Tampilkan postingan dengan label Sinopsis & Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis & Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Oktober 2026

(Sinopsis and review) Duel on Mount Hua : Nine Yin True Sutra, si cantik Mei Chao Feng yang bernasib tragis.

Setelah sukses memerankan karakter Mu Nian Chi (Bok Liam Chu) dalam serial legendaris "The Legend Of The Condor Heroes 2017", aktris cantik asal China, Meng Zhi Yi (孟子义) kembali diundang untuk membintangi versi adaptasi terbaru serial "Pendekar Pemanah Rajawali" tersebut, namun kali ini dia berperan sebagai Mei Chao Feng.

Selain versi terbaru "The Legend Of The Condor Heroes" atau yang lebih dikenal publik sebagai "The Legend Of Heroes 2024" yang tetap fokus pada kisah Guo Jing dan Huang Rong, pihak rumah produksi juga telah membuat prekuel untuk serial wuxia legendaris tersebut yang menceritakan tentang masa lalu Mei Chao Feng sebelum menjadi murid si Sesat Timur, Huang Yao Shi (Oey Yok Shu).


Dalam drama prekuel berjudul "Duel on Mount Hua" tersebut, 8 episode di antaranya yaitu "Duel on Mount Hua - Nine Yin True Sutra" bercerita tentang masa lalu Mei Chao Feng (梅超風) yang saat itu masih bernama Mei Ruo Hua (梅若華). Dalam serial ini, Mei Chao Feng bukan lagi pemeran pendukung antagonis seperti dalam "The Legend Of The Condor Heroes" pada umumnya.

Dalam serial pendek ini, Mei Chao Feng (bernama asli Mei Ruo Hua) adalah seorang putri saudagar kaya yang menjadi yatim piatu karena tragedi keluarga sebelum diselamatkan oleh Huang Yao Shi dan menjadi murid ketiga di Pulau Bunga Persik.

Berbeda dari adaptasi lama yang sering menggambarkan tokoh ini secara kaku atau menyeramkan sejak awal, versi Meng Zhi Yi dipuji karena menampilkan sisi "cantik, kuat, namun bernasib tragis" dengan visual yang menawan dan kisah yang emosional.

Serial pendek berjumlah 8 episode ini berfokus pada perjalanan emosional, kisah cinta tragis dengan kakak seperguruannya, Chen Xuan Feng (diperankan oleh He Yu), hingga motif dibalik pencurian Kitab Sembilan Bulan (Nine Yin Manual/九陰白骨爪]).


Sinopsis dan Review:
Pemeran:
Meng Zhi Yi sebagai Mei Chao Feng.
He Yu sebagai Chen Xuan Feng.
Zhou Yi Wei sebagai Huang Yao Shi.
Chen Du Ling sebagai Feng Heng.
Li Dong Heng sebagai Qiu Yun Hai.
Dai Xiang Yu sebagai Qu Ling Feng.
Ye Zu Xin sebagai Lu Cheng Feng.
Xie Hong Xin sebagai Wu Mian Feng.
Ji Chen sebagai Xue Qing Yi.

Sinopsis Lengkap:
Dikisahkan, Keluarga Mei adalah keluarga pedagang kaya yang sedang berjaya. Putri mereka, Mei Ruo Hua, tumbuh dengan penuh kemewahan dan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Pada suatu hari, di hari ulang tahun Mei Ruo Hua, ayahnya membawa pulang seorang manajer bisnis baru keluarga, bernama Qiu Yun Hai, yang selama ini telah memperluas bisnis Keluarga Mei secara signifikan.

Namun tidak seorangpun yang menyangka jika ternyata Qiu Yun Hai memiliki niat jahat terhadap keluarga Mei. Dia ingin memiliki seluruh kekayaan keluarga Mei untuk dirinya sendiri. Di malam festival, dia membantai seluruh Keluarga Mei, menyisakan hanya seorang Mei Ruo Hua kecil yang dijual ke rumah bordil. Sejak saat itu, selama sepuluh tahun, Mei Ruo Hua menjalani hidup sebagai wanita penghibur.

Suatu hari, nyonya pemilik rumah bordil membawanya ke ruangan pribadi untuk melayani seorang tamu istimewa. Siapa sangka tamu istimewa tersebut adalah Qiu Yun Hai, pria keji yang telah menghancurkan keluarganya?


Sialnya, Qiu Yun Hai pun juga mengenali Mei Ruo Hua. Tapi bukannya merasa bersalah atau menyesal, dia justru menawarkan Mei Ruo Hua pada anak buahnya. Mei Ruo Hua yang dipenuhi amarah membunuh bawahan Qiu Yun Hai, kemudian melarikan diri hingga ke dalam hutan.

Anak buah Qiu Yun Hai yang mengetahui perbuatannya mengejar Mei Ruo Hua dan hampir berhasil menangkapnya, hanya untuk kemudian dihalangi oleh Huang Yao Shi yang kebetulan berada di area itu.

Setelah diselamatkan, Mei Ruo Hua mengajukan diri menjadi murid Huang Yao Shi. Namun, Huang Yao Shi menolak dan hanya mengajarkan tiga teknik padanya. Mei Ruo Hua yang dipenuhi oleh amarah balas dendam mempelajari teknik itu dengan cepat.

Tak lama kemudian, ia kembali mencari Qiu Yun Hai untuk membalas dendam. Namun, anak buah Qiu Yun Hai lebih berpengalaman dan tiga teknik yang diajarkan oleh Huang Yao Shi tidaklah cukup, Mei Ruo Hua pun sekali lagi dikalahkan dengan cepat. Namun kali ini Mei Ruo Hua diselamatkan oleh Feng Heng (istri Huang Yao Shi dan Ibu Huang Rong) yang kebetulan lewat bersama pelayannya dari Pulau Bunga Persik bernama Honggu.


Feng Heng diceritakan menderita semacam racun Yin atau racun dingin, sehingga Huang Yao Shi selalu menggunakan tenaga dalam untuk menekan racun itu, masalahnya tanpa sepengetahuan Feng Heng, racun tersebut menyerang Huang Yao Shi setiap kali Huang Yao Shi mencoba menyembuhkan istrinya, hingga membuatnya selalu dalam kondisi terluka berat akibat reaksi balik racun tersebut.

Singkat cerita, Qiu Yun Hai dan anak buahnya yang melihat Huang Yao Shi terluka berat, memutuskan untuk menyerang mereka yang sedang menginap di sebuah penginapan. Huang Yao Shi memaksakan diri untuk memamerkan tenaga dalam dan membuat para penjahat tersebut ketakutan. Barulah kemudian Huang Yao Shi bersama istri dan pelayan mereka, membawa Mei Ruo Hua kembali ke Pulau Bunga Persik. 

Karena bujukan Feng Heng pula, Huang Yao Shi akhirnya mau menerima Mei Chao Feng sebagai murid. Di pulau terpencil itu, Mei Ruo Hua berkenalan dengan saudara seperguruannya, yakni Qu Ling Feng, Chen Xuan Feng, Lu Cheng Feng, dan Wu Mian Feng. Huang Yao Shi kemudian mengubah nama Mei Ruo Hua menjadi Mei Chao Feng. Sejak saat itu, hidupnya berubah. Ia belajar bela diri dengan tekad untuk balas dendam.

Meski Feng Heng dan gurunya memintanya untuk melupakan masa lalu dan memulai hidup baru, Mei Ruo Hua tidak bisa menghilangkan dendam di hatinya begitu saja. Ia semakin rajin berlatih. Setelah keluarganya dibantai, tujuan hidupnya hanyalah untuk membunuh Qiu Yun Hai. Selama tinggal di sana dan setelah banyaknya interaksi dengan Chen Xuan Feng, keduanya mulai jatuh cinta.

Namun sayangnya, karena dibutakan oleh dendam pribadinya, Mei Chao Feng yang ingin menjadi pesilat terhebat dan salah paham terhadap gurunya (karena mengira gurunya tidak mau mengajarinya ilmu terhebat), memutuskan untuk mencuri Kitab Sembilan Bulan (Nine Yin Manual).


Dibantu dan ditemani oleh kekasih sekaligus kakak seperguruannya (yang kelak jadi suaminya), Chen Xuan Feng, mereka  mencuri Kitab Sembilan Bulan milik guru mereka, kemudian melarikan diri meninggalkan Pulau Bunga Persik untuk mencari Qiu Yun Hai.

Mei Chao Feng dan Chen Xuan Feng tidak menyadari bahwa Kitab tersebut hanyalah jilid pertama dan mempelajari hanya satu jilid saja tak hanya mencelakai diri sendiri namun juga mencelakai orang-orang di sekitar mereka. Lewat kitab tersebut, Mei Chao Feng berhasil menguasai ilmu "Cakar Tengkorak Putih Sembilan Yin" yang membuatnya serta Chen Xuan Feng dijuluki sebagai "Iblis Kembar Angin Hitam". Namun hubungan mereka penuh tragedi dan takdir yang tak berpihak.

Pada episode terakhir, dendam Mei Chao Feng akhirnya terbalaskan setelah dia, dibantu oleh Chen Xuan Feng berhasil membunuh Qiu Yun Hai sekaligus membantai seluruh anggota klannya beserta seluruh keluarga Qiu Yun Hai seperti saat pria itu dulu membantai dan menghancurkan keluarganya.

Namun walau begitu, bukan berarti Mei Chao Feng akan hidup bahagia selamanya setelah berhasil membunuh pembunuh keluarganya. Sebaliknya, kebahagiaan sepertinya menjadi sesuatu yang sangat mustahil untuk Mei Chao Feng. Mei Chao Feng tidak pernah ditakdirkan untuk bahagia. Kisah tragis Mei Chao Feng terus berlanjut hingga kematian sang suami tercinta, Chen Xuan Feng.


Sepasang kekasih itu hanya merasakan saat-saat bahagia dalam waktu singkat. Setelah memutuskan hubungan dengan semua saudara seperguruannya yang sangat kecewa padanya, dan diusir dari perguruan oleh gurunya, Mei Chao Feng dan Chen Xuan Feng berkelana hingga ke daratan Mongolia. Sialnya di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan kakak beradik, Ke Bi Xie (Naga Terbang) dan Ke Zhen Er (Kelelawar Terbang) sehingga mengakibatkan tewasnya Ke Bi Xie dan mata Ke Zhen Er menjadi buta.

Pertarungan inilah yang membuat Ke Zhen Er yang kelak menjadi Ketua Tujuh Pendekar Jiang Nan (guru Guo Jing) sangat dendam pada Mei Chao Feng, hingga berujung pada tewasnya Chen Xuan Feng saat kedua belah pihak bertemu lagi di puncak gunung Mongolia.

Akhir kisah dari serial "Duel on Mount Hua: Nine Yin True Sutra" ditutup dengan tragis dengan tewasnya Chen Xuan Feng yang tertusuk oleh Guo Jing kecil saat Guo Jing kecil yang saat itu dijadikan sandera. Karena panik dan ketakutan, Guo Jing kecil menikam Chen Xuan Feng, dia menghujamkan belatinya ke bagian pusar, area yang merupakan kelemahan dari Chen Xuan Feng. 

Mei Chao Feng yang sudah terluka dan kehilangan penglihatannya (buta) tidak mengetahui bahwa suaminya sudah ditikam oleh seorang anak kecil. Dia baru mengetahui kalau suaminya terluka parah saat Xuan Feng mengerahkan tenaga terakhirnya untuk menyuruh Mei Chao Feng pergi. Sedih dan terluka parah, Mei Chao Feng akhirnya membawa tubuh suaminya yang terluka parah pergi dari sana.


Sebelum meninggal Chen Xuan Feng berpesan pada Mei Chao Feng agar berlatih dengan giat agar tidak ada seorangpun yang menindasnya di kemudian hari, karena mulai saat ini, tidak akan ada dia lagi yang akan melindungi Mei Chao Feng. Chen Xuan Feng juga memberitahu Mei Chao Feng tentang kitab Sembilan Bulan yang ditulis di dadanya. Kemudian Mei Chao Feng dengan berlinang air mata, berusaha mengupas kulit dada suaminya yang memang ditato dengan ilmu Jiu Ying Zhen Jing yang dicuri mereka.

Sepeninggal Chen Xuan Feng, Mei Chao Feng harus menelan pil pahit hidup dalam kesendirian sepanjang sisa hidupnya dan hidup dalam penyesalan serta dendam atas kematian suaminya, melanjutkan kisahnya sebagai "
Iblis Kembar Angin Hitam" yang kejam dan ditakuti oleh semua orang di dunia persilatan di serial utama "The Legend of Heroes 2024".

Review:
1. Karakter.
A. Meng Zhi Yi sebagai Mei Chao Feng.
Secara visual, tidak diragukan lagi kalau Meng Zhi Yi adalah Mei Chao Feng tercantik sepanjang masa. Selama ini faktanya, semua pemeran Mei Chao Feng pasti digambarkan "mengerikan" dengan model rambut awut-awutan kayak Mak Lampir, kebanyakan gak disisir, dan diperankan oleh wanita setengah baya.


Mei Chao Feng yang lumayan cantik hanya versi 2017. Tapi setelah Meng Zhi Yi muncul, yang versi 2017 seketika kehilangan pamornya. Meng Zhi Yi lebih cetar membahana. Apalah daya aku penggemar visual, jadi sudah tentu aku tertarik dengan wajah tampan atau cantik.

Soal karakter, Mei Chao Feng versi muda digambarkan sangat menyedihkan dan tragis, hingga membuatku secara sadar atau tidak sadar berpihak padanya. Meng Zhi Yi membawakan karakter Mei Chao Feng dengan sangat baik. Dia berbeda dengan Mei Chao Feng lain yang hanya menunjukkan sisi antagonisnya, Mei Chao Feng versi Meng Zhi Yi juga menunjukkan kerapuhan, keputusasaan dan ketidakberdayaan seorang gadis muda. Bisa dimaklumi karena ini memang kisah masa mudanya Mei Chao Feng sih. 


2. He Yu sebagai Chen Xuan Feng.
Secara visual, maaf nih, He Yu kurang ganteng. Banyak aktor China yang lebih ganteng dari dia. Aku membayangkan Chen Xuan Feng ganteng banget dan gagah, ya minimal mirip William Yang gitulah. Tapi ini standar aja. Karakter Chen Xuan Feng pun kurang menonjol ya, entahlah, seperti ada sesuatu yang kurang.

Dia seperti terbayangi oleh Mei Chao Feng dan terkesan seperti dayang-dayang aja, bukan pasangan atau kekasih Mei Chao Feng. Harusnya sebagai pasangan "Iblis Kembar Angin Hitam", He Yu bisa menampilkan Chen Xuan Feng yang gagah dan sedikit garang serta berwibawa, biar cocok sama julukannya. Tapi ini B aja.


Tapi harus diakui sih, dari sisi visual, di versi 2024 ini masih kalah dengan versi 2017 yang bertabur serbuk berlian. Selain pemeran Ou Yang Khe 2017 dan Ke Zhen Er yang biasa aja, sisanya termasuk guru ketujuh Guo Jing dan ibunda Guo Jing pun good looking semua. Apalagi Huang Yao Shi 2017 (Michael Miu) gak diragukan lagi visualnya. Versi 2024 berasa downgrade kalau dibandingkan dengan versi 2017.

3. Zhou Yi Wei sebagai Huang Yao Shi.
Secara visual, kebanting banget sama Michael Miu yang berperan sebagai Huang Yao Shi 2017. Downgrade banget nonton Huang Yao Shi. Uda gitu karakternya keliatan letoy banget. Sesat Timur itu harusnya garang dan sangar loh, lah ini kok kayak letoy gitu yang main? Gak keliatan pinter mukaknya.

Huang Yao Shi itu pinter loh, tapi kok aku gak melihat aura pintar dari wajah pemainnya? Aku juga tidak melihat kesangaran khas Sesat Timur. Untuk Huang Yao Shi, versi 1983 dan versi 2017 tetap yang terbaik. Sangar dan garangnya dapet, sesuai dengan julukannya si "
Sesat Timur".

Untuk versi 2024 ini baik karakter dan visual, semuanya berasa tidak pada tempatnya. Singkat kata, gak cocok. Membuatku ingin berkata, "
Tolong bawa Michael Miu kembali!"

4. Chen Du Ling sebagai Feng Heng.
Secara visual, sangat cantik. Cocok banget jadi ibunya Huang Rong. Apalagi Huang Rong-nya Bao Shang En yang juga sangat cantik. Ini baru cocok dengan ceritanya. Sepasang ibu dan anak yang sangat cantik. Pemeran ceweknya bertabur berlian semua tapi kok pemeran cowoknya mengecewakan semua ya? Sayang banget. Ngeliat pasangan Huang Yao Shi dan Feng Heng, berasa kayak liat "The Beauty and The Beast".


Cocoknya Chen Du Ling ini berpasangan dengan Huang Yao Shi versi Michael Miu. Serasi banget pasti. Cantik dan gagah, sesuai dengan penggambaran karakter dalam novelnya. Tapi yasudahlah, tak ada sesuatu pun di dunia ini yang sempurna. Kalau cowoknya ganteng, pasti ceweknya jelek dan kalau cowoknya jelek, pasti ceweknya cantik. Uda hukum alam kayaknya ya *sigh*

Karakternya juga cocok. Feng Heng sabar, kalem, pintar dan bijaksana. Pas dengan penggambaran novel tentang ibunda Huang Rong. Sayang banget wanita secantik Feng Heng harus diceritakan meninggal karena melahirkan.

2. Alur Cerita.
A. Balas Dendam membawa bencana.
Karakter Mei Chao Feng dalam drama ini bisa dibilang seperti "Orang baik yang berubah jadi jahat karena disakiti". Walaupun harus diakui kalau kisah Mei Chao Feng di sini sangat tragis, tapi aku tetap bingung harus berkomentar apa. Seharusnya salah tapi juga benar, seharusnya benar tapi juga salah. Bingung sendiri jadinya.

Jika dilihat dari sudut pandang Mei Chao Feng, melihat ayah ibu serta seluruh keluarganya dibantai dengan keji tepat di depan matanya, memang sangat wajar jika dia merasa marah dan ingin membalas dendam. Sangat wajar jika dia ingin membunuh orang yang telah membunuh keluarganya. Sebagai manusia, itu sangat wajar. Siapa coba yang gak sakit hati dan dendam, ya kan?

Tapi kalau membalas kejahatan dengan kejahatan, bukankah siklusnya akan terus berulang? Dendam gak akan ada habisnya. Itu seperti lingkaran setan. Lihat apa yang terjadi setelah Mei Chao Feng membalas dendam!


Demi membalaskan dendamnya, Mei Chao Feng harus rela kehilangan "rumah barunya" (Pulau Bunga Persik), kehilangan "keluarga barunya" (guru, ibu guru dan saudara-saudara seperguruannya yang menyayanginya), dan juga kehilangan suami yang dicintainya.

Andaikan Mei Chao Feng tidak membalaskan dendamnya dan memilih melepaskan dendamnya (seperti saran Feng Heng dan Huang Yao Shi), dia tidak perlu mencuri kitab Sembilan Bulan demi menjadi yang terhebat, kemudian akibatnya diusir, dibenci orang karena belajar ilmu sesat lalu kehilangan keluarga barunya, rumah barunya dan bahkan kehilangan suaminya.

Jika semua itu tidak terjadi, mungkin Mei Chao Feng bahkan bisa menikah lalu hidup bahagia dan damai bersama Chen Xuan Feng di Pulau Bunga Persik sampai tua, gak perlu jadi penjahat kejam dan keji akibat belajar ilmu sesat, juga gak akan kesepian dan sendirian sepanjang hidupnya setelah Chen Xuan Feng meninggal.

Pesan moral dari serial ini mungkin untuk mengingatkan kita bahwa harga dari sebuah dendam itu sangatlah mahal. Dan begitu harga itu ditetapkan, tidak ada jalan untuk kembali dan kita harus bersiap untuk kehilangan lebih banyak. Pada akhirnya, walau dendamnya terbalas, Mei Chao Feng tetap tidak mendapatkan apa-apa.


B. Karakter Pembawa Sial.
Oh ya, sebenarnya aku juga kurang suka dengan karakter Ke Zhen Er, bahkan sejak dalam "The Legend Of The Condor Heroes" aku gak suka karakternya. Si kakek buta ini bener-bener bukan hanya buta mata tapi juga buta hati.

Dalam LOCH, dia sejak awal gak suka Huang Rong dan dengan seenaknya ngatain Huang Rong "Iblis Kecil (Xiao Yao Nu)" padahal Huang Rong selalu baik dan hormat sama guru-gurunya Guo Jing, selalu ngebantuin kalau mereka dalam bahaya, eh tapi si tua kolot ini selalu menutup mata dan hatinya. Huang Rong juga selalu membantu Guo Jing keluar dari segala macam masalah dengan akal liciknya, kalau bukan karena Huang Rong, Guo Jing uda mati berkali-kali dalam novelnya. 

Lebih benci lagi waktu kelima Pendekar Jiang Nan dibunuh oleh Yang Kang dan Ou Yang Feng di Pulau Bunga Persik, tanpa menyelidiki lebih dulu kebenarannya, Ke Zhen Er seenak udel memfitnah Huang Yao Shi dan maksa Guo Jing putus dari Huang Rong. Bikin kesel aja gitu! Dia yang paling tua, tapi malah paling gak bijaksana, paling suka memaksakan pendapatnya, dan paling merasa benar sendiri.


Dalam serial ini pun, Ke Zhen Er masih jadi yang paling menyebalkan. Mei Chao Feng dan Chen Xuan Feng lagi duduk-duduk santai sayang-sayangan di depan api unggun, ngapain juga tiba-tiba diserang? Giliran kakaknya, Ke Bixie (柯辟邪) yang dijuluki sebagai "飛天神龍" (Fēitiān Shénlóng) atau "Divine Dragon Soaring Through the Sky" alias "Naga Terbang", tewas di tangan "Iblis Kembar Angin Hitam" (Mei Chao Feng dan Chen Xuan Feng) dan mata Ke Zhen Er sendiri jadi buta, eh dia malah dendam. Siapa suruh situ nyerang duluan? Kurang kerjaan?

Udah gitu saat di gunung Mongolia, keenam Pendekar Jiang Nan mengusulkan agar mereka pergi diam-diam aja, gak ganggu Mei Chao Feng, toh mereka juga gak digangguin kan sebelumnya, bahkan keenam orang lainnya aja sebelumnya gak tahu soal Mei Chao Feng. Eh, si kakek buta ini malah ngedrama dan bersikap sok pahlawan dan bilang yang intinya, "Kakakku tewas dibunuh Mei Chao Feng, jadi aku harus balas dendam. Gpp kok kalian pergi aja, biarin aku mati sendirian demi membalaskan dendam kakakku."

Karena ucapan Ke Zhen Er inilah, keenam Pendekar Jiang Nan yang setia kawan akhirnya pun memutuskan untuk tinggal dan mati bersama. Begitu giliran ada yang mati beneran, eh si kakek buta dendam lagi dan akhirnya mengakibatkan siklus dendam yang tak ada habisnya seperti lingkaran setan! Ini gara-gara elo, tahu! Coba elo gak sok-sok'an bilang gitu, gak mungkin kan Pendekar Jiang Nan ada yang mati satu! Gak mungkin juga Chen Xuan Feng mati!

Apalagi Mei Chao Feng dan Chen Xuan Feng dalam versi ini cuma mau pergi berkencan romantis di atas gunung, eh malah dirusak sama Ke Zhen Er hingga berujung pada tragedi. Ini salahmu, Kakek Tua! Sebel banget sama nih kakek egois satu!

3. Kisah Mei Chao Feng: Canon Atau Fanfic?
Aku mendengar bisik-bisik tetangga di Weibo, ada yang bilang kalau alur cerita tentang masa muda Mei Chao Feng ini adalah murni karangan penggemar alias Fanfiction. Seingetku sih bener sih ya, karena sebagai penggemar "
The Legend Of The Condor Heroes" yang bahkan aku punya novelnya dan uda baca berulang-ulang, aku memang gak pernah baca ada bagian dari novel yang menceritakan kisah hidup Mei Chao Feng muda.


Adegan pertama Mei Chao Feng dalam novel adalah saat dia dan Chen Xuan Feng terlibat pertarungan dengan Tujuh Pendekar Jiang Nan di atas gunung tinggi di Mongolia sewaktu Guo Jing masih kecil. Lalu kemudian, Chen Xuan Feng terbunuh secara tak sengaja oleh Guo Jing kecil.

Setelah itu barulah diceritakan kalau mereka berdua adalah murid dari Sesat Timur, Huang Yao Shi dari Pulau Bunga Persik yang diusir dari perguruan karena berkhianat dan mencuri kitab milik gurunya. Kemudian dia jadi gurunya Yang Kang dan berkali-kali terlibat bentrok dengan Guo Jing namun berkali-kali juga dihalangi oleh Huang Rong.
Udah, gitu doang. Gak ada penjelasan lebih lanjut.

Jadi kayaknya emang bener kalau cerita Mei Chao Feng muda di sini murni fiksi belaka dan hanya merupakan karangan penggemar (Fanfiction). Namun setidaknya ini jauh lebih masuk akal dan lebih menyedihkan daripada kisah Fanfiksi lainnya, yang menceritakan tentang Huang Yao Shi yang jatuh cinta dengan muridnya sendiri, Mei Chao Feng hingga akhirnya memicu kisah cinta segiempat yang berujung tragedi.

Apaan sih? Chen Xuan Feng dan Feng Heng mau dikemanain? Gak masuk akal amat! Mending yang ini aja deh, lebih masuk akal. Walaupun kisah tentang pembantaian keluarga memang sangat tragis, tapi ini lebih masuk akal daripada Fanfiksi yang satu lagi yang cenderung menjijikkan karena aku gak suka kisah cinta guru dan murid (Itu sebabnya aku juga gak suka kisahnya Yoko dan Xiao Long Ni).

Oke, sekian review dariku. Yang namanya review sudah tentu tergantung sudut pandang penulisnya, tak masalah jika ada yang tidak setuju karena setiap orang punya selera. 

Ditulis oleh : Liana Hwie.
WARNING : DILARANG COPY PASTE TANPA IJIN DARI PENULIS. REPOST WITH FULL CREDITS!!!
Credit Pics : Weibo ON LOGO

Minggu, 13 September 2026

Sinopsis & Review: Keteguhan Cinta, drama jadul 1990-an tentang si gadis buta yang mencari cinta

"Keteguhan Cinta" atau yang memiliki judul asli "The Journey Towards Blessing (Lu Chang Ching Kheng Chang/路長情更長)" adalah drama 1990-an yang dulu pernah ditayangkan di Indosiar sekitar tahun 1996. 


Sebenarnya pembahasan tentang drama jadul ini pernah diposting di blogku satunya, "Asian Stars". Namun karena beberapa waktu lalu, blogku yang hampir memecahkan 5 juta pengunjung itu secara tiba-tiba dihapus oleh google karena kesalahan sistem, walaupun sekarang sudah dipulihkan karena aku memang tidak melakukan kesalahan apa pun, namun aku tetap takut hal seperti itu terjadi lagi. 

Aku takut sebenarnya Google memang menyasar blog populer yang menghasilkan jutaan pengunjung, karena menurut laporan para blogger yang terjadi di seluruh dunia, kebanyakan yang hilang adalah blog dengan jutaan pengunjung, termasuk Panchoa yang juga ikut dihapus.

Itu sebabnya aku memutuskan untuk menulis sekali lagi tentang drama ini di blog yang baru. Ya, hanya sekedar berjaga-jaga jika hal yang buruk terjadi lagi, setidaknya aku punya back up-nya dan gak semuanya ilang.

Menurut pantauanku, hingga detik ini, September 2026 masih belum ada blog lain yang membahas tentang drama ini selain "ASIAN STARS". Bagus. Terima kasih karena tidak mencopy paste artikelku. Karena mencari all about drama jadul memang sangatlah sulit, jadi tolong hargailah kerja keras sesama penulis. Aku tidak meminta penghargaan piala atau uang, namun cukup TIDAK MENULIS ULANG ARTIKEL YANG KUBUAT. Itu saja!


Bagi kalian generasi Milenial, pasti setidaknya pernah mendengar lirik lagu di bawah ini, bukan?
"Lihat saja di mataku! Tiada dendam tiada duka! Doaku semoga kau bahagia..."

Inget, kan? Yup, lagu yang dinyanyikan oleh Paramita Rusady itu adalah sepenggalan lirik lagu dari opening song-nya drama Taiwan jadul "Keteguhan Cinta" yang dibintangi oleh si cantik nan imut-imut, Gloria Yip.

Namun tentu saja, itu bukanlah soundtrack aslinya. Karena soundtrack aslinya hanya Tuhan dan pihak rumah produksi Taiwan yang tahu. Maklum aja, karena di tahun 1990an saat Soeharto masih berkuasa, dia sangat ANTI CHINA makanya semua drama Asia, harus didubbing bahasa Indonesia semua dan lagu soundtracknya pun harus dibahasa Indonesiakan. Hingga saat ini, aku pun masih kesulitan mencari soundtrack aslinya seperti apa. Nanti kalau ketemu, pasti di share kok. Oke, mari kembali ke drama!


Drama Profile :
Judul Indonesia : Keteguhan Cinta
Judul Asli : The Journey Towards Blessing (Lu Chang Ching Kheng Chang/路長情更長)
No. Of Episode : 40 episode
Starring (主演) :
* Lin Rui Yang (林瑞阳) as Ou Yi Hang
* Gloria Yip (叶蕴仪) as Xu Kai Ching
* Meng Da Wei
* Crystal Chang Yu Yan (张玉嬿) as Tian Xin Di
Genre (类别) : Drama (剧情), Life (生活), Emotion (情感)
Production (地区) : Taiwan (台湾) 1994
Broadcasting : 11 Juli 1994 – 19 Agustus 1994

Sinopsis :
Ou Yi Hang (Kevin Lin Rui Yang) adalah anak angkat yang diadopsi sejak kecil oleh keluarga Xu. Yi Hang dan Kai Ching (Gloria Yip) awalnya tumbuh bersama sejak kecil sebagai kakak beradik. Namun kemudian, Yi Hang dan Kai Ching mengetahui bahwa Yi Hang ternyata hanyalah anak angkat keluarga Xu. Yi Hang berkata dia ingin menemui orang tua kandungnya yang menurut informasi kini tinggal di Amerika.

Keluarga Xu menyetujui keinginan Yi Hang. Suami istri Xu dan kedua anak mereka yaitu Kai Ching dan adik laki-lakinya juga ikut mengantarkan Yi Hang ke bandara. Namun naas, dalam perjalanan ke bandara, mobil yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.


Nyonya Xu (Ibu Kai Ching) meninggal dunia dan kedua anak mereka mengalami kebutaan. Kai Ching dan adik laki-lakinya akhirnya disekolahkan di sebuah sekolah khusus disabilitas alias sekolah khusus anak-anak buta, yang juga menyediakan asrama. Sementara Yi Hang tetap dikirim ke Amerika karena keluarga Xu menganggap Yi Hang adalah penyebab kecelakaan tersebut hingga tidak ingin melihatnya lagi.

Di Amerika, Yi Hang bertemu dengan seorang wanita bernama Tian Xin Di (Crystal Chang Yu Yan) dan akhirnya mereka pun jatuh cinta. Sementara Kai Ching, bertemu dengan seorang pemuda yang juga mengalami masalah kebutaan bernama Meng Da Wei dan mereka pun berteman baik.

Beberapa tahun berlalu, Yi Hang pun kembali ke Taiwan dan menemui Kai Ching di sekolahnya. Kai Ching sangat senang mengetahui bahwa “kakaknya” telah kembali, namun kebahagiaannya langsung musnah saat mengetahui bahwa sang “kakak” telah memiliki wanita yang dicintai.

Kai Ching dan adik laki-lakinya telah menjalani operasi berkali-kali namun selalu gagal. Berbeda dengan Meng Da Wei yang beruntung karena berhasil melihat kembali walau hanya sekali menjalani operasi mata. Da Wei segera menemui Kai Ching setelah dia dapat melihat kembali dan jatuh hati pada wajahnya yang cantik, Kai Ching tak hanya baik dan lembut namun juga sangat cantik.

Namun sayang, Kai Ching hanya mencintai Yi Hang. Dan Kai Ching pun sempat menggunakan segala cara untuk memisahkan Yi Hang dan Xin Di termasuk memanfaatkan kebutaannya agar Yi Hang tetap berada di sisinya. Namun semuanya sia-sia, cinta Yi Hang terhadap Xin Di sangat kuat. (padahal lebih cantik Kai Ching ke mana-mana. Yi Hang ini ibarat dikasih berlian, malah milih batu kerikil)


Kalau dipikir lagi, Yi Hang dan Tian Xin Di sebenarnya pasangan serasi sih, sama-sama jelong >_<

Di sisi lain, Nenek Da Wei sangat tidak menyukai Kai Ching karena Kai Ching adalah gadis buta dan dia pun mengetahui bahwa cinta cucunya bertepuk sebelah tangan. Tak ingin melihat cucu kesayangannya selalu terluka karena gadis buta itu, wanita tua itu pun selalu melakukan segala cara agar cucunya menjauhi Kai Ching.

Suatu ketika, Yi Hang mengetahui kebenaran bahwa ternyata dia adalah anak haram hasil perselingkuhan sang Ayah dengan ibunya. Ayah Yi Hang ternyata adalah ayah Da Wei, jadi dengan kata lain Yi Hang dan Da Wei bersaudara meski tidak lahir dari rahim wanita yang sama.

Itulah sebabnya sang Ibu membuang Yi Hang karena tidak ingin anaknya malu bila mengetahui yang sebenarnya. Mengetahui bahwa Yi Hang selalu menyakiti hati Kai Ching, keluarga Xu lebih setuju bila Kai Ching menjalani hubungan dengan Da Wei yang tak hanya mencintainya dengan tulus, namun juga kaya, tampan dan berasal dari keluarga yang terhormat.

Namun Nenek Da Wei semakin membenci Kai Ching saat mengetahui bahwa kakak angkat Kai Ching adalah anak haram dari putranya, anak haram yang telah membuat aib keluarga. Apalagi sejak awal Nenek Da Wei mengetahui bahwa Kai Ching telah menolak Da Wei demi sang anak haram.

Akhirnya demi kebaikan semua orang, setelah Yi Hang dan Xin Di menikah, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Amerika.


Setelah Yi Hang pergi, Kai Ching pun menyadari jika Da Wei adalah satu-satunya orang yang selama ini selalu peduli padanya. Dia pun berusaha mendekatkan dirinya dengan Nenek Da Wei. Kai Ching ingin memulai hidup baru dengan pria yang mencintainya dengan tulus, bukan dengan pria yang selalu menyakiti hatinya demi wanita lain.

Di akhir episode, Nenek Da Wei akhirnya mulai bisa menerima Kai Ching dengan segala keterbatasannya. Kai Ching tampak berbahagia dengan Da Wei. Lalu tak lama kemudian, Yi Hang dan istrinya kembali ke Taiwan untuk menemui adik-adiknya, Da Wei dan Kai Ching dan mereka berempat pun tampak menari-nari dengan gembira di halaman.

Tamat.

~~~~~~

Review:
1. Karakter dan Pemeran.
A. Gloria Yip (叶蕴仪) as Xu Kai Ching.
Sudah jelas aku adalah pendukung Kai Ching, ya! Bukan si nenek peyot, Tian Xin Di. Sejak awal cerita, Kai Ching-lah yang lebih dulu muncul dan drama ini pun sebenarnya lebih banyak menceritakan tentang Kai Ching dan kesulitan hidupnya sebagai gadis buta dan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Menurut formula drama Korea, karakter yang muncul lebih dulu di awal cerita dan diperkenalkan pertama kali kepada penonton, seharusnya adalah sang pemeran utama. Hanya drama ini aja yang aneh banget!


Yang pertama muncul dan diperkenalkan kepada penonton adalah karakter Xu Kai Ching, seharusnya dialah aktris utamanya, eh malah tiba-tiba jadi Tian Xin Di yang baru muncul di tengah jalan. Bukankah itu sangat tidak masuk akal? Drama ini benar-benar anomali karena tidak mengikuti formula drama pada umumnya.

Jadi itu sebabnya, walaupun pemeran utama wanitanya adalah Crystal Chang Yu Yan yang berperan sebagai Tian Xin Di, aku tidak peduli karena dia gak worthed buat dibahas. Bagiku, dalam hatiku, dia adalah karakter anomali yang muncul di tengah jalan lalu dipaksa menjadi tokoh utama wanita. Aneh dan gak masuk akal. Muncul di tengah jalan, tiba-tiba nyelonong manja jadi lakonnya >_<

Gloria Yip sangat pas memerankan tokoh si gadis buta, Xu Kai Ching. Selain sangat cantik dan imut, wajahnya pun melas dan sabar. Cocok memerankan seorang gadis yang terzolimi.

Walau ada beberapa penonton yang mungkin justru sebel sama Kai Ching karena mencoba memisahkan Yi Hang dan Xin Di, tapi penulis pribadi lebih berpihak pada Gloria Yip (Kai Ching) karena selain Kai Ching lebih cantik dan lebih muda dari Xin Di, tapi juga karena Yi Hang dan Kai Ching telah lebih dulu bertemu.

Mereka dibesarkan bersama sebagai kakak beradik sejak kecil, dan Yi Hang juga secara tidak langsung telah menyebabkan Kai Ching menjadi buta, karena kecelakaan itu tidak akan terjadi jika bukan karena ingin mengantar Yi Hang ke bandara.

Jadi sangat menyebalkan saat melihat Xin Di mendadak muncul di tengah jalan dan merebut perhatian Yi Hang dari “adiknya”. Wajar juga kalau si “adik” jadi marah karena merasa “kakaknya” telah dirampas oleh seseorang yang mendadak muncul di tengah jalan.

Kalau dalam sudut pandangku, Pelakornya justru Tian Xin Di. Dia kan gak buta, sehat walafiat, sudah dewasa, jadi kenapa dia tidak mau mencari pria lain saja? Kenapa harus merampas Yi Hang dari Kai Ching? Kenapa harus menghancurkan hubungan baik mereka dan memaksa Yi Hang memilih?


Tapi sudahlah, setiap penonton pasti memiliki sudut pandang masing-masing yang tak mungkin diubah, jadi kita saling menghormati pendapat masing-masing aja ^_^ Couple Da Wei dan Kai Ching juga cocok kok, sama-sama muda dan Da Wei juga tulus mencintai Kai Ching meskipun tahu bahwa gadis itu buta. Walaupun tetep sebel sama Tian Xin Di tapi yang penting Kai Ching juga mendapatkan kebahagiaan pada akhirnya. Kai Ching berhak bahagia!

Ini sesuai dengan pepatah, “Asal kau mau menoleh sedikit saja, kebahagiaan sebenarnya sudah ada di sampingmu sejak lama.” Da Wei selalu ada untuk Kai Ching, saat Kai Ching menangis untuk Yi Hang, Da Wei-lah yang selalu menghiburnya. Sayangnya, aktor utamanya gak bisa diganti hahaha ^_^

B. Lin Rui Yang (林瑞阳) as Ou Yi Hang
Ou Yi Hang adalah si anak haram yang gak tahu terima kasih! Udah bagus anak haram seperti dia, diadopsi dan diangkat anak oleh keluarga kaya, diperhatikan, disayang seperti anak sendiri, dan bahkan dicintai oleh sang "adik perempuan".


Yi Hang-lah yang menghancurkan seluruh keluarga Xu sejak awal. Jika bukan karena mengantar Yi Hang ke bandara, keluarga Xu tidak akan hancur berantakan seperti itu. Ibu Xu tidak akan meninggal dan kedua bersaudara Xu tidak akan kehilangan penglihatan mereka. Dan belum cukup dengan itu, dia pun malah menghancurkan hati sang "adik perempuan" dengan jatuh cinta pada seorang gadis asing yang muncul di tengah jalan, menyakitinya berkali-kali.

Jujur, baru kali ini aku gak suka dengan karakter utama dalam sebuah drama. Baik itu karakter utama pria ataupun wanita, bagiku keduanya sampah berhati kejam! Untunglah drama Taiwan setelah itu kembali waras dan mengikuti formula drama pada umumnya, hanya ini yang anomali.

Secara visual, aku juga gak suka! Wajahnya seburuk karakternya! Sebenarnya cocok juga sih sama si Xin Di. Cocok! Sama-sama NOT GOOD LOOKING! 

2. Alur Cerita.
Apa yang bisa kukatakan? Berantakan kalau kataku! Yang membuatku sedih justru karena karakternya Xu Kai Ching yang berkali-kali disakiti oleh Yi Hang dan kekasihnya. Bahkan lagunya Paramita Rusady pun seolah menggambarkan karakternya Kai Ching, kan?

"Lihat saja di mataku! Tiada dendam, tiada duka! Doaku semoga kau bahagia!"

Lihat? Bukankah pada akhirnya Xu Kai Ching melepaskan cintanya pada Yi Hang tanpa dendam dan mendoakan agar Yi Hang bahagia? Bahkan lagunya pun cocok untuk Kai Ching loh itu. Aneh, kan? Kai Ching bukan pemeran utama, tapi alur ceritanya dan bahkan soundtracknya seolah-olah menggambarkan dialah pemeran utama wanitanya.


Tak hanya karakter Xu Kai Ching yang seolah outshine si Tian Xin Di, namun karakter Meng Da Wei juga sama. Aku lebih suka karakter Meng Da Wei yang polos, baik hati dan setia. Tapi entah kenapa, drama Taiwan era jadul selalu kebanyakan berpihak pada anak haram yang lahir di luar nikah.

Gak cuma Yi Hang sih, karakter Ye Tian Bien (Angela Zhang) dalam "At The Dolphin Bay" juga adalah seorang anak haram yang lahir di luar nikah. Itu sebabnya dia gak diakui oleh keluarga Xu dan akhirnya terdampar di Panti Asuhan dan bertemu Xu Zhe Ya.

Why Oh Why? Kenapa harus menjadikan anak haram sebagai karakter utama? Apakah karena para penulis skenarionya adalah anak haram juga jadi mereka ingin mendukung sesama anak haram dan ingin menaikkan derajat anak haram melalui drama? Ingin menunjukkan betapa kasian dan menderitanya para anak haram tersebut hingga mereka pun pantas bahagia, begitukah? Bukankah ini sama saja dengan menormalisasi perselingkuhan dan kelahiran anak haram di luar nikah?

Waktu masih kecil gak tahu dan gak memperhatikan sih, sekarang setelah dewasa, barulah aku mengerti dan memahami, "Pantesan aja Ye Tian Bien dibuang! Pantesan Ye Tian Bien dibenci oleh Ibunya Xu San Ni. Istri sah mana yang bisa dengan lapang dada menerima anak hasil perselingkuhan suaminya? Uda gitu, endingnya si anak haram hidup dan bahagia pula, sedangkan anak istri sah malah meninggal karena kanker darah". Mendadak aku yang dulu suka "At The Dolphin Bay" jadi gak respek sama karakter Ye Tian Bien. Ya sama kayak karakter Yi Hang ini.

Yang pertama dan terutama, kenapa anak haram harus dijadikan karakter utama sih? Apa kalian pikir anak dari istri sah gak cukup menyedihkan sampai drama-drama Taiwan jaman dulu berpihak pada anak haram? Anak dari istri sah juga sangat menyedihkan loh saat mengetahui kalau ayahnya berselingkuh dari ibu kandungnya dan punya anak lain. Kenapa gak mengangkat kisah tentang anak dari istri sah yang ayahnya direbut pelakor dan anak haram aja sih? Lah ini malah dramanya mendukung si anak haram. Setelah dewasa baru paham kalau ada yang salah dengan drama ini.


Lalu drama ini pun tidak mengikuti formula drama pada umumya, yaitu yang muncul lebih dulu di awal cerita dan diperkenalkan lebih dulu kepada penonton adalah pemeran utamanya. Di drama ini, karakter Xu Kai Ching muncul lebih dulu, tapi ternyata pemeran utamanya malah seorang wanita yang baru muncul di tengah jalan, yaitu Tian Xin Di. Sangat tidak masuk akal bagiku.

Lalu formula "teman masa kecil" alias "Childhood Sweetheart" juga gak berlaku di sini. Drama pada umumnya pasti menceritakan tentang "Teman masa kecil" yang tumbuh bersama lalu berubah menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai, seperti "Autumn In My Heart, Winter Sonata", dan "Spring Waltz" sebagai contohnya. Kalau menurut ketiga drama tersebut, ketemu duluan, muncul duluan, kenal duluan, pastilah pemeran utamanya, hanya di drama ini kedua hal tersebut tidak berlaku.

Gak papa juga sih, terserah penulis skenarionya aja. Hanya saja aku sebagai penonton, gak suka melihatnya. Aneh aja kalau yang tiba-tiba muncul di tengah jalan, justru endingnya menang dan mendapatkan hati aktor utamanya. Di mataku, Tian Xin Di justru malah terlihat seperti pelakornya. Pelakor kan muncul belakangan, hanya untuk merebut sang pemeran utama pria. Karakter Tian Xin Di seperti itu di mataku.

Tapi ini pendapatku loh. Karena yang namanya review sudah tentu reviewnya tergantung sudut pandang orang yang mengulasnya. Boleh setuju, boleh tidak! Bagi yang tidak setuju, yasudah, abaikan aja review dariku, gak ada yang maksa kalian untuk membaca.

Writen by : Liana Hwie.
Note : DILARANG MENG-COPY PASTE TANPA IJIN DARI PENULIS! REPOST WITH FULL CREDITS! SAYA MENCARI INFORMASI MENGENAI DRAMA INI SAMPAI PUSING 7 KELILING, TOLONG JANGAN DICOPAS SEENAK JIDAT, YA!


Selasa, 01 September 2026

Sinopsis & Review : Dream High 2, Kisah cinta antara penggemar dan sang Idola

Pertama kali mengenal JB GOT7 adalah melalui drama ini, "Dream High 2", yang pertama kali ditayangkan di NET TV pada tahun 2015 silam. Sejak itulah aku menyukai JB beserta grup yang dinaunginya dan resmi menjadi Ahgase (IGOT7) selama beberapa tahun lamanya.


"Dream High 2", sebuah drama Korea yang menjadi inspirasi dari terciptanya Novel berjudul “Shooting Star” karya Liliana Tan. Benar. Novel “Shooting Star” tersebut “terlahir” karena penulis merasa tidak cukup puas dengan ending dari serial drama sepanjang 16 episode tersebut.

Ending yang menggantung, yang tidak menceritakan lebih jelas bagaimana akhir kisah cinta kedua pemeran utama yaitu JB dan Shin Hye Sung pun akhirnya menginspirasi sebuah Novel yang menceritakan secara khusus tentang kelanjutan hubungan antara JB dan Shin Hye Sung.

Bagi para penonton (khususnya yang mendukung hubungan antara JB dan Shin Hye Sung) dan ingin menikmati kelanjutan kisah mereka, kalian bisa membaca kelanjutannya di sini : Shooting Star – Dream High 2 After Story.

Title : Dream High 2 
Genre : Music, Teen, Drama, Romance 
Written By : 
* Heo Sung Hye ( Eps 1-6) 
* Jang Eun Mi (Eps 7-16) 
Directed By : Lee Eung Bok, Mo Wan Il
Starring : 
Kang So Ra as Shin Hye Sung 
JB as JB/Jang Woo Jae 
Jin Woon as Jin Yoo Jin 
Jiyeon T-Ara as Rian/Lee Ji Kyung 
Hyorin Sistar as Nana/Kim Jae Hee 
Park Seo Joon as Lee Shi Woo 
Ailee as Ailee
Country Of Origin : South Korea 
Original Language : Korean No Of Seasons : 2 
No Of Episode : 16


Sinopsis :
Seperti pendahulunya yaitu "Dream High", serial inipun menceritakan tentang kehidupan sekolah para siswa di Kirin Art High School yang berusaha mengejar impian mereka menjadi bintang Kpop, yang diiringi dengan kisah cinta antara Sang Idola (JB) dengan penggemarnya (Shin Hye Sung).

Kisah yang tentu saja menjadi harapan bagi semua Fangirls di seluruh dunia yang berharap bisa bertemu dengan sang Idola lalu kemudian saling jatuh cinta.  

Berbeda dengan "Dream High 1" di mana Kirin Art High School dikisahkan sebagai sekolah seni terbaik di Korea, kali ini di "Dream High 2", dikisahkan bahwa Kirin Art High School sedang berada di ambang kehancuran karena dilanda kesulitan finansial.

Setelah mengalami kesulitan finansial tersebut, Kirin Art High School diambil alih oleh Presdir dari OZ Entertainment, sebuah agensi artis bergengsi di Korea Selatan yang memiliki banyak sekali para artis di bawah umur.


Dan karena terbentur dengan UU Artis di bawah umur tersebut itulah, akhirnya Presdir Oz Entertainment memutuskan untuk memindahkan semua artis mereka yang masih di bawah umur untuk bersekolah di Kirin Art High School.

Tujuannya adalah agar selain tetap bisa menempuh pendidikan di sekolah, para artis di bawah umur tersebut masih tetap dapat menjalani pelatihan sebagai artis karena Kirin juga mengajarkan dasar-dasar pengetahuan yang umumnya memang dimiliki oleh seorang artis yang akan debut.


Dari sinilah persaingan dimulai, antara sekumpulan bintang idola yang terdiri dari dua grup populer yaitu I:dn (yang terdiri dari JB dan Park Seo Woo) dan HersHE (yang terdiri dari Ryan, Ailee dan Nana) dengan para siswa asli dari Kirin.


Shin Hye Sung (Kang Sora) adalah salah satu siswi Kirin yang bermimpi menjadi seorang penyanyi namun tidak memiliki bakat untuk itu. Walau dia masuk di Kirin Art High School dengan nilai ujian masuk tertinggi tapi pada dasarnya dia tidak memiliki bakat apa pun selain menciptakan lagu, bakat yang baru disadarinya di pertengahan episode. Intinya Shin Hye Sung ini hanya pintar dalam teori, namun dalam praktek, dia tidak memiliki bakat untuk itu, baik menyanyi maupun menari.

Shin Hye Sung adalah gadis polos, lugu dan naif yang merupakan Ketua Asrama wanita di Kirin. Di sana dia berteman baik dengan Jin Yoo Jin (Jin Woon) yang bercita-cita menjadi seorang bintang rock dan kelak jatuh cinta pada Hye Sung.


Hye Sung adalah penggemar berat JB yang rela melakukan apa saja demi idolanya. Awalnya JB memandang rendah Hye Sung dan tidak menyukainya. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, JB pun menyadari jika dia mulai jatuh cinta pada kepolosan dan kebaikan hati Hye Sung.

Namun kisah cinta mereka tidak berjalan lancar karena kehadiran si angkuh dan sok bossy, Rian (Jiyeon T-ara) yang selalu berusaha menjegal Hye Sung dan menghancurkan hubungan mereka.


Rian adalah salah satu member Girlgroup HerShe yang dikenal sangat angkuh, sok bossy, sok cantik, sok berlagak kayak Princess (Princess Syndrom), jutek, galak, judes, tidak tahu sopan santun, kasar, semena-mena, licik dan selalu menganggap dirinya yang paling hebat. Walaupun dalam hal menyanyi, suaranya masih kalah dibandingkan dengan dua rekannya. Intinya Rian ini yang penting sombong dulu, soal bakat nyanyi belakangan.

Dan dia juga merupakan mantan kekasih JB tapi kemudian mereka putus hubungan karena kematian ayah JB membuat JB ingin sepenuhnya berkonsentrasi pada karir.


Sifat Rian yang angkuh, sok bossy, ngediva dan Princess Syndrom ini sudah ditunjukkannya sejak awal, terlebih lagi sejak dia sekamar dengan Hye Sung dan Soon Dong. Dengan gayanya yang sok dan menjengkelkan, Rian kerap mengusir Hye Sung dari kamarnya sendiri, menyingkirkan barang-barang Hye Sung lalu menggantinya dengan barang-barangnya sendiri dan juga selalu menghina dan merendahkannya.

Lebih parah lagi waktu Rian mengakui lagu ciptaan Hye Sung yang pertama, yang berjudul “Hello To My Self” sebagai lagu ciptaannya dan dia menyanyikan lagu tersebut tanpa ijin dari sang Composer aslinya. Benar-benar definisi tak tahu malu *sigh*

Untunglah akhirnya semua orang tahu juga kalau lagu itu adalah ciptaan Hye Sung dan Rian akhirnya ngeles dengan mengatakan kalau dia hanya ingin membantu mempopulerkan lagu ciptaan Hye Sung itu. Lebih kesalnya lagi, Rian bahkan tidak pernah meminta maaf pada Hye Sung karena telah mengakui lagu ciptaannya.


Rian pun digambarkan tidak memiliki satupun sifat yang baik bila dilihat dari respon teman-temannya saat di salah satu adegan, ada seorang guru yang bertanya apa kelemahan Rian dan semua teman sekelasnya langsung mengangkat tangan dan menjawab dengan berbagai jawaban seperti : angkuh, sok bossy, sok cantik, menganggap dirinya yang paling hebat, sok berlagak seperti seorang Putri, tidak tahu sopan santun, galak, jutek, kasar, semena-mena dsb yang jelek-jelek intinya.

Tapi giliran mereka ditanya apa kebaikan atau kelebihan Rian, semua teman sekelasnya terdiam dan tak ada seorangpun yang bisa menjawab. Yang ini bisa diartikan, bahkan di mata teman-temannya pun karakter Rian adalah karakter yang menyebalkan.


Tapi akhirnya Rian mendapatkan balasan atas semua kesombongannya saat JB mendadak memalingkan hatinya pada Hye Sung dan sama sekali tidak peduli pada Rian lagi.

Sejak Hye Sung memutuskan untuk mengundurkan diri dari Kirin Art High School dan pulang ke kampung halamannya karena tidak tahan dibully oleh teman-temannya dan merasa tidak memiliki bakat apa-apa sehingga tidak pantas berada di sana, sejak itulah perasaan JB berubah.

JB bahkan menciptakan sebuah lagu untuk Hye Sung, dengan maksud untuk menghiburnya, tapi dia justru menemukan fakta bahwa Hye Sung telah pergi diam-diam dari sekolah itu dengan hanya meninggalkan sebuah surat yang isinya sangat mengharukan untuk semua teman-temannya. JB pun rela bolos sekolah demi menyusul Hye Sung ke kampung halamannya.


Dia dengan susah payah mencari dan menemukan rumah Hye Sung, hanya untuk mengatakan bahwa dia menyukai Hye Sung. Perasaan yang tumbuh tanpa disadarinya, entah sejak kapan.

Tapi tentu saja Hye Sung tidak mudah percaya begitu saja dan menganggap JB hanya kasihan padanya, karena JB tidak bisa memberinya alasan kenapa JB menyukai Hye Sung.

Walau JB berkata, “bukankah cinta sejati itu tidak butuh alasan?” tapi Hye Sung masih belum mempercayai ucapan JB semudah itu karena dia merasa sangat tidak mungkin bagi seorang idola seperti JB menyukai gadis biasa seperti Hye Sung yang tak memiliki bakat apa-apa.


Walau begitu, akhirnya Hye Sung kembali lagi ke Kirin Art High School setelah teman-teman dan gurunya datang untuk membujuknya kembali. JB tentu menjadi orang yang paling bahagia saat mengetahui Hye Sung akan kembali, dia bahkan telah mempersiapkan penyambutan istimewa untuk kekasihnya.


JB selalu berusaha mendekati Hye Sung dalam setiap kesempatan, bahkan menyusup masuk ke kelas non unggulan (atau sebutan kasarnya: kelas buangan) yang berisi anak-anak yang dianggap tidak berbakat agar bisa belajar bersama Hye Sung.



Tapi apakah hubungan mereka akan selancar air mengalir? Tentu tidak. Singkat cerita, Rian dan Yoo Jin selalu berusaha memisahkan JB dan Hye Sung, khususnya Rian yang mengatakan bahwa Hye Sung akan membuat karir JB hancur jika terus berpacaran dengannya.

Hal ini karena JB tak hanya ingin belajar bersama Hye Sung di kelas buangan, namun juga ingin berduet dengan Hye Sung meskipun dia tahu jika berduet dengan Hye Sung akan membuatnya ikut "terseret" ke bawah karena Hye Sung memiliki banyak kelemahan.




Tapi JB tidak peduli, karena yang JB inginkan hanyalah berada di panggung yang sama dengan sang kekasih. JB bahkan rela berlutut di hadapan Hye Sung dan memintanya menerimanya, baik itu perasaannya maupun bernyanyi bersamanya.



Hasilnya bisa ditebak, JB pun dieliminasi dari panggung pertunjukan. Walaupun JB sendiri tidak pernah menyalahkan Hye Sung dan mengatakan bahwa dia menerimanya dan sudah mengetahui dengan jelas konsekuensinya, bahkan menghibur Hye Sung dengan mengatakan bahwa dia baik-baik saja, namun semua penggemar JB yang kecewa menyalahkan Hye Sung sebagai penyebab idola mereka dieliminasi.


Hye Sung mendapatkan banyak ancaman teror yang ditujukan padanya dari para penggemar JB, namun Hye Sung menyembunyikan semua ini dari sang kekasih. Tak hanya para penggemar, Rian pun semakin gencar melancarkan serangkaian ucapan provokatif yang intinya menyalahkan Hye Sung dan memintanya melepaskan JB jika tidak ingin membuat karir JB hancur jika terus berpacaran dengannya. Apalagi setelah melihat bahwa JB selalu berlatih sendirian diam-diam saat malam, menunjukkan bahwa panggung adalah apa yang sebenarnya dia inginkan.


Hye Sung pun memutuskan untuk menyerah dan melepaskan JB agar dia bisa terbang tinggi meraih impiannya. Hye Sung pun memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dan berpisah dengan JB. Tapi semua tidak berjalan seperti rencana Hye Sung saat tiba-tiba JB mengalami kecelakaan yang membuat kakinya cacat sehingga tidak bisa lagi menari. Saat itu, JB yang tak ingin diputuskan, lari mengejar Hye Sung hingga membuatnya tertabrak mobil.


Hye Sung yang merasa bersalah tak bisa meninggalkan JB dalam keadaan terpuruk seperti itu. Dan JB pun memanfaatkan kondisinya yang lemah pasca kecelakaan untuk membuat Hye Sung tidak meninggalkannya.

“Walau kau sudah meminta putus, tapi aku belum menyetujuinya. Jadi kita tetap bersama. Aku ingin kau terus di sisiku hingga kakiku benar-benar sembuh,” pinta JB keras kepala.

Dia memanfaatkan kondisinya yang terluka agar Hye Sung tetap di sisinya dan tidak marah sama sekali walau secara tidak langsung karena Hye Sung-lah, JB mengalami kecelakaan itu.


Hye Sung pun berjanji selama JB sakit, dia tidak akan pergi ke mana-mana. Suatu hari, ada produser dari Amerika yang mengagumi bakat Hye Sung dan menawari Hye Sung untuk belajar di Amerika.

Hye Sung yang tak tega meninggalkan JB dalam keadaan terluka, sempat galau dengan keputusannya. Hingga akhirnya produser tersebut memanggil JB dan memberitahukan hal yang sebenarnya tentang tawaran ke Amerika untuk Hye Sung.

Dengan berat hati dan walau tidak rela, JB menemui Hye Sung dan berbohong jika dia sudah sembuh sekarang, jadi Hye Sung boleh pergi ke mana pun yang dia suka.


Saat Hye Sung telah berada di bandara, JB sempat mengejarnya dengan susah payah, demi agar bisa berpesan pada Hye Sung bahwa JB akan hidup dengan baik jadi Hye Sung tak perlu mengkhawatirkannya lagi.

JB juga meminta Hye Sung agar menjaga dirinya baik-baik. Sebelum Hye Sung pergi, mereka sempat berpelukan sambil menangis.


Delapan bulan setelah kepergian Hye Sung, tibalah acara kelulusan SMU Kirin, Hye Sung yang seharusnya menjadi perwakilan dari siswa untuk memberikan pidato terakhir mengingat posisinya sebagai Ketua Asrama, tidak bisa hadir dan mewakilkan pidato tersebut pada Rian melalui surat yang dikirimnya dari Amerika.


Delapan tahun kemudian, pada saat perayaan Ulang Tahun SMU Kirin yang ke-17, akhirnya semua orang berkumpul kembali untuk merayakan Ulang Tahun almamater mereka dengan membuat sebuah drama musikal di mana Shin Hye Sung bertindak sebagai sutradara.

Saat itu JB sudah menjadi seorang Produser Musik terkenal, Jin Yoo Jin menjadi seorang Guru musik Rock di Kirin Art High School dan Rian menjadi seorang bintang idola.

JB dan Hye Sung pun akhirnya bertemu lagi tapi tidak diceritakan lebih lanjut tentang bagaimana kelanjutan hubungan mereka. Namun tetap terlihat jelas kalau perasaan JB pada Hye Sung tidak pernah berubah alias JB masih mencintai Hye Sung seperti sebelumnya, jika dilihat dari cara JB menatap Hye Sung saat mereka akhirnya bertemu lagi.

Lalu adik perempuan Hye Sung yaitu Hye Pong pun bersekolah di Kirin Art High School mengikuti jejak kakaknya dan berperan sebagai Hye Sung dalam drama musikal tersebut. Rian sempat terlihat memberikan kalung berliontin K (yang dulu dipegang oleh Song Sam Dong) pada adik Hye Sung.

Ada satu kalimat yang diucapkan oleh Hye Sung yang memberikan makna yang dalam, kalimat yang diucapkannya saat Hye Sung dan teman-temannya yang berada di kelas buangan tampil di atas panggung bersama. 

“Aku ingin bertanya kepada semua orang.
Apakah mimpi itu hanya boleh dimiliki oleh mereka yang memiliki bakat?
Jika kau tidak memiliki bakat, apa kau tidak diijinkan untuk bermimpi?
Jika kau bermimpi, kau harus memejamkan matamu.
Jika matamu tertutup, bagaimana orang lain akan melihatmu itu tidaklah penting.
Hanya ketika kau menutup mata, itu adalah saat di mana kau benar-benar berhenti memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentangmu.
Kau harus berhenti memikirkan apa tanggapan orang terhadap dirimu, itulah di mana saatnya kita bisa menghadapi diri kita yang sebenarnya.
Setelah kau menutup mata, maka katakan seperti ini ‘Aku tidak boleh menyerah terhadap mimpiku sendiri’.
Mengapa tidak? Karena mimpi bukan hanya milik mereka yang memiliki bakat, tapi mimpi itu dimiliki oleh semua orang yang ingin bermimpi.
Hanya menggunakan sebuah payung lusuh yang kecil, untuk melindungi diri dari angin dan hujan.
Kita harus memakai bakat kecil yang kita miliki, untuk meraih impian yang lebih besar.
Aku ingin mendedikasikan lagu ini kepada mereka yang terluka karena mimpi mereka.
Mereka yang dipaksa untuk menyerah terhadap impian mereka sendiri.
Untuk mereka yang selalu berada di urutan kedua.
Untuk mereka yang berada di kelas buangan.
Untuk mereka yang selalu merasa hidup di bawah mereka yang pertama."

—–000000——

Review :
1. Karakter.
A. Kang Sora as Shin Hye Sung.
Aktris utama Kang So Ra yang berperan sebagai Shin Hye Sung, memang digambarkan tidak memiliki bakat menyanyi walau sebenarnya dia bermimpi menjadi seorang penyanyi.

Di mataku, Shin Hye Sung adalah karakter yang manis, polos, lugu, baik hati, hanya saja tidak memiliki kepercayaan diri. Karena terlalu polos itulah akhirnya dia selalu ditindas oleh Rian (Ji Yeon T-ara).

Walau ada banyak orang aneh di Indonesia yang gak suka Shin Hye Sung dan lebih menyukai si manusia sombong Rian, tapi di mataku, Shin Hye Sung adalah karakter yang menarik.


Bagi mereka yang pernah merasakan berada di urutan kedua, selalu ditindas, memiliki sebuah impian tapi selalu dipandang rendah oleh orang lain sehingga membuat kalian merasa bahwa diri kalian tidak berguna karena tak ada seorangpun yang mendukung mimpi kalian, pasti kalian akan mengerti bagaimana perasaan Shin Hye Sung.

Perasaan selalu direndahkan, perasaan selalu dianggap remeh oleh orang lain, perasaan ingin membuktikan diri namun tak tahu bagaimana caranya, perasaan ingin membuktikan bahwa kita bisa tapi tak ada seorangpun yang percaya dan mendukung kita.

Perasaan tidak dihargai, dibuang, dijauhi, perasaan tidak adil saat melihat ada orang-orang yang dengan mudahnya mendapatkan kesuksesan namun sekeras apa pun kita berusaha kita tak bisa seperti mereka.Jika kalian pernah merasakannya, pasti kalian akan bersimpati dengan karakter gadis malang yang selalu dipandang remeh oleh si manusia sombong Rian.


Namun Shin Hye Sung akhirnya menemukan jalannya sendiri dengan menjadi seorang Sutradara terkenal dari Broadway dan juga seorang Komposer kelas dunia.

Menunjukkan pada kita bahwa asalkan kita mau berusaha, walaupun tak ada seorangpun yang mendukung kita, asalkan kita terus berjuang dan berusaha, pasti Tuhan akan memberikan rencana indah yang lainnya pada kita, walaupun melalui cara yang tidak terduga. 

Shin Hye Sung adalah karakter yang kuat. Karena TIDAK PEDULI BERAPA KALIPUN DIA DIRENDAHKAN OLEH RIAN, DIA SELALU BISA BANGKIT DAN BERDIRI DENGAN TEGAK. Itulah KUAT di mataku!

B. JB GOT7 as JB (Jang Woo Jae)
Di awal cerita dan berdasarkan poster yang beredar, aku pikir JB hanyalah pemeran pria kedua alias second lead untuk Jin Yoo Jin, apalagi poster JB bukan berada di tengah dan tidak berdiri berdampingan dengan Kang Sora.


Berdasarkan poster, pria di samping Kang Sora bukan JB! Melihat poster ini, pasti semua orang akan berpikir bahwa aktor utamanya adalah Jin Woon, bukan JB!

Tapi entah kenapa tiba-tiba terjadi plot twist yang membagongkan, karena karakter pria yang awalnya bagaikan second lead (JB) mendadak mendapatkan cinta sang aktris utama, Kang Sora yang berperan sebagai Shin Hye Sung, dan auranya mendadak terasa seperti pemeran utama pria. Dalam formula klasik serial drama pada umumnya, siapa pun yang mendapatkan cinta sang aktris utama, pasti dialah aktor utamanya.


Jadi karena JB-lah yang pada akhirnya resmi jadian dengan Shin Hye Sung (walaupun akhirnya harus menjalani Long Distance Relationship), secara otomatis dialah sang aktor utama "Dream High 2". Bener kan logikanya?

Mungkin karena pergantian karakter yang sangat signifikan inilah banyak orang yang "kaget" dan tidak bisa menerima kenyataan dan akhirnya berakhir tidak menyukai "Dream High 2" karena dianggap aneh dan tidak konsisten, mengingat posternya tidak sama dengan cerita dan ending dalam dramanya. Tapi apa pun pendapat orang lain, aku menyukai JB karena "Dream High 2". Tanpa "Dream High 2", aku takkan mengenal JB, apalagi GOT7. Semuanya berawal dari drama ini.


2. Alur Cerita.
Karena aku suka JB, jadi aku rasa wajar kalau aku lebih menyukai alur cerita "Dream High 2", karena sejak awal aku memang gak pernah suka sama Kim Soo Hyun, jauh sebelum skandalnya terungkap, aku uda gak suka. Selain "Dream High", drama Kim Soo Hyun yang lain, aku gak pernah tertarik untuk menontonnya, gak peduli setinggi apa pun ratingnya dan gak peduli berapa banyak orang yang memujinya. Berbeda dengan "Dream High 2" yang walaupun kata banyak orang "jelek" namun karena drama inilah aku mengenal JB dan menjadi fans GOT7 selama beberapa tahun.


Aku suka bagaimana penulis skenario mengubah karakter JB yang awalnya menyebalkan menjadi cute dan manis, apalagi adegan JB menyanyikan lagu "When  I Cannot Sing" untuk Shin Hye Sung di dalam sebuah gereja. Aku suka suaranya JB yang lembut dan unik, dan sejak itu dia resmi menjadi idolaku.

Aku juga suka kok dengan pesan yang ingin disampaikan oleh drama ini: "Mimpi itu tidak boleh hanya dimiliki oleh mereka yang berbakat! Semua orang berhak bermimpi dan berjuang untuk meraih impian tersebut! Untuk mereka yang selalu berada di tempat kedua, jangan pernah berhenti berjuang!"


Pesan ceritanya bagus apalagi karakter utama wanitanya digambarkan tidak punya bakat namun masih punya tekad, sementara sang aktor utama (JB) memiliki bakat namun harus rela kehilangan panggungnya karena sebuah kecelakaan. Menunjukkan pada kita bahwa hidup ini penuh dengan plot twist yang tak terduga.

Yang berbakat bisa jatuh kapan saja dan disebabkan oleh apa saja, sementara yang tidak berbakat pun bisa melompat lebih tinggi dan meraih kesuksesan bila mereka diberi kesempatan untuk meraihnya. Jadi jangan sombong hanya karena berbakat dan jangan rendah diri jika kita tidak memiliki bakat apa pun! Asalkan kita memiliki kemauan, di situ pasti akan ada jalan.

Bagus loh pesan dramanya. Sayangnya orang-orang pada umumnya hanya melihat dari kisah cintanya saja. Mereka mayoritas lebih menyukai pasangan JB - Rian karena menganggap mereka serasi, sama-sama berbakat dan good looking. Itu sebabnya mereka tidak menyukai drama ini karena menganggap pasangan JB dan Shin Hye Sung tidak serasi.


Tapi pernahkah kalian mendengar bahwa kedua kutub yang berbeda justru saling tarik menarik? Lihatlah magnet! Kutub negatif dan kutub positif pasti saling tarik menarik sedangkan kutub yang sama akan saling menolak. JB dan Shin Hye Sung sama seperti kutub positif dan kutub negatif, jadi wajar bila mereka saling menarik, bukan?

3. Original Soundtrack.
Dibandingkan dengan "Dream High", aku lebih suka soundtracknya "Dream High 2". Mungkin karena aku memang fansnya JB dan karena JB ikut menyanyikan soundtracknya, aku otomatis merasa OST Dream High 2 lebih mengena di telingaku. Sedang untuk "Dream High", aku hanya menyukai opening songnya aja.

Tak hanya lagu-lagu yang dinyanyikan JB seperti "When I Cannot Sing, Together, dan New Dreaming" yang enak didengar telinga namun beberapa lagu lainnya seperti "You Are My Star" yang dinyanyikan oleh Suzy Miss A juga enak didengar telinga. Lalu lagu yang dinyanyikan oleh Park Jin Young (bos besar JYP Entertainment) yaitu "Falling" dan yang dinyanyikan oleh HerShe yaitu "Superstar" juga enak didengar telinga. Singkat kata, aku lebih suka lagu-lagu di "Dream High 2".

Tapi semuanya kembali pada selera masing-masing orang ya. Kalau kalian lebih menyukai OST "Dream High 1" itu juga sah-sah saja.

Credit pictures: berbagai sumber
Written by : Liana Hwie
Warning:
DILARANG MENCOPAS TANPA IJIN DARI PENULIS !!! REPOST WITH FULL CREDITS !!!