Selasa, 01 September 2026

Sinopsis & Review : Dream High 2, Kisah cinta antara penggemar dan sang Idola

Pertama kali mengenal JB GOT7 adalah melalui drama ini, "Dream High 2", yang pertama kali ditayangkan di NET TV pada tahun 2015 silam. Sejak itulah aku menyukai JB beserta grup yang dinaunginya dan resmi menjadi Ahgase (IGOT7) selama beberapa tahun lamanya.


"Dream High 2", sebuah drama Korea yang menjadi inspirasi dari terciptanya Novel berjudul “Shooting Star” karya Liliana Tan. Benar. Novel “Shooting Star” tersebut “terlahir” karena penulis merasa tidak cukup puas dengan ending dari serial drama sepanjang 16 episode tersebut.

Ending yang menggantung, yang tidak menceritakan lebih jelas bagaimana akhir kisah cinta kedua pemeran utama yaitu JB dan Shin Hye Sung pun akhirnya menginspirasi sebuah Novel yang menceritakan secara khusus tentang kelanjutan hubungan antara JB dan Shin Hye Sung.

Bagi para penonton (khususnya yang mendukung hubungan antara JB dan Shin Hye Sung) dan ingin menikmati kelanjutan kisah mereka, kalian bisa membaca kelanjutannya di sini : Shooting Star – Dream High 2 After Story.

Title : Dream High 2 
Genre : Music, Teen, Drama, Romance 
Written By : 
* Heo Sung Hye ( Eps 1-6) 
* Jang Eun Mi (Eps 7-16) 
Directed By : Lee Eung Bok, Mo Wan Il
Starring : 
Kang So Ra as Shin Hye Sung 
JB as JB/Jang Woo Jae 
Jin Woon as Jin Yoo Jin 
Jiyeon T-Ara as Rian/Lee Ji Kyung 
Hyorin Sistar as Nana/Kim Jae Hee 
Park Seo Joon as Lee Shi Woo 
Ailee as Ailee
Country Of Origin : South Korea 
Original Language : Korean No Of Seasons : 2 
No Of Episode : 16


Sinopsis :
Seperti pendahulunya yaitu "Dream High", serial inipun menceritakan tentang kehidupan sekolah para siswa di Kirin Art High School yang berusaha mengejar impian mereka menjadi bintang Kpop, yang diiringi dengan kisah cinta antara Sang Idola (JB) dengan penggemarnya (Shin Hye Sung).

Kisah yang tentu saja menjadi harapan bagi semua Fangirls di seluruh dunia yang berharap bisa bertemu dengan sang Idola lalu kemudian saling jatuh cinta.  

Berbeda dengan "Dream High 1" di mana Kirin Art High School dikisahkan sebagai sekolah seni terbaik di Korea, kali ini di "Dream High 2", dikisahkan bahwa Kirin Art High School sedang berada di ambang kehancuran karena dilanda kesulitan finansial.

Setelah mengalami kesulitan finansial tersebut, Kirin Art High School diambil alih oleh Presdir dari OZ Entertainment, sebuah agensi artis bergengsi di Korea Selatan yang memiliki banyak sekali para artis di bawah umur.


Dan karena terbentur dengan UU Artis di bawah umur tersebut itulah, akhirnya Presdir Oz Entertainment memutuskan untuk memindahkan semua artis mereka yang masih di bawah umur untuk bersekolah di Kirin Art High School.

Tujuannya adalah agar selain tetap bisa menempuh pendidikan di sekolah, para artis di bawah umur tersebut masih tetap dapat menjalani pelatihan sebagai artis karena Kirin juga mengajarkan dasar-dasar pengetahuan yang umumnya memang dimiliki oleh seorang artis yang akan debut.


Dari sinilah persaingan dimulai, antara sekumpulan bintang idola yang terdiri dari dua grup populer yaitu I:dn (yang terdiri dari JB dan Park Seo Woo) dan HersHE (yang terdiri dari Ryan, Ailee dan Nana) dengan para siswa asli dari Kirin.


Shin Hye Sung (Kang Sora) adalah salah satu siswi Kirin yang bermimpi menjadi seorang penyanyi namun tidak memiliki bakat untuk itu. Walau dia masuk di Kirin Art High School dengan nilai ujian masuk tertinggi tapi pada dasarnya dia tidak memiliki bakat apa pun selain menciptakan lagu, bakat yang baru disadarinya di pertengahan episode. Intinya Shin Hye Sung ini hanya pintar dalam teori, namun dalam praktek, dia tidak memiliki bakat untuk itu, baik menyanyi maupun menari.

