Masih berbicara tentang "Guo Jing (Kwee Cheng)" yang merupakan tokoh utama dalam serial wuxia legendaris "The Legend Of The Condor Heroes (Pendekar Pemanah Rajawali)" yang diadaptasi dari novel terkenal karya Jin Yong (Louis Cha). Setelah di postingan sebelumnya kita membahas tentang karakter Guo Jing (Kwee Cheng), sang Pahlawan Besar China yang terkenal dengan jiwa patriotismenya dan semangat kepahlawanannya dalam membela bangsa dan negaranya, maka kali ini kita akan membahas tentang para aktor yang telah memerankan karakter hebat ini.
Hingga saat ini, serial wuxia legendaris "The Legend Of The Condor Heroes (Pendekar Pemanah Rajawali)" telah diadaptasi sebanyak delapan kali dengan adaptasi terbaru pada tahun 2024 silam dan satu film layar lebar yang baru saja dirilis tahun 2025 lalu berjudul "The Legend Of The Condor Heroes: The Gallants (2025)". Jadi totalnya untuk sementara ini ada sembilan versi adaptasi dan sembilan aktor yang terpilih untuk memerankannya.
Begitu banyak adaptasi, begitu banyak aktris/aktor yang memerankan satu karakter yang sama selama lebih dari lima dekade ini, pertanyaan seperti : "Siapakah yang terbaik, siapakah yang terburuk, siapakah yang paling cantik/tampan, siapakah yang paling sesuai dengan novelnya" dan banyak pertanyaan lain pasti kerapkali muncul di hati para penonton. Dan ini adalah hal yang sangat wajar menurutku.
Dalam setiap adaptasi, perbandingan pasti akan ada. Jika tidak mau dibandingkan, maka jangan pernah memerankan karakter yang sama seperti yang pernah diperankan oleh orang lain sebelumnya dan pernah di-remake berulang kali! Jika seorang aktris/aktor memutuskan untuk menerima karakter yang pernah diperankan oleh orang lain sebelumnya, apalagi yang "legend" seperti ini dan sudah di-remake berulang kali, maka menjadi obyek perbandingan tentu adalah hal yang sangat wajar. Karena kamu bukan satu-satunya!
Jangankan artis, kita rakyat jelata aja waktu masih kecil sering dibanding-bandingkan sama anak tetangga, sepupu dan bahkan saudara sendiri, kan? Itu sudah biasa. Jadi buat fans aktor tertentu, gak usah baper! Karena dibanding-bandingkan adalah hal yang sangat wajar!
Jadi mari kita sambut sembilan pemeran, sembilan aktor yang beruntung yang terpilih untuk memerankan karakter legendaris "Guo Jing (Kwee Cheng)", sang Pahlawan Besar China dalam serial adaptasi "The Legend Of The Condor Heroes (Pendekar Pemanah Rajawali)".
Dari sembilan pemeran Guo Jing (Kwee Cheng), aku akan mengklasifikasikannya berdasarkan beberapa kriteria tertentu, penilaian terbesar tentu berdasarkan visual sang aktor di mataku.
Sekali lagi, "Visual di mataku"! Jadi jika di mataku butek tapi di mata kalian sebening berlian paling murni di dunia, itu bukan urusanku ya! Setiap orang punya selera dan ganteng di matamu belum tentu ganteng di mataku, begitupun sebaliknya. Jadi gak usah didebat ya untuk para fans aktor tertentu. Karena aku tahu ada salah satu aktor yang fansnya agak galak nih, denger-denger suka fanwar dan mengklaim kalau idola mereka yang paling ganteng, paling inilah, paling itulah, intinya gak mau kalah! (˵¯͒〰¯͒˵)
Let's respect other opinion, especially the blogger!
Oke, mari kita mulai........
1. William Yang Xuwen dalam "The Legend Of The Condor Heroes 2017".
Sebagai pemuja visual, di mataku, dialah Guo Jing yang paling ganteng sepanjang masa. Pada saat terpilih untuk membintangi "The Legend Of The Condor Heroes 2017" dan berperan sebagai Guo Jing (Kwee Cheng) ini, William Yang, yang memiliki nama asli Yang Xuwen ini baru berusia 23 tahun.
Saat itu, dia masih merupakan aktor pendatang baru alias New Comer, dan masih belum memiliki banyak karya. Mungkin jika tidak terpilih sebagai Guo Jing 2017, aku pun tidak akan pernah mengenal nama William Yang dan gak akan pernah tahu ada aktor muda berbakat dan berwajah tampan bernama William Yang.
William yang memiliki wajah polos dan menggemaskan seperti remaja baru gede, sangat cocok dengan karakter Guo Jing yang diceritakan berusia 18 tahun dan masih remaja. Walaupun umur aslinya saat memerankan Guo Jing adalah 23 tahun, tapi fitur wajahnya yang awet muda membuatnya pantas memerankan remaja polos 18 tahun.
Oh ya, William yang memiliki tinggi 188 cm juga tercatat sebagai Guo Jing yang paling tinggi di antara para pemeran Guo Jing yang lain loh. Perfect banget kan, udah yang paling ganteng plus paling tinggi pula.
Oh ya, William yang memiliki tinggi 188 cm juga tercatat sebagai Guo Jing yang paling tinggi di antara para pemeran Guo Jing yang lain loh. Perfect banget kan, udah yang paling ganteng plus paling tinggi pula.
Tinggi dan umurnya sih cocok-cocok aja, cuma emang mungkin wajahnya terlalu tampan dan menggemaskan untuk penggambaran karakter Guo Jing di novelnya yang digambarkan memiliki tubuh tinggi, besar, gempal dan perawakan kasar (ya macem kuli bangunan kale, ya?)
Tapi ya kalau sesuai sama novelnya jadinya yang kubayangin adalah bapak-bapak kuli bangunan yang badannya gempal, tinggi, besar dan wajahnya kasar gitu. Waduh, kalau dicari yang beneran kayak gitu sih, gak ada nilai komersialnya sama sekali jadinya. Yang ada malah penonton yang memuja visual sepertiku bakal ogah nonton. Jadi demi kepentingan modal, memang sudah bener dicari'in aktor ganteng dan menggemaskan seperti William Yang ini.
Tak salah jika dia menjadi salah satu Guo Jing favoritku karena SELAIN dia dan Julian Cheung, semuanya bikin sepet mata. Butek bin kusam. "Je to the lek" kalau mau jujur. Kasian mataku (¬_¬)
Lagipula, William juga sukses membawakan karakter Guo Jing yang jujur, polos, lugu dan setia kok. Ekspresi wajahnya juga sangat pas, tidak berlebihan, sangat natural dan benar-benar terlihat kepolosan dan keluguan seorang Guo Jing. Bukan bodoh dan dungu, tapi lugu dan polos. Beda loh ya itu!
2. Julian Cheung dalam "The Legend Of The Condor Heroes 1994".
Sebelum William Yang muncul di tahun 2017, Julian Cheung Che Lin adalah satu-satunya favoritku saat itu. Julian Cheung yang memiliki wajah imut dan semanis gula ini sukses membuatku betah nongkrong di layar kaca Indosiar. Dia dan Athena Chu adalah pasangan Guo Jing - Huang Rong paling serasi yang pernah ada. Yang cowok ganteng, imut dan manis maksimal sementara yang cewek juga cantik dan enak dipandang mata.
Kalau yang lain kan masih ada plus minusnya. Misal: William ganteng banget, tapi Li Yi Tong kantong matanya membuatnya seperti orang ngantuk, kurang serasi sih ya karena satu ganteng banget, sementara satunya sendu. Lalu versi 2024 juga timpang banget. Yang cewek cantik banget, sementara yang cowok wajahnya kayak film horor "Scream". Mungkin yang lumayan serasi itu versi 2003 dan versi 2025 yang baik cewek ataupun cowok sama-sama kumal →_→
Hampir seperti William Yang, Julian Cheung juga membawakan Guo Jing yang jujur, polos, lugu dan setia, bukan bodoh dan dungu, ya. Di mataku sih dia gak bodoh, cuma memang lambat belajar dan mudah ditipu. Mungkin karena kedua versi ini memiliki tingkat akurasi dengan novel yang sangat tinggi jadi cara mereka membawakan karakter ini pun terlihat mirip.
William Yang juga pernah berkomentar kalau sebelum syuting, dia lebih dulu menonton "The Legend Of The Condor Heroes 1994" milik Julian Cheung untuk mempelajari karakter Guo Jing. Padahal yang dianggep orang-orang yang paling legend adalah versi 1983 tapi aktornya sendiri malah menjadikan versi 1994 sebagai acuan dan pembelajaran tentang bagaimana membawakan karakter Guo Jing sesuai dengan novelnya. Dengan kata lain, William Yang sendiri lebih suka versinya Julian Cheung daripada versi Felix Wong. Orang ganteng belajar dari orang ganteng ceritanya.
Oh ya, Julian Cheung juga ganteng banget saat mengenakan kostum Mongol warna pink. Harus diakui hanya versi Julian aja yang kostum Mongolnya terlihat keren abiz. Entah karena kostumnya yang bagus atau emang wajahnya Julian yang semanis gula yang membuat kostum itu terlihat "Naik kelas". Dengan kata lain orang ganteng pake apa aja keliatan bagus, walau pake baju gembel sekalipun (●'◡'●) ]
Walaupun secara penggambaran perawakan, Julian tidak mirip dengan kuli bangunan (karena Guo Jing digambarkan seperti kuli bangunan sih ya, yaitu tinggi, besar, gempal dan wajahnya kasar), tapi bodo amatlah sama penggambaran novelnya, uda paling bener dikasih yang ganteng kayak gini.
Apalagi nih drama low budget banget, kostum aja gak ganti-ganti dan syutingnya di studio, kalau dikasih spek kuli bangunan beneran, yang ada ratingnya hancur lebur berantakan karena gak ada yang mau nonton. Gak ada nilai komersilnya dan gak menjual.
Biar balik modal, emang paling bener dicari aktor yang tampangnya "Menjual" dan bisa menarik penonton wanita buat pantengin layar kaca. Dan drama ini memang menjadi sukses karena memasang Julian Cheung dan Athena Chu sebagai daya tarik utamanya. Coba bayangkan kalau seandainya mereka diganti!!! Hmmmm....(〟-_・)ン
William Yang juga pernah berkomentar kalau sebelum syuting, dia lebih dulu menonton "The Legend Of The Condor Heroes 1994" milik Julian Cheung untuk mempelajari karakter Guo Jing. Padahal yang dianggep orang-orang yang paling legend adalah versi 1983 tapi aktornya sendiri malah menjadikan versi 1994 sebagai acuan dan pembelajaran tentang bagaimana membawakan karakter Guo Jing sesuai dengan novelnya. Dengan kata lain, William Yang sendiri lebih suka versinya Julian Cheung daripada versi Felix Wong. Orang ganteng belajar dari orang ganteng ceritanya.
Oh ya, Julian Cheung juga ganteng banget saat mengenakan kostum Mongol warna pink. Harus diakui hanya versi Julian aja yang kostum Mongolnya terlihat keren abiz. Entah karena kostumnya yang bagus atau emang wajahnya Julian yang semanis gula yang membuat kostum itu terlihat "Naik kelas". Dengan kata lain orang ganteng pake apa aja keliatan bagus, walau pake baju gembel sekalipun (●'◡'●) ]
Walaupun secara penggambaran perawakan, Julian tidak mirip dengan kuli bangunan (karena Guo Jing digambarkan seperti kuli bangunan sih ya, yaitu tinggi, besar, gempal dan wajahnya kasar), tapi bodo amatlah sama penggambaran novelnya, uda paling bener dikasih yang ganteng kayak gini.
Apalagi nih drama low budget banget, kostum aja gak ganti-ganti dan syutingnya di studio, kalau dikasih spek kuli bangunan beneran, yang ada ratingnya hancur lebur berantakan karena gak ada yang mau nonton. Gak ada nilai komersilnya dan gak menjual.
Pemeran Guo Jing yang masih lumayan/bisa dipertimbangkan:
1. Felix Wong dalam "The Legend Of The Condor Heroes 1983".
Versi yang dianggap penonton "paling legend". Padahal harusnya masih ada versi 1976 yang paling legend lagi (versi adaptasi pertama yang duluan muncul), tapi karena pemainnya ancur parah, dramanya jadi gagal total.
Felix Wong ini gak ganteng amat tapi juga gak jelong amat. Dia berada di tengah-tengah dari segi visual. Standar aja. Yang lebih ganteng dari dia ada, tapi yang lebih "Je to the lek" dari dia juga ada.
Felix sedikit enak dipandang dibandingkan pemeran Guo Jing lainnya, walaupun masih kalah jauh dari William dan Julian dari segi ketampanan. Tapi dia pun gak jelong-jelong amat jadi tampak serasi saat bersanding dengan mendiang Barbara Yung. Felix pun terbilang cukup sukses saat berperan sebagai Guo Jing.
Serial ini berhasil meraih rating yang sangat tinggi saat ditayangkan di stasiun televisi sana, bahkan mengalahkan serial silat favoritnya orang Indonesia sampai sekarang yaitu Yoko-Xiao Long Ni versi Andy Lau dan Idy Chan. Walaupun Yoko versi Andy Lau sangat sukses di Indonesia, di negara asalnya, dia gak ada apa-apanya dibandingkan Guo Jing. Ratingnya kalah jauh. Dari segi popularitas, "The Legend Of The Condor Heroes 1983" jauh lebih unggul.
Hanya saja di Indonesia, serial silat satu ini kurang dikenal dan kalah pamor sama Yoko versi Andy Lau. Mungkin karena saat pertama kali tayang di RCTI, aku inget jam tayangnya waktu itu di malam hari, sekitar jam 9 atau jam 10 malem (jam 21.00-22.00 WIB) kalau gak salah, beda dengan jam tayang Yoko versi Andy Lau yang tayang di jam tayang utama yaitu jam 5-6 sore (jam 17.00-18.00 WIB) di mana orang-orang sudah pulang kerja/sekolah dan waktunya menonton TV. Jam tayang ikut mempengaruhi rating dan popularitas sih kalau kataku.
Namun sayangnya, serial ini mengalami modifikasi yang cukup banyak yang menurutku gak penting-penting amat dan gak mendukung alurnya. Adegannya ditambah-tambahin biar makin banyak, jadi dari 58 episode drama, yang merupakan inti ceritanya paling cuma 30-an episode aja, sisanya modifikasi gak penting.
Untung aja Barbara cantik dan aktingnya sebagai Huang Rong yang nakal, cerdas dan ngambekan, sukses menarik perhatian penonton, jadi walaupun banyak dimodifikasi, penonton sepertinya gak peduli. Mungkin malah berasa angin segar karena versi sebelumnya ancur parah.
2. Howie Huang dalam "The Legend Of The Condor Heroes 1988".
Dari segi visual, Howie cukup enak dipandang dibandingkan yang lainnya (Selain William, Julian dan Felix, ya). Sama seperti Felix, dia juga berada di tengah-tengah. Gak ganteng amat, tapi juga gak jelong-jelong amat. Standar tapi juga masih memenuhi kriteria estetikaku.
Namun walaupun begitu, karena gak suka dengan lawan mainnya yaitu Idy Chan yang berperan sebagai Huang Rong, aku gak tertarik nonton versi yang ini. Jadi aku gak tahu bagaimana cara dia membawakan karakternya.
Menurut bisik-bisik tetangga, LOTCH versi 1988 adalah versi yang gagal total karena tak hanya mendapatkan rating yang teramat sangat rendah namun juga jarang dibicarakan publik hingga sekarang.
Hal itu bisa jadi karena dua kemungkinan:
a. Para penonton sudah terbiasa melihat Idy Chan sebagai seorang BIBIK (alias Bibi Lung) dan bukan gadis remaja 16 tahun. Jadi begitu dia berperan jadi remaja 16 tahun, orang-orang merasa aneh karena dia memang sangat tidak cocok berperan sebagai remaja.
Apalagi setelah mendiang Barbara Yung yang sangat cantik sukses memerankan karakter Huang Rong dengan gemilang. Dengan Barbara Yung sebagai pembanding, sudah tentu Idy Chan sangat kebanting! Yang satu kayak emak-emak yang dipaksa jadi remaja, sementara yang satunya "remaja sungguhan". Visualnya mereka bener-bener jomplang! (◦`~´◦)

Wajahnya emang wajah BIBIK, alias wajah-wajah wanita setengah baya.
Jadi emang paling bener jadi BIBIK aja udah (¬_¬)

b. Kesuksesan serial pendahulunya yaitu "The Legend Of The Condor Heroes 1983" masih terngiang di otak penonton, apalagi bersamaan dengan kepergian Barbara Yung yang begitu tragis, penonton setia yang masih sedih, tentu masih menganggap bahwa Huang Rong mereka tidak akan pernah bisa terganti. Yang tentu saja itu berimbas pada versi setelahnya. Beban moralnya memang sangat tinggi.
Pemeran Guo Jing yang mungkin dalam kehidupan nyata lumayan cakep tapi sayangnya saat memerankan Guo Jing, mereka keliatan kucel, kusam dan butek abiz:
1. Hu Ge dalam dalam "The Legend Of The Condor Heroes 2008".
Jujur saja, aku kecewa berat pada Hu Ge saat membintangi serial ini. Dia keliatan tidak pada tempatnya dan seolah tidak dalam performa terbaiknya. Hu Ge keren banget saat menjadi Li Xiao Yao di "Chinese Paladin 1 (2004)" atau "Strange Tales Of Liao Zhai (2005) bersama Yang Mi. Dia juga sangat keren saat menjadi Yang Liu Lang di "The Young Warrior Of The Yang Clan 2006".
Tapi why oh why, saat berperan sebagai Guo Jing, dia seolah kehilangan jiwanya? Atau mungkin aku yang terlalu berekspektasi tinggi terhadapnya?
Gak hanya kostum dan style rambut yang sangat mengganggu, tapi aktingnya sebagai Guo Jing pun sangat mengganggu. Guo Jing versi Hu Ge adalah Guo Jing yang bo-doh, to-lol dan du-ngu!
Bila William dan Julian Cheung membawa keluar sosok Guo Jing yang jujur, polos dan lugu, tidak terlihat seperti orang bo-doh, to-lol dan du-ngu, namun seperti seorang anak kecil yang polos yang ingin bertanya pada dunia, berbeda dengan Hu Ge yang tolol dan dungunya maksimal. Aku pernah berhadapan dengan orang modelan Guo Jing versi Hu Ge gini dan yang ada malah emosi jiwa. Duh, begonya gak ketulungan, bikin ngelus dada! Emosi yang ada (¬_¬)
Hu Ge di sini bener-bener tampak tidak terawat dengan rambut gimbalnya yang seperti gak keramas bertahun-tahun. Hair stylist-nya ada masalah hidup apa sih? Kenapa Hu Ge dikasih wig modelan begitu coba! Kenapa gak sekalian model rambut reggae yang keriting kecil-kecil itu aja, lalu suruh Guo Jing-nya nge-rap ヾ(。 ̄□ ̄)ツ
Heran banget dah sama tim produksi versi 2008 ini. Uda alur ceritanya dimodifikasi habis-habisan sampe jatohnya gak masuk akal (salah satunya Ou Yang Khe jatuh cinta sama Mu Nian Chi dan Yang Kang bertobat), lalu rambut gimbalnya Guo Jing dan kostum yang gak banget.
Untung aja menjelang tamat, rambutnya Hu Ge diubah (alias dilurusin) dan gak gimbal lagi seperti sebelumnya. Harusnya sejak awal kek, ngapain tunggu sampai mau ending? (¬_¬)
Yang bagus dari versi ini hanya soundtracknya doang sih, yaitu Ying Xiung Mo by Ronald Cheng dan Wo Zhe Neng Ai Ni by Pheng Qing.
Oh ya, dari segi penggambaran secara fisik, Guo Jing versi Hu Ge agak mirip dengan novelnya sih ya. Karena Hu Ge di sini memang tampak gempal, tinggi, besar dan wajahnya kasar. Model rambut gimbalnya membuatnya tampak kasar dan kostumnya membuat badannya seakan berisi alias gempal, dan dia juga aslinya sangat tinggi yaitu 185 cm. Sebelum William Yang muncul, Hu Ge adalah pemeran Guo Jing yang paling tinggi.
2. Chi Sha dalam "The Legend Of The Condor Heroes 2024".
Gak pernah mendengar nama Chi Sha sebelumnya. Kalau dia gak terpilih sebagai Guo Jing versi 2024, aku pun gak pernah tahu ada aktor China yang wajahnya lonjong kayak "Scream" yang bernama Chi Sa. Ini pun tahu karena baca di wikipedia.
Aku gak nonton versi ini, karena sebagai pemuja visual, dia gak sesuai dengan standar estetikaku. Jadi walau Huang Rong-nya cantik banget, aku tetep pilih skip karena bagiku, aktor utamalah yang paling penting (mengingat aku cewek sih). Aktor utama kan scene-nya banyak, apalagi ini memang cerita tentang Guo Jing, dialah fokus utamanya.
Jadi soal karakternya aku gak tahu dia cocok apa gak, aku juga gak tahu dia membawakan Guo Jing yang seperti apa. Seperti William dan Julian yang polos dan lugu, kah? Atau seperti Hu Ge yang du-ngunya kebangetan?
Tapi kalau soal perawakan dan penampakan fisik, dia juga gak sesuai penggambaran sosok Guo Jing dalam novelnya sih. Tapi gpp, dia bukan satu-satunya yang perawakannya gak cocok kok. William, Julian dan Felix juga perawakannya gak cocok, hanya saja mereka didukung oleh wajah yang enak dipandang, sedangkan Chi Sha nggak. Udah perawakannya gak cocok, wajahnya gak mendukung juga. Dahlah skip →_→
3. Xiao Zhan dalam "The Legend Of The Condor Heroes : The Gallants (2025)".
Aku pernah denger nama Xiao Zhan tapi gak pernah tahu wajahnya. Jujur aku gak tahu wajah aslinya seperti apa dan dia pernah membintangi drama apa aja. Gak tertarik juga mencari tahu karena wajahnya bukan termasuk standar estetikaku, jadi aku gak akan membuang waktu.
Tapi terlepas dari apakah dia ganteng atau gak di dunia nyata, dalam film ini, Xiao Zhan terlihat sangat kumal, kucel dan kusam. Benar-benar terlihat sangat "kotor" dan tampak tidak terawat. Entah sengaja dibuat kayak gitu oleh sutradaranya atau gimana?
Tapi untungnya bukan cuma dia doang sih yang tampak kusam, kucel, dekil dan "tidak terawat". Pemeran Putri Hua Zheng aja kayak Putri Pengungsi juga kok, Princess kok tampangnya kek pengemis? Rambutnya awut-awutan dan cuma dikepang dua kayak Sanchai dan kostumnya pun ala kadarnya. Aura ke-miss-queen-an Sang Princess kuat banget. Saking kotor dan tidak terawatnya sampe keliatan kayak gembel.
Huang Rong pun kucel dan dekil juga, mungkin Huang Rong lagi menjiwai perannya sebagai Ketua Partai Pengemis jadi dia juga berdandan seperti pe-ngemis. Jadi kayaknya emang satu film sengaja didandani kucel dan kusam kale, ya? Gak enak dipandang semua.
Jadi ya karena sekilas pandang dari posternya aja sudah gak menggugah selera, jadi untuk yang ini, aku skip juga. Aku gak tahu dia membawakan Guo Jing yang seperti apa. Tapi dari fotonya, aku gak melihat adanya kepolosan atau keluguan dari tatapan matanya. Matanya terlihat tajam dan menunjukkan kesan pintar. Sekali lagi, aku cuma menilai dari posternya, ya. Tapi memang secara visual, dia bukan type-ku!
Pemeran Guo Jing (Kwee Cheng) yang sudah tidak bisa lagi diselamatkan, dilihat dari sisi mana pun tetap tidak terselamatkan (ꐦÒ‸Ó) :
1. Jason Pai dalam "The Legend Of The Condor Heroes 1976".
Nah ini pemeran Guo Jing yang harus kuakui sangat cocok dan sesuai dengan penggambaran perawakan Guo Jing dalam novelnya. Tubuh gempal, besar dan wajah kasar semua memenuhi syarat, kecuali tinggi badan yang memang kurang tinggi alias bogel, ya. William aja 188 cm dan Hu Ge 185 cm, jadi ya Jason Pai terhitung pendek. Namun memang sisanya sesuai penggambaran perawakan Guo Jing dalam novel.

Bukannya keliatan lugu dan polos, yang ada malah keliatan kayak preman pasar atau penghuni lapas dengan kejahatan tingkat berat
Sayangnya, gak ada orang yang suka nontonin aktor utama dalam sebuah film/drama se-je-long ini. Gak ada nilai komersialnya. Gak ada yang bisa "dijual" dengan tampang seperti itu. Walau Guo Jing digambarkan wajahnya kasar kayak kuli bangunan, tapi masa iya sih pemerannya bapak-bapak kayak gini? Haruskah dicari yang kayak bapak-bapak begini? Serius nanya! (ꐦÒ‸Ó) Investor gak pengen balik modal kah?
Gak heran sih ya kalau versi ini juga GAGAL TOTAL! →_→ Dan gak heran juga kalau versi 1983 langsung booming dan sukses, lah wong pendahulunya parah kayak gini. Kalau pendahulunya keren sih, adaptasi berikutnya pasti menemui banyak kegagalan (sama seperti yang dialami versi 1988 yang juga gagal total karena pendahulunya sukses besar), tapi ini kan nggak. Pendahulu dari versi 1983 yaitu versi 1976 bener-bener parah tingkat dewa!
Daripada "The Legend Of The Condor Heroes", serial ini lebih cocok disebut "The Beauty And The Beast" versi China. Lah wong cowoknya "je to the lek" tapi ceweknya cantik dan muda, daripada sepasang kekasih remaja, lebih mirip bapak dan anak perempuannya *sigh* (¬_¬)
2. Li Ya Pheng dalam "The Legend Of The Condor Heroes 2003".
Versi yang tak terselamatkan berikutnya. Versi yang kucel, kusam, dekil dan tidak terawat lainnya. Walaupun katanya versi ini juga memiliki tingkat akurasi yang tinggi dengan novelnya, tapi sama seperti versi 1976, melihat pemainnya yang "suram" aja aku uda kehilangan selera nonton. Daripada nonton ini, mending nonton versi 1994 yang juga sangat akurat.
Serial ini dulu pernah ditayangkan di Trans TV kalau gak salah inget. Liat iklannya di TV saat itu, aku langsung mundur bahkan sebelum serialnya resmi tayang di TV. Liat Guo Jing dan Huang Rong yang pesok semua kayak orang "ditabrak truk", eh, gak cuma mereka sih tapi seluruh pemainnya satu drama kayak orang "ditabrak truk" semua, mukaknya pesok dan "datar", bikin aku gak tertarik nonton. Kasian mataku. Tolong! Aku butuh yang glowing-glowing, bukan yang "suram" seperti ini (◦`~´◦)

Satu lagi bapak-bapak yang dipaksa berakting jadi remaja (¬_¬) Yang wajahnya mudaan dikit uda punah, kah? Harus gitu wajah bapak-bapak yang kepilih?
Habis dikasih si manis Julian Cheung, langsung downgrade parah setelah liat versi 2003 yang suram dan kucel abis. Gak ada satu pun dari para pemainnya yang wajahnya "menjual" dan memiliki nilai komersil. Uda gitu rambut cuma dicepol kayak mbok jamu, kostum yang ala kadarnya, pencahayaannya gelap pula. Duh, pemuja visual sepertiku langsung kena mental (ꐦÒ‸Ó)
Pliz bring back Julian Cheung! Standarku sudah terlanjur sangat tinggi setelah melihat Julian Cheung di tahun 1994. Tapi 2003 bukannya upgrade, eh malah downgrade! (〟-_・)ン
Aku gak tahu karakternya dia seperti apa. Tapi dari ekspresi wajahnya di foto-foto yang beredar di internet sih kayaknya dia sejenis sama Hu Ge, bo-doh dan du-ngu! Wajahnya bukan wajah-wajah polos dan lugu soalnya. Dan dia juga type-type seperti Jason Pai, wajah bapak-bapak yang dipaksa berperan sebagai remaja. Tapi untungnya di versi 2003 ini, pemeran Huang Rong-nya sama-sama "Je to the lek"-nya, jadi mereka memang serasi. Cocok sih, j3l0ng sama j3long! Mukaknya bener-benar gak bisa diselamatkan lagi
~~~~~~~~~
Inilah kesembilan pemeran Guo Jing dalam sembilan adaptasi yang pernah dibuat. Manakah favoritmu? Kalau aku sih jelas William Yang dan Julian Cheung, ya, karena dari segi visual, hanya mereka yang benar-benar ganteng dan enak dipandang mata. Sesuai banget dengan selera estetikaku. They are really my type because I always set my standard too high Σ(゚∀゚ノ)ノ
Dan aku rasa semua orang normal pun akan berpikir sama, kecuali orang-orang dengan selera estetika unik yang penilaiannya mungkin di luar nalar.
Atau fans fanatik aktor tertentu yang menonton versi adaptasi ini karena memang sudah menyukai sang aktor sejak lama sebelum versi ini dibuat, karena udah suka dan setia jadinya walau kucel dan tidak terawat pun, tetep dianggap ganteng dan berkilau bagai berlian.
Gak papa kok, sah-sah aja. Sama seperti kalian yang bebas menyukai siapa pun, aku pun bebas menyukai siapa pun, jadi kalau kita gak sependapat, mohon jangan memaki penulisnya, ya (〟-_・)ン
Credit Picts: As Tagged (All photos belong to owners)
Warning: Dilarang mengcopy paste tanpa ijin dari penulis!
1. Felix Wong dalam "The Legend Of The Condor Heroes 1983".
Versi yang dianggap penonton "paling legend". Padahal harusnya masih ada versi 1976 yang paling legend lagi (versi adaptasi pertama yang duluan muncul), tapi karena pemainnya ancur parah, dramanya jadi gagal total.
Felix Wong ini gak ganteng amat tapi juga gak jelong amat. Dia berada di tengah-tengah dari segi visual. Standar aja. Yang lebih ganteng dari dia ada, tapi yang lebih "Je to the lek" dari dia juga ada.
Felix sedikit enak dipandang dibandingkan pemeran Guo Jing lainnya, walaupun masih kalah jauh dari William dan Julian dari segi ketampanan. Tapi dia pun gak jelong-jelong amat jadi tampak serasi saat bersanding dengan mendiang Barbara Yung. Felix pun terbilang cukup sukses saat berperan sebagai Guo Jing.
Serial ini berhasil meraih rating yang sangat tinggi saat ditayangkan di stasiun televisi sana, bahkan mengalahkan serial silat favoritnya orang Indonesia sampai sekarang yaitu Yoko-Xiao Long Ni versi Andy Lau dan Idy Chan. Walaupun Yoko versi Andy Lau sangat sukses di Indonesia, di negara asalnya, dia gak ada apa-apanya dibandingkan Guo Jing. Ratingnya kalah jauh. Dari segi popularitas, "The Legend Of The Condor Heroes 1983" jauh lebih unggul.
Untung aja Barbara cantik dan aktingnya sebagai Huang Rong yang nakal, cerdas dan ngambekan, sukses menarik perhatian penonton, jadi walaupun banyak dimodifikasi, penonton sepertinya gak peduli. Mungkin malah berasa angin segar karena versi sebelumnya ancur parah.
Dari segi visual, Howie cukup enak dipandang dibandingkan yang lainnya (Selain William, Julian dan Felix, ya). Sama seperti Felix, dia juga berada di tengah-tengah. Gak ganteng amat, tapi juga gak jelong-jelong amat. Standar tapi juga masih memenuhi kriteria estetikaku.
Namun walaupun begitu, karena gak suka dengan lawan mainnya yaitu Idy Chan yang berperan sebagai Huang Rong, aku gak tertarik nonton versi yang ini. Jadi aku gak tahu bagaimana cara dia membawakan karakternya.
Hal itu bisa jadi karena dua kemungkinan:
a. Para penonton sudah terbiasa melihat Idy Chan sebagai seorang BIBIK (alias Bibi Lung) dan bukan gadis remaja 16 tahun. Jadi begitu dia berperan jadi remaja 16 tahun, orang-orang merasa aneh karena dia memang sangat tidak cocok berperan sebagai remaja.
Apalagi setelah mendiang Barbara Yung yang sangat cantik sukses memerankan karakter Huang Rong dengan gemilang. Dengan Barbara Yung sebagai pembanding, sudah tentu Idy Chan sangat kebanting! Yang satu kayak emak-emak yang dipaksa jadi remaja, sementara yang satunya "remaja sungguhan". Visualnya mereka bener-bener jomplang! (◦`~´◦)

Wajahnya emang wajah BIBIK, alias wajah-wajah wanita setengah baya.
Jadi emang paling bener jadi BIBIK aja udah (¬_¬)

1. Hu Ge dalam dalam "The Legend Of The Condor Heroes 2008".
Jujur saja, aku kecewa berat pada Hu Ge saat membintangi serial ini. Dia keliatan tidak pada tempatnya dan seolah tidak dalam performa terbaiknya. Hu Ge keren banget saat menjadi Li Xiao Yao di "Chinese Paladin 1 (2004)" atau "Strange Tales Of Liao Zhai (2005) bersama Yang Mi. Dia juga sangat keren saat menjadi Yang Liu Lang di "The Young Warrior Of The Yang Clan 2006".
Tapi why oh why, saat berperan sebagai Guo Jing, dia seolah kehilangan jiwanya? Atau mungkin aku yang terlalu berekspektasi tinggi terhadapnya?
Bila William dan Julian Cheung membawa keluar sosok Guo Jing yang jujur, polos dan lugu, tidak terlihat seperti orang bo-doh, to-lol dan du-ngu, namun seperti seorang anak kecil yang polos yang ingin bertanya pada dunia, berbeda dengan Hu Ge yang tolol dan dungunya maksimal. Aku pernah berhadapan dengan orang modelan Guo Jing versi Hu Ge gini dan yang ada malah emosi jiwa. Duh, begonya gak ketulungan, bikin ngelus dada! Emosi yang ada (¬_¬)
Heran banget dah sama tim produksi versi 2008 ini. Uda alur ceritanya dimodifikasi habis-habisan sampe jatohnya gak masuk akal (salah satunya Ou Yang Khe jatuh cinta sama Mu Nian Chi dan Yang Kang bertobat), lalu rambut gimbalnya Guo Jing dan kostum yang gak banget.
Untung aja menjelang tamat, rambutnya Hu Ge diubah (alias dilurusin) dan gak gimbal lagi seperti sebelumnya. Harusnya sejak awal kek, ngapain tunggu sampai mau ending? (¬_¬)
Oh ya, dari segi penggambaran secara fisik, Guo Jing versi Hu Ge agak mirip dengan novelnya sih ya. Karena Hu Ge di sini memang tampak gempal, tinggi, besar dan wajahnya kasar. Model rambut gimbalnya membuatnya tampak kasar dan kostumnya membuat badannya seakan berisi alias gempal, dan dia juga aslinya sangat tinggi yaitu 185 cm. Sebelum William Yang muncul, Hu Ge adalah pemeran Guo Jing yang paling tinggi.
2. Chi Sha dalam "The Legend Of The Condor Heroes 2024".
Gak pernah mendengar nama Chi Sha sebelumnya. Kalau dia gak terpilih sebagai Guo Jing versi 2024, aku pun gak pernah tahu ada aktor China yang wajahnya lonjong kayak "Scream" yang bernama Chi Sa. Ini pun tahu karena baca di wikipedia.
Aku gak nonton versi ini, karena sebagai pemuja visual, dia gak sesuai dengan standar estetikaku. Jadi walau Huang Rong-nya cantik banget, aku tetep pilih skip karena bagiku, aktor utamalah yang paling penting (mengingat aku cewek sih). Aktor utama kan scene-nya banyak, apalagi ini memang cerita tentang Guo Jing, dialah fokus utamanya.
Tapi kalau soal perawakan dan penampakan fisik, dia juga gak sesuai penggambaran sosok Guo Jing dalam novelnya sih. Tapi gpp, dia bukan satu-satunya yang perawakannya gak cocok kok. William, Julian dan Felix juga perawakannya gak cocok, hanya saja mereka didukung oleh wajah yang enak dipandang, sedangkan Chi Sha nggak. Udah perawakannya gak cocok, wajahnya gak mendukung juga. Dahlah skip →_→
Aku pernah denger nama Xiao Zhan tapi gak pernah tahu wajahnya. Jujur aku gak tahu wajah aslinya seperti apa dan dia pernah membintangi drama apa aja. Gak tertarik juga mencari tahu karena wajahnya bukan termasuk standar estetikaku, jadi aku gak akan membuang waktu.
Tapi terlepas dari apakah dia ganteng atau gak di dunia nyata, dalam film ini, Xiao Zhan terlihat sangat kumal, kucel dan kusam. Benar-benar terlihat sangat "kotor" dan tampak tidak terawat. Entah sengaja dibuat kayak gitu oleh sutradaranya atau gimana?
Huang Rong pun kucel dan dekil juga, mungkin Huang Rong lagi menjiwai perannya sebagai Ketua Partai Pengemis jadi dia juga berdandan seperti pe-ngemis. Jadi kayaknya emang satu film sengaja didandani kucel dan kusam kale, ya? Gak enak dipandang semua.
Jadi ya karena sekilas pandang dari posternya aja sudah gak menggugah selera, jadi untuk yang ini, aku skip juga. Aku gak tahu dia membawakan Guo Jing yang seperti apa. Tapi dari fotonya, aku gak melihat adanya kepolosan atau keluguan dari tatapan matanya. Matanya terlihat tajam dan menunjukkan kesan pintar. Sekali lagi, aku cuma menilai dari posternya, ya. Tapi memang secara visual, dia bukan type-ku!
1. Jason Pai dalam "The Legend Of The Condor Heroes 1976".
Nah ini pemeran Guo Jing yang harus kuakui sangat cocok dan sesuai dengan penggambaran perawakan Guo Jing dalam novelnya. Tubuh gempal, besar dan wajah kasar semua memenuhi syarat, kecuali tinggi badan yang memang kurang tinggi alias bogel, ya. William aja 188 cm dan Hu Ge 185 cm, jadi ya Jason Pai terhitung pendek. Namun memang sisanya sesuai penggambaran perawakan Guo Jing dalam novel.

Bukannya keliatan lugu dan polos, yang ada malah keliatan kayak preman pasar atau penghuni lapas dengan kejahatan tingkat berat
Versi yang tak terselamatkan berikutnya. Versi yang kucel, kusam, dekil dan tidak terawat lainnya. Walaupun katanya versi ini juga memiliki tingkat akurasi yang tinggi dengan novelnya, tapi sama seperti versi 1976, melihat pemainnya yang "suram" aja aku uda kehilangan selera nonton. Daripada nonton ini, mending nonton versi 1994 yang juga sangat akurat.
Serial ini dulu pernah ditayangkan di Trans TV kalau gak salah inget. Liat iklannya di TV saat itu, aku langsung mundur bahkan sebelum serialnya resmi tayang di TV. Liat Guo Jing dan Huang Rong yang pesok semua kayak orang "ditabrak truk", eh, gak cuma mereka sih tapi seluruh pemainnya satu drama kayak orang "ditabrak truk" semua, mukaknya pesok dan "datar", bikin aku gak tertarik nonton. Kasian mataku. Tolong! Aku butuh yang glowing-glowing, bukan yang "suram" seperti ini (◦`~´◦)

Satu lagi bapak-bapak yang dipaksa berakting jadi remaja (¬_¬) Yang wajahnya mudaan dikit uda punah, kah? Harus gitu wajah bapak-bapak yang kepilih?
Pliz bring back Julian Cheung! Standarku sudah terlanjur sangat tinggi setelah melihat Julian Cheung di tahun 1994. Tapi 2003 bukannya upgrade, eh malah downgrade! (〟-_・)ン
Inilah kesembilan pemeran Guo Jing dalam sembilan adaptasi yang pernah dibuat. Manakah favoritmu? Kalau aku sih jelas William Yang dan Julian Cheung, ya, karena dari segi visual, hanya mereka yang benar-benar ganteng dan enak dipandang mata. Sesuai banget dengan selera estetikaku. They are really my type because I always set my standard too high Σ(゚∀゚ノ)ノ
Dan aku rasa semua orang normal pun akan berpikir sama, kecuali orang-orang dengan selera estetika unik yang penilaiannya mungkin di luar nalar.
Atau fans fanatik aktor tertentu yang menonton versi adaptasi ini karena memang sudah menyukai sang aktor sejak lama sebelum versi ini dibuat, karena udah suka dan setia jadinya walau kucel dan tidak terawat pun, tetep dianggap ganteng dan berkilau bagai berlian.
Gak papa kok, sah-sah aja. Sama seperti kalian yang bebas menyukai siapa pun, aku pun bebas menyukai siapa pun, jadi kalau kita gak sependapat, mohon jangan memaki penulisnya, ya (〟-_・)ン
Credit Picts: As Tagged (All photos belong to owners)
Warning: Dilarang mengcopy paste tanpa ijin dari penulis!
.png)

.png)








.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)






.jpg)
.jpg)
.jpg)







.jpg)



.jpg)
.jpg)
h.jpg)
.jpg)



n.jpg)




.jpg)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar