karena takut kekuatannya akan salah melukai Tian He saat dia memecahkan lapisan es nanti.

Tian He pun mengutarakan bahwa sebenarnya dia sudah membuat keputusan untuk meninggalkan Sekte Qiong Hoa.

Dengan berat hati, Tian He mengutarakan niatnya, “Kakak, sebenarnya aku sudah memutuskan untuk tidak tinggal di sekte Qiong Hoa lagi. Hari ini aku datang untuk menemuimu untuk yang terakhir kalinya. Aku tidak terlalu suka sekte Qiong Hoa. Meng Li juga ingin pergi. Aku dan Ling Sha sudah sepakat ke mana pun, kami tidak akan berpisah.”

Xuan Xiao tampak tak rela dan tetap mencoba untuk menahan Tian He tinggal, “Tian He, jika Kakak berharap kamu tinggal, apakah kamu tetap tidak bersedia?”

Tian He dengan menyesal menjawab, “Mungkin, di sini memang bukan tempatku. Aku kembalikan Sisik Kun padamu, untuk mewujudkan keinginan orang tuaku dan keinginanku sendiri. Kakak, jika berperang dengan dunia Siluman, kau harus berjanji pada Tian He harus melindungi dirimu sendiri.”

Mendengar jawaban Tian He, Xuan Xiao tahu tekad Tian He untuk pergi sudah bulat. Xuan Xiao mengerti bahwa setiap orang memiliki ambisinya sendiri dan dia tidak berhak memaksa. Setelah berpamitan, Tian He akan melangkah pergi, namun sebelum Tian He pergi, Xuan Xiao sempat mengucapkan “Terima kasih” dengan air mata menetes di pipinya.

Di kota Praja Boxian, Meng Li memanggil Gui Xie dan Xi Zhong untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi 19 tahun yang lalu dan meminta waktu untuk berpikir seraya menunggu Tian He dan Ling Sha kembali.

Gui Xie berkata kalau sekte Qiong Hoa tidak mungkin melepaskan Yun Tian He karena dia adalah penguasa Pedang Wang Shu, daripada melepaskannya, mereka lebih baik membunuhnya. Khawatir dengan keadaan Tian He, Meng Li pun memutuskan kembali ke sekte Qiong Hoa.

Di sekte Qiong Hoa, Tian He dan Ling Sha yang akan pergi dihadang oleh Murong Zhi Ying yang meminta pedang Wang Shu dikembalikan ke sekte Qiong Hoa. Tian He yang merasa Pedang Wang Shu memang milik sekte Qiong Hoa pun, memberikannya dengan sukarela.

Tapi saat Tian He dan Ling Sha ingin pergi, Tetua Xu Yi menghadang mereka. Tetua Xu Liang dan Zhi Ying menyuruh untuk membiarkan Tian He dan Ling Sha pergi tapi Tetua Xu Yi menolak. Tepat pada saat Tetua Xu Yi ingin menyerang Tian He, Meng Li datang menghentikannya.

Dan ketika Tetua Xu Yi ingin menyerang Meng Li juga, pengawal Meng Li yang bersembunyi di dalam kalungnya tiba-tiba muncul dan menghadangnya.

Dan tiba-tiba saja Meng Li berubah wujud di hadapan mereka semua. Kali ini Meng Li tak mampu lagi menutupi jati dirinya yang sesungguhnya yang adalah Ketua Muda dari Klan Siluman. Zhi Ying sangat shock saat mengetahui kebenarannya.


Dan akhirnya dia mengerti bahwa Siluman yang ingin Tian He lindungi adalah Meng Li. Tian He pun menyuruh Ling Sha dan Meng Li pergi lebih dulu karena tahu bahwa sekte Qiong Hoa takkan melepaskan Meng Li. Tapi Meng Li bersikeras menolak dan ingin mereka pergi bersama.

Tepat saat itu, Gui Xie dan Xi Zhong datang untuk menyelamatkan Ketua Muda mereka. Pertarungan pun tak terhindarkan. Namun Xi Zhong sempat membuka gerbang sihir agar Klan Siluman bisa pergi dari sana.

Sialnya, Ketua Sekte Su Yao dan Tetua Su Xi tiba di sana dan menghancurkan gerbang sihir itu. Pertempuran kembali terjadi antara klan Siluman melawan Tetua Su Xi, Tetua Xu Yi serta murid-murid Tetua Xu Yi. Sementara murid dari Tetua Xu Liang hanya melihat dan tidak tahu ingin memihak siapa.

Di tengah pertempuran itu, mereka melihat ada pergerakan aneh dari wilayah terlarang, sepertinya Xuan Xiao sudah berhasil memecahkan lapisan es dan akan segera keluar dari sana.

Bersambung...

Sebelumnya =>

Selanjutnya =>
Ep 34
Ep 35
Ep 36

Tidak ada komentar:

Posting Komentar