Shin Hye Sung adalah gadis polos, lugu dan naif yang merupakan Ketua Asrama wanita di Kirin. Di sana dia berteman baik dengan Jin Yoo Jin (Jin Woon) yang bercita-cita menjadi seorang bintang rock dan kelak jatuh cinta pada Hye Sung.


Hye Sung adalah penggemar berat JB yang rela melakukan apa saja demi idolanya. Awalnya JB memandang rendah Hye Sung dan tidak menyukainya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, JB pun menyadari jika dia mulai jatuh cinta pada kepolosan dan kebaikan hati Hye Sung.

Namun kisah cinta mereka tidak berjalan lancar karena kehadiran si angkuh dan sok bossy, Rian (Jiyeon T-ara) yang selalu berusaha menjegal Hye Sung dan menghancurkan hubungan mereka.


Rian adalah salah satu member Girlgroup HerShe yang dikenal sangat angkuh, sok bossy, sok cantik, sok berlagak kayak Princess (Princess Syndrom), jutek, galak, judes, tidak tahu sopan santun, kasar, semena-mena, licik dan selalu menganggap dirinya yang paling hebat. Walaupun dalam hal menyanyi, suaranya masih kalah dibandingkan dengan dua rekannya. Intinya Rian ini yang penting sombong dulu, soal bakat nyanyi belakangan.

Dan dia juga merupakan mantan kekasih JB tapi kemudian mereka putus hubungan karena kematian ayah JB membuat JB ingin sepenuhnya berkonsentrasi pada karir.


Sifat Rian yang angkuh, sok bossy, ngediva dan Princess Syndrom ini sudah ditunjukkannya sejak awal, terlebih lagi sejak dia sekamar dengan Hye Sung dan Soon Dong. Dengan gayanya yang sok dan menjengkelkan, Rian kerap mengusir Hye Sung dari kamarnya sendiri, menyingkirkan barang-barang Hye Sung lalu menggantinya dengan barang-barangnya sendiri dan juga selalu menghina dan merendahkannya.

Lebih parah lagi waktu Rian mengakui lagu ciptaan Hye Sung yang pertama, yang berjudul “Hello To My Self” sebagai lagu ciptaannya dan dia menyanyikan lagu tersebut tanpa ijin dari sang Composer aslinya. Benar-benar definisi tak tahu malu *sigh*

Untunglah akhirnya semua orang tahu juga kalau lagu itu adalah ciptaan Hye Sung dan Rian akhirnya ngeles dengan mengatakan kalau dia hanya ingin membantu mempopulerkan lagu ciptaan Hye Sung itu. Lebih kesalnya lagi, Rian bahkan tidak pernah meminta maaf pada Hye Sung karena telah mengakui lagu ciptaannya.


Rian pun digambarkan tidak memiliki satupun sifat yang baik bila dilihat dari respon teman-temannya saat di salah satu adegan, ada seorang guru yang bertanya apa kelemahan Rian dan semua teman sekelasnya langsung mengangkat tangan dan menjawab dengan berbagai jawaban seperti : angkuh, sok bossy, sok cantik, menganggap dirinya yang paling hebat, sok berlagak seperti seorang Putri, tidak tahu sopan santun, galak, jutek, kasar, semena-mena dsb yang jelek-jelek intinya.

Tapi giliran mereka ditanya apa kebaikan atau kelebihan Rian, semua teman sekelasnya terdiam dan tak ada seorangpun yang bisa menjawab. Yang ini bisa diartikan, bahkan di mata teman-temannya pun karakter Rian adalah karakter yang menyebalkan.


Tapi akhirnya Rian mendapatkan balasan atas semua kesombongannya saat JB mendadak memalingkan hatinya pada Hye Sung dan sama sekali tidak peduli pada Rian lagi.

Sejak Hye Sung memutuskan untuk mengundurkan diri dari Kirin Art High School dan pulang ke kampung halamannya karena tidak tahan dibully oleh teman-temannya dan merasa tidak memiliki bakat apa-apa sehingga tidak pantas berada di sana, sejak itulah perasaan JB berubah.

JB bahkan menciptakan sebuah lagu untuk Hye Sung, dengan maksud untuk menghiburnya, tapi dia justru menemukan fakta bahwa Hye Sung telah pergi diam-diam dari sekolah itu dengan hanya meninggalkan sebuah surat yang isinya sangat mengharukan untuk semua teman-temannya. JB pun rela bolos sekolah demi menyusul Hye Sung ke kampung halamannya.


Dia dengan susah payah mencari dan menemukan rumah Hye Sung, hanya untuk mengatakan bahwa dia menyukai Hye Sung. Perasaan yang tumbuh tanpa disadarinya, entah sejak kapan.

Tapi tentu saja Hye Sung tidak mudah percaya begitu saja dan menganggap JB hanya kasihan padanya, karena JB tidak bisa memberinya alasan kenapa JB menyukai Hye Sung.

Walau JB berkata, “bukankah cinta sejati itu tidak butuh alasan?” tapi Hye Sung masih belum mempercayai ucapan JB semudah itu karena dia merasa sangat tidak mungkin bagi seorang idola seperti JB menyukai gadis biasa seperti Hye Sung yang tak memiliki bakat apa-apa.


Walau begitu, akhirnya Hye Sung kembali lagi ke Kirin Art High School setelah teman-teman dan gurunya datang untuk membujuknya kembali. JB tentu menjadi orang yang paling bahagia saat mengetahui Hye Sung akan kembali, dia bahkan telah mempersiapkan penyambutan istimewa untuk kekasihnya.


JB selalu berusaha mendekati Hye Sung dalam setiap kesempatan, bahkan menyusup masuk ke kelas non unggulan (atau sebutan kasarnya: kelas buangan) yang berisi anak-anak yang dianggap tidak berbakat agar bisa belajar bersama Hye Sung.



Tapi apakah hubungan mereka akan selancar air mengalir? Tentu tidak. Singkat cerita, Rian dan Yoo Jin selalu berusaha memisahkan JB dan Hye Sung, khususnya Rian yang mengatakan bahwa Hye Sung akan membuat karir JB hancur jika terus berpacaran dengannya.

Hal ini karena JB tak hanya ingin belajar bersama Hye Sung di kelas buangan, namun juga ingin berduet dengan Hye Sung meskipun dia tahu jika berduet dengan Hye Sung akan membuatnya ikut "terseret" ke bawah karena Hye Sung memiliki banyak kelemahan.




Tapi JB tidak peduli, karena yang JB inginkan hanyalah berada di panggung yang sama dengan sang kekasih. JB bahkan rela berlutut di hadapan Hye Sung dan memintanya menerimanya, baik itu perasaannya maupun bernyanyi bersamanya.



Hasilnya bisa ditebak, JB pun dieliminasi dari panggung pertunjukan. Walaupun JB sendiri tidak pernah menyalahkan Hye Sung dan mengatakan bahwa dia menerimanya dan sudah mengetahui dengan jelas konsekuensinya, bahkan menghibur Hye Sung dengan mengatakan bahwa dia baik-baik saja, namun semua penggemar JB yang kecewa menyalahkan Hye Sung sebagai penyebab idola mereka dieliminasi.


Hye Sung mendapatkan banyak ancaman teror yang ditujukan padanya dari para penggemar JB, namun Hye Sung menyembunyikan semua ini dari sang kekasih. Tak hanya para penggemar, Rian pun semakin gencar melancarkan serangkaian ucapan provokatif yang intinya menyalahkan Hye Sung dan memintanya melepaskan JB jika tidak ingin membuat karir JB hancur jika terus berpacaran dengannya. Apalagi setelah melihat bahwa JB selalu berlatih sendirian diam-diam saat malam, menunjukkan bahwa panggung adalah apa yang sebenarnya dia inginkan.


Hye Sung pun memutuskan untuk menyerah dan melepaskan JB agar dia bisa terbang tinggi meraih impiannya. Hye Sung pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dan berpisah dengan JB. Tapi semua tidak berjalan seperti rencana Hye Sung saat tiba-tiba JB mengalami kecelakaan yang membuat kakinya cacat sehingga tidak bisa lagi menari. Saat itu, JB yang tak ingin diputuskan, lari mengejar Hye Sung hingga membuatnya tertabrak mobil.


Hye Sung yang merasa bersalah tak bisa meninggalkan JB dalam keadaan terpuruk seperti itu. Dan JB pun memanfaatkan kondisinya yang lemah pasca kecelakaan untuk membuat Hye Sung tidak meninggalkannya.

“Walau kau sudah meminta putus, tapi aku belum menyetujuinya. Jadi kita tetap bersama. Aku ingin kau terus di sisiku hingga kakiku benar-benar sembuh,” pinta JB keras kepala.

Dia memanfaatkan kondisinya yang terluka agar Hye Sung tetap di sisinya dan tidak marah sama sekali walau secara tidak langsung karena Hye Sung-lah, JB mengalami kecelakaan itu.


Hye Sung pun berjanji selama JB sakit, dia tidak akan pergi ke mana-mana. Suatu hari, ada produser dari Amerika yang mengagumi bakat Hye Sung dan menawari Hye Sung untuk belajar di Amerika.

Hye Sung yang tak tega meninggalkan JB dalam keadaan terluka, sempat galau dengan keputusannya. Hingga akhirnya produser tersebut memanggil JB dan memberitahukan hal yang sebenarnya tentang tawaran ke Amerika untuk Hye Sung.

Dengan berat hati dan walau tidak rela, JB menemui Hye Sung dan berbohong jika dia sudah sembuh sekarang, jadi Hye Sung boleh pergi ke mana pun yang dia suka.


Saat Hye Sung telah berada di bandara, JB sempat mengejarnya dengan susah payah, demi agar bisa berpesan pada Hye Sung bahwa JB akan hidup dengan baik jadi Hye Sung tak perlu mengkhawatirkannya lagi.

JB juga meminta Hye Sung agar menjaga dirinya baik-baik. Sebelum Hye Sung pergi, mereka sempat berpelukan sambil menangis.


Delapan bulan setelah kepergian Hye Sung, tibalah acara kelulusan SMU Kirin, Hye Sung yang seharusnya menjadi perwakilan dari siswa untuk memberikan pidato terakhir mengingat posisinya sebagai Ketua Asrama, tidak bisa hadir dan mewakilkan pidato tersebut pada Rian melalui surat yang dikirimnya dari Amerika.


Delapan tahun kemudian, pada saat perayaan Ulang Tahun SMU Kirin yang ke-17, akhirnya semua orang berkumpul kembali untuk merayakan Ulang Tahun almamater mereka dengan membuat sebuah drama musikal di mana Shin Hye Sung bertindak sebagai sutradara.

Saat itu JB sudah menjadi seorang Produser Musik terkenal, Jin Yoo Jin menjadi seorang Guru musik Rock di Kirin Art High School dan Rian menjadi seorang bintang idola.

JB dan Hye Sung pun akhirnya bertemu lagi tapi tidak diceritakan lebih lanjut tentang bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Namun tetap terlihat jelas kalau perasaan JB pada Hye Sung tidak pernah berubah alias JB masih mencintai Hye Sung seperti sebelumnya, jika dilihat dari cara JB menatap Hye Sung saat mereka akhirnya bertemu lagi.

Lalu adik perempuan Hye Sung yaitu Hye Pong pun bersekolah di Kirin Art High School mengikuti jejak kakaknya dan berperan sebagai Hye Sung dalam drama musikal tersebut. Rian sempat terlihat memberikan kalung berliontin K (yang dulu dipegang oleh Song Sam Dong) pada adik Hye Sung.

Ada satu kalimat yang diucapkan oleh Hye Sung yang memberikan makna yang dalam, kalimat yang diucapkannya saat Hye Sung dan teman-temannya yang berada di kelas buangan tampil di atas panggung bersama. 

“Aku ingin bertanya kepada semua orang.
Apakah mimpi itu hanya boleh dimiliki oleh mereka yang memiliki bakat?
Jika kau tidak memiliki bakat, apa kau tidak diijinkan untuk bermimpi?
Jika kau bermimpi, kau harus memejamkan matamu.
Jika matamu tertutup, bagaimana orang lain akan melihatmu itu tidaklah penting.
Hanya ketika kau menutup mata, itu adalah saat di mana kau benar-benar berhenti memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangmu.
Kau harus berhenti memikirkan apa tanggapan orang terhadap dirimu, itulah di mana saatnya kita bisa menghadapi diri kita yang sebenarnya.
Setelah kau menutup mata, maka katakan seperti ini ‘Aku tidak boleh menyerah terhadap mimpiku sendiri’.
Mengapa tidak? Karena mimpi bukan hanya milik mereka yang memiliki bakat, tapi mimpi itu dimiliki oleh semua orang yang ingin bermimpi.
Hanya menggunakan sebuah payung lusuh yang kecil, untuk melindungi diri dari angin dan hujan.
Kita harus memakai bakat kecil yang kita miliki, untuk meraih impian yang lebih besar.
Aku ingin mendedikasikan lagu ini kepada mereka yang terluka karena mimpi mereka.
Mereka yang dipaksa untuk menyerah terhadap impian mereka sendiri.
Untuk mereka yang selalu berada di urutan kedua.
Untuk mereka yang berada di kelas buangan.
Untuk mereka yang selalu merasa hidup di bawah mereka yang pertama."

—–000000——

Review :
1. Karakter.
A. Kang Sora as Shin Hye Sung.
Aktris utama Kang So Ra yang berperan sebagai Shin Hye Sung, memang digambarkan tidak memiliki bakat menyanyi walau sebenarnya dia bermimpi menjadi seorang penyanyi.

Di mataku, Shin Hye Sung adalah karakter yang manis, polos, lugu, baik hati, hanya saja tidak memiliki kepercayaan diri. Karena terlalu polos itulah akhirnya dia selalu ditindas oleh Rian (Ji Yeon T-ara).

Walau ada banyak orang aneh di Indonesia yang gak suka Shin Hye Sung dan lebih menyukai si manusia sombong Rian, tapi di mataku, Shin Hye Sung adalah karakter yang menarik.


Bagi mereka yang pernah merasakan berada di urutan kedua, selalu ditindas, memiliki sebuah impian tapi selalu dipandang rendah oleh orang lain sehingga membuat kalian merasa bahwa diri kalian tidak berguna karena tak ada seorangpun yang mendukung mimpi kalian, pasti kalian akan mengerti bagaimana perasaan Shin Hye Sung.

Perasaan selalu direndahkan, perasaan selalu dianggap remeh oleh orang lain, perasaan ingin membuktikan diri namun tak tahu bagaimana caranya, perasaan ingin membuktikan bahwa kita bisa tapi tak ada seorangpun yang percaya dan mendukung kita.

Perasaan tidak dihargai, dibuang, dijauhi, perasaan tidak adil saat melihat ada orang-orang yang dengan mudahnya mendapatkan kesuksesan namun sekeras apa pun kita berusaha kita tak bisa seperti mereka.Jika kalian pernah merasakannya, pasti kalian akan bersimpati dengan karakter gadis malang yang selalu dipandang remeh oleh si manusia sombong Rian.


Namun Shin Hye Sung akhirnya menemukan jalannya sendiri dengan menjadi seorang Sutradara terkenal dari Broadway dan juga seorang Komposer kelas dunia.

Menunjukkan pada kita bahwa asalkan kita mau berusaha, walaupun tak ada seorangpun yang mendukung kita, asalkan kita terus berjuang dan berusaha, pasti Tuhan akan memberikan rencana indah yang lainnya pada kita, walaupun melalui cara yang tidak terduga. 

Shin Hye Sung adalah karakter yang kuat. Karena TIDAK PEDULI BERAPA KALIPUN DIA DIRENDAHKAN OLEH RIAN, DIA SELALU BISA BANGKIT DAN BERDIRI DENGAN TEGAK. Itulah KUAT di mataku!

B. JB GOT7 as JB (Jang Woo Jae)
Di awal cerita dan berdasarkan poster yang beredar, aku pikir JB hanyalah pemeran pria kedua alias second lead untuk Jin Yoo Jin, apalagi poster JB bukan berada di tengah dan tidak berdiri berdampingan dengan Kang Sora.


Berdasarkan poster, pria di samping Kang Sora bukan JB! Melihat poster ini, pasti semua orang akan berpikir bahwa aktor utamanya adalah Jin Woon, bukan JB!

Tapi entah kenapa tiba-tiba terjadi plot twist yang membagongkan, karena karakter pria yang awalnya bagaikan second lead (JB) mendadak mendapatkan cinta sang aktris utama, Kang Sora yang berperan sebagai Shin Hye Sung, dan auranya mendadak terasa seperti pemeran utama pria. Dalam formula klasik serial drama pada umumnya, siapa pun yang mendapatkan cinta sang aktris utama, pasti dialah aktor utamanya.


Jadi karena JB-lah yang pada akhirnya resmi jadian dengan Shin Hye Sung (walaupun akhirnya harus menjalani Long Distance Relationship), secara otomatis dialah sang aktor utama "Dream High 2". Bener kan logikanya?

Mungkin karena pergantian karakter yang sangat signifikan inilah banyak orang yang "kaget" dan tidak bisa menerima kenyataan dan akhirnya berakhir tidak menyukai "Dream High 2" karena dianggap aneh dan tidak konsisten, mengingat posternya tidak sama dengan cerita dan ending dalam dramanya. Tapi apa pun pendapat orang lain, aku menyukai JB karena "Dream High 2". Tanpa "Dream High 2", aku takkan mengenal JB, apalagi GOT7. Semuanya berawal dari drama ini.


2. Alur Cerita.
Karena aku suka JB, jadi aku rasa wajar kalau aku lebih menyukai alur cerita "Dream High 2", karena sejak awal aku memang gak pernah suka sama Kim Soo Hyun, jauh sebelum skandalnya terungkap, aku uda gak suka. Selain "Dream High", drama Kim Soo Hyun yang lain, aku gak pernah tertarik untuk menontonnya, gak peduli setinggi apa pun ratingnya dan gak peduli berapa banyak orang yang memujinya. Berbeda dengan "Dream High 2" yang walaupun kata banyak orang "jelek" namun karena drama inilah aku mengenal JB dan menjadi fans GOT7 selama beberapa tahun.


Aku suka bagaimana penulis skenario mengubah karakter JB yang awalnya menyebalkan menjadi cute dan manis, apalagi adegan JB menyanyikan lagu "When  I Cannot Sing" untuk Shin Hye Sung di dalam sebuah gereja. Aku suka suaranya JB yang lembut dan unik, dan sejak itu dia resmi menjadi idolaku.

Aku juga suka kok dengan pesan yang ingin disampaikan oleh drama ini: "Mimpi itu tidak boleh hanya dimiliki oleh mereka yang berbakat! Semua orang berhak bermimpi dan berjuang untuk meraih impian tersebut! Untuk mereka yang selalu berada di tempat kedua, jangan pernah berhenti berjuang!"


Pesan ceritanya bagus apalagi karakter utama wanitanya digambarkan tidak punya bakat namun masih punya tekad, sementara sang aktor utama (JB) memiliki bakat namun harus rela kehilangan panggungnya karena sebuah kecelakaan. Menunjukkan pada kita bahwa hidup ini penuh dengan plot twist yang tak terduga.

Yang berbakat bisa jatuh kapan saja dan disebabkan oleh apa saja, sementara yang tidak berbakat pun bisa melompat lebih tinggi dan meraih kesuksesan bila mereka diberi kesempatan untuk meraihnya. Jadi jangan sombong hanya karena berbakat dan jangan rendah diri jika kita tidak memiliki bakat apa pun! Asalkan kita memiliki kemauan, di situ pasti akan ada jalan.

Bagus loh pesan dramanya. Sayangnya orang-orang pada umumnya hanya melihat dari kisah cintanya saja. Mereka mayoritas lebih menyukai pasangan JB - Rian karena menganggap mereka serasi, sama-sama berbakat dan good looking. Itu sebabnya mereka tidak menyukai drama ini karena menganggap pasangan JB dan Shin Hye Sung tidak serasi.


Tapi pernahkah kalian mendengar bahwa kedua kutub yang berbeda justru saling tarik menarik? Lihatlah magnet! Kutub negatif dan kutub positif pasti saling tarik menarik sedangkan kutub yang sama akan saling menolak. JB dan Shin Hye Sung sama seperti kutub positif dan kutub negatif, jadi wajar bila mereka saling menarik, bukan?

3. Original Soundtrack.
Dibandingkan dengan "Dream High", aku lebih suka soundtracknya "Dream High 2". Mungkin karena aku memang fansnya JB dan karena JB ikut menyanyikan soundtracknya, aku otomatis merasa OST Dream High 2 lebih mengena di telingaku. Sedang untuk "Dream High", aku hanya menyukai opening songnya aja.

Tak hanya lagu-lagu yang dinyanyikan JB seperti "When I Cannot Sing, Together, dan New Dreaming" yang enak didengar telinga namun beberapa lagu lainnya seperti "You Are My Star" yang dinyanyikan oleh Suzy Miss A juga enak didengar telinga. Lalu lagu yang dinyanyikan oleh Park Jin Young (bos besar JYP Entertainment) yaitu "Falling" dan yang dinyanyikan oleh HerShe yaitu "Superstar" juga enak didengar telinga. Singkat kata, aku lebih suka lagu-lagu di "Dream High 2".

Tapi semuanya kembali pada selera masing-masing orang ya. Kalau kalian lebih menyukai OST "Dream High 1" itu juga sah-sah saja.

Credit pictures: berbagai sumber
Written by : Liana Hwie
Warning:
DILARANG MENCOPAS TANPA IJIN DARI PENULIS !!! REPOST WITH FULL CREDITS !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